Penggemar aviasi pasti tak ketinggalan untuk mengamati hal-hal kecil ketika mereka naik pesawat, termasuk membawa pulang barang-barang yang sifatnya cinderamata/promosi yang ada di pesawat, misalnya majalah, tempat makan, tisu, mainan sampai tiket dan boarding pass.

Bagi saya yang seorang penggemar aviasi dan bekerja sebagai desainer grafis, pernak-pernik manifestasi branding menarik perhatian saya. Menumpang pesawat tidak saja pengalaman fisik. Ia bukan saja tentang memindahkan badan dari satu tempat ke tempat lain yang jauh. Perjalanan dengan pesawat adalah mengalami sebuah pengalaman, menikmati kesan dan impresi yang ditawarkan oleh maskapai tersebut. Menumpang maskapai rendah-biaya (low-cost) memberikan kita pengalaman yang paling dasar, tanpa layanan “ekstra” seperti makanan, hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment) dan beberapa komponen lain. Sedangkan ketika kita menumpang maskapai yang layanannya penuh (full-service airline), hampir semua detil diurus, mulai dari ruang tunggu, makanan, pusat informasi sampai layanan plus lainnya. Beberapa maskapai sudi mengantarkan bagasi ke ruang tunggu imigrasi bandara di Amerika karena lamanya proses wawancara, seperti pengalaman saya dengan Cathay Pacific di bandara San Francisco.

Apa saja manifestasi branding maskapai? Banyak sekali. Pengalaman mulai dari kita menunggu di bandara (bahkan sekarang, terminal untuk beberapa maskapai itu dibedakan), proses check-in, kualitas fisik tiket dan boarding pass, saat pemanggilan penumpang, cara memasuki ke pesawat, sampai wangi dan sambutan yang disediakan ketika memasuki kabin… semua menjadi bagian dari branding. Termasuk juga, jika Anda sering memperhatikan, bahan dan warna dari tempat duduk. Pesawat “didandani” sedemikian rupa untuk merefleksikan citra maskapai (brand). Saya juga suka menikmati seragam pramugara dan pramugari, sampai bagaimana mereka menyapa penumpang dan ketika menawarkan sesuatu.

Hal yang lain yang suka saya perhatikan adalah musik yang dimainkan di dalam kabin, interface dari sistem hiburan di kursi, sampai video demonstrasi keselamatan maskapai (in-flight safety demonstration). Semua itu menjadi pembeda pengalamaan antara satu perjalanan dan perjalanan yang lain, dan menjadi cinderamata nirfisik yang menjadi referensi dan inspirasi saya.

Ketika iseng-iseng mencari video keselamatan ini di YouTube, saya berjumpa lagi dengan beberapa video yang pernah saya lihat, dan ternyata ada lagi yang belum saya lihat tapi cukup memukau. Dari banyak video yang saya lihat di YouTube, saya coba kumpulkan lima besar yang cukup unik dan berbeda dari yang lain. Berikut ini adalah daftarnya.

5. Virgin Australia

Grup Virgin memang terkenal dengan nafasnya yang eksentrik dan berjiwa muda. Virgin Australia menampilkan video keselamatan yang mendobrak kebiasaan dengan menggunakan animasi 3 dimensi. Ada beberapa video keselamatan yang menggunakan animasi di luar sana, tetapi yang satu ini tidak membuat saya bosan karena ceritanya mengalir dan informasinya disampaikan dengan jelas.

4. Virgin America

Masih dari Grup Virgin, tetapi versi Amerika. Animasinya tidak 3 dimensi, cukup 2 dimensi, tetapi lebih kasual dan lebih menggelikan dari Virgin Australia sebelumnya. Karakter-karakter yang digunakan juga di luar kebiasaan, mereka malah menggunakan kombinasi hewan dan manusia. Yang paling menggelikan bagi saya adalah adegan antara matador dan bantengnya!

3. Thomson

Susah untuk tidak tersenyum dengan video keselamatan yang satu ini. Thomson adalah maskapai carter dari Inggris. Mereka menampilkan anak kecil yang menggemaskan. Ada maskapai yang kemudian mengikuti gaya ini.

2. Emirates

Setelah semua video menampilkan pramugari dan pilot yang berbicara di depan kamera, menurut saya, Emirates menjadi salah satu contoh menyampaikan pesan keselamatan dan selamat datang yang segar dan modern. Video yang elegan, animasi yang memukau dan pilihan musik latar yang cocok membuat saya tak berhenti mengaguminya.

1. Air New Zealand

Air New Zealand juga sudah beberapa kali menerbitkan video keselamatan yang kualitasnya sinematik, tetapi yang satu ini punya konten yang sungguh-sungguh membuat saya geleng-geleng. Richard Simmons, bintang acara kebugaran dari Amerika, dikontrak untuk menjadi pemeran utama dalam video yang diberi judul “Fit to Fly”, dengan tampilan psychedelic dan eksentrik gaya khas Richard, mengingatkan saya pada acara senam tahun 80-an. Kalau Anda pernah mengikuti serial Amazing Race, Anda pasti kenal Phil Keoghan yang ternyata ada di video ini juga. Bravo Air New Zealand!

Dari semua video yang saya referensikan, terlihat bahwa maskapai tidak perlu mengikuti pakem tradisional atau konvensional untuk menyampaikan pesan. Cara penyampaian dan kemasan yang lebih menarik dan kasual justru akan lebih dipahami, tanpa bermaksud merusak konteks dan pesan penting yang ingin disampaikan.