Papan pengumuman bandara
Papan pengumuman di bandara.

Umumnya semua proses dari bepergian selalu menyenangkan. Dari mulai saat memilih milih lokasi tujuan, menghitung anggaran yang dibutuhkan, mencari informasi melalui blog pejalan, membanding-bandingkan harga tiket yang murah, memilih lokasi penginapan, mencari tahu acara atau festival yang akan berlangsung, membuat rencana perjalanan, membuat daftar belanja, berkemas, cuci mata dan mengkritisi bandara keberangkatan, naik pesawat sampai duduk di dalam pesawat hingga mendarat di kota selanjutnya. Terkadang penumpang pesawat diharuskan transit beberapa saat di bandara tertentu, ini pun bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tapi bagaimana dengan penumpang transfer dengan waktu transit yang panjang? Rekor transit saya pribadi pernah selama 20 jam! Berikut aktivitas yang saya lakukan untuk menghabiskan waktu:

Eksis di Dunia Maya

Kios internet yang disediakan bandara menjadi tempat pelarian untuk mengakses internet. Maklum, saya cuma bawa ponsel selama dalam perjalanan. tidak membawa komputer jinjing, tidak punya iPad, ponsel pintar ataupun gadget sejenisnya. Aktivitas yang saya lakukan sekedar membaca dan mengirim e-mail, memperbaharui status, atau nge-twit laporan pandangan mata.

Memanjakan Mata

Bandara internasional saat ini sudah layaknya seperti pusat perbelanjaan, tapi sayangnya bukan tempat yang tepat untuk berbelanja. Karena tidak ada pesaing, otomatis harga yang dipasang agak tinggi. Tapi, masih ada yang bisa dilakukan tanpa harus membeli, seperti mencoba-coba alat elektronik yang dipajang, membaca buku dan majalah, mencoba berbagai contoh parfum atau kembali menjadi anak kecil dengan mencoba berbagai mainan anak-anak!

Memanjakan Lidah

Ini wajib hukumnya apalagi kalau baru mendarat dari pesawat low-cost. Manjakan lidah anda dengan berbagai pilihan makanan dan minuman yang lezat. Biasanya yang saya pesan makanan bercita rasa lokal. Pernah ketika di bandara udara Suvarnabhumi Bangkok, walaupun hanya tersisa 20 menit sebelum naik ke pesawat, saya masih memaksakan memesan tom yam udang, pad thai, lumpia isi sayur dan Thai iced tea. Yang ada malah makan terburu-buru.

Kembali ke Alam

Taman Kupu-Kupu di Bandara Changi, Singapura
Taman Kupu-Kupu di Bandara Changi, Singapura.

Bosan terkurung di balik dinding beton dan kaca? Beberapa bandara memiliki fasilitas taman dalam bandara, tempat yang tepat untuk menghindar dari keramaian penumpang. Taman hutan hujan tropis bandara internasional Kuala Lumpur, taman minimalis zen bandara internasional Dubai, apalagi bandara Changi, Singapura yang menyediakan beragam jenis taman mulai dari taman kupu kupu, taman kaktus, taman pakis, kolam ikan koi, taman anggrek, taman bunga matahari hingga taman yang hanya khusus ditanami jenis tumbuhan yang menghasilkan bau yang wangi.

Nge-Lounge

Tempat yang boleh dicoba untuk bersantai dan menikmati aneka pilihan makanan mulai dari makanan pembuka hingga pencuci mulut dan minuman, semua tersedia selama 24 jam. Menggunakan fasilitas internet, membaca beberapa majalah yang tersedia, atau bersantai di sofa yang nyaman. Di beberapa ruang tunggu eksklusif tertentu malah disediakan kursi pijat, kamar mandi hingga tempat beristirahat. Tidak memiliki status elit maskapai penerbangan? ada beberapa ruang tunggu eksklusif yang terbuka untuk umum, tentunya dikenakan biaya untuk menggunakan semua fasilitas yang tersedia.

Keluar Bandara

Apabila memiliki cukup waktu, keluar dari bandara dan melakukan perjalanan singkat ke pusat kota merupakan pilihan yang tepat. Bandara Hongkong dan Singapura misalnya, tersedia infrastruktur transportasi yang memudahkan penumpang untuk bepergian. Malah Bandara Changi menyediakan fasilitas gratis city tour selama dua jam untuk penumpang yang transit lebih dari 5 jam. Tapi ada kalanya ketika sedang mengirit dan harga visa on arrival yang mahal, menunggu di dalam bandara menjadi satu-satunya pilihan.

Berburu Foto

Saya kebetulan memiliki hobi fotografi dan buat saya kamera sama pentingnya dengan paspor. Berburu foto di dalam bandara cukup mengasyikkan. Banyak objek yang bisa difoto mulai dari tampilan produk, aktivitas penumpang dan kru pesawat, interior bandara sampai makanan dan minuman.

Mengamati Manusia

Tanpa disadari kita selalu mengamati manusia-manusia lain di sekitar kita, dan ternyata ia merupakan kegiatan yang menyenangkan. Di dalam ruang merokok saya suka menguping topik pembicaraan orang lain dan gaya mereka berbicara, melirik nama yang tersemat di pakaian atau melalui kartu identitas yang tergantung, terkadang ditemukan nama yang lucu, atau memperhatikan kotak rokok yang mereka hisap, kalau Gudang Garam, sudah tidak salah lagi pasti mereka dari Indonesia.

Berinteraksi Dengan Penumpang Lain

Berbincanglah dengan penumpang lain, sekedar menanyakan dari mana, mau ke mana, sampai pembicaraan yang akan berkembang ke topik lainnya. Giliran mereka menanyakan dari mana saya berasal, saya selalu meminta mereka menebak dan sampai saat ini belum pernah menemukan jawaban yang tepat. Jangan mengajak bicara penumpang yang sedang membaca buku atau sibuk dengan alat elektroniknya, biasanya mereka tidak mau diganggu apabila sedang melakukan hal lain.

Menikmati Keheningan

Ketika sudah tidak ada hal yang menarik dilakukan, gunakan fasilitas quiet room di mana tersedia kursi malas yang bisa digunakan untuk beristirahat. Terkadang, saya membawa selimut yang tersedia di dalam kabin pesawat apabila akan transit dalam waktu yang lama.

  • Disunting oleh SA 11/09/2011