Artikel-artikel dari kategori Transportasi (halaman ke-2 dari 2)

Pengalaman dengan Business Class Qatar Airways

Catatan redaksi: Ulasan di bawah bersifat independen. Penulis (Kasman Taslim) maupun Ransel Kecil tidak dibayar ataupun diminta oleh Qatar Airways untuk tulisan di bawah. Tulisan ini juga bukan bermaksud untuk mengajak pembaca Ransel Kecil menggunakan kelas bisnis/pertama, tetapi sebagai wawasan dan memberi informasi tentang manfaat yang diraih jika sering bepergian dengan pesawat. Selamat menikmati.

Business Class Qatar Airways
Kesan awal suasana Business Class.

Sudah lebih dari dua tahun terakhir menjadi penumpang setia Qatar Airways, maskapai nasional milik negara Qatar dan termasuk satu dari tujuh maskapai yang mendapatkan rating penerbangan ber-bintang 5 (Cathay Pacific, Kingfisher Airlines, Asiana Airlines, Malaysia Airlines, Singapore Airlines dan Hainan Airlines). Berawal dari membanding-bandingkan harga tiket pesawat yang melayani rute Dubai – Jakarta. Meskipun tidak selalu lebih murah dari harga yang ditawarkan maskapai penerbangan lainnya dengan rute yang sama, secara keseluruhan harga yang ditawarkan Qatar Airways sangat kompetitif.

Dengan tiga kali penerbangan pulang pergi Dubai – Jakarta dalam waktu enam bulan pertama saja saya sudah berhasil mendapatkan keanggotaan Silver dan berhak menggunakan fasilitas Business Class Lounge yang tersedia di lebih dari 101 kota dan 55 negara. Terlebih lagi setelah mengantongi keanggotaan Silver, tiga penerbangan berturut-turut selanjutnya selalu di-upgrade ke Business Class. Dengan enam kali penerbangan pulang pergi dengan rute yang sama dalam satu tahun sudah cukup untuk memperoleh status elit keanggotaan Gold. Relatif lebih cepat dibandingkan untuk mendapatkan status elit di maskapai penerbangan lain.

Penerbangan singkat dari Dubai ke Doha ditempuh dalam waktu 45 menit. Dari Doha ke Jakarta, biasanya saya menggunakan penerbangan malam agar tiba di Jakarta siang keesokan harinya. Selain waktu yang pas untuk bisa tertidur pulas, juga sedikit membantu menyesuaikan perbedaan waktu dengan perbedaan empat jam. Penerbangan Doha ke Jakarta ditempuh selama delapan jam dengan menggunakan pesawat Airbus A330.

Formasi tempat duduk 2-2-2 memungkinkan tempat duduk kelas ini memiliki lebar 51 sentimeter dan terdapat meja kecil untuk menaruh gelas di antaranya sekaligus memungkinkan lengan dan siku bergerak bebas tanpa harus khawatir menyentuh pundak penumpang disebelah. Terdapat pengatur tempat duduk yang mudah digunakan, satu tombol pengatur manual sesuai posisi tempat duduk yang kita inginkan dan lima tombol otomatis untuk posisi lepas landas dan mendarat, tidur 180 derajat, makan, duduk biasa dan duduk ‘malas’. Dengan jarak kursi selebar 150 sentimeter memungkinkan penumpang yang duduk di sisi jendela menggunakan kamar kecil tanpa harus membangunkan penumpang sebelahnya yang sedang tertidur pulas.

Setiap tempat duduk memiliki monitor layar sentuh 15,4 inci dan dilengkapi ratusan pilihan jenis musik dan film yang disediakan oleh Oryx Entertainment dengan slogan “Sit back, relax and enjoy our multiplex in the sky”. Di samping menonton film, ada hal yang suka saya lakukan ketika terbang. Main game, Zelda yang selalu menjadi favorit dari sekian banyaknya pilihan in-flight games yang tersedia.

Setibanya di dalam pesawat penumpang akan disambut oleh senyum bersahabat pramugari dari berbagai negara, tidak heran kalau pramugari Qatar Airways pernah memegang predikat The Best Cabin Crew se-Timur Tengah tujuh tahun berturut-turut. Tersedia pilihan anggur atau jus buah segar dan handuk hangat penyeka wajah menyambut kedatangan penumpang. Pramugarinya memang sangat terlatih untuk memanjakan penumpang, membagikan buku menu berlapis kulit dengan pilihan beberapa jenis makanan di dalamnya sambil menunggu pesawat siap diterbangkan.

Minuman Selamat Datang dan Tombol di Kursi
Minuman selamat datang.

Dengan tetap mengusung makan malam berbintang lima, Qatar Airways menyediakan berbagai jenis anggur dan sampanye dari berbagai negara yang dipilih oleh konsultan anggur ternama dunia. Minuman beralkohol yang tersedia antara lain Forrest Estate Sauvignon Blanc, Dr. Thanisch Berncasteler Doctor, Laurent Perrier Champagne, Vincent Girarding Maursault Villes Vignes, Chateau Cantenac Brown, Amione Compu Alla Sughera, Shiraz Hollick Wrattonbully, Mas de Daumas Gassac.

Qatar Airways juga menyediakan pilihan menu khusus untuk menyesuaikan kebutuhan diet ataupun kepercayaan religius penumpangnya. Jenis makanan yang tersedia antara lain makanan untuk penyandang diabetes, makanan bebas gluten, makanan rendah garam/sodium, makanan rendah kolesterol, makanan rendah kalori, makanan tak pedas, makanan vegetarian khas Asia/India/Oriental/mentah, makanan rendah laktosa, makanan Hindu, buah-buahan, makanan untuk anak-anak, makanan untuk pengobatan hingga makanan kosher yang khusus disiapkan disesuaikan seperti kebiasaan orang Yahudi. Menu-menu ini hanya bisa dipilih secara online sebelum keberangkatan.

Ketika pesawat telah mengudara di ketinggian jelajah, penumpang dihidangkan makanan pembuka uramaki sushi lengkap dengan acar jahe dan wasabi. Dilanjutkan dengan hidangan menu utama berupa pilihan mi goreng udang, menu klasik Arab atau roti lapis isi ayam tandoori dan potongan buah segar sebagai penutup. Semua hidangan disajikan menggunakan alat makan keramik lengkap dengan serbet meja berwarna putih.

Setelah makan malam, satu persatu penumpang kelas bisnis ditanyai apakah mau dibangunkan untuk sarapan pagi atau tidak. Tentu saja setelah mencicipi nikmatnya menu yang disajikan sebelumnya, saya tidak akan melewatkan sarapan pagi. Sambil menunggu waktu tidur, saya membongkar amenity kit yang di dalamnya terdapat kaus kaki, penutup mata, sikat dan pasta gigi, penutup telinga dan beberapa produk Molton Brown seperti krim pelembab tubuh & tangan, pelembab bibir dan pafrum. Penumpang juga disediakan satu stel piyama, bantal dan selimut. Lampu kabin akan dimatikan/diredupkan beberapa saat setelah meja dirapikan.

Sarapan Pagi di Business Class Qatar Airways
Sarapan pagi.

Untuk sarapan pagi, penumpang kembali disegarkan dengan handuk hangat dan pilihan jus jeruk segar, jus campuran buah kurma dan pisang, atau jus cranberry. Ritual sarapan pagi dilanjutkan dengan potongan enam jenis buah tropis dengan greek yoghurt dan balik-style salad salmon dengan spicy lemon dressing. Menu utama sarapan pagi berupa pilihan telur dadar salmon, nasi goreng daging sapi, panekuk apel dan kayu manis atau menu sarapan klasik Arab.

Apapun pilihan menu sarapan pagi selalu disertai dengan aneka jenis roti antara lain croissant, pain au chocolat, roti tawar, roti gandum panggang lengkap dengan mentega dan selai buah. Sarapan pagi tidak lengkap tanpa tersedianya pilihan kopi cappuccino, espresso, cafe latte, macchiato, American dan pilihan teh Earl Grey, English Breakfast, teh hijau, roasted Japanese, Moroccan mint, chamomile, sencha green atau green jasmine.

Dengan desain kabin yang modern dan bersih, banyaknya pilihan in-flight entertainment, menu makanan yang lezat dan beragam pilihan minuman serta pelayanan dari pramugari yang hangat, tentunya Skytrax World Airline Awards tidak salah pilih dalam menganugerahi Qatar Airways sebagai “Airline of the Year 2011”. Tapi ada satu yang saya keluhkan, setelah menjadi keanggotaan Gold, kok, tidak pernah di-upgrade ke Business Class lagi?

  • Disunting oleh SA 02/09/2011

Ramadan di Bandara Dubai

Gerai-Gerai Bebas Cukai di DXB
Gerai-gerai bebas cukai tak pernah tutup di DXB.

Penumpang pesawat udara yang pertama kali transit di Dubai International Airport (kode IATA: DXB) dalam bulan Ramadan umumnya selalu mempertanyakan ketersediaan makanan dan minuman di dalam lingkungan bandara. Bandara ini beroperasi seperti biasa dan penumpang transit dapat menemukan fasilitas seperti layaknya ditemukan di bandara internasional lain pada bulan-bulan lainnya. Kafe dan restoran beroperasi 24 jam. Minuman beralkohol bisa didapat di dalam pub dan bar dalam bandara. Gerai-gerai bebas cukai tetap buka sepanjang hari seperti biasanya, dan penumpang tetap bisa membeli minuman beralkohol. Perokok bisa menggunakan ruang merokok yang tersedia di beberapa tempat di Terminal 1.

Makanan laut di salah satu restoran di DXB
Makanan laut di salah satu restoran.

Taman Zen
Taman zen.

DXB juga berusaha untuk mengakomodir kebutuhan penumpang transit yang sedang melakukan ibadah puasa. Terdapat beberapa tenda Ramadan yang menyediakan buah kurma dan minuman yoghurt gratis pada saat berbuka. Ruang sholat tersedia di beberapa tempat untuk memenuhi kebutuhan sholat lima waktu. Untuk yang ingin beristirahat bisa mengunjungi Quiet Lounges di Terminal 1 yang dilengkapi dengan kursi malas bisa digunakan secara cuma-cuma.
Gerai Good To Go.

Apabila bepergian dengan anak-anak, sudah tentu makanan cepat saji selalu menjadi makanan favorit mereka. Round Table Pizza yang menyuguhkan aneka jenis pizza dan topping-nya dan McDonald’s tersedia di pujasera Terminal 1 sedangkan outlet Burger King dan McDonald’s lainnya tersedia di Terminal 3. Jika makanan berkalori tinggi bukan pilihan anda dan tidak mempunyai banyak waktu untuk duduk bersantap di meja makan, Good To Go menjadi pilihan yang boleh dicoba dengan berbagai pilihan menu yang lebih sehat seperti roti gulung isi (wraps), roti lapis isi dan salad. Menutup makan malam tidak lengkap rasanya tanpa diakhiri dengan aneka pilihan rasa dan warna es krim sebagai pencuci mulut yang tersedia di Häagen-Dazs dan Cold Stone Creamery.

Untuk penghilang rasa kantuk sambil menunggu waktu keberangkatan pesawat bisa mengunjungi Starbucks coffee atau Costa Coffee yang menyediakan berbagai pilihan kopi baik disajikan panas maupun dingin. Jika minuman beralkohol pilihan anda, bisa diperoleh di Irish Bar di Terminal 1 dengan atmosfer suasana tradisional Irish pub yang sangat populer. Emporium, pilihan lain, adalah bar butik terbaru dengan desain interior kontemporer yang menjual berbagai minuman bermerek premium dan baru saja dibuka di Terminal 3.

Tidak ada waktu untuk menikmati kota Dubai, surga belanjanya Timur Tengah selama perjalanan transit anda? Bandara Dubai menyediakan ratusan toko untuk memanjakan mata penumpang pesawat dengan menyediakan beragam produk mulai dari busana, perangkat elektronik, buku, majalah, mainan anak-anak, perhiasan dan barang berharga, makanan dan minuman, serta masih banyak lagi. Dalam melakukan perjalanan, membeli oleh-oleh atau cinderamata merupakan aktivitas yang menyenangkan. Ketika sudah dekat Hari Raya Idul Fitri, banyak barang-barang yang unik untuk dibawa pulang sebagai hadiah hari raya. Pilihan yang menarik adalah produk kerajinan Arab seperti gantungan lampu, pashmina, minyak wangi timur tengah, atau buah kurma yang diisi dengan kulit jeruk dan dilapisi nougat almond. Untuk teman anda yang penggemar filateli, terdapat kantor pos Dubai yang menjual berbagai koleksi perangko.

Cinderamata Berbentuk Unta di DXB
Cinderamata berbentuk unta di DXB.

Foto Sensual yang Disensor di Gerai Majalah
Foto sensual yang disensor di salah satu gerai majalah.

Kegiatan favorit saya sendiri selalu menyempatkan mengunjungi toko buku untuk mencari buku yang menarik atau sekedar melewatkan waktu dengan membaca buku dan majalah. Ada hal yang menarik untuk diceritakan, ternyata majalah dengan gambar yang sedikit terbuka (sebenarnya biasa saja) akan disensor dengan coretan marker hitam tebal. Sempatkan juga mempelajari negara yang akan anda kunjungi sebentar lagi dengan membaca buku panduan perjalanan yang tersedia.

Jangan lupa mendonasikan sedikit uang ke kotak amal yang tersedia di beberapa sudut bandara yang digunakan untuk kegiatan kemanusiaan terutama untuk membantu nasib anak-anak yang kurang beruntung. Kita tidak pernah tahu, mungkin saja penerbangan kali ini merupakan penerbangan terakhir kita.

  • Disunting oleh SA 26/08/2011

Lima Video Keselamatan Maskapai Terunik

Penggemar aviasi pasti tak ketinggalan untuk mengamati hal-hal kecil ketika mereka naik pesawat, termasuk membawa pulang barang-barang yang sifatnya cinderamata/promosi yang ada di pesawat, misalnya majalah, tempat makan, tisu, mainan sampai tiket dan boarding pass.

Bagi saya yang seorang penggemar aviasi dan bekerja sebagai desainer grafis, pernak-pernik manifestasi branding menarik perhatian saya. Menumpang pesawat tidak saja pengalaman fisik. Ia bukan saja tentang memindahkan badan dari satu tempat ke tempat lain yang jauh. Perjalanan dengan pesawat adalah mengalami sebuah pengalaman, menikmati kesan dan impresi yang ditawarkan oleh maskapai tersebut. Menumpang maskapai rendah-biaya (low-cost) memberikan kita pengalaman yang paling dasar, tanpa layanan “ekstra” seperti makanan, hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment) dan beberapa komponen lain. Sedangkan ketika kita menumpang maskapai yang layanannya penuh (full-service airline), hampir semua detil diurus, mulai dari ruang tunggu, makanan, pusat informasi sampai layanan plus lainnya. Beberapa maskapai sudi mengantarkan bagasi ke ruang tunggu imigrasi bandara di Amerika karena lamanya proses wawancara, seperti pengalaman saya dengan Cathay Pacific di bandara San Francisco.

Apa saja manifestasi branding maskapai? Banyak sekali. Pengalaman mulai dari kita menunggu di bandara (bahkan sekarang, terminal untuk beberapa maskapai itu dibedakan), proses check-in, kualitas fisik tiket dan boarding pass, saat pemanggilan penumpang, cara memasuki ke pesawat, sampai wangi dan sambutan yang disediakan ketika memasuki kabin… semua menjadi bagian dari branding. Termasuk juga, jika Anda sering memperhatikan, bahan dan warna dari tempat duduk. Pesawat “didandani” sedemikian rupa untuk merefleksikan citra maskapai (brand). Saya juga suka menikmati seragam pramugara dan pramugari, sampai bagaimana mereka menyapa penumpang dan ketika menawarkan sesuatu.

Hal yang lain yang suka saya perhatikan adalah musik yang dimainkan di dalam kabin, interface dari sistem hiburan di kursi, sampai video demonstrasi keselamatan maskapai (in-flight safety demonstration). Semua itu menjadi pembeda pengalamaan antara satu perjalanan dan perjalanan yang lain, dan menjadi cinderamata nirfisik yang menjadi referensi dan inspirasi saya.

Ketika iseng-iseng mencari video keselamatan ini di YouTube, saya berjumpa lagi dengan beberapa video yang pernah saya lihat, dan ternyata ada lagi yang belum saya lihat tapi cukup memukau. Dari banyak video yang saya lihat di YouTube, saya coba kumpulkan lima besar yang cukup unik dan berbeda dari yang lain. Berikut ini adalah daftarnya.

5. Virgin Australia

Grup Virgin memang terkenal dengan nafasnya yang eksentrik dan berjiwa muda. Virgin Australia menampilkan video keselamatan yang mendobrak kebiasaan dengan menggunakan animasi 3 dimensi. Ada beberapa video keselamatan yang menggunakan animasi di luar sana, tetapi yang satu ini tidak membuat saya bosan karena ceritanya mengalir dan informasinya disampaikan dengan jelas.

4. Virgin America

Masih dari Grup Virgin, tetapi versi Amerika. Animasinya tidak 3 dimensi, cukup 2 dimensi, tetapi lebih kasual dan lebih menggelikan dari Virgin Australia sebelumnya. Karakter-karakter yang digunakan juga di luar kebiasaan, mereka malah menggunakan kombinasi hewan dan manusia. Yang paling menggelikan bagi saya adalah adegan antara matador dan bantengnya!

3. Thomson

Susah untuk tidak tersenyum dengan video keselamatan yang satu ini. Thomson adalah maskapai carter dari Inggris. Mereka menampilkan anak kecil yang menggemaskan. Ada maskapai yang kemudian mengikuti gaya ini.

2. Emirates

Setelah semua video menampilkan pramugari dan pilot yang berbicara di depan kamera, menurut saya, Emirates menjadi salah satu contoh menyampaikan pesan keselamatan dan selamat datang yang segar dan modern. Video yang elegan, animasi yang memukau dan pilihan musik latar yang cocok membuat saya tak berhenti mengaguminya.

1. Air New Zealand

Air New Zealand juga sudah beberapa kali menerbitkan video keselamatan yang kualitasnya sinematik, tetapi yang satu ini punya konten yang sungguh-sungguh membuat saya geleng-geleng. Richard Simmons, bintang acara kebugaran dari Amerika, dikontrak untuk menjadi pemeran utama dalam video yang diberi judul “Fit to Fly”, dengan tampilan psychedelic dan eksentrik gaya khas Richard, mengingatkan saya pada acara senam tahun 80-an. Kalau Anda pernah mengikuti serial Amazing Race, Anda pasti kenal Phil Keoghan yang ternyata ada di video ini juga. Bravo Air New Zealand!

Dari semua video yang saya referensikan, terlihat bahwa maskapai tidak perlu mengikuti pakem tradisional atau konvensional untuk menyampaikan pesan. Cara penyampaian dan kemasan yang lebih menarik dan kasual justru akan lebih dipahami, tanpa bermaksud merusak konteks dan pesan penting yang ingin disampaikan.


Jalur Kereta Api Bergen-Oslo

Pesisir Kota Bergen, Norwegia
Pesisir kota Bergen

Tulisan ini adalah sambungan dari catatan perjalanan sebelumnya menelusuri pesisir Norwegia. Perjalanan terakhir berujung di Bergen, sebuah kota romantis (saya mengatakannya romantis, karena kota ini hampir selalu hujan dan bernuansa sendu pada waktu itu, musim gugur 2010) yang berbukit-bukit di sebelah barat Norwegia.

Bergen adalah kota yang cantik, terletak di pinggiran fjord. Ia merupakan kota kedua terbesar di negara kaya sumber daya alam ini, dan merupakan salah satu tujuan turis yang paling ramai, terutama karena daerah selatan Norwegia memiliki banyak fjord yang padat dikunjungi wisatawan. Sebut saja antara Oslo dan Bergen, beberapa yang terkenal antara lain Sognefjord, fjord yang terbesar dan terpanjang di Norwegia dan kedua terpanjang di dunia. Sepanjang Sognefjord, ada beberapa cabang fjord lain yang tak kalah cantik, yaitu Nærøyfjord, Lærdalfjord, Ardalsfjord dan Lustrafjord. Selain itu, di antara Bergen dan Oslo terdapat beberapa tujuan pariwisata seperti Gudvangen, Flåm (dengan Flåm Railway-nya yang terkenal), Myrdal, dan Voss. Baik ketika musim panas maupun musim dingin, jalur kereta api Bergen – Oslo selalu ramai. Kalau di Indonesia, barangkali ini mirip dengan jalur Jakarta – Surabaya.

Stasiun Kereta Api di Bergen
Stasiun Kereta Api di Bergen

Kabarnya, jalur kereta api Bergen – Oslo adalah salah satu yang terbaik di dunia. Saya setuju.

Perjalanan dimulai pagi hari sekali di stasiun Bergen yang cukup sederhana. Stasiun ini hanya memiliki empat jalur peron (platform). Kereta hari itu dijadwalkan berangkat pukul tujuh pagi. Menurut rencana, kereta akan sampai di Oslo tujuh jam kemudian.

Gerbong kereta yang saya naiki sangat modern, barangkali salah satu yang paling modern di Skandinavia selama perjalanan saya di Denmark, Swedia & Norwegia. Interior bernada warna hijau toska dan coklat muda menyambut ketika pintu otomatis saya buka. Ternyata, di sini, untuk memasuki gerbong tidak harus mendorong pintu sekuat-kuatnya atau meminta bantuan petugas. Cukup tekan tombol lingkaran yang cukup besar, pintu terbuka dengan sistem hidraulik yang mengesankan. Jarak antara platform dan gerbong terlalu tinggi? Jangan khawatir, selain pintu membuka, sandaran kaki pun turun untuk membantu penumpang menaiki gerbong. Serasa seperti masuk ke pesawat luar angkasa.

Saya sempatkan berkeliling dari gerbong ke gerbong. Ternyata ada fitur lain yang mengesankan dari kereta api ini. Setiap gerbong dilengkapi display elektronik yang menyajikan informasi tujuan dan stasiun. Di bagian pintu masuk, terdapat tempat sampah, dan kompartemen penyimpanan barang besar seperti koper. Mereka yang punya koper besar tak perlu bersusah payah mengangkatnya ke kompartemen di atas tempat duduk. Jalan sedikit lagi, kita sampai di family car. Bukan, bukan mobil keluarga. “Car” di sini artinya gerbong. Gerbong keluarga ini dirancang khusus untuk penumpang yang membawa keluarga muda, dalam hal ini ayah, ibu dan anak-anak. Di sini, ada ruang bermain anak, sebuah meja di tengah yang dikelilingi tempat duduk sofa nan nyaman, lalu ada televisi di atasnya. Anak-anak bisa bermain puzzle atau robot-robotan, sementara orang tuanya menonton televisi, mungkin sambil menikmati makanan ringan.

Tak lama setelah itu, kereta bertolak. Pada setengah jam pertama, kereta masih berusaha keluar dari kota Bergen. Hari itu tidak hujan, syukurlah (sudah dari kemarin hujan dan suhu menjadi lebih dingin). Pemandangan di luar sangat menarik. Pertama, Bergen memang kota yang “bertengger” di fjord, sehingga kontur tanahnya sangat dinamis. Kereta bisa melintas di atas bukit, lalu masuk ke dalam terowongan. Di kejauhan, permainan latar depan dan belakang membuat saya berimajinasi saya sedang berada di rangkaian model kereta api. Tak lama kemudian, lanskap yang tadinya hijau, berubah menjadi sebaran putih karena salju mulai turun. Saya sempat bertanya, kenapa salju turun di musim gugur? Ah, belakangan saya sadari, kami mulai menanjak. Kabarnya, ini adalah jalur kereta api dengan level permukaan paling tinggi di dunia, sekitar 1.222m di atas permukaan laut!

Lanskap Tertutup Salju di antara Bergen dan Oslo
Lanskap seketika tertutup salju ketika mendaki ke elevasi tinggi

Masih juga belum selesai terpana, saya sudah disuguhi lanskap yang lebat tertutup salju. Wow! Salju tebal, dengan hujan salju. Ini spektakuler dan tak biasa bagi mata saya. Saya sibuk dengan kamera karena takut sekali kehilangan momen. Karena mengambil foto sulit, saya aktifkan saja mode videonya agar seluruhnya tertangkap.

Kereta sesekali masuk terowongan. Fakta menarik lain: ada 182 terowongan selama perjalanan dari Bergen ke Oslo. Tentu saja, saya tak sempat menghitung.

Jika Anda punya waktu, ketika kereta berhenti di stasiun Myrdal, turun dan naikilah The Flåm Railway ke sebuah kota kecil di pinggiran Aurlandfjord, Flåm. The Flåm Railway adalah jalur kereta api yang melalui tebing terjal, kabarnya melalui pemandangan yang sangat elok, satu jam lamanya dan beroperasi baik ketika musim panas ataupun musim dingin.

Ada beberapa kegiatan penting yang bisa dilakukan di antara Bergen dan Oslo, antara lain wisata alam ke Hardangervidda National Park antara stasiun Gol dan Gelio, wisata alam di Hallingskarvet di Finse, stasiun dengan elevasi tertinggi di jalur ini, lalu tentu saja Flåm, dan Voss untuk olahraga musim dingin seperti ski dan sledding (Tahukah Anda, kalau kata “ski” itu adalah istilah dari bahasa Norwegia?).

Danau di Pinggir Rel Kereta Api Bergen-Oslo
Salah satu pemandangan elok selama perjalanan

Kalau pun Anda tak berhenti, memang benar, sepanjang perjalanan pandangan kita dimanjakan dengan alunan geografis yang silih berganti, mulai dari tatanan fjord di Bergen, mendaki dataran tinggi yang mulai ditutup salju, melewati gunung putih yang membahana, melihat sejauh mata memandang rumah-rumah dan gedung-gedung kayu yang entah digunakan oleh siapa namun menjadi latar depan yang kontras dengan putihnya salju, keluar dan masuk terowongan, turun lagi dan bertemu dengan hamparan luas kehijauan. Akhir dari perjalanan sudah tiba ketika rangkaian gerbong memasuki daerah urban. Sekedip mata, saya sampai di stasiun utama Oslo yang hiruk-pikuk.


Bentang Romansa Jalur Baja

The Great Railway Bazaar, novel dari Paul Theroux

Setelah beberapa artikel sebelumnya yang banyak berdasarkan realita, fakta dan pengalaman, kali ini bolehlah kita menilik sedikit tentang hasrat. Kereta api memang penuh romansa. Paul Theroux pun terkesima. Menurutnya, tak ada yang lebih ramah dari kereta api. Tak ada minuman yang tumpah, tak ada rasa mabuk darat, tak ada bising mesin yang memekakkan telinga. Terlalu banyak kisah yang dihasilkan dari sebuah perjalanan kereta api. Sejak dulu, saya selalu menganggap perjalanan adalah masa di mana kita paling bebas. Kita tak terbelenggu rutinitas dan tanggungjawab. Untuk sejenak, kita menjadi penonton panggung kehidupan. Sama juga seperti kereta api. Namun, banyak kelebihan yang kita nikmati dengan kereta api. Perjalanan dengan pesawat terbang tak selalu memberikan kita lanskap yang mengagumkan. Perjalanan dengan mobil tidak memberikan kita dialog yang mengesankan, serta rajutan rasa yang sambung-menyambung.

Ada tidak kekurangan dari kereta api? Ada, khususnya bagi mereka yang terburu-buru. Ah, mungkin tidak juga. Di beberapa negara maju, bepergian dengan kereta api sudah lebih mumpuni kecepatannya dibandingkan moda transportasi lain seperti mobil atau pesawat terbang.

Bagi kita yang suka kebebasan, mungkin lebih memilih bepergian naik mobil. Tapi pikirkan lagi: berapa banyak uang yang harus kita keluarkan? Bagaimana jika terjadi masalah? Apa bisa kita melintasi perbatasan negara? Dengan kereta api, bahkan kita bisa merancang perjalanan kita sendiri, dengan berhenti di stasiun yang satu dan langsung menjajaki jalur lainnya. Mungkin juga, telusuri sampai buntu, lalu kembali lagi. Bebas!

Ada beberapa perjalanan kereta api di dunia ini yang patut dijadikan obsesi. Setidaknya obsesi saya pribadi! Mereka mungkin bukan yang terbaik untuk semua orang, tapi sayang kalau dilewatkan karena uniknya lanskap yang mereka lalui!

h3. Kereta Api Keliling Jawa

Ada yang pernah terpikir untuk berputar keliling Jawa dengan kereta api? Telusuri jalur historis peninggalan Belanda, mulai dari Jakarta – Bandung – Yogyakarta – Solo – Yogyakarta – Surabaya – Banyuwangi – Surabaya – Semarang – Tegal – Cirebon – Jakarta. Teman kita Fajar Nugros telah melakukannya. Siapa sangka kalau Belanda yang menyebabkan beroperasinya lebih dari satu stasiun di sebuah kota:

Selain stasiun-stasiunnya, jalur rel dan bantalan yang dipakai hingga sekarang masih warisan Belanda, bahkan kode lokomotif C dan CC masih dipakai hingga kini. Laiknya pemerintah kerajaan Malaysia, yang membangun Twin Tower Petronas dengan menunjuk dua kontraktor yang berbeda. Maka begitulah Pemerintah Belanda di jaman itu, yang menyerahkan pembangunan jaringan kereta api ke pada pihak swasta. Sehingga ada banyak perusahaan kereta api di Hindia Belanda yang saling bersaing memberikan layanan terbaik. Karena itu pula, terkadang di kota-kota besar di Jawa, kita dapat menemukan dua stasiun dengan nama yang hampir sama. Surabaya Gubeng-Surabaya Pasar Turi, Semarang Tawang-Semarang Poncol, Solo Balapan-Solo Jebres, karena dulunya, stasiun-stasiun itu dimiliki oleh perusahaan kereta api yang berbeda. Jadi kata bapak saya, jaman dulu, sudah ada double track yang diatasnya tengah melaju kereta api dengan tujuan sama yang berebut sampai di stasiun akhir!

h3. Kereta Api Singapura – Nong Khai (Perbatasan Thailand – Laos)

Ada dua alternatif di sini. Murah dan mahal. Murah dengan kereta api nasional yang menyeberangi tiga negara: Singapura, Malaysia, Thailand. Lanjutkan dengan bis ke Vientiane, Laos. Alternatif mahal adalah dengan Orient-Express. Benar, kita tak perlu ke Eropa untuk menikmati kereta api supermewah ini. Tapi siap merogoh kocek hampir 20 juta rupiah.

Apa kelebihan rute ini? Nikmati kontras perjalanan dari negara maju (Singapura) ke negara berkembang (Laos). Anda juga bisa memasuki empat negara sekaligus! Seorang wartawan BBC malah melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

h3. Kereta Api Ho Chi Minh City – Hanoi

Reunification Express adalah kereta api yang melintasi Vietnam. Rute ini unik karena mempersatukan negara yang dulunya terbelah dua oleh ideologi. Nikmati lanskap yang kontras antara selatan yang cenderung tropis dan utara yang subtropis. Baca laporan kami sendiri!

h3. Kereta Api Darwin – Adelaide

Disebut sebagai salah satu perjalanan kereta api terpanjang di dunia, rute ini hanya ditempuh oleh satu kereta api yang diberi nama “The Ghan”. Jarak yang ditempuh hampir 3.000 km dan lamanya 48 jam. Anda akan menikmati pemandangan “outback” yang mistis dan magis! Tahukah Anda kalau sebagian besar dataran Australia terdiri dari gurun, dan bagian sentralnya adalah sebuah depresi, yaitu daratan yang lebih rendah dari permukaan laut! Berhenti di Alice Springs, sebuah kota pertambangan yang dekat dengan Ayers Rock.

h3. Kereta Api Auckland – Wellington

Anda pecinta Lord of the Rings? Jelajahi negeri fantasi itu di Selandia Baru. Dengan lanskap yang mirip dengan Skandinavia, pegunungan bersalju cantik dan padang rumput megah membahana, udara yang menyejukkan (dan mungkin menusuk!), tak ada yang seperti Selandia Baru.

h3. Kereta Api San Francisco/Los Angeles – New York

Bayangkan memandangi ladang gandum di Nebraska, sarapan pagi ala Amerika, melewati Grand Canyon, gurun tandus, pohon pinus sebelum sampai di megapolitan dengan gedung-gedung megah. Negara adidaya ini memiliki infrastruktur yang sangat baik, dan kereta apinya sangat nyaman. Harganya juga terjangkau, tidak sampai dua juta rupiah dari pesisir ke pesisir.

h3. Kereta Api Cusco – Machu Picchu

Perjalanan kereta api pendek yang tak sampai 4 jam, melewati jarak 107 km. Kereta api akan mendaki sebelum turun ke Sacred Valley, melewati perkampungan penuh warna dan gerombolan llama. Cobalah kereta api Vistadrome yang punya kaca di bagian atas untuk menambah luas wilayah pandang Anda.

h3. Kereta Api Tokyo – Sapporo

Pernah terpikir melintasi selat untuk mencapai pulau berikutnya dengan kereta api? Ya, seperti di English Channel itu. Tapi ini di Jepang, yang jauh kalah populer. Walaupun kalah populer, terowongan bawah laut Seikan Tunnel yang melintasi Selat Tsugaru antara Pulau Honshu dan Pulau Hokkaido adalah yang terpanjang di dunia.

h3. Kereta Api London – Fort William (Skotlandia)

Mungkin kita tak akan naik kereta api lokomotif klasik seperti di fiksi Harry Potter, tapi tentu kita bisa melewati lanskap yang digambarkan di situ! Britania Raya sudah lama diidentikkan dengan kereta api. Di sinilah sistem transportasi kereta api yang paling tua berada, sejak 1825. Cobalah Caledonian Sleeper, kereta api malam yang melintasi Inggris dari London ke Fort William selama satu malam:

Imagine the convenience of a train that leaves rainy central London after work at 21:16 and arrives at Fort William in the glorious Scottish West Highlands at the foot of Ben Nevis (the highest mountain in Britain) at 09:54 next morning. Imagine a trip where you go to bed as the train speeds through familiar London suburbs at 80mph, then wake up in the middle of nowhere, surrounded by mountains, streams and woods, sunlight streaming through the window, deer bounding away from the train, a diesel locomotive struggling to haul the two sleeping-cars and lounge car up the gradients and around the sharp curves of the scenic West Highland Line at 40mph.

h3. Kereta Api Trans-Siberia

Jalur ini adalah jalur pamungkas, bak ‘ibadah haji’ bagi para penggemar perjalanan kereta api. Tidaklah mudah dan murah untuk menjalaninya, butuh waktu paling tidak tujuh hari untuk melintasi Siberia, baik dari beberapa jalurnya: Moscow – Beijing, Moscow – Ulanbataar, Moscow – Vladivostok. Jalur ini sangat terkenal bagi para backpacker, karena sifatnya yang ekstrim. Walau begitu, bersiaplah untuk dicengangkan dengan lanskap yang luar biasa berubahnya dari awal hingga akhir perjalanan. Inilah satu-satunya kereta api lintas-benua di dunia.

Google Russia punya dokumentasi dan perjalanan virtual menarik untuk jalur ini.

h3. Kereta Api Johannesburg – Cape Town

Tidak pernah ada yang terbayang berwisata ke Afrika Selatan sampai akhirnya heboh Piala Dunia. Faktanya adalah Afrika Selatan merupakan salah satu negara yang punya lanskap mengagumkan dan iklim subtropis yang nyaman. Jangan bayangkan negara Afrika yang super miskin, karena GDP Afrika Selatan salah satu yang tertinggi di benua Afrika. Jaringan kereta api yang dimilikinya pun sudah cukup berkembang dengan baik. Rute paling direkomendasikan adalah Johannesburg – Cape Town atau Pretoria – Cape Town, dengan berbagai pilihan kelas dan jenis kereta api.

h3. Kereta api London – Istanbul

Apa lagi yang lebih menarik daripada menjelajahi benua Eropa dan berbagai negara serta lanskapnya dengan kereta api? Dengan harapan, bahwa di akhir perjalanan ini, kita akan membuka mata di kota Istanbul yang menawan? Kelemahannya adalah kita harus bersedia agak repot sedikit membeli beberapa seri tiket kereta api: London – Paris, Paris – Munich, Munich – Budapest, Budapest – Bucharest, Bucharest – Istanbul. Kabar baiknya, total harga tiketnya sekitar Rp5 juta rupiah untuk satu kali jalan. Beberapa opsi menarik seperti The Orient-Express dan Danube-Express juga ada, jika mampu.

***

Bentang romansa di jalur baja. Banyak kisah yang dibangun di atas rel. Bagi yang tinggal di Pulau Jawa, mungkin sejak kecil sudah sangat familiar dengan kereta api. Mungkin ayah kita pernah mengajak kita untuk pulang ke tempat kakek dan nenek dengan kereta api. Mungkin dari mereka yang mahasiswa, sering melakukan perjalanan singkat bolak-balik antara Bandung-Jakarta atau Solo-Yogyakarta. Mungkin orang tua kita sempat panik di dalam kereta api dalam perjalanan ke kota kita untuk menjenguk anaknya yang sakit di tempat kos. Mungkin ada kisah cinta. Mungkin juga kisah pedih. Seiring pohon dan tebing yang berlalu di jendela, gulungan kisah diurai, dipatri, ditulis dan ketika pulang digulung lagi untuk dibuka kemudian hari. Membuka jalan untuk kisah dan harapan berikutnya.

Disunting oleh ARW 11/07/10


Menjadi Penumpang yang Beradab

Pernahkah Anda tak acuh pada peragaan keselamatan oleh pramugari ketika pesawat terbang bersiap untuk tinggal landas? Pernahkah Anda menunda mematikan ponsel sesaat sebelum masuk kabin? Pernahkah Anda membawa jinjingan lebih dari satu benda ke dalam kabin? Atau mungkin memangku tas jinjing Anda ketika lepas landas atau mendarat? Langsung mengaktifkan ponsel ketika pesawat masih jalan di apron? Langsung membuka sabuk pengaman dan berdiri ketika pesawat belum benar-benar berhenti, dan lampu tanda sabuk pengaman belum dipadamkan? Jika salah satunya dijawab “ya”, maka Anda belum sepenuhnya taat dengan peraturan keselamatan penerbangan, dan etika sesama penumpang sekaligus.

Mungkin banyak dari kita yang tak tahu bahwa tindakan-tindakan seperti itu tidak hanya berbahaya, tetapi juga mengganggu kenyamanan penumpang lain. Selama perjalanan, kita praktis untuk sementara “hidup” bersama orang lain dalam sebuah kabin yang sempit, bahkan kita semua bertaruh nyawa satu sama lain. Setiap orang bertanggungjawab terhadap satu sama lain. Kita harus menjadi penumpang yang beradab. Bayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi, kita pasti akan membutuhkan bantuan paling tidak penumpang di kanan dan kiri kita, kan? Selain itu, tentu saja, kita semua bertanggungjawab terhadap keselamatan diri kita masing-masing.

Ponsel dan Alat Elektronik

Kenapa ponsel dan alat elektronik lain yang memancarkan gelombang radio tidak diizinkan selama di dalam kabin dan penerbangan? Alat-alat seperti ponsel berpotensi mengganggu peralatan elektronik penerbangan, mengganggu tidak hanya instrumen yang berhubungan dengan komunikasi:

…the risk is real. Mobile phones have the potential to interfere with the operation of sensitive electronic equipment. That much is known. Modern aircraft are jammed full of sensitive electronic equipment, much of which is ‘safety-critical’ including navigation, aircraft control and communications equipment.

Fakta lainnya, beberapa jenis ponsel yang dilengkapi dengan penerima GPS dapat mengganggu alat GPS pesawat:

A particular cellphone model, equipped with a built-in GPS receiver, was found to consistently cause an aircraft’s GPS receiver to lose its signal entirely when switched on.

Sebenarnya, penggunaan alat elektronik yang memancarkan gelombang seperti ponsel tidak akan langsung menyebabkan kecelakaan atau kegagalan alat komunikasi, tetapi akan tetap mengganggu alat GPS (global positioning system) di pesawat tersebut:

It could be making a critical difference: “We also found quite a lot of interference in the GPS band — that’s the global positioning satellite band — and that’s really troubling because increasingly airlines are using this for precision approach.”

Dalam riset tersebut, periset menaruh alat pelacak gelombang radio di pesawat dan menemukan bahwa tetap saja ada penumpang yang menggunakan ponsel ketika lepas landas dan hendak mendarat. Tidak terjadi kecelakaan, bahkan tidak ada selama ini pesawat yang mengalami kecelakaan gara-gara ponsel (isu ini sengit diperdebatkan, ketika pesawat itu, misalnya, kecelakaan karena alat navigasi terganggu, sulit menentukan siapa yang bersalah: maskapai, penumpang, atau produsen alat elektronik!)

Alasan lain berkaitan dengan teknologi seluler itu sendiri. Menara yang bertugas menerima sinyal ponsel tidak didesain untuk sinyal ponsel yang bergerak dengan cepat. Bayangkan, satu pesawat seperti Airbus A380-800 bisa membawa lebih dari 500 ponsel, bukan? Bagaimana jika 500 ponsel yang bergerak cepat ini berlomba untuk menghubungi menara pemancar terdekat? Akan terjadi overload dalam jaringan. Ingat bagaimana komputer kita bisa hang? Potensi yang sama bisa terjadi pada perangkat lunak yang digunakan penyedia layanan seluler.

Resiko kecelakaan pesawat terjadi karena alat elektronik yang memancarkan gelombang sangat rendah. Tetapi, seperti kita ketahui, tidak ada resiko sekecil apapun yang dapat dibiarkan dalam dunia penerbangan.

Bagaimana kalau menyalakan ponsel ketika pesawat masih berjalan (taxiing) di landasan dan apron? Ketika pesawat masih berjalan, alat komunikasi pesawat masih menyala. Selain itu, untuk alasan keamanan. Bagaimana jika ada teroris yang mengaktifkan bom di bagasi, atau di lokasi lain di dekat pesawat itu melalui ponsel?

Selain semua masalah teknis dan keamanan di atas, kembali lagi ke masalah etika. Apakah kita nyaman jika penumpang di sekeliling kita berbicara dengan keras di telepon, atau ponselnya berdering keras sekali?

Untuk menyiasati kebutuhan berkomunikasi para penumpang, beberapa maskapai penerbangan menyediakan jasa telepon di dalam pesawat, yang dipasang baik di tempat duduk masing-masing atau di ruang tertentu, dengan biaya yang dibayar melalui kartu kredit. Cara seperti ini lebih aman, karena sudah dirancang dengan baik sehingga tidak mengganggu alat-alat elektronik yang sensitif dalam badan pesawat. Selain itu, tingkat kenyamanan penumpang masih terjaga, karena sang penelepon bisa menuju ke ruang khusus.

Tidak sabarkah Anda menunggu untuk menghubungi atau dihubungi keluarga dan teman? Bedanya hanya lebih kurang 30 menit, sabarlah.

Tas dalam Kabin

Tas dalam kabin di sini maksudnya adalah tas atau barang yang dibawa ke dalam kabin. Biasanya setiap maskapai punya aturan yang berbeda-beda. Cek ketentuan maskapai Anda, atau negara di mana Anda berada. Lazimnya, hanya satu tas jinjing yang boleh Anda bawa.

Sebisa mungkin, hindarilah membawa lebih dari satu tas ke dalam kabin. Alasannya lebih seputar keamanan dan kenyamanan. Jangan sampai tas itu terlalu berat atau besar sehingga mencederai penumpang lain ketika dibawa. Selain itu, kenyamanan Anda dan penumpang lain: jika terlalu berat, banyak dan besar, bukankah itu merepotkan Anda? Belum lagi jika penumpang lain sama-sama membawa banyak bawaan. Bisa jadi, kompartemen bagasi di atas tak cukup dan pramugari pun terpaksa memindahkan tas Anda jauh dari tempat duduk Anda. Susah, kan?

Satu lagi. Tas dalam kabin lebih baik bukan tas yang beroda. Kenapa? Tas beroda punya material yang lebih solid, sehingga berpotensi mencederai orang lain dan merusak harta benda penumpang lain. Makan tempat juga. Bayangkan Anda harus menyeretnya di koridor kabin padahal ada penumpang yang ingin lewat? Atau anak kecil yang tersandung? Lain kalau Anda di kelas bisnis yang lebih lega.

Bayangkan juga skenario ini: seorang wanita membawa satu tas beroda, satu tas wanita, dua kantong belanjaan, mungkin makanan, atau oleh-oleh. Di saat antrian panjang, wanita ini sibuk menaruh barang dan terpaksa meminta bantuan pramugara atau orang lain. Bayangkan sepuluh saja wanita seperti ini “menyumbat” lalu lintas di koridor kabin! Jika Anda pernah menaiki pesawat besar seperti Boeing 747-400, maka terbayang berapa menit sudah terkuras habis untuk menunggu penumpang seperti itu menyelesaikan urusannya.

Sabuk Pengaman dan Turun dari Pesawat Udara

“Bayangkan Anda sudah berdiri di koridor siap mengambil bagasi, dan tiba-tiba Anda sudah membuka kompartemen, dan bagasinya jatuh mengenai penumpang lain.

Ada alasan kenapa sabuk pengaman harus tetap dikenakan sampai lampu penanda sabuk pengaman dipadamkan. Ketika pesawat masih berjalan, mesin masih berfungsi. Bayangkan jika terjadi kesalahan teknis dan pesawat itu berguncang, atau tiba-tiba kehilangan kendali. Bayangkan Anda sudah berdiri di koridor siap mengambil bagasi, dan tiba-tiba Anda sudah membuka kompartemen, dan bagasinya jatuh mengenai penumpang lain. Bayangkan menurunkan langsung tas jinjing beroda yang berukuran besar padahal ada orang tua atau anak-anak yang perlu didahulukan! Bayangkan, jika Anda duduk di window seat dan Anda memaksa keluar, sedangkan ada orang tua atau anak kecil di sebelah Anda. Mungkin juga Anda belum mandi satu hari, dan mengganggu kenyamanan orang lain.

Cara sistematis untuk turun pesawat adalah biarkan pramugari mendahulukan mereka yang perlu didahulukan seperti lansia atau anak-anak yang bepergian sendiri. Setelah itu, utamakan mereka yang duduk di dekat koridor (isle seat). Kapan membuka kompartemen? Ketika mesin sudah dimatikan, pesawat berhenti sempurna. Utamakan menurunkan yang besar terlebih dahulu. Bagi tugas dengan teman seperjalanan. Jangan berdesak-desakan. Utamakan alur dari belakang. Sabar, pesawat tidak akan membawa Anda kembali lagi ke tempat awal!

Naik Pesawat Udara

Mungkin ini terlewat tadi, tapi sama pentingnya. Ketika naik pesawat udara, jangan bergerombol terburu-buru di depan pintu masuk ke garbarata atau bis perantara. Utamakan lansia, anak-anak yang bepergian sendiri, atau penyandang cacat untuk masuk terlebih dahulu. Kelas bisnis/pertama biasanya juga masuk dahulu. Antri dengan sempurna. Jika ada yang tidak disiplin, mengalahlah. Pesawat akan menunggu. Siapkan semua dokumen dengan sempurna. Dengarkan dengan seksama panggilan masuk ke pesawat udara. Pesawat berbadan besar dengan penumpang lebih dari 300 orang memiliki segmentasi dan urutan boarding yang lebih kompleks. Dalam penerbangan antarbenua, terutama ke Amerika, biasanya diadakan inspeksi lapis akhir sebelum masuk garbarata, memeriksa tas jinjing. Kooperatif-lah!

Disunting oleh ARW 05/06/2010


Sistem Kereta Api di China

Jaringan kereta api di China daratan
Sumber: Wikipedia

Jika Anda pernah menyaksikan seri dokumenter di NHK World yang berjudul “Tomohiro’s Grand Railway Tour of China“, maka Anda dapat membayangkan betapa luasnya sistem kereta api di Republik Rakyat China. Dalam artikel ini kita akan mencoba melihat sistem tersebut secara lebih jelas.

Sistem kereta api di China sangat ekstensif, jika melihat peta koneksinya maka hampir 80% daratan China dihubungkan oleh rel, yang tidak hanya sambung-menyambung, tapi juga saling memotong seperti sebuah sarang laba-laba. Sejarahnya dimulai dari Dinasti Qing pada abad ke-18. Moda transportasi ini sangat penting di China, ditandai dengan adanya Kementerian Perkeretaapian (Ministry of Railways)! Fungsi kementerian ini adalah mengatur secara regulasi atas pembangunan dan pemeliharaan moda transportasi kereta api. Pelaksananya adalah perusahaan milik pemerintah yang dinamai China Railways.

Fakta dan Angka

Seperti dikutip Wikipedia, sampai tahun 2008, China Railways mengoperasikan hampir 600 ribu gerbong barang, hampir 45 ribu gerbong penumpang, lebih dari 18 ribu lokomotif dan mengoperasikan lebih dari 36 ribu perjalanan kereta api setiap hari. Seluruh provinsi di China dihubungkan oleh sistem ini kecuali Makau.

Volume trafik kereta api di China adalah salah satu yang terbesar di dunia. Panjang rel di China adalah 6% dari seluruh panjang rel di dunia, sedangkan muatannya sampai 25% dari muatan perkeretaapian global. Sungguh dapat dibayangkan betapa masifnya!

Total jarak yang dihubungkan oleh perkeretaapian di China adalah 86.000 km pada tahun 2009. 1,4 milyar perjalanan kereta api ditempuh oleh penduduk dan non-penduduk di China sepanjang tahun 2008 saja. Seperti juga musim mudik di Indonesia, musim-musim tertentu, seperti Tahun Baru Imlek adalah musim terpadat. Jika ditotal jarak yang ditempuh penumpang kereta api di China sepanjang tahun 2008, jumlahnya mencengangkan: hampir 800 milyar kilometer!

Chunyun

Chunyun disebut sebagai “migrasi terbesar umat manusia di China”, bahkan di dunia. Sama seperti, ibaratnya, ibadah haji, yang mengumpulkan jutaan umat Islam ke suatu tempat. Selama 40 hari, sekitar bulan Januari sampai Maret setiap tahun, masyarakat China melakukan mudik untuk bertemu keluarganya di daerah. Ritual ini adalah bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek, sekaligus menikmati datangnya musim semi. Sudah dapat diduga, mayoritas rakyat di China memilih kereta api karena tarifnya relatif lebih murah daripada tarif pesawat. Pada masa-masa chunyun tahun 2008, jumlah penumpang kereta api dapat mencapai dua kali lipat penduduknya, sekitar 2,2 milyar penumpang. Angka ini termasuk penumpang yang sama yang ikut dalam lebih dari satu perjalanan kereta api. Ada masa-masa liburan lain yang meningkatkan trafik penumpang kereta api, yakni pada masa “Golden Week“, sekitar bulan Mei dan Oktober.

Rute Internasional

Tidak hanya melayani rute domestik, rute kereta api di China juga merambah negara tetangga, seperti Rusia, Mongolia, Vietnam, India, Korea Utara dan Kazakhstan.

Barangkali rute internasional yang paling terkenal adalah rute ke Rusia, yang berlanjut ke Moskow, dan melewati ranah Siberia. Jalur ini beken disebut jalur Trans-Siberia, dan merupakan rute kereta api yang terpanjang di dunia. Ada beberapa pintu masuk ke Rusia, antara lain lewat Mongolia, atau lewat Manchuria di sisi timur laut China. Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke kota Vladivostok, sebuah pelabuhan utama di timur Russia. Jika nekat, Anda juga dapat melanjutkan ke Pyongyang!

Kereta Api Berkecepatan Tinggi

Anda bisa memasuki Hong Kong dan sebaliknya dengan kereta api berkecepatan tinggi, yaitu kelompok yang lajunya di atas 200 km/jam. Ujungnya ada di Kowloon, tersambung dengan tiga kota utama: Shanghai, Beijing dan Guangzhou. Hong Kong dan Guangzhou dapat ditempuh dalam waktu 1 – 2 jam saja dengan kereta modern berkecepatan tinggi.

Selain itu, jaringan kereta api berkecepatan tinggi antar provinsi juga telah menyebar secara ekstensif di seluruh China, menghubungkan kota-kota seperti:

  • Beijing – Shenyang, Changchun, Harbin
  • Beijing – Jinan, Qingdao, Shanghai
  • Beijing – Zhengzhou, Wuhan
  • Shanghai – Zhengzhou, Qingdao, Shenyang
  • Shanghai – Nanchang
  • Wuhan – Changsha – Guangzhou

Tidak berhenti di situ, beberapa kota di China antara lain seperti Beijing, Tianjin, Shanghai, Nanjing, Guangzhou dan Wuhan memiliki kereta api berkecepatan tinggi yang muatannya lebih kecil, menghubungkan satu sama lain yang jaraknya lebih dekat, dalam satu provinsi.

Beberapa rencana pengembangan juga telah dicanangkan, dengan terminal yang mewah dan megah.

Kelas Penumpang dan Fasilitas

Ada beberapa kelas penumpang yang ditawarkan sistem perkeretaapian di China:

  • Soft sleeper/kasur empuk: Nyaman dan paling direkomendasikan untuk perjalanan jangka panjang, walau tetap tidak semahal tiket pesawat! Kompartemen biasanya memiliki empat kasur yang bertingkat, yang bisa dijadikan tempat duduk ketika tidak digunakan. Biasanya ada meja, dan fasilitas seperti teko air panas, bahkan layar kecil untuk menonton program televisi dan soket listrik.
  • Hard sleeper/kasur biasa: Masih bisa tiduran, tetapi tidak senyaman kelas sebelumnya. Harganya lebih murah, tapi satu kompartemen bisa diisi enam orang! Beberapa gerbong memiliki fasilitas soket listrik juga.
  • Soft & hard seat/tempat duduk kelas 1 dan kelas 2: Ibaratnya seperti kelas eksekutif versus kelas bisnis kalau di Indonesia.
  • Deluxe soft sleeper/kasur empuk kelas utama: Beberapa rute penting seperti Beijing – Hong Kong, Beijing – Shanghai dan Beijing – Xian memiliki kelas super-mewah, di mana hanya ada dua tempat tidur dalam satu kompartemen, beberapa bahkan memiliki toilet pribadi. Biasanya sedikit sulit untuk memesan kompartemen ini, karena sudah diprioritaskan untuk dinas pegawai negeri.

Dari semua itu, tidak semua kereta api di China memiliki tiga atau empat kelas di atas sekaligus, ada yang hanya soft sleeper, misalnya rute Beijing – Shanghai.

Fasilitas lain yang tidak termasuk dalam kompartemen termasuk gerbong/kereta makan, toilet bersama (duduk atau jongkok).

Mari lihat berbagai foto-foto menarik yang menampilkan suasana gerbong di China.

Tips

  • Bagaimana membeli tiket kereta api di China? Jika Anda berada di luar China, maka bantuan agen (China Trip Advisor, China Train Tickets atau China-Train-Ticket.com), teman atau hotel adalah yang terbaik. Jika Anda berada di dalam China, memesan tiket langsung di stasiun adalah cara yang paling murah. Pemesanan ideal adalah 2 – 3 hari sebelumnya. Perlu diingat bahwa tidak ada sistem reservasi sentral, baik itu di sebuah situs internet atau melalui telefon. Anda harus memesan di stasiun, dan setiap stasiun biasanya hanya menjual tiket kereta api yang melayani stasiun tersebut. Misalnya, Anda tidak bisa memesan tiket Beijing – Tianjin ketika berada di Shanghai. Di beberapa stasiun, ada loket-loket tertentu yang dikhususkan pada warga negara asing.
  • Ada beberapa jenis kereta api yang direpresentasikan dengan kode huruf: C & D untuk kereta api berkecepatan tinggi, Z untuk kereta api konvensional yang paling nyaman, T untuk kereta api konvensional ternyaman kedua, dan K untuk kereta api konvensional sisanya.
  • Tarif sangat bervariasi. Sebagai contoh, tarif dari Beijing ke Lhasa, Tibet, bisa mencapai USD 200 – 300 satu kali jalan jika melalui agen online, atau USD 100 – 200 jika dibeli sendiri di stasiun. Kedua tarif untuk kelas soft-sleeper dan hard-sleeper.
  • Jadwal kereta api dapat dilihat di beberapa sumber seperti di sebuah halaman di RailwaysofChina.com dan buku jadwal Thomas Cook yang terkenal itu.

Apakah Anda tertarik untuk mulai merencanakan perjalanan besar Anda di China? Sekian pengelana telah berusaha melaksanakannya dan berbagi cerita. Ayo ceritakan pengalaman Anda!


Seat61.com — Segalanya tentang Kereta Api

Seat61

Nama situs ini cukup unik, seat61.com. Hanya itu. Begitu pula slogan yang dipakainya, the man in sixty one, arti harfiahnya kurang lebih “Lelaki di Kursi 61”. Desain situsnya juga sangat sederhana dan tidak terlalu modern. Tapi dibalik kesederhanaan itu ada begitu banyak informasi yang ditawarkannya.

Begitulah. Seat61.com adalah situs yang berisi tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan kereta api. JALUR KERETA API (hampir) SELURUH DUNIA! Keren sekali.

Mari kita uji dengan pengetahuan situs ini tentang jalur kereta api di Indonesia. Apakah jalur kereta Indonesia ada? Ternyata ada pranala Indonesia dalam daftar negara di sebelah kiri halaman, masuk bagian Asia. Situs ini menampilkan data singkat dan informatif mulai dari data operator, waktu, visa (untuk pengunjung luar negeri tentunya), dan jalur feri ke Indonesia.

Lalu ada data kereta api. Ada data satu paragraf tentang jalur kereta di Sumatera. Juga beberapa jalur kereta api di Jawa, seperti Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung. Ya, cukup singkat. Tapi bagi pelancong asing, sebagai target utama situs ini, data tersebut sangat berguna sekali. Minimal membantu riset awal bila ada pelancong ingin melakukan perjalanan dengan kereta.

Situs ini terbukti sangat membantu saya dalam mempersiapkan rencana perjalanan dari Singapura ke Malaysia (dan juga Thailand) tahun lalu. Dari riset singkat di situs ini, kami mengetahui ternyata ada jalur kereta api yang dikelola oleh Keretapi Tanah Melayu Berhad, sebuah perusahaan kereta milik pemerintah Malaysia yang melayani rute tersebut. Atau juga alternatif jalur bus.

Alangkah asyiknya melakukan perjalanan darat, demikian rencana kami, alih-alih lewat udara seperti biasa dilakukan. Menggunakan kereta api juga lebih terjangkau. Dari data situs ini, selain mengetahui trayek, tarif, juga terdapat berbagai cerita dari pembaca lain, data keamanan jalur, bagaimana cara reservasi tiket, termasuk trik memesan tiket yang jauh lebih murah untuk perjalanan dari Malaysia ke Singapura, dibanding Singapura ke Malaysia, dan banyak hal lainnya.

Data yang bisa didapat dari situs ini:
* Informasi negara
* Informasi singkat sistem kereta api
* Jadwal waktu kereta api
* Laporan dan cerita dari pelancong lainnya.
* Tarif
* Bagaimana cara membeli tiket, termasuk apakah bisa beli online, dan juga trik pembelian secara langsung.
* Foto-foto,
* Stasiun
* Informasi perjalanan alternatif, misal London-Singapore via darat (wow!)
* Juga informasi perjalanan lanjutan di luar jalur kereta api, misal melalui bus
* Buku panduan

Sebagai peringatan, beberapa pranala yang disebut situs ini adalah merupakan layanan komersil, biasanya merupakan afiliasi. Meski hal ini tidak berarti semua layanan itu berbahaya. Tetapi Anda harus hati-hati sebelum melakukan berbagai transaksi yang ditawarkan oleh situs-situs tersebut, terutama seandainya seat61 tidak mengungkapkan sanggahan (disclaimer) mereka. Kami tidak bisa menjamin obyektivitas dan opini pengelola situs ini terhadap layanan-layanan yang ditawarkan di sana. Tapi yang jelas, di luar hal tersebut, situs ini sangat membantu terutama bila kita mempunyai rencana perjalanan dengan naik kereta api.

Disunting oleh SA. Pemutakhiran oleh ARW/SA.


Konsortium Bas Ekspres Semenanjung

Beberapa penumpang, istri penulis dan kakak ipar di depan KBESKonsortium Bas Ekspres Semenanjung (KBES) adalah layanan bis ekspres (_express bus_) yang melayani rute darat di Semenanjung Malaysia dan juga ke negara lain seperti Hat Yai (juga disebut Hadyai atau Had Yai), Thailand dan Singapura. Mereka juga menyediakan layanan sewa (_carter_).

Layanan bis ini (atau bas dalam pengucapan Bahasa Melayu) terdiri dari berbagai kelas, semuanya mempunyai pendingin udara (AC). Tiket bisa didapatkan melalui beberapa cara, yaitu: lewat situs KBES, melalui loket pemesanan langsung seperti yang tersedia di Terminal Puduraya (Hentian Puduraya), atau via agen wisata atau hotel di Malaysia. Berhati-hatilah dengan pencopet, calo tiket, dan lainnya yang kurang mengenakkan, terlebih bila lewat larut malam di terminal ini.

Kami belum pernah melalukan pemesanan tiket melalui situs KBES, jadi kami tidak dapat mengkonfirmasikan kesahihan dan kualitas layanan ini. Bahkan seperti terdapat pada situs KBES, layanan pemesanan hanya tersedia pada pukul 7:00 am – 12:00 am waktu Malaysia. Menurut riset, tiket yang dipesan melalui sistem online adalah semacam kupon tiket, jadi itu belum merupakan tiket yang sah. Kupon tiket tersebut, seperti dijelaskan dalam halaman FAQ, harus ditukarkan di kaunter KBES di terminal paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan. Menurut infomasi dari manual KBES, pemesan tiket online dapat memilih tempat duduk yang tersedia. Tiket yang telah dipesan tidak dapat diuangkan kembali atau ditukar.

Kalau tak salah, ada tiga kelas yang dijual di loket terminal bas Puduraya. Kami mempunyai pengalaman mencoba bus ini dari Kuala Lumpur ke Hat Yai, Thailand pada pertengahan 2009 lalu. Kami pernah menemukan beberapa kelas bis lainnya, seperti kelas bis susun (_double deck_), namun kami belum pernah mencobanya.

Foto Interior bis Konsortium Bas Ekspress Semenanjung

Tempat Duduk KBESTarip untuk kelas yang paling bagus adalah RM 60 (sekitar Rp170.000), nama kelasnya adalah Snoozer. Kelas Snoozer mempunyai tiga tempat duduk setiap barisnya (lihat foto di atas) dan sembilan baris tempat duduk (atau total kapasitas 27 penumpang). Kelas Snoozer mempunyai sebuah layar televisi kecil (9″?) dan _headset_ stereo pada masing-masing kursinya. Sandaran kursi dapat dinaikkan atau diturunkan (recliner seat), terdapat pula sandaran kaki yang bisa diatur mealui kontrol di dekat sandaran tangan. Para penumpang bisa memilih berbagai film dan tayangan yang disediakan dengan kontrol yang tersedia di masing-masing kursi.

Bis kelas Snoozer tidak mempunyai toilet (WC) di dalamnya seperti kebanyakan bis kelas eksekutif di Indonesia. Tapi mungkin hampir seluruh bis di Malaysia seperti itu. Namun penumpang tak usah khawatir, bis ini sering sekali berhenti dalam perjalanan. Mungkin semacam terminal atau titik pelaporan. Saya kira kita bisa ijin pengemudi bila ingin tandas dahulu (sekadar buang air kecil).

Seperti juga normalnya transportasi lintas negara, para penumpang juga harus melewati imigrasi ketika akan masuk dan keluar perbatasan, misalnya keluar dari Malaysia, dan masuk ke Thailand. Jalur bis ke Hat Yai akan melalui perbatasan Bukit Kayu Hitam, Propinsi Kedah di Malaysia dan Sadao, Propinsi Songkhla di Thailand.

Dalam perjalanan dari Kuala Lumpur (Hentian Puduraya), Malaysia ke Hat Yai, Thailand, kami mendapat kesempatan dua kali berhenti. Perhentian pertama saat itu masih gelap, mungkin sekitar pukul 2:00 pagi (atau mungkin sebelumnya, saya kurang mencatat detil waktunya). Penumpang diberi kesempatan turun dan menengok sebuah toko camilan yang ada di situ. Yah, mirip dengan keadaan peristirahatan bis di Indonesia pada umumnya, namun toko camilan ini hanya adalah satu saja. Bis kemudian melanjutkan perjalanan hingga perhentian kedua.

Perhentian dekat Bukit Kayu Hitam

Perhentian kedua pada pukul 03:30 AM di sebuah tempat peristirahatan di dekat perbatasan Malaysia. Tempat peristirahatan ini dikelola oleh CTC Recreation Berhad. Menurut informasi yang kami dapatkan dari beberapa penumpang lain, sebentar lagi kita akan mendekati perbatasan Bukit Kayu Hitam, jadi mungkin wajar penumpang dibangunkan agar menyiapkan diri. Dan juga ada warung dan toilet. Saatnya tandas! Kami menyempatkan diri untuk menyegarkan badan, cuci muka dan buang air serta sikat gigi. Dan karena masih diberi waktu agak longgar sekitar 30 menit, kami menyempatkan diri mencicipi makanan yang dijual di situ. Tersedia berbagai jenis makanan, bahkan sebuah toko mengaku menjual makanan Indonesia. Kami meninggalkan tempat peristirahatan ini sekitar pukul 04:15 AM.

Perbatasan Bukit Kayu HitamPada pukul 04:30 AM kami sampai di pintu perbatasan Bukit Kayu Hitam. Antrian kendaraan cukup panjang, bis kami mengantri sekitar 20-30 menitan. Saya menyempatkan diri salat Subuh di sebuah mushalla di dekat pintu perbatasan. Seluruh penumpang bis diminta keluar dan menuju antrian imigrasi. Ada sekitar empat atau enam pintu imigrasi yang melayani ratusan penumpang itu. Akhirnya pada pukul 05:05 AM kami sudah keluar pintu imigrasi. Sementara itu kami menanti seluruh penumpang bis lainnya selesai lewat imigrasi. Terdengar kabar beberapa penumpang, yang belakangan kami tahu mereka ibu-ibu dari Indonesia, mempunyai masalah karena kehilangan kupon imigrasi berstempel Malaysia.

Perbatasan Danok SadaoSetelah beberapa saat, kami masuk perbatasan Sadao, propinsi Songkhla, Thailand. Seluruh penumpang kembali diminta turun bis dan melaporkan dirinya masing-masing. Setelah melewati pintu imigrasi terus terang kami agak kebingungan dengan lokasi bis kami. Ditambah minusnya petugas yang bisa bahasa Inggris, kami agak khawatir di mana letak bis kami berada. Akhirnya kami menemukan lokasi parkir bis dan kendaraan, di sebuah lapangan yang letaknya pada sebelah kiri pintu keluar imigrasi. Di sana kami kembali menunggu seluruh penumpang bis lainnya selesai keluar pintu imigrasi. Bis lalu meluncur kembali hingga perhentian terakhir di Hat Yai, sekitar 20 km dari titik perbatasan tersebut. Tempat perhentian terakhir adalah sebuah agen perjalanan mitra KBES, di sebuah sudut jalanan Hay Tai, dekat sebuah mal kecil. Saya lihat ada jaringan restoran makanan siap saji terkenal buka di situ. Suasana Hat Yai mirip dengan kebanyakan kota-kota kecil di Indonesia.

Situs: http://www.kbes.com.my/
Telpon: 03-4041 6789
Faks: 05-8912880

Kredit foto perbatasan Bukit Kayu Hitam dan Sadao, Wikipedia.

Pemutakhiran oleh ARW 27/02/2010.


Keretapi Tanah Melayu Berhad

KTMB atau Keretapi Tanah Melayu Berhad adalah perusahaan kereta api yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Sebelumnya disebut sebagai Malayan Railway Administration dan baru dikenal sebagai KTMB sejak 1992. Sistem perkeretapian ini ada sejak era kolonial Inggris.

Sistem kereta api ini tersambung dari Singapura hingga Bangkok, Thailand. Dan taripnya pun, menurut pendapat kami, cukup terjangkau. Makanya, kereta api ini bisa menjadi alternatif transportasi menarik via darat bila ingin melakukan perjalanan indenpenden khususnya di negara Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Singapura; baik dari Singapura ke Kuala Lumpur, dan Bangkok.

Kaunter KTMB di Stasiun Tanjong Pagar

Di Singapura, stasiun pemberangkatan kereta api ini adalah di Stasiun Tanjong Pagar. Di Kuala Lumpur adalah Stasiun Kuala Lumpur Sentral. Di Bangkok adalah Stasiun Hualamphong.

Misalnya, untuk tujuan Kuala Lumpur (Stasiun Sentral KL) dari Singapura dan sebaliknya, kita bisa menumpang Ekspress Rakyat atau Ekspres Sinaran Pagi. Sedang untuk tujuan Bangkok ke Malaysia, atau sebaliknya, kita bisa menumpang kereta nomor 35 & 26, dari Bangkok hingga Butterworth (dekat Penang). Dan dari sana ke Kuala Lumpur bisa dilanjutkan dengan kereta api lainnya atau bus.

Sebuah kereta KTMB di PlatformSleeping Berth

Selain tempat duduk biasa (dengan beberapa macam kelas) pada beberapa kereta api juga menyediakan kelas tidur (sleeper atau berth) alias benar-benar bisa selonjor tidur. Menurut pengalaman kami, kelas ini cukup nyaman dan menyenangkan karena ketika bangun di tempat tujuan badan pun cukup segar dan tidak pegal.

Calon penumpang bisa memesan tiket kereta di loket stasiun atau jauh-jauh hari melalui sistem reservasi online. Asyik kan? Untuk reservasi, bisa diakses langsung ke situs KTMB. (Perhatian: beberapa kali kami mencoba, situs mengalami beberapa kali masalah dan menampilkan pesan kesalahan yang panjang).

Sebagai catatan, mengingat sifat perjalanan antar negara, para penumpang KTMB juga harus mengikuti prosedur standar imigrasi ketika masuk atau keluar negara tujuan. Di sinilah uniknya. Semua penumpang, berapa ratus orang itu, harus keluar kereta ramai-ramai dan mendaftarkan diri di imigrasi, lalu ramai-ramai kembali ke masing-masing tempatnya.

Imigrasi Malaysia KTMB


Artikel selanjutnya

© 2017 Ransel Kecil