Istanbul secara umum bisa dikatakan sebagai kota destinasi pariwisata yang aman dan nyaman. Tetapi, seperti di kota-kota metropolis mana pun di dunia, tetap saja tidak jarang ditemui kasus penipuan atau kejahatan yang terkadang menyulut emosi, dan pada akhirnya membuat kualitas liburan kita pun jadi berantakan. Berencana mengunjungi Istanbul dalam waktu dekat? Berikut tips-tips yang sangat perlu dibaca untuk menghindari aksi penipuan atau kejahatan yang umum dialami para pejalan. Di manapun anda berada, tetap gunakan akal sehat. Tips-tips di bawah juga berlaku untuk destinasi lain di dunia.

Salah Satu Pub di Istanbul

  • Hindari menukar uang ke lira Turki (TL) di tempat penukaran uang di dalam Bandara Internasional Ataturk. Banyak kejadian nilai uang yang diterima tidak sesuai/lebih kecil dari kurs penukaran yang tertera di papan tabel penukaran mata uang asing dengan alasan dipotong komisi. Apabila terpaksa harus menukarkan di tempat penukaran uang asing di dalam bandara, tanyalah terlebih dahulu berapa nilai yang akan anda terima dan sebaiknya tukar sejumlah yang dibutuhkan. Untuk transportasi menuju ke kawasan Sultan Ahmed misalnya, dibutuhkan dua token seharga dua lira masing-masing (koin plastik yang digunakan untuk menaiki tram).
  • Waspada di keramaian seperti bazar, bus dan tram, dan jalanan atau tempat-tempat umum seperti İstiklâl Caddesi untuk menghindari menjadi korban pencopetan. Selalu pegang dan posisikan ransel atau tas anda di bagian yang mudah terlihat seperti di depan dada, tidak dibiarkan menggantung di samping yang sangat mudah terlepas atau di belakang punggung yang memudahkan pencopet melubangi tas dengan silet. Meskipun tidak menjamin anda tidak menjadi korban pencopetan, tetapi pencopet akan selalu mencari korban yang lebih mudah dijambret.
  • Gunakan sabuk uang untuk menyimpan barang-barang berharga seperti uang dan paspor. Lebih aman kalungkan di depan dada dengan mengitari atas bahu dan bawah ketiak. Sekalipun menggunakan sabuk uang di pinggang dan diletakkan di dalam lapisan celana, terkadang secara tidak sadar, akibat banyak bergerak, sabuk uang tersebut keluar dan terlihat sehingga menarik pelaku kejahatan. Pisahkan uang yang digunakan sehari-hari dari sabuk uang dan simpan di tempat yang mudah terjangkau. Juga, jangan sesekali membuka dompet di sembarang tempat.
  • Ketika bepergian dengan anak kecil, waspadalah apabila ada sekelompok orang yang mengaggumi anak anda dengan berkerumun di sekitar anda dan anak anda. Ini hanyalah usaha untuk mengalihkan perhatian anda untuk memudahkan aksi pencopetan mereka.
  • Hindari ajakan minum, khususnya untuk para pria. Dilakukan oleh anak muda yang berpenampilan trendi terutama di kawasan Beyoglu, İstiklâl Caddesi. Dimulai dengan sapaan yang sangat bersahabat, atau pura-pura meminjam korek api, selanjutnya penipu tersebut mengenalkan diri, asal dan pekerjaannya untuk mengawali perbincangan dan pada akhirnya anda akan diajak untuk minum di salah satu pub/kafe pilihan mereka. Ketika mereka berhasil menggiring anda ke tempat yang mereka maksud, anda akan dikenalkan dengan teman-teman perempuan mereka sembari memesan minuman di meja yang sama. Kemudian, anda bertanggung jawab untuk membayar paksa semua pesanan minuman tersebut dengan harga yang tidak wajar.
  • Jangan memungut semir sepatu yang terjatuh. Semir sepatu sengaja dijatuhkan dengan harapan ada orang yang melihatnya dan mengembalikan ke tukang semir sepatu tersebut. Sebagai rasa terima kasih maka tukang semir sepatu akan menawarkan menyemir sepatu anda dengan secara cuma-cuma sambil menceritakan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya dengan harapan anda memberikan sedikit uang sebagai rasa iba.
  • Apabila ingin berfoto dengan topi khas Turki yang dijajakan pedagang, minta izin terlebih dahulu. Kadang-kadang si penjual akan menggertak dan memaksa anda membeli topi yang dipakai. Hindari ajakan mengikuti mereka dengan orang yang mencurigakan, walaupun tampak bersahabat. Ujung-ujungnya bisa berupa ajakan untuk berjalan kaki entah ke mana sambil menceritakan sejarah objek wisata tertentu, atau mengajak masuk melihat-lihat ke toko mereka yang entah di mana dengan alasan mengambil kartu nama. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ketika masuk ke perangkap mereka.
  • Disunting oleh SA 11/03/2012