Artikel

Menu

Transportasi

Naik Sleeper Train Dari Penang ke Kuala Lumpur

dalam kategori Transportasi ditulis oleh

Usai menikmati keindahan George Town, Penang, saya melanjutkan perjalan saya ke Kuala Lumpur. Dalam perjalanan tersebut ada satu hal yang saya rasakan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, yaitu naik rangkaian kereta api bertempat tidur (sleeper train).

Ada dua alasan kenapa saya memilih sleeper train, alasan pertama adalah untuk menghilangkan rasa penasaran, yang kedua untuk menghemat biaya penginapan. Rangkaian kereta tersebut berangkat dari Butterworth pukul 23.00 dan sampai di Kuala Lumpur sekitar pukul 06.00. Tidur di sleeper train sangat nyaman, tidur nyenyak sampai pagi dan sampai di Kuala Lumpur. Badan kembali segar di pagi hari.

Kereta berangkat dari Butterworth yang letaknya bukan di Pulau Penang, tapi sudah menyeberang ke semenanjung Malaysia. Negara bagian Pulau Penang memang terbagi dua, yakni pulaunya itu sendiri dan sebagian semenanjung Malaysia. Untuk meuju Butterworth, saya menggunakan kapal feri yang berangkat dari dermaga (Weld Quay) yang letaknya tidak jauh dari penginapan saya di George Town. Perjalanan tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit. Sesampainya di Butterworth saya pun langsung menuju stasiun kereta api Butterworth yang letaknya tidak jauh dari dermaga. Petunjuk arah menuju stasiun kereta cukup lengkap dan jelas, jadi tidak perlu takut tersasar.

Peron stasiun Butterworth di malam hari.
Peron stasiun Butterworth di malam hari.

Sesampainya di stasiun Butterworth saya langsung membeli tiket sleeper train di loket pembelian, harganya RM46 (sekitar Rp150.000). Jangan sampai salah beli tiket, sleeper train dari Butterworth ke Kuala Lumpur dioperasikan oleh perusahaan kereta api nasional, Keretapi Tanah Melayu (KTM) Berhad. Sebenarnya tiket bisa dipesan secara online di situs web KTM, tapi saya memutuskan untuk beli langsung saja di loket stasiun Butterworth.

Ruang tunggu stasiun Butterworth.
Ruang tunggu stasiun Butterworth.

Stasiun kereta di Butterworth sangat nyaman, ruang tunggunya sangat dingin oleh pendingin udara. Kantinnya juga sangat nyaman, banyak penjual berbagai makanan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kala itu masih pukul 20.00, sedangkan kerata berangkat pukul 23.00, sengaja saya datang lebih awal agar tidak kehabisan tiket. Sehabis membeli tiket saya pun membeli beberapa makanan di kantin stasiun yang letaknya di belakang. Di sana dijual berbagai makanan yang harganya relatif murah. Kantin tersebut juga dilengkapi fasilitas TV kabel, jadi menunggu kereta tidak menjadi hal yang membosankan!

Menurut jadwal, kereta akan berangkat pukul 23.00 dan sampai di KL Sentral pukul 06.00. Keretanya tepat waktu! Sebelum pukul 23.00 pengumuman sudah berbunyi melalui pengeras suara bahwa kereta sudah siap dan penumpang harap bersiap-siap menuju peron.

Dengan rasa penuh antusias saya naik ke dalam kereta. Setelah memasuki gerbong saya sejenak terkesima dengan kenyamanan interior gerbong. Tempat tidurnya ada di sisi kiri dan kanan jendela. Di tengah-tengah ada lorong panjang untuk berjalan. Saya tidur di tempat tidur bagian bawah, ukuran tempat tidurnya lumayan, tidak terlalu lebar tapi juga tidak sempit. Sepreinya berwarna putih, sarung bantalnya juga. Kereta terus melaju, satu jam pertama saya masih memandangi suasana malam dari jendela, setelah itu saya menutup tirai jendela dan siap untuk tidur.

Tempat tidur bersusun yang nyaman di gerbong.
Tempat tidur bersusun yang nyaman di gerbong.

Suasana gerbong kereta malam dari Butterworth ke Kuala Lumpur.
Suasana gerbong kereta malam dari Butterworth ke Kuala Lumpur.

Esok paginya, saat kereta sebentar lagi sampai di stasiun KL Sentral, ada petugas yang mengingatkan bahwa kereta sesaat lagi akan sampai tujuan. Saya pun terbangun dengan segar. Saya pun bergegas merapikan barang bawaan saya kemudian turun dari kereta dan siap untuk menjelajahi Kuala Lumpur.

  • Disunting oleh SA 24/06/2013

Madi Muktiyono Madi Muktiyono. Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia. Bekerja sebagai penasehat legal di salah satu perusahaan energi di Jakarta, sambil kuliah melanjutkan magister kenotariatan di kampus yang sama. Bermimpi bisa keliling Indonesia untuk menyelami keindahan negeri dari Sabang sampai Merauke.

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN