Kebanyakan dari kita tak punya anggaran untuk liburan. Jangankan liburan, mungkin untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja sudah terlalu ngepas. Bagaimana mengatasi itu? Ada beberapa cara. Pertama, jelas, rajinlah menabung, dan disiplin. Menabung bisa perorangan ataupun berkelompok. Kedua, jika ada pekerjaan sampingan, laksanakanlah. Banyak dari kita yang punya talenta tersembunyi.

* Menabung. Ini cara paling mudah, menyisihkan pendapatan kita sekian persen (per bulan, atau per tahun), khusus untuk liburan. Kalau memang tekad kita misalnya tiap tahun harus ada liburan. Jumlahnya ditentukan oleh impian kita. Bisa ratusan ribu, jutaan, sampai puluhan juta. Lebih baik ditentukan dulu mau ke mana, bersama siapa, dengan gaya seperti apa. Jika bisa menyisihkan 2 atau 3 juta rupiah per tahun, itu sudah cukup baik. Minimal menabung Rp200.000,- tiap bulan sudah cukup. Ada ide menarik lain. Jika memiliki anggota keluarga atau teman yang juga suka jalan-jalan, bisa buka tabungan “jalan-jalan” bersama yang tak boleh diambil sampai setahun. Seperti arisan atau iuran, tetapkanlah tabungan tiap bulannya. Pasti jadi kejutan yang menyenangkan!

* Dari tabungan di atas, bisa kita tambah dengan pekerjaan sampingan dari pekerjaan utama kita. Cari tambahan. Kerja _part-time_, _freelance_, atau membuat produk dan menjualnya. Ide: jika mahasiswa, buka katering bersama orang tua dan jualan makan siang ke teman-teman. Jika desainer grafis, cari proyek sampingan. _Make a commitment to yourself_.

Lebih baik lagi, sebenarnya, adalah jika kita bisa menghasilkan sesuatu dari liburan-liburan kita itu. Misalnya menjual foto atau tulisan. Memang tak mudah, tapi bisa dicoba. Ada juga cara lain, investasi. Dari tabungan yang kita punya, ada banyak cara untuk berinvestasi mulai dari yang sifatnya pendek atau panjang: reksadana, mata uang asing, sampai saham. Namun untuk yang satu ini saya sarankan berkonsultasi pada orang yang tepat, dan tetap disiplin pada tujuan awal kita.