Pernahkah Anda tak acuh pada peragaan keselamatan oleh pramugari ketika pesawat terbang bersiap untuk tinggal landas? Pernahkah Anda menunda mematikan ponsel sesaat sebelum masuk kabin? Pernahkah Anda membawa jinjingan lebih dari satu benda ke dalam kabin? Atau mungkin memangku tas jinjing Anda ketika lepas landas atau mendarat? Langsung mengaktifkan ponsel ketika pesawat masih jalan di apron? Langsung membuka sabuk pengaman dan berdiri ketika pesawat belum benar-benar berhenti, dan lampu tanda sabuk pengaman belum dipadamkan? Jika salah satunya dijawab “ya”, maka Anda belum sepenuhnya taat dengan peraturan keselamatan penerbangan, dan etika sesama penumpang sekaligus.
Mungkin banyak dari kita yang tak tahu bahwa tindakan-tindakan seperti itu tidak hanya berbahaya, tetapi juga mengganggu kenyamanan penumpang lain. Selama perjalanan, kita praktis untuk sementara “hidup” bersama orang lain dalam sebuah kabin yang sempit, bahkan kita semua bertaruh nyawa satu sama lain. Setiap orang bertanggungjawab terhadap satu sama lain. Kita harus menjadi penumpang yang beradab. Bayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi, kita pasti akan membutuhkan bantuan paling tidak penumpang di kanan dan kiri kita, kan? Selain itu, tentu saja, kita semua bertanggungjawab terhadap keselamatan diri kita masing-masing.




KTMB atau Keretapi Tanah Melayu Berhad adalah perusahaan kereta api yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Sebelumnya disebut sebagai Malayan Railway Administration dan baru dikenal sebagai KTMB sejak 1992. Sistem perkeretapian ini ada sejak era kolonial Inggris.