Tampak depan dan samping GB Pockit.

Ini bukan artikel berbayar. Kami menulisnya karena memang dasar suka sama suka. Kami punya beberapa stroller buat anak kami, Janis. Pada awal kelahiran Janis, kami punya dua: Cocolatte New Life (untuk kegunaan utama, dengan sandaran yang bisa direbahkan dan ukuran yang lebih besar untuk bayi) dan Cocolatte iSport (persiapan kami jika Janis sudah bisa duduk, dan lebih ringan serta mudah dilipat).


Ketika dibawa, ukurannya cukup mungil.

Kenyataannya, stroller-stroller itu jarang digunakan ketika kami masih tinggal di Jakarta, karena Janis lebih banyak digendong dengan baby carrier. Sepertinya lebih cocok untuk menghadiahkan baby carrier kepada orang tua-orang tua baru, lebih sering dipakai daripada stroller!

Saat ini, Janis sudah menginjak dua tahun. Ukuran badannya sudah terlalu besar untuk digendong di baby carrier, sehingga kami lebih banyak mengandalkan stroller. Ketika baru pindah ke Singapura, kami membeli stroller City Mini GT, karena kami pikir di sini lebih banyak jalan kaki dan butuh roda serta suspensi yang kuat. Ukurannya pun besar, tapi cukup nyaman buat Janis juga.


Detil pegangan dan tutup kepala.

Kami menyukai kombinasi City Mini GT dan Cocolatte New Life di Singapura. City Mini GT untuk kegiatan yang lebih “adventurous“, seperti ke kebun raya, taman atau belanja bulanan dengan jalan kaki (ke mana-mana relatif dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki dari apartemen kami). Cocolatte New Life untuk petualangan yang agak jauh dan menggunakan kendaraan umum seperti taksi, bis atau MRT, karena gampang dilipat dan ringan dibawa.

Ketika merencanakan liburan ke London, Inggris, pada awal tahun, kami mencoba untuk mencari stroller baru yang lebih compact dan kalau bisa tidak perlu check-in bagasi. Tadinya kami ingin menyewa, tapi ternyata harga sewa ditambah sedikit dapat stroller baru. Kebetulan kami sudah lama kesengsem dengan GB Pockit, stroller super compact yang bisa dilipat sampai masuk ke tas duffel atau semacamnya.


Proses melipat.

Pada suatu Sabtu kami pun memutuskan untuk membelinya, dan tidak menyesal sampai sekarang. Ada juga sih alternatif lain, yaitu Cocolatte Pockit. Lha, kok namanya sama? Memang sama, dan desainnya juga mirip, hanya ada perbedaan sedikit dari sisi desain dan materi. Selain itu, Cocolatte Pockit kabarnya bisa direbahkan sandarannya. Tapi GB Pockit juga baru saja mengeluarkan edisi baru, yakni GB Pockit Plus, yang juga bisa direndahkan sandarannya, sehingga anak bisa tidur dengan lebih pulas atau rileks. GB Pockit lebih mahal (S$299) dari Cocolatte Pockit (S$199), tapi kami kesulitan menemukan Cocolatte Pockit di Singapura, adanya online. Namun, kami ingin mencoba merek lain selain Cocolatte, akhirnya pilihan jatuh pada GB Pockit.

Sejauh ini, kami senang. Bahkan, stroller ini hampir menggantikan Cocolatte New Life kami 100%. City Mini GT juga jadi jarang dipakai karena ukurannya masif. Ke mana-mana pun kami pakai GB Pockit. Rasanya best value buy sekali. Untuk perjalanan ke London kami pun, kami merasa adem ayem, karena hadirnya stroller ini. Gampang dilipat, mungil dan ternyata rodanya kuat. Sebagai pembanding, Cocolatte New Life memiliki roda yang suka menyangkut di bebatuan atau besi di jalan, sedangkan roda-roda GB Pockit lebih ampuh melewati halangan. Memang, tidak seampuh roda City Mini GT yang memang dirancang untuk “offroad“, tapi lumayanlah ya?

Melipatnya pun sederhana. Hanya dorong pegangan ke bawah (harus kedua handle), lalu dorong lagi satu kali untuk melipat. Versi lipatan ada dua. Yang pertama compact fold, yang kedua super compact fold. Lihat gambar di bawah.

Bedanya adalah untuk compact fold, eksekusinya lebih cepat, dan cocok untuk skenario masuk bis, kereta, taksi atau kondisi lain yang butuh kecepatan dan kegesitan. Untuk super compact fold, melipatnya butuh ekstra waktu dan tenaga, karena harus melipat roda belakang masuk ke dalam, tetapi hasilnya menjadi sangat kecil dan bisa masuk ke tas jinjing (yang ukurannya pas). Cocok untuk skenario masuk pesawat, bagasi, atau disimpan di gudang.


Versi lipat “super compact“.


Versi lipat “compact“.

Soal kenyamanan, kami serahkan pada Janis, anak kami. Selama menggunakannya hampir sebulan ke belakang, Janis lebih cepat tidur nyenyak di atas stroller ini, walau sandaran tidak bisa direbahkan. Entah kenapa. Selain itu, dia juga jarang minta turun lagi, hanya sesekali.

Kesimpulannya, untuk jalan-jalan, GB Pockit sangat direkomendasikan. Sekali lagi ini bukan artikel berbayar, murni keikhlasan hati kami. Tertarik?