Category: Akomodasi (Page 2 of 6)

Hotel Carolina, Kenyamanan di Tepi Danau Toba

Loncat ke Danau Toba dari dermaga kecil ini
Loncat ke Danau Toba dari dermaga kecil ini.
Bulan Maret lalu saya berkesempatan untuk berkeliling di provinsi Sumatera Utara, mulai dari Medan, Pematangsiantar, Parapat, sampai Berastagi. Saya pun mengunjungi ikon provinsi Sumatera Utara yang namanya sudah tersohor di Indonesia bahkan dunia, yaitu Danau Toba dan Pulau Samosir.
Danau Toba sudah menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing. Tak heran, bila fasilitas pariwisata di Danau Toba sudah cukup memadai, termasuk fasilitas penginapan dan hotel yang lumayan banyak dan bervariasi.
Hotel Carolina adalah salah satu hotel yang tersedia di Pulau Samosir. Letaknya di Tuktuk Siadong. Saat saya mengunjungi Danau Toba, saya menginap dan bermalam di hotel ini. Saya mendapatkan informasi tentang hotel ini dari internet. Saat saya mencari beberapa referensi hotel di internet terdapat banyak pilihan, namun Hotel Carolina yang berhasil menarik perhatian saya. Mulai dari pertimbangan harga, tempat dan pemandangan di sekitarnya.
Suasana kamar "Hill 2"
Suasana kamar “Hill 2”.
Menuju Danau Toba saya berangkat dari Parapat, dari Parapat menyeberang menggunakan kapal ke pulau Samosir tepatnya di daerah Tuktuk Siadong. Saat kapal yang saya naiki hendak merapat di Tuktuk Siadong, pemandangan Pulau Samosir dan keindahan Danau Toba terlihat amat menenangkan. Kapal merapat di Tuktuk Siadong tepat di dermaga milik Hotel Carolina. Saya menuruni kapal dengan langkah perlahan. Sesaat setelah turun saya langsung menuju lobi hotel.
Hotel Carolina tidak jauh dari dermaga kapal, tinggal jalan menuju ke atas sudah terlihat lobi hotel dengan arsitektur Batak yang amat khas. Jenis kamar di Hotel Carolina terdiri dari kelas ekonomi yang terdiri dari “Economy – Hill 1”, “Economy – Hill 2” dan “Economy – Beach”. Kemudian, kelas “Standard” yang terdiri dari rooms “Standard – Hill”, “Standard – Beach”, dan kelas “Deluxe”, yang terdiri dari kamar “Deluxe – Hill” dan “Deluxe – Beach”. Perbedaan Hill dan Beach terletak pada lokasi, kamar-kamar “Hill” terletak agak di atas seperti di bukit, sedangkan kamar-kamar “Beach” hampir terletak di tepi danau dengan pemandangan Danau Toba yang terlihat amat jelas.
Pekarangan hotel
Pekarangan hotel.
Menikmati pesisir Danau Toba
Menikmati pesisir Danau Toba.
Saat saya sampai di hotel Carolina, saya tidak sempat memesan sebelumnya. Saya dan teman saya sudah niat langsung pesan di tempat saja. Sayangnya, kala itu sudah banyak kamar yang penuh, tinggal tersisa kelas “Hill 2”, saya pun menginap di kamar kelas ini. Saya menginap sekamar berdua dengan teman saya dengan harga Rp150.000. Kamarnya kecil, namun bersih dan nyaman. Di dalamnya ada dua tempat tidur yang terpisah. Ada dua sofa juga yang terletak di depan jendela dengan pemandangan keluar langsung ke bukit yang terlihat juga Danau Toba walau tidak begitu jelas.
Hari sudah semakin sore, setelah menaruh dan merapikan barang bawaan di kamar, saya dan kawan saya bergegas menuju tepian Danau Toba yang dikelola oleh Hotel Carolina. Hanya tamu Hotel Carolina yang boleh masuk ke tempat ini. Tempatnya sangat nyaman, di tepian pinggir danau dengan nuasa di pinggir pantai. Banyak orang berenang di sini, yang juga dilengkapi dermaga dan papan loncat untuk terjun di Danau Toba. Terdapat banyak gazebo dengan bangku kayu yang tersusun rapi untuk duduk bersantai memandangi Danau Toba.
Esok paginya, saya menyantap sarapan di restoran hotel, tempatnya dekat dengan lobi hotel. Restoran yang amat nyaman, lumayan luas, ada fasilitas live music juga. Tersedia berbagai masakan yang harganya tidak terlalu mahal, mulai dari masakan barat, Indonesia dan Cina. Rasanya sangat lezat.
Di antara fasilitas yang bagus dan nyaman, ada satu lagi fasilitas yang menjadi nilai tambah di Hotel Carolina, yaitu fasilitas penyewaan mobil dan motor. Jadi, pengunjung hotel yang ingin berkeliling di Pulau Samosir tidak perlu khawatir kesulitan kendaraan. Saya menggunakan fasilitas penyewaan ini yaitu menyewa sepeda motor yang saya gunakan untuk berkeliling di Pulau Samosir, harga sewanya tidak terlalu mahal, hanya Rp40.000/per hari.
Secara keseluruhan Hotel Carolina di mata saya sangat positif. Tempatnya nyaman, indah di tepi Danau Toba, fasilitas untuk berenang di Danau Toba juga nyaman dan aman. Fasilitas kamar juga nyaman dan harga tidak terlalu mahal, dan untuk urusan makanan tidak perlu khawatir untuk memilih makanan enak.
Bila anda mempunyai rencana ke Danau Toba dan Pulau Samosir, dan ingin melihat indahnya danau dari tepian Danau Toba, sambil berenang untuk merasakan kesegaran air danau, pilihlah hotel yang terletak tepat di tepi danau Toba dan memiliki lokasi yang aman untuk berenang, Hotel Carolina salah satunya.
Hotel Carolina
Tuktuk Siadong – Pulau Samosir
Sumatera Utara
Indonesia 22395
Tel.: +62 625 451210 / +62 625 451100
Faks.: +62 625 451250
E-mail: carolina@indosat.net.id

Guest Inn Muntri, George Town, Penang, Malaysia

Salah satu hal yang jadi agenda wajib bagi saya dalam mempersiapkan suatu perjalanan adalah mencari tempat menginap di daerah tujuan. Perjalanan saya ke Penang, Malaysia, pada akhir Januari 2013 sudah saya rencanakan sejak setahun sebelumnya. Rencananya saya akan berangkat dengan dua orang teman yang semuanya wanita. Ketika tiket pesawat rute SBY-PEN-KUL-JOG sudah di tangan, yang sibuk dilakukan adalah mencari tempat menginap dan membuat rencana jalan-jalan. Berhubung saya berencana berangkat dengan dua orang teman, maka hal ini menjadi PR bersama, agar semua bisa sreg nantinya dan tidak ada yang mengeluh karena merasa tidak cocok dengan tempat menginap yang sudah dipilih.
Awalnya hal ini merupakan pekerjaan yang menyenangkan, mencari, membaca ulasan dan menyortir pilihan-pilihan tempat menginap yang ada. Berbagai penawaran dari situs web seperti Agoda, Booking.com dan Hotels.com kami banding-bandingkan harga, fasilitas dan lokasinya.
Jumlah kami yang bertiga semakin memperkecil pilihan, umumnya hotel menyediakan kamar standar dengan tempat tidur double atau twin, kalau pun ada kamar yang bisa untuk bertiga, atau bisa ditambah extra bed, harga akhirnya di atas anggaran yang kami rencanakan. Selain itu, tidak banyak pilihan kamar hotel dengan fasilitas yang memadai dengan lokasi yang bagus dan harga yang tidak terlalu mahal untuk mahasiswa seperti kami, terutama juga dikarenakan waktu kunjungan kami yang jatuh pada long weekend di Malaysia, banyak tempat menginap rekomendasi para blogger yang sudah penuh.
Masing-masing dari kami pun mengajukan pilihan. Saya akhirnya memilih Guest Inn Muntri yang menyediakan kamar jenis dorm dengan 4 bunk bed, kamar mandi luar dan walaupun tidak ada pemisahan antara kamar khusus wanita dan laki-laki, namun dengan harga RM28 per malam sudah termasuk sarapan, dan lokasinya yang strategis menurut saya itu merupakan tawaran yang bagus. Selain itu sudah lama saya ingin merasakan pengalaman menginap di dorm, karena selama ini meski pernah menginap di penginapan murah meriah tipe “3S” (Sangat Sangat Sederhana), seperti ketika saya ke Pacitan, saya tidak pernah berbagi kamar dengan orang lain, selalu menyewa kamar pribadi, paling banter dengan fasilitas kamar mandi di luar. Namun, seorang teman saya lebih menyukai kamar dengan fasilitas kamar mandi dalam agar memiliki privasi lebih, sementara yang satu lagi oke-oke saja walau harus berbagi kamar di dorm. Cukup lama kami menunda pemilihan hotel ini karena preferensi masing-masing tadi, kami hanya memesan dua opsi berbeda yaitu dorm di Guest Inn Muntri tadi dan satu kamar superior di hotel lain lewat website Booking.com, karena di sini tidak ada biaya pembatalan asalkan tidak melewati batas waktu yang ditentukan. Tentunya, sambil terus mencari pilihan-pilihan lainnya.
Akhirnya kami sampai pada titik bosan memilih-milih hotel, terlalu banyak ulasan yang kami baca dan waktunya pun sudah semakin dekat. Untungnya saya berhasil meyakinkan teman-teman saya untuk memilih Guest Inn Muntri dengan alasan untuk mencoba pengalaman baru, karena memang tidak ada seorang pun di antara kami yang pernah menginap di dorm. Toh, saya pikir karena kami bertiga, jadi kami hanya akan sekamar dengan seorang tamu lain, kalaupun digabung dengan tamu laki-laki, tidak akan jadi masalah. Namun menjelang hari keberangkatan, seorang teman saya terpaksa harus membatalkan perjalanannya. Jadilah kami hanya berangkat berdua. Saya jadi harap-harap cemas, berharap semoga tidak sekamar dengan roommate laki-laki yang kelakuannya aneh-aneh. Karena dari cerita pengalaman pejalan wanita lain yang menginap di dorm, apalagi yang campur, mereka pernah harus sekamar dengan tamu laki-laki yang kadang pulang ke dorm dalam keadaan mabuk dan “nyasar” ke tempat tidur orang lain.
Setibanya di Penang kami langsung menuju tempat menginap, sesuai namanya penginapan kami ini terletak di Lebuh Muntri. Berbekal peta lokasi Guest Inn Muntri dari Google Maps kami mulai mencari-cari. Ketika itu kami sudah berada di Lebuh Muntri, di lokasi yang tepat seperti ditunjukkan di peta, namun Guest Inn Muntri ini tak juga tampak. Setelah beberapa kali bertanya, akhirnya ketemu juga.
Dari luar Guest Inn Muntri ini nampak seperti rumah toko bertingkat model lama, ruangan di dalamnya memanjang ke belakang. Di area depan, meja resepsionis langsung digabung dengan lobi yang merupakan tempat untuk sarapan juga, dan ada meja bilyar di tengah-tengah lobi.
Melihat banyak sepatu di area dekat pintu masuk dan adanya pemberitahuan untuk melepas alas kaki, awalnya kami pikir kami diharuskan untuk melepas sepatu juga ketika masuk hotel, ternyata itu hanya berlaku bagi tamu yang menginap di lantai atas, mungkin agar tidak berisik ketika tamu berjalan lalu-lalang di lantai atas. Air minum pun tersedia di lobi, para tamu bisa mengisi ulang botol minum masing-masing di sini, sehingga bisa berhemat. Air panas serta teh dan kopi instan juga tersedia gratis. Selalu ada tamu yang nongkrong-nongkrong di lobi sambil bermain bilyar, atau sekedar minum kopi sambil internetan, karena tersedia wifi gratis yang lumayan kencang koneksinya. Selain itu yang bisa dilakukan ketika nongkrong di lobi adalah membaca coretan serta pesan dan kesan para tamu yang pernah menginap di Guest Inn Muntri, ada saja pesan lucu yang ditulis di sini. Di lobi juga tersedia beberapa sepeda yang bisa disewa. Sarapan yang disediakan tiap jam 8 pagi berupa roti tawar dengan beberapa pilihan selai dan butter, ada juga oatmeal, yang bisa dimakan sepuasnya.
Suasana lobi.
Suasana lobi.
Kami kemudian diantar ke kamar yang sangat persis seperti yang ditampilkan di internet, kamar kecil bercat putih itu tampak segar dengan adanya kotak penyimpanan yang dicat warna-warni, lumayan memberi efek ceria. Kotak penyimpanan dengan kunci ini terdapat di masing-masing tempat tidur. Karena tidak ada jendela, kami mengandalkan AC yang untungnya bukan AC sentral. Ada empat kamar mandi di lantai bawah, dua berada di tengah dan dua lagi di bagian belakang, selama menginap saya tidak pernah mengalami harus mengantri kamar mandi. Karena kami penghuni kamar yang pertama, jadi kami bebas memilih tempat tidur. Ketika sedang berbenah di kamar, datanglah staf hostel dengan seorang tamu yang akan menjadi teman sekamar kami. Setelah berkenalan, roommate tersebut bernama James yang berasal dari Republik Rakyat Cina, untungnya bahasa Inggrisnya lancar, sehingga tidak sulit untuk berkomunikasi. Dia pun asyik diajak mengobrol dan bertukar informasi.
Suasana di dorm.
Suasana di dorm.
Keesokan harinya, staf hotel datang lagi ke kamar menanyakan tempat tidur mana yang masih kosong, dia juga menanyakan apa kami tidak keberatan jika digabung dengan seorang tamu laki-laki lagi, karena dia juga berasal dari Indonesia. Rupanya tamu tadi berasal dari Surabaya, bernama Noval. Klop-lah kami ngobrol dan saya pun menawarkan untuk jalan bersama karena agenda jalan-jalan kami siang itu ternyata sama, mengelilingi objek wisata yang ada di sekitar George Town. Lokasi penginapan ini memang strategis, karena hanya dengan berjalan kaki beberapa menit kami sudah sampai ke objek wisata seperti Cheong Fatt Tze Mansion, Cathedral of the Assumption, Penang State Museum dan St. George’s Church, juga dekat dengan halte bis. Staf hotel, yang kami panggil “uncle” serta seorang pria yang bergantian shift jaga sangat ramah dan membantu sekali, kami pun masing-masing diberi peta Penang, serta dijelaskan mengenai objek wisata dan cara pergi ke sana. Staf hotel lainnya ternyata orang Indonesia yang kami panggil Mak Siti, beliau berasal dari Jepara dan baru sekitar dua tahun bekerja di Penang. Mak Siti ramah dan baik banget, mungkin karena sama-sama dari Indonesia, kami sampai sedih ketika harus berpamitan.
Akhirnya keinginan saya menginap di dorm kesampaian juga. Saya tak ragu lagi menginap di dorm. Asal pintar memilih, seperti mencari yang khusus wanita dan dengan jumlah bed yang tidak terlalu banyak dalam satu kamar agar tidak berisik, pasti lancar. Selain lebih hemat, juga bisa menambah teman baru. Bagi yang belum pernah menginap di dorm, silakan mencoba.
Guest Inn Muntri Sdn Bhd.
17, Muntri Street
10200 Georgetown, Penang
Tel: +60 04 263 3228
Fax: +60 04 262 3229
Email: booking@guestinn.com.my

« Older posts Newer posts »

© 2021 Ransel Kecil

Ikuti kami di Twitter