Bulan: August 2012 (halaman 2 dari 2)

Tips Menggunakan Dubai Metro

Dubai memiliki beberapa pilihan sarana transportasi yang nyaman dan “ekonomis”, salah satunya adalah Dubai Metro yang diresmikan pada tahun 2009. Dubai Metro merupakan sistem kereta otomatis tanpa pengemudi terpanjang di dunia. Ia memiliki dua jalur komuter, jalur merah sepanjang 52 kilometer melintasi Rashidiya hingga Jebel Ali dan jalur hijau yang melintasi area dari Al Qusais hingga Al Jadaf. Dubai Metro sangat mengedepankan kenyamanan penumpang dengan menyediakan gerbong untuk pelanggan kelas “Gold”-nya, gerbong khusus wanita dan anak-anak, lapangan parkir mobil gratis pagi pengguna Dubai Metro, dan bus pengumpan gratis yang melayani daerah di sekitar stasiun Metro.
Arsitektur salah satu stasiun Dubai Metro
Arsitektur salah satu stasiun Dubai Metro.
Sejumlah 29 stasiun di jalur merah melintasi beberapa atraksi wisata utama modern di Dubai seperti pusat perbelanjaan dan landmark ikon kota Dubai mulai dari Terminal 1 dan 3 bandara Dubai, kawasan perbelanjaan Diera City Center, Burj Al Arab—sebuah hotel berbintang tujuh, Dubai Mall dengan Burj Khalifa—gedung tertinggi di dunia, Mall of the Emirates, Medinat Jumeirah, pulau buatan The Palm dan The Atlantis, hingga Dubai Marina—kota kanal buatan. Sejumlah 18 stasiun di jalur hijau melintasi area kawasan kota tuanya, di sekitar The Creek. Wilayah ini dimulai dari Terminal 2 bandara Dubai, souk (pasar) yang menjual emas dan rempah, Shaeek Shaid House, Heritage and Diving Village, Bastakiya, Dubai Museum, Dubai Creek Abra (taksi air) dan Wafi City Mall.
Untuk menggunakan Dubai Metro, kita diharuskan membeli “Nol Card” berupa kartu plastik atau kertas.
Kartu plastik Nol Card bisa juga digunakan untuk bus umum dan taksi air, serta berlaku selama lima tahun dan dapat menyimpan kredit hingga maksimum 500 AED.
Terdapat empat jenis Nol card. Nol Blue Card diperoleh dengan mendaftar secara online dan membutuhkan 10 hari kerja. Nol Gold Card untuk yang menginginkan perjalanan dengan gerbong VIP. Kedua kartu ini lebih cocok apabila anda berdomisili di Dubai.
Di samping itu juga ada Nol Silver Card, kartu standar bisa menyimpan kredit dan cocok untuk pejalan yang sering mengunjungi Dubai.
Untuk pengunjung singkat atau turis lebih cocok menggunakan Nol Red Card. Kartu Nol dari bahan kertas tidak bisa menyimpan kredit dan hanya bisa digunakan maksimal 10 kali perjalanan atau lima kali tiket terusan harian (Daily Passes) dengan mengisi ulang sesuai harga standar per segmen perjalanan (trip). Selain harga per segmennya, setiap kartu kertas Nol Red Card dikenakan biaya tambahan 2 AED yang tidak dapat diuangkan kembali (bukan merupakan deposit).
Interior gerbong Dubai Metro yang bersih dan modern
Interior gerbong Dubai Metro yang bersih dan modern.
Apabila anda sering melakukan perjalanan lebih baik membeli tiket terusan harian seharga 14 AED/hari plus 2 AED untuk kartunya dan bebas digunakan tak terbatas untuk Metro dan bus selama sehari.
Perlu diperhatikan dalam membeli Red Nol Card, mekanismenya tidak sama seperti MRT di Singapura yang tinggal menentukan awal dan akhir stasiun. Dengan Metro Dubai, harga tiket tidak ditentukan awal dan tujuan stasiun, melainkan dengan sistem zona yang dilintasi: single zone, two zones, dan all zones.
Saya sendiri sempat bingung pada awalnya. Single zone saya maknai kalau saya naik dan turun di stasiun di sepanjang jalur yang berwarna sama, sedangkan two zones saya maknai kalau saya naik di stasiun di jalur hijau dan turun di jalur merah atau sebaliknya.
Papan penunjuk sistem zona
Papan penunjuk sistem zona.
Seperti yang terlihat di foto jalur metro melintasi beberapa zona; zona lima, enam, dua dan satu.
Ketika anda membeli tiket di mesin pembelian, terdapat tiga pilihan: single zone, two zones, dan all zones. Supaya tidak salah beli, pilih single zone apabila stasiun keberangkatan dan tujuan akhir anda berada di zona yang sama (contohnya, dari Terminal 1 bandara Dubai ke Diera City yang sama-sama berada di zona lima). Pilih two zones apabila zona tujuan akhir anda berada di sebelah zona stasiun keberangkatan anda (contohnya dari Terminal 1 bandara di zona lima ke Burj Khalifa di zona enam). Terakhir, pilih all zones apabila dari stasiun keberangkatan anda hingga stasiun tujuan akhir melintasi lebih dari dua zona (contohnya dari Terminal 1 bandara di zona lima ke Dubai Marina di zona dua atau Zebel Ali di zona satu).
Apabila anda ragu, lebih baik beli tiket melalui petugas di loket.
Jam operasional setiap hari dari pukul 05:00 pagi – tengah malam (00:00), kecuali hari Kamis dan Jumat kereta beroperasi hingga pukul 01:00 dini hari, dan khusus hari Jumat dibuka pukul 01.00 siang. Untuk hari besar tertentu seperti malam tahun baru, jam operasional Dubai metro akan beroperasi lebih panjang.

Mesjid Agung Sheik Zayed, Abu Dhabi

Tiba di Dubai International Airport menjelang matahari bergerak ke ufuk barat, saya masih memiliki setengah hari sebelum keberangkatan penerbangan lanjutan pagi keesokan harinya. Dengan mengantongi visa Uni Emirat Arab (UEA) yang berlaku selama 30 hari, saya pun bergegas menuju ke kaunter imigrasi untuk menuju ke kota terbesar di UEA yang juga ibukota negara, Abu Dhabi.
Sarana dan infrastruktur transportasi di Dubai sangat memudahkan mengunjungi Abu Dhabi dengan menggunakan bus umum. Bus berangkat setiap hari dimulai dari pukul 5.30 pagi hingga bus terakhir 11.30 malam dari kedua terminal. Terminal bus Al-Ghubaiba di Dubai dan terminal bus Al-Wadha di Abu Dhabi dengan interval keberangkatan setiap 30 menit atau lebih awal apabila bus sudah terisi penuh. Tiket bus menuju Abu Dhabi seharga 25 AED dan menuju Dubai seharga 15 AED.
Menumpang taksi murah ke lokasi
Menumpang taksi murah ke lokasi.
Setelah kurang lebih dua jam di dalam bus yang nyaman, terkantuk-kantuk melintasi pemandangan monoton gurun kering sejauh 130 kilometer, saya tiba di terminal bus Al-Wadha, Abu Dhabi. Dari sini saya menggunakan taksi borongan menuju masjid Agung Sheikh Zayed, masjid terbesar di UEA dan ke-6 terbesar di dunia. Dari riset saya di internet, biaya taksi dari terminal bus menuju masjid Agung Sheik Zayed seharga 35 AED, tapi saat itu saya menghindari taksi yang terlihat mengkilap dan beralih menghentikan taksi yang terlihat sedikit kusam. Saya menawar seharga 20 AED sekali jalan dan akhirnya disetujui si supir taksi, pekerja imigran asal Pakistan.
Motif lantai dan pilar yang menawan
Motif lantai dan pilar yang menawan.
Lantai marmer berdekorasi indah
Lantai marmer berdekorasi indah.
Sebenarnya masjid Agung Sheik Zayed bisa ditempuh dengan menggunakan bus umum. Tapi karena masalah waktu yang mengharuskan saya kembali ke Dubai pada hari yang sama, saya memutuskan untuk menggunakan taksi.
Dari kejauhan, dari balik jendela taksi terlihat minaret dan kubah besar dari masjid Agung Sheik Zayed. Sesuai namanya bangunan masjid berarsitektur Islam kontemporer yang berwarna putih ini dipelopori oleh presiden pertama UEA, HH Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Mesjid yang memiliki empat minaret dan 82 kubah berukuran besar dibangun dengan biaya US$545 juta dan bisa menampung hampir 50.000 umat.
Tampak depan
Tampak depan.
Mesjid Agung Sheikh Zayed ini dibangun tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat dari edukasi dan budaya Islam yang terbuka bagi siapa saja dan tidak dikenakan biaya apapun, termasuk untuk jasa pemandu yang sangat berpengalaman. Mesjid Agung Sheikh Zayed dibuka setiap hari mulai dari pukul 9.00 pagi hingga 10.00 malam (tutup Jumat pagi) dan khusus selama bulan Ramadan tutup 12.00 malam (tutup hari Jumat).
Pilar megah
Pilar megah.
Mimbar imam
Mimbar imam.
Desain dan pembangunan masjid ini melibatkan 3.000 pekerja dan mendatangkan seniman dan material dari berbagai negara di antaranya berasal dari Italia, Jerman, Moroko, India, Turki, Iran, RRC, Inggris, Selandia Baru, Yunani dan UEA. Mesjid ini dilengkapi dengan perpustakaan dengan berbagai koleksi buku literatur Islam dalam berbagai bahasa antara lain Arab, Inggris, Perancis, Italia, Spanyol, Jerman dan Korea!
Interior
Interior.
Mesjid yang berdiri di atas tanah seluas 22.412 meter persegi atau seluas lima kali lapangan bola memiliki 1.000 kolom marmer dan dilapisi dengan batu berharga seperti lapis lazuli, red agate, amethyst, abalone shell dan mother of pearl. Halaman utama masjid seluas 17.000 meter persegi berbatu marmer putih dengan dekorasi pola bunga dikelilingi oleh kolam refleksi seluas 7.847 meter persegi yang mengelilingi masjid.
Desain interior ruangan pun berlomba tidak mau kalah menandingi estetika eksterior masjid. Marmer putih asal Italia dengan pola bunga menghiasi ruang sholat. Di ruang utama terdapat lampu gantung terbesar di dunia dengan diameter 10 meter dan setinggi 15 meter. Lampu gantung seberat sembilan ton yang tergantung di bawah kubah utama dihiasi ribuan kristal Swarovski asal Austria. Lantai ruang utama dihiasi karpet rajutan tangan terbesar di dunia yang dirancang oleh seniman asal Iran dan dibuat oleh 1.300 pengerajin karpet yang didatangkan langsung dari Mashhadin, desa kecil di Iran yang terkenal dengan keahlian penduduknya membuat karpet.
Ketika malam
Ketika malam.
Interior di sisi lain
Interior di sisi lain.
Pilar-pilar dan refleksi
Pilar-pilar dan refleksi.
Tempat berwudhu
Tempat berwudhu.
Kiblat setinggi 23 meter dengan lebar 50 meter dihiasi oleh seni kaligrafi 99 nama yang menggambarkan Allah, di disain oleh seniman kaligrafi ternama UEA. Secara keseluruhan masjid ini melibatkan seniman kaligrafi asal Syria, Turki dan Jordan.
Waktu yang tepat untuk mengunjungi masjid ini adalah sebelum dan setelah matahari terbenam. Ketika gelap, kolam refleksi di sekeliling masjid akan merefleksikan deretan kolom sepanjang halaman masjid. Pencahayaan masjid ini juga unik, dirancang arsitek tata lampu Jonathon Spiers, sorotan proyeksi awan abu kebiru biruan pada dinding luar masjid intensitas cahayanya selalu berubah setiap malam mengikuti fase bulan. Redup ketika bulan sabit, terang ketika bulan purnama.

  • Disunting oleh SA 02/08/2012

Semburat India

India adalah negeri penuh warna dan budaya. Ragam etnis, bahasa, kepercayaan dan sejarah yang panjang menjadikannya salah satu tempat yang penuh perbedaan. Tidak heran India menjadi salah satu destinasi utama pengelana di dunia. Safir Soeparna membawakan kepada kita beberapa sorotan khazanah dunia ini melalui foto-fotonya yang apik.
Pakaian eksentrik para Sadhu, atau mereka yang memutuskan untuk hanya beribadah selama sisa hidupnya, menjadi pemandangan tersendiri saat saya berada di Varanasi, salah satu kota tersuci umat Hindu di India.
Pakaian eksentrik para Sadhu, atau mereka yang memutuskan untuk hanya beribadah selama sisa hidupnya, menjadi pemandangan tersendiri saat saya berada di Varanasi, salah satu kota tersuci umat Hindu di India.
Hampir semua publikasi foto hanya menampilkan sisi selatan Taj Mahal. Namun menurut saya, sisi timur sang mauseloum tidaklah kalah memukau.
Hampir semua publikasi foto hanya menampilkan sisi selatan Taj Mahal. Namun menurut saya, sisi timur sang mauseloum tidaklah kalah memukau.
Memandangi Golden Temple, atau yang dikenal lokal sebagai Harmandir Sahib, merupakan kenikmatan tersendiri bagi para umat Sikh yang datang berziarah.
Memandangi Golden Temple, atau yang dikenal lokal sebagai Harmandir Sahib, merupakan kenikmatan tersendiri bagi para umat Sikh yang datang berziarah.
Gambar pegunungan Himalaya yang indah ini saya ambil dari balkoni kamar hotel saya di Manali yang hanya seharga tiga puluh ribu rupiah saja semalam.
Gambar pegunungan Himalaya yang indah ini saya ambil dari balkoni kamar hotel saya di Manali yang hanya seharga tiga puluh ribu rupiah saja semalam.
Shimla, kota yang kental akan arsitektur khas Inggris, tidak memperkenankan kendaraan beremisi karbon memasuki area townhall. Alhasil, jasa pengangkutan barang benar-benar dilakoni oleh tenaga manusia.
Shimla, kota yang kental akan arsitektur khas Inggris, tidak memperkenankan kendaraan beremisi karbon memasuki area townhall. Alhasil, jasa pengangkutan barang benar-benar dilakoni oleh tenaga manusia.
Saat berkemah di Triund (2875 m di atas laut), saya menjalin persahabatan dengan pendaki gunung berasal dari Inggris dan Labrador retriever peliharaannya.
Saat berkemah di Triund (2875 m di atas laut), saya menjalin persahabatan dengan pendaki gunung berasal dari Inggris dan Labrador retriever peliharaannya.
Pendaki gunung yang berhasil mencapai Triund dianjurkan untuk berteriak melepaskan perasaan apapun yang dipendam di dalam hati di bukit ini.
Pendaki gunung yang berhasil mencapai Triund dianjurkan untuk berteriak melepaskan perasaan apapun yang dipendam di dalam hati di bukit ini.
Nek Chand Fantasy Rock Garden di Chandigarh mengingatkan saya pada Alice in Wonderland. Taman seluas dua puluh kali lapangan sepakbola ini terbuat dari hasil daur ulang bahan-bahan sisa kontruksi bangunan yang tidak terpakai.
Nek Chand Fantasy Rock Garden di Chandigarh mengingatkan saya pada Alice in Wonderland. Taman seluas dua puluh kali lapangan sepakbola ini terbuat dari hasil daur ulang bahan-bahan sisa kontruksi bangunan yang tidak terpakai.

  • Disunting oleh SA 01/08/2012
Halaman selanjutnya

© 2021 Ransel Kecil