Sering bepergian dengan pesawat terbang? Pasti anda menyadari banyak maskapai yang menawarkan program kesetiaan pelanggan (loyalty) yang bertujuan memberikan insentif untuk anda terbang bersama mereka lagi, dengan bentuk “poin” yang diakumulasikan dalam waktu tertentu. “Poin” ini lazim disebut mileage. Saya tidak tahu padanan Bahasa Indonesia-nya apa. Yang jelas, mulai dari maskapai besar sampai kecil, full-service sampai budget, kiatnya mirip.

Mekanismenya sederhana. Ketika anda terbang bersama sebuah maskapai, anda memiliki opsi untuk mendaftar pada program kesetiaan pelanggan ini, dengan mengisi formulir tertentu, lalu mengakumulasikan mileage dalam jumlah tertentu untuk penerbangan yang anda tumpangi pada hari itu. Jumlah mileage ini dihitung progresif sesuai elemen-elemen penerbangan, seperti jarak atau tarif tertentu. Biasanya, yang bisa dihitung adalah penerbangan dengan tarif normal, bukan tarif promo, dan dengan jarak minimal tertentu. Tentu, parameter ini berbeda bagi setiap maskapai. Semakin sering anda bepergian, semakin seringlah akumulasi mileage-nya, dan semakin “kaya”-lah anda dari sisi mileage.

Lantas, apa keuntungan mendapatkan mileage? Banyak. Antara lain, anda bisa menikmati penaikan taraf atau kelas, misalnya dari ekonomi ke bisnis, atau bisnis ke kelas pertama. Lalu, anda bisa membeli tiket dengan mileage yang terkumpul, dengan harga tertentu sesuai kalkulator mileage. Keuntungan lain adalah seputar akomodasi hotel gratis atau diskon tertentu pada jasa dan barang yang disediakan mitra maskapai, misalnya executive lounge.

Ada pelaku perjalanan yang memang getol sekali memanfaatkan mileage ini, apalagi jika perjalanannya dibiayai oleh orang lain, misalnya perusahaan. Tak disadari, ia bisa membeli tiket gratis dari Jakarta ke Tokyo pulang pergi. Enak, bukan?

Lalu, apakah mileage itu hanya berlaku untuk satu maskapai? Hari ini, banyak maskapai yang mendirikan aliansi dengan maskapai-maskapai lain, yang kemudian berbagi manfaat mileage satu sama lain. Contohnya adalah SkyTeam, Star Alliance dan OneWorld. Sehingga, pelanggan maskapai tertentu bisa “menukarkan” atau menggunakan mileage-nya untuk mendapatkan manfaat di maskapai lain. Mileage yang diakumulasikan di suatu maskapai dapat dikonversikan ke sistem mileage maskapai lain. Ini sangat bermanfaat jika kita sering bepergian dan ada rute-rute tertentu yang tidak dilayani maskapai kesayangan, tapi dilayani maskapai lain dalam aliansi yang sama.

Bagaimana dengan penerbangan yang sudah berlalu? Apakah masih bisa dihitung akumulasi mileage-nya? Silakan cek maskapai yang dimaksud. Terkadang, kita bisa mengklaim kembali penerbangan yang lalu walaupun kita lupa menaruh nomor keanggotaan pada saat terbang. Prosedur ini disebut mileage accrual.

Nah, seberapa pentingkah mengumpulkan “mata uang angkasa” ini? Menurut saya, kita perlu memperhatikan poin-poin berikut. Jika sering bepergian, misalnya minimal lima sampai sepuluh kali setahun, anda bisa mempertimbangkan untuk mendaftar kepada program kesetiaan pelanggan sebuah maskapai. Tentu, pilih satu maskapai yang sering anda tumpangi, dan jika bisa memilih lebih lanjut, pilih maskapai yang terjalin dalam aliansi yang kokoh dan jaringannya luas. Dengan begini, anda tak perlu mendaftar untuk banyak sekali program serupa. Jangan lupa manfaatkan mileage dari waktu ke waktu sebelum habis masa berlakunya (biasanya setahun atau dua tahun). Tentunya, jangan sampai terlalu terobsesi sehingga menjadi tidak realistis dalam melakukan perjalanan, misalnya belanja tiket berlebihan, batal melakukan perjalanan karena tidak ada layanan ke sebuah destinasi, atau menjadi pelit dengan teman atau pasangan seperjalanan dengan memisahkan diri karena ingin menikmati tiket gratis.