Penjual makanan lokal
Penjual makanan lokal menjadi alternatif konsumsi yang bertanggungjawab.

Beberapa tahun belakangan ini dalam dunia pariwisata muncul istilah “responsible traveler“, atau pejalan yang bertanggungjawab, sebagai akibat dari pesatnya kemajuan industri pariwisata dunia. Tahun lalu saja tercatat 900 juta turis melakukan perjalanan dan diperkirakan akan meningkat jumlahnya menjadi 1.6 milyar pada tahun 2020. Sudah pasti perpindahan pejalan yang begitu besar akan memberikan dampak negatif terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Responsible travel (perjalanan yang bertanggungjawab) merupakan suatu paradigma baru atau kesadaran dalam melakukan perjalanan yang menitikberatkan pada kelangsungan objek tujuan wisata, menghormati dan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal sekaligus lingkungannya.

Lantas apa yang dilakukan pejalan yang bertanggungjawab? Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai pejalan yang bertanggungjawab untuk ikut serta menciptakan kelangsungan dari dunia pariwisata yang berkelanjutan dengan berkonstribusi memberikan dampak yang positif untuk masyarakat lokal beserta lingkungannya.

Atraksi lokal: sepeda onthel
Atraksi lokal: sepeda onthel!

Sebelum melakukan perjalanan ada baiknya mencari sebanyak banyaknya informasi mengenai tempat tujuan perjalanan Anda. Dengan mengetahui sejarah, budaya, lingkungan, kebiasaan, dan apa yang boleh dan tidak dilakukan akan sangat membantu memelihara kelangsungan dari obyek wisata tersebut, terutama untuk situs peninggalan budaya dunia. Mempelajari beberapa kata dasar yang digunakan di tempat tujuan perjalanan Anda juga akan membantu untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, tidak hanya itu, usaha kita untuk menggunakan bahasa mereka juga akan diapresiasi walaupun hanya sekedar kata sapaan “halo, selamat pagi, tolong dan terima kasih”.

PAndai-pAndailah berkemas seringan mungkin. Cari tahu melalui tulisan perjalanan di internet barang barang apa yang kira-kira diperlukan. Biasanya tidak semua barang yang kita bawa dalam melakukan perjalanan akan selalu terpakai. Bukalah karton atau plastik kemasan pembungkus barang-barang baru Anda seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun dan lain lain yang tidak hanya memakan tempat di tas Anda tapi juga akan menambah jumlah sampah yang dihasilkan di negara tujuan. Terlebih lagi jika tujuan perjalanan Anda adalah di negara negara yang belum berkembang yang belum memiliki teknologi untuk mendaur ulang sampah plastik misalnya.

Berdayakan bisnis masyarakat setempat
Berdayakan bisnis masyarakat setempat, apalagi jika itu membantu penyandang cacat seperti warung ini.

Ada baiknya memilih tempat penginapan dan alat transportasi yang memberikan dampak terhadap lingkungan sekecil mungkin. Biasanya semakin besar suatu hotel maka semakin besar pula dampak yang ditimbulkan dari operasional hotel tersebut seperti jumlah daya listrik dan air yang terpakai serta limbah yang dihasilkan. Sedangkan polusi dari emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari pesawat udara sangat mempengaruhi pemanasan global. Memang sangat sulit untuk diterapkan, apalagi oleh budget traveler yang memiliki banyak keterbatasan, tapi asal tahu saja jumlah emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh satu kali rute pulang pergi pesawat udara jarak jauh lebih besar daripada penggunaan rata-rata setahun mengendarai sebuah sepeda motor. Atau, boleh dicoba menggunakan penerbangan non-stop yang menghasilkan emisi karbondioksida lebih kecil dibanding dengan penerbangan udara yang transit di kota tertentu.

Pada saat melakukan perjalanan berusahalah beradaptasi dan berpartisipasi dengan budaya setempat seperti kata pepatah yang masih berlaku saat ini, “While in Rome do as the Romans”. Perjalanan Anda akan terasa lebih bermakna apabila Anda melihat budaya lain tidak dengan memaksakan sudut pAndang perspektif mata Anda, tetapi melalui perspektif yang sama sekali berbeda. Mematuhi rambu tAnda menyeberang di Singapura, mencoba menumpang kendaraan tuk-tuk di Bangkok, mencicipi salah satu dari berbagai jenis hidangan serangga di Phnom Penh, atau mengunjungi festival lokal misalnya, adalah bagian dari memaknai pengalaman budaya baru.

Mosaik Indochina
Warisan budaya, sejarah dan sosial terhubung dalam mosaik yang membentuk keutuhan.

Menggunakan jasa atau membeli barang produksi setempat juga dapat mendukung berlangsungnya usaha komunitas lokal seperti menggunakan jasa operator tur lokal, menggunakan pemandu lokal atau berbelanja di pasar tradisional. Hindari menawar secara berlebihan, apabila Anda ragu mengenai harga yang pantas, tanya staf tempat Anda menginap atau orang di sekitar Anda. Ingat menggunakan jasa mereka atau membeli barang kerajinan atau seni lokal artinya uang yang Anda belanjakan akan langsung masuk ke dompet masyarakat lokal dan keuntungan lebih yang Anda berikan akan sangat mempengaruhi kualiatas kehidupan pedagang tersebut. Sebelum membeli, tanya asal muasal dari barang tersebut. Jangan membeli barang barang yang terbuat dari sumber daya alam yang dilindungi atau illegal seperti sirip ikan hiu atau barang barang yang terbuat dari kulit atau bulu hewan yang terancam punah.
Di tempat objek wisata terutama yang dilindungi atau bagian dari objek wisata peninggalan budaya dunia, ikuti peraturan yang berlaku dengan tidak melintasi jalur yang tidak diperkenankan, hormati petugas yang merawat objek wisata tersebut dan tidak memindahkan atau merusak benda-benda atau temuan arkeologis. Hormati juga lingkungan yang Anda kunjungi dengan mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang barang-barang tertentu. Dengan hanya membuang sampah pada tempatnya dan menghemat penggunaan air dan listrik akan sangat menguntungkan bagi orang-orang yang tinggal atau bekerja di sekitar tempat objek wisata tersebut secara keseluruhan.

Hargai warisan sejarah lokal
Hargai warisan sejarah lokal, seperti situs sejarah Bamyan di Afghanistan ini.

Melakukan perjalanan adalah awal dari pengalaman baru, banyak sekali pengalaman atau pembelajaran yang didapat selama perjalanan. Setelah melakukan perjalanan ceritakan pengalaman menarik Anda sebagai pejalan yang bertanggungjawab kepada teman-teman. Tulis tips agar orang lain juga bisa ikut berpartisipasi memberikan dampak positif terhadap lingkungannya selama melakukan perjalanan mereka. Jangan lupa sisipkan foto di blog Anda, karena katanya sebuah gambar memiliki beribu makna. Tentunya tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi pejalan yang bertanggung jawab.

  • Disunting oleh SA 01/09/2011