Ruang Transit di Narita

Bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan perjalanan naik pesawat ke belahan bumi lain, pasti juga sudah pernah atau bahkan terbiasa dengan yang namanya transit. Transit adalah perhentian sementara untuk berganti pesawat (atau melanjutkan pesawat yang sama, tapi dengan mayoritas penumpang yang berbeda) untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Sebenarnya, konsep transit tidak terbatas pada moda transportasi udara. Namun untuk artikel ini kita akan membahas seputar transit pesawat udara saja.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan transit dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Okupasi tempat duduk: Setiap jalur penerbangan dinilai dari jumlah okupasi kursi penerbangan (jumlah penumpang), semakin terisi kursi di suatu jalur penerbangan, semakin bagus, karena maskapai dapat mencapai _return of investment_ yang sebesar-besarnya, bahkan meraup untung besar. Maskapai sayang sekali terhadap jalur-jalur gemuk. Nah, maskapai penerbangan ada yang berusaha “mencaplok” volume penumpang yang lebih banyak. Misalnya, Lufthansa tidak memiliki jalur penerbangan langsung Frankfurt – Jakarta, tapi lewat Singapura dulu. Kenapa? Karena volume penumpang (dan daya belinya) lebih besar di Singapura. Mereka yang ikut dari Jakarta ke Singapura biasanya hanya mampir ke Singapura.

Jarak yang terlalu jauh, pesawat yang terlalu kecil: Mungkin saya salah, tapi setiap jenis pesawat memiliki jarak tempuh maksimal. Semakin besar ukuran tubuh pesawatnya, semakin jauhlah jarak tempuhnya. Tapi sebenarnya semua kembali ke formula kapasitas versus biaya operasional. Pesawat lebih kecil (misal, “Boeing 737-800NG”:http://www.boeing.com/commercial/737family/background.html) bisa saja menjelajah Singapura – London, tapi jumlah penumpang sedikit, untung tak banyak.

Kerjasama bilateral pemerintah atau maskapai: Guna meningkatkan _traffic_ di daerah transit (untuk alasan tertentu, misalnya komersil), atau karena fasilitas hangar yang mumpuni bagi si maskapai. Ada beberapa bandara internasional yang menyewakan hangar/fasilitas perawatannya untuk maskapai-maskapai yang singgah.

Nah, kembali kepada kita si pelaku perjalanan. Bagaimana kalau kita diharuskan transit? Tahukah kita di mana kita akan transit? Ketika memilih tiket penerbangan, biasanya kita disodorkan beberapa pilihan maskapai, atau kombinasi maskapai, dan lokasi transitnya. Waktu transit pun bervariasi, mulai dari 45 menit sampai setengah hari (12 jam). Bahkan ada yang transitnya sampai satu hari (walau biasanya tidak direkomendasikan oleh penjual tiket). Dalam kasus tertentu, jumlah lokasi transit bisa dua atau tiga kali.

Jangan panik dulu. Biasanya bandara transit adalah bandara yang besar, megah dengan fasilitas komplit, dan merupakan _hub_ (sentra labuhan transportasi – semacam “terminal”) regional. Misalnya: “Hong Kong International”:http://www.hongkongairport.com atau “Changi Airport”:http://www.changiairport.com di Asia, “Frankfurt International”:http://www.frankfurt-airport.com/ di Eropa, “Chicago O’Hare”:http://www.flychicago.com/ di Amerika Utara. Bahkan bandara-bandara ini memang memposisikan dirinya sebagai bandara transit, dengan fasilitas seperti pariwisata transit (_transit tour_).

Berikut beberapa tips seputar transit:

Periksa dengan seksama berapa lama waktu Anda transit. Ini penting, karena kita jadi tahu kapan harus kembali lagi ke _departure lounge_ atau ruang tunggu untuk melanjutkan perjalanan. Jangan sampai ketinggalan! Apalagi jika sendirian.
Berapa lama Anda transit menentukan kegiatan yang akan Anda lakukan. Tidak mungkin belanja atau berkeliling dengan puas jika waktu transit hanya 40 menit.
Jika Anda memiliki waktu kurang dari 1 jam: Belanja oleh-oleh, makan/minum, keliling sebentar (pastikan Anda sudah tahu ruang tunggu ada di sebelah mana), atau hanya duduk sambil membaca atau _ngobrol_ dengan teman seperjalanan/teman baru Anda.

Snack Bar untuk mereka yang transit

Jika Anda memiliki waktu 2 – 3 jam: Eksplorasi bandara secara ekstensif, cari tahu apakah ada tur keliling bandara (bandara di Frankfurt memiliki tur bandara dengan bis khusus), relaksasi: tidur atau mandi (ya, beberapa bandara memiliki fasilitas _shower_ dan tempat tidur, seperti di Changi dan “Incheon”:http://www.airport.kr/eng/airport/, Korea Selatan), belanja oleh-oleh, makan/minum yang agak lama.

Mandi di Bandara Incheon, sekitar 6 won

Jika Anda memiliki waktu 3 – 12 jam: Banyak sekali opsi yang bisa dilakukan. Pastikan Anda tidak bosan. Anda bisa melakukan semua kegiatan di atas, bahkan berkali-kali. Bawalah buku, iPod atau laptop dan lakukan pekerjaan atau bersenang-senang. Sekali lagi, jangan sampai lupa waktu. Anda juga bisa istirahat di ruang-ruang yang kadang khusus disediakan.

Istirahat di Bandara Incheon, Korea Selatan

Jika Anda memiliki lebih dari 12 jam: Cari penginapan. Banyak hotel transit yang dapat disewa jam-jaman atau per malam. Lebih baik lagi, kalau visa atau paspor Anda mumpuni, keluarlah dari imigrasi. Bandara Incheon di Korea Selatan memiliki fasilitas “_transit tour_”:http://www.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_5_1.jsp di mana pemegang paspor tertentu (walau tak punya visa Korea Selatan) dapat keluar dan ikut dalam pilihan tur terpandu dari 1 jam hingga 7 jam. Asyik, bukan?

Beberapa bandara menyediakan fasilitas transit unik: Bandara Incheon menyediakan tempat untuk mempelajari budaya Korea, seperti ruang pameran, _workshop_ kesenian kecil (_fan painting_). Bandara Changi menyediakan ruang bermain anak, ruang nonton film, taman kecil, dan pertunjukan musik _live_.

Bagi mereka yang suka _plane-watching_, atau “kegiatan mengamati kegiatan pesawat dan pesawat itu sendiri”:http://www.flickr.com/groups/airspot/, bisa mampir ke lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik seperti _observation deck_.

Bagi yang suka fotografi, bisa keliling bandara dan mengambil foto-foto unik dari pengunjung atau arsitektur bandara.

Bagi yang suka makan, tentunya, pasti banyak pilihan makanan di bandara khusus transit (jangan lirik “Soekarno-Hatta”:http://www.jakartasoekarnohattaairport.com/, tentunya!), tapi hati-hati, harganya relatif tinggi.

Apapun kegiatan Anda, ingat bahwa Anda hanya bisa berada di dalam bandara dan tidak bisa keluar jika tak memiliki izin yang mencukupi (visa, misalnya). Selain itu, pastikan Anda tidak berada di anjungan keberangkatan jika masih ingin keluar bandara, karena biasanya tidak bisa keluar lagi.

Jaga barang-barang Anda dengan rapi, gunakan troli jika perlu. Jangan sampai kehilangan.

Dapatkan peta bandara, apalagi bandara itu besar. Biasanya peta bandara dibagikan gratis dalam bentuk buklet atau brosur lipat.

Jika terjadi apa-apa, jangan panik dulu. Perhatikan di mana letak pusat informasi.

Anda juga bisa mengisi waktu transit dengan menelepon ke tanah air. Belilah kartu telepon yang mencukupi dananya, jika ponsel Anda tidak bisa digunakan.

Menikmati Fish Udon di Incheon

Semoga transit Anda menyenangkan dan produktif!