Saya teringat masa kecil itu. Bersama teman seusia saya, kami naik bak belakang mobil atau kontainer di perempatan lampu merah, mengejar mobil boks dan bergantungan di pintu belakang, bahkan menaiki bis umum dan cepat-cepat melompat keluar ketika kenek-nya menagih bayaran. Bukan berarti pada saat itu saya tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, tapi kenakalan yang spontan dan tanpa memikirkan resiko itu kami lakukan untuk kesenangan semata.

Konsep tersebut kurang lebih sama dengan istilah “hitchhiking” atau menumpang kendaraan di kalangan pejalan. Kendaraan tumpangan tentu saja moda transportasi apa pun yang tersedia agar kita bisa tiba di tempat tujuan. Dengan mencari kendaraan tumpangan kita bisa meminimalkan biaya perjalanan, bahkan gratis, tentunya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Berikut beberapa tips dari rangkaian pengalaman saya sewaktu melancong melalui jalan darat melintasi tujuh negara di Asia.

Memiliki peta akan sangat membantu dalam melihat lokasi Anda, mempermudah untuk menentukan rute yang akan ditempuh, memperkirakan seberapa jauh dan waktu yang dibutuhkan, dan merencanakan tempat perhentian.

Berpenampilan sopan, perlu diingat bahwa Anda tidak mengenal pemberi tumpangan dan demikian juga sebaliknya. Untuk berhasil membuat seseorang memutuskan menghentikan kendaraannya sangat tergantung dari kesan pertama penampilan Anda. Apa batasannya berpenampilan sopan? Berpikirlah Anda layaknya sebagai pemberi tumpangan, apakah Anda mau memberi tumpangan terhadap diri Anda? Tentunya Anda tidak akan mendekati orang yang berkarakter kriminal bukan?

Lokasi Anda menghentikan kendaraan sangat mempengaruhi keberhasilan mendapatkan tumpangan. Berhentilah di tempat yang mudah dilihat, tidak di belokan jalan atau di tengah keramaian misalnya, ini akan memberi pengendara sedikit waktu berpikir untuk memutuskan menepi. Hindari tempat dengan tanda dilarang berhenti. Akan lebih mudah mencari tumpangan di tempat seperti lampu merah, pom bensin, perhentian rumah makan dan pangkalan truk. Untuk rute antar kota sebaiknya menunggu di pinggir kota atau jalur antar kota, karena kendaraan dalam kota biasanya tidak berpergian jarak jauh.

Menghentikan kendaraan dengan cara melambaikan tangan, mengacungkan ibu jari, atau menuliskan tujuan Anda di karton dengan huruf yang besar. Apabila Anda berkelompok sebaiknya lakukan bersama-sama. Pemberi tumpangan akan mengurungkan niatnya untuk memberi tumpangan apabila hanya satu orang yang menghentikan kendaraan dan tiba tiba muncul yang lainnya. Mendapatkan tumpangan itu perlu waktu. Ingat, tidak semua kendaraan akan berhenti, tidak semua kendaran yang berhenti akan memberikan tumpangan dan tidak semua pemberi tumpangan memiliki arah yang sama dengan Anda. Jadi, harus sabar dan punya waktu yang fleksibel.

Komunikasi akan menjadi sulit terutama di negara yang tidak menggunakan huruf latin dan tidak berbahasa Inggris seperti di Thailand, Kamboja dan Republik Tiongkok, apalagi di kota-kota kecil. Jangan sia-siakan kesempatan apabila Anda berhasil menghentikan kendaraan, inilah peluang Anda meyakinkan untuk mendapatkan tumpangan. Jelaskan kondisi dan tujuan Anda, tanya ke mana tujuan mereka. Jangan hanya mencari kendaraan yang memiliki tujuan akhir yang sama dengan Anda. Yang penting searah dan Anda bisa berhenti di lokasi strategis tempat di mana mudah mendapatkan kendaraan. Selanjutnya carilah tumpangan yang lain hingga tiba di tempat tujuan. Menyiapkan kartu bertuliskan kata atau kalimat sederhana dan nama tempat dalam bahasa mereka akan sangat membantu menyampaikan pesan yang Anda ingin sampaikan.

Berkemas seringan mungkin. Tidak mudah mendapatkan tumpangan di jalan. Biasanya saya memutuskan berjalan sambil berharap ada kendaraan yang mau berhenti daripada menunggu berjam-jam di tempat yang sama. Membawa ransel seringan mungkin sangat memudahkan perjalanan Anda. Sudah pasti ransel Anda akan setia menempel di pundak Anda kemanapun Anda pergi. Walaupun tujuan Anda menumpang kendaraan, bisa dipastikan Anda tetap harus berjalan. Selain itu akan memudahkan pemberi tumpangan karena tidak memakan tempat. Ada baiknya membawa beberapa cinderamata dari tempat Anda untuk diberikan kepada pemberi tumpangan.

Keamanan adalah yang paling utama, gunakan akal sehat. Apabila pemberi tumpangan bersedia memberi tumpangan lalu Anda berubah pikiran, jangan segan-segan membatalkannya. Bilang saja Anda menunggu di sisi jalan yang salah. Sebenarnya pemberi tumpangan memiliki kekhawatiran yang lebih besar daripada kekhawatiran penumpang.

Terakhir, nikmati perjalanan Anda. Anggaran transportasi yang Anda hemat dapat digunakan untuk memperpanjang masa liburan selama beberapa hari, atau berikan hadiah untuk diri Anda dengan makan makanan enak atau membeli sesuatu karena telah berhasil menumpang.

Walaupun menumpang memiliki resiko yang sangat kecil, tulisan ini tidak bermaksud mempengaruhi pembaca untuk melakukannya.

  • Disunting oleh SA 06/04/2011