Jam Digital
Jam digital di Bandara Narita, menuju imigrasi

Melakukan perjalanan sebagai warga negara Indonesia (WNI) dan memegang paspor berwarna hijau itu suka membuat deg-degan jantung, apalagi kalau yang dituju negara yang memiliki sentimen terhadap WNI, baik itu tentang terorisme maupun tenaga kerja. Semua itu tak ubah juga seperti mencurigai seluruh WNI sebagai kriminal. Lebih deg-degan lagi kalau kita ternyata butuh visa yang didaftarkan sebelum berangkat, biasanya oleh negara-negara yang maju dan sentimennya tinggi sekali. Apa yang akan ditanya? Apa barang kita akan dibongkar? Prosedur macam apa yang harus dilalui? Apa visa yang tertera di paspor menjadi penjamin mutlak? Berikut beberapa tips universal menghadapi imigrasi, semoga dapat memperlancar urusan kita di pintu masuk negara mana pun!

h3. Lengkapi dokumentasi perjalanan

Menggunakan Google Docs untuk arsip dokumentasi perjalanan

Sebelum berangkat, lengkapi seluruh dokumentasi kita, sampai yang terkecil dan serasa “tak penting”. Yang pasti harus diingat:
* Nama dan alamat hotel/hostel/apartemen/rumah tempat tinggal di negara tujuan
* Hasil cetak reservasi hotel/hostel/apartemen yang kita pesan di internet atau agen perjalanan
* Tiket pesawat/kereta api/kapal pulang-pergi atau terusan (untuk keluar dari negara tersebut)
* Surat undangan untuk keperluan (bisa dari sebuah acara resmi atau dari warga negara/permanen di negara tujuan)
* Jadwal/rencana perjalanan (itinerary) yang ringkas dan informatif

Dokumentasi di bawah ini juga dibawa sebagai informasi pendukung:

* Bukti yang menunjukkan bahwa kita terikat tanggungjawab untuk kembali ke tanah air, misalnya Kartu Tanda Pelajar, kartu nama bisnis, atau kartu identitas pegawai
* Bukti yang menunjukkan kemampuan finansial seperti kartu kredit dan rekening koran
* Alamat kedutaan besar/konsulat jenderal Indonesia
* Hasil cetak Google Maps tempat-tempat penting yang akan kita kunjungi, misal hotel atau gedung pertemuan
* Fotokopi identitas seperti KTP dan paspor—untuk yang satu ini bisa diunggah dalam versi elektronik ke layanan seperti Google Documents
* Hasil cetak situs web atau brosur tempat-tempat yang kita kunjungi
* Tiket transportasi dalam-negara yang akan kita naiki (di luar tiket internasional), jika sudah siap

h3. Berpenampilan memadai

Bukan berarti sepatu kita harus mahal atau pakai dasi dan jas ke mana pun, tapi tunjukkan bahwa kita memang terpelajar dan berbudaya. Ada “sense of purpose“.

* Pakai kaos, blus, jas, atau kemeja? Apapun yang kita pakai, jangan pakai baju yang sudah rusak
* Jangan menampilkan grafis atau tulisan di baju yang memprovokasi, misalnya kalau ke Amerika jangan pakai kaos bernada intifada, kalau ke India jangan menunjukkan simbol yang menghina kebudayaannya
* Pakai jins oke-oke saja, tapi tinggalkan jins yang bolong-bolong itu di rumah, membuat kita tampak seperti gembel yang tak punya tujuan
* Hindari juga mengenakan pakaian dan perhiasan yang berlebihan, terlalu menarik perhatian (kalau berlapis, takut dicurigai membawa sesuatu; kalau terlalu ‘silau’, membuat kita mudah menjadi sasaran inspeksi acak)
* Sisir/ikat rambut, benahkan kerah, benahkan sepatu, intinya rapikan diri kita
* Pakai ikat pinggang yang tak menggunakan bahan metal yang mudah terdeteksi
* Tegakkan tubuh dan jalan dengan normal
* Yang terpenting, kita harus tampak nyaman, percaya diri dan mengenakan sesuatu yang memudahkan perjalanan

h3. Siapkan diri menjawab pertanyaan petugas

Tergantung negara tujuannya, ada baiknya kita menanyakan pada teman yang sudah pernah ke sana. Kira-kira apa yang akan ditanyakan, lalu bagaimana sebaiknya menjawabnya.

* Kalau tak yakin, pikirkan atau tuliskan mengenai pertanyaan yang mungkin dan siapkan jawabannya
* Tenangkan tubuh dan pasang wajah yang percaya diri, jawab *seperlunya*, jangan menambah-nambahkan atau bercanda berlebihan
* Jangan terlihat ragu dan bingung
* Jangan pernah melirik teman seperjalanan untuk menjawab sebuah pertanyaan, kecuali sangat diperlukan
* Jangan panik jika terjadi sesuatu, ikuti petunjuk, siapkan semua dokumentasi di atas

Pertanyaan yang lazim ditanyakan (beserta contoh jawaban) adalah:

* T: Berapa hari di sini? J: Satu minggu.
* T: Mau apa di sini? J: Mengunjungi teman.
* T: Temannya tinggal di mana? J: [sebutkan alamat lengkap]
* T: Bagaimana kamu kenal dia? J: Lewat internet
* T: Mau ke mana saja selama di negara ini? J: Kota A, kota B, kota C
* T: Mana tiket terusannya? J: [tunjukkan tiket-tiket]

Ada beberapa inspeksi sekunder yang membuat kita makin tertekan, tapi tetap jangan panik dan ikuti petunjuk petugas. Mereka biasanya melakukan inspeksi acak terhadap wajah-wajah yang mereka curigai, atau usia tertentu. Bukan berarti kita salah, kan? Kalau sudah masuk ke inspeksi sekunder, biasanya kita akan ditanyai hal-hal lebih dalam:

* Siapa nama ayah dan ibu?
* Kamu bekerja di mana, sekolah di mana?
* Apakah ada niat untuk bekerja dan tinggal di negara kami?
* Apa isu yang berkembang di negara kamu?
* Apa yang kamu tahu tentang hubungan negara kamu dan negara kami?

Bukan tidak mungkin mereka juga akan menggeledah isi tas kita. Tetap tenang dan jelaskan isinya jika ditanya.

h3. Etika bepergian bersama

* *Jangan* menunggu teman/anggota keluarga yang sedang diinspeksi terlalu dekat dengan kaunter imigrasi. Kita pasti diusir, kalau tidak dicurigai.
* *Dahulukan* yang lebih muda, anak kita, atau yang uzur, sehingga kalau ada masalah, kita masih ada di belakang. Untuk yang paspornya masih jadi satu dengan anak-anak kita, pergi bersama.
* Jika teman kita masuk ke inspeksi sekunder, bersabarlah. Kalau terlalu lama, kita bisa menanyakan petugas, dan memperkenalkan diri bahwa kita adalah temannya dan menanyakan apa yang menghambatnya terlalu lama.

h3. Etika di area imigrasi

* *Jangan* mengeluarkan kamera dan mengambil foto. Area imigrasi adalah area dengan pengamanan tinggi.
* *Sebisa mungkin* tidak mengoperasikan ponsel atau gadget lain. Nanti ada waktunya. Fokus pada kegiatan mengantri.
* Antri dengan tertib. Atur anggota keluarga kita dengan baik, terutama jika ada anak-anak.
* Jangan bercanda berlebihan hingga terdengar keras, apalagi bercanda tentang bom!

Disunting oleh ARW & SA 13/08/10