Hostel adalah pilihan tepat untuk menginap dengan tarif yang relatif murah. Ada pilihan lain seperti apartemen mingguan, rumah penduduk atau hotel melati; namun untuk tinggal selama 2-3 hari hostel masih pilihan praktis tanpa pikir panjang. Hostel juga masih menjadi pilihan populer di negara-negara maju terutama bagi kawula muda.

Kelebihan hostel dibanding yang lain: prosedur pemesanan yang relatif cepat dan mudah (dapat dilakukan melalui internet), harga terjangkau (bisa sepersepuluh harga hotel!), dan lebih fleksibel dalam hal-hal tertentu (walau menuntut tanggungjawab lebih).

Namun, jika kurang cermat, kita bisa bagai membeli kucing dalam karung: lokasi tidak strategis, kotor, tidak aman, fasilitas kurang memadai, harga mahal, dan keluhan lain.

Kira-kira apa yang pantas menjadi pertimbangan dalam memilih hostel? Berikut tipsnya:

Lokasi: Tentukan lokasi yang paling strategis dengan tujuan perjalanan Anda. Jika ingin dekat dengan lokasi menyelam, pilih hostel di dekat laut. Jika ingin belanja di sebuah pasar tradisional, cari hostel 500-1000m dari pasar tersebut. Jika belum memiliki agenda pasti, lebih baik lokasi yang dekat dengan sarana transportasi, seperti stasiun kereta api, terminal bis, stasiun subway, atau bandara. Pertimbangannya, akan menghemat waktu dan tenaga untuk melancarkan perjalanan. Pertama, tak sulit dan memakan biaya untuk sekedar mencari lokasi hostel. Kedua, Anda bisa tepat waktu memperkirakan waktu keberangkatan dengan moda transportasi berikutnya!

Fasilitas: Beberapa hostel tak menyediakan mesin cuci, internet dan seprei. Usahakan semuanya termasuk dalam harga, atau bisa dibeli/disewa dengan ekstra harga yang murah. Jika bisa mencari hostel yang menyediakan keleluasaan menggunakan mesin cuci, Anda dapat menghemat bawaan! Cek juga apakah hostel tersebut menyediakan:

* Loker di dalam kamar hostel
* Free wifi sampai kamar
* Colokan listrik di setiap tempat tidur
* Pantry untuk memasak
* Lokasi yang dekat supermarket dan penukar mata uang asing

Sarapan: Jangan anggap enteng! Bisa saja mencari sarapan di luar, tapi jika bisa mendapatkan hostel yang harga per malamnya termasuk sarapan pagi, apalagi yang sifatnya prasmanan, akan jauh lebih baik. Sarapan yang bergizi adalah awal dari hari dan stamina yang prima. Minimal, hostel tersebut menyediakan pantry untuk memasak.

Tatacara pembayaran dan pembatalan: Pastikan apakah pembayaran dilakukan dengan deposit online lalu dilunaskan pada saat tatap muka atau sudah dibayar di muka seluruhnya. Lebih baik deposit sedikit (biasanya 2% – 10%), karena memberikan kita fleksibilitas dan jika hangus, tak rugi besar. Periksa juga peraturan pembatalan tempat tidur, apakah diperbolehkan. Jika diperbolehkan, berapa hari sebelum kedatangan, dan berapa biayanya.

Baca ulasan: Sangat sulit untuk menentukan tingkat kebersihan dan kenyamanan hostel hanya dari situs webnya. Coba lihat ulasan atau rekomendasi teman, salah satunya melalui blog ini!

Harga: Perhatikan harga pasar hostel di daerah yang Anda kunjungi dan bandingkan dengan fasilitas yang didapat. Periksa jika ada diskon untuk pemuda di bawah 26 tahun!

Tips ekstra: Beberapa hostel membolehkan kita untuk membawa seprei dan sarung bantal sendiri. Namun, mereka biasanya melarang keras kita tidur tanpa menggunakan seprei dan sarung bantal atau menggunakan kantung tidur, atas alasan kebersihan. Kalau kita tak membawa seprei dan sarung bantal sendiri, biasanya kita diharuskan menyewa milik hostel! Siapkan juga alternatif hostel lain di kota yang sama, tidak perlu pesan, hanya hafalkan atau catat alamatnya. Mana tahu, kita tak cocok atau sulit menemukan hostel yang kita pesan.

Selamat berhostel ria!

Disunting oleh ARW 22/11/10