Ketika berkunjung ke Australia awal tahun ini, saya sedikit menyesal karena tidak mengurus SIM (Surat Izin Mengemudi) internasional, sehingga bisa menyewa mobil sendiri dan menyetir sendiri, walau sebenarnya bisa melegalisir SIM Indonesia di konsulat. Tapi, sayangnya, waktu agak mepet pada saat itu.

Setelah pulang, saya berpikir, mari bersiap-siap mana tahu bisa ke luar negeri lagi dan harus menyetir (seperti, misalnya, ke Islandia).

Akhirnya, berbekal nekat dan informasi dari blog orang lain, saya pergi ke Korlantas Polri di Jl. MT. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan. Karena tidak yakin ada tempat parkir, saya ke sana dengan transportasi umum.

Sesampainya di sana, sekitar pukul jam 8 pagi, saya langsung bertanya ke polisi yang bertugas di pos di depan, “Di mana tempat mengurus SIM internasional, Pak?”

“Bapak lurus saja sampai ke dalam, nanti ada mesjid, sebelah kirinya.”

Saya berharap semoga Bapaknya tidak melihat saya sebagai ahli neraka dan menyuruh saya bertaubat.

Ternyata benar, ada mesjid, tapi tempat pengurusan SIM internasional sebenarnya ada di dalam kompleks NTMC (National Traffic Management Center), tempat di mana polisi memonitor lalu lintas Jakarta dan sekitarnya melalui kamera pengintai yang dipasang di pinggir-pinggir jalan.

Ketika saya datang, kantor pengurusan SIM internasional belum buka. Kantornya baru buka pukul 08:30. Ada beberapa orang yang sudah menunggu dan mengambil nomor antrian. Tepat pukul 08:30, pintu dibuka dan terkejutnya saya karena tempat mengurusnya sungguh nyaman. Ada pendingin udara, dispenser minuman, bunga di tengah, dan sofa yang nyaman. Tidak ada calo atau orang yang jongkok atau berdiri tidak jelas di luar dan di dalam.

Ruang Tunggu Pengurusan SIM Internasional di Korlantas Polri

Ruang Tunggu Pengurusan SIM Internasional di Korlantas Polri
Ruang tunggu pengurusan SIM Internasional di Korlantas Polri.

Saya mempersiapkan beberapa persyaratan seperti:

  • SIM asli dan fotokopi
  • KTP asli dan fotokopi
  • Paspor asli dan fotokopi
  • Uang tunai Rp250.000
  • Materai Rp6.000, satu lembar
  • Pas foto 4x6cm terbaru berwarna berlatar belakang biru dan berdasi (laki-laki), satu lembar

Setelah menunggu sekitar lima menit, saya dipanggil dan diminta menyerahkan semua persyaratan di atas. Dokumen asli hanya dilihat dan diverifikasi saja, lalu dikembalikan. Kurang dari 30 detik, mbak polisi meminta saya membayar Rp250.000, tunai (tidak bisa digantikan dengan logam mulia atau perhiasan). Setelah dibuatkan tanda terima saya diminta kembali ke tempat duduk.

Bukti bayar
Bukti pembayaran.

Tidak sampai lima menit, tiba masanya untuk foto dan sidik jari di ruang terpisah. Setelah itu, foto saya langsung dicetak, sidik jari saya langsung direkam dan SIM internasional pun sudah di depan mata.

Saya senang sekali, karena prosesnya tidak sampai 15 menit dari awal saya duduk sampai menerima dokumen-dokumennya.

Sebenarnya, SIM internasional ala kepolisian Indonesia ini sifatnya endorsement, dan mudah dilakukan karena menerjemahkan dokumen SIM Indonesia yang sudah ada dan membuatnya dalam versi beberapa bahasa utama di dunia.

Alternatifnya, anda dapat pergi ke kedutaan atau konsulat Indonesia di negara tujuan dan melakukan proses terjemah resmi serta legalisir SIM Indonesia anda, dan SIM Indonesia anda pun dapat juga digunakan di luar negeri. Tapi, tentunya, cek juga regulasi lalu lintas setempat di negara tempat anda berada. Setiap negara punya aturan berbeda-beda.

Saya mendengar bahkan beberapa negara Eropa juga mau menerima SIM Indonesia apa adanya tanpa harus mengurus SIM internasional.

SIM Internasional sudah jadi!
Hore! SIM Internasional-nya sudah jadi!