Petunjuk ini dibuat untuk membantu warganegara Indonesia yang ingin membuat/memperpanjang paspornya sendiri, tanpa bantuan biro jasa atau calo. Jika waktu keberangkatan adalah kurang dari seminggu, kami tidak sarankan Anda untuk mengurus sendiri. Bagaimana pun, setiap perjalanan seharusnya direncanakan jauh-jauh hari. Mohon dicatat bahwa panduan di bawah adalah hanya untuk mereka yang akan memperpanjang atau membuat paspor baru.

Berikut keuntungan membuat paspor sendiri:

  1. Lebih murah, hanya biaya resmi yang dibayar.
  2. Mengerti prosedur.
  3. Membantu pemerintah memperbaiki birokrasi.
  4. Memberantas calo.

Adapun kekurangan mengurus paspor sendiri:

  1. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama, minimal satu minggu. Yang kami dengar, ada yang dua minggu, bahkan satu bulan!
  2. Harus sediakan waktu minimal dua atau tiga hari kerja penuh untuk datang dan menunggu di kantor imigrasi (kanim).
  3. Masih saja ada hal-hal tak terduga seperti antrian yang “dipotong” pelanggan calo/biro jasa.
  4. Harus pintar-pintar memilih kanim yang layanannya paling maksimal.

Baiklah, mari kita tilik satu-persatu prosedur pembuatan paspor ini.

Sebelum Permohonan

Siapkan paling tidak tiga hari penuh untuk mengurusnya, tersebar dalam jenjang waktu tertentu. Hari ke-1 untuk mengambil formulir, mengisinya, membeli map/folder dan menyerahkan kelengkapan; hari ke-2 untuk foto dan wawancara; dan hari ke-3 untuk pengambilan paspor. Formulir permohonan bisa diambil di hari apa saja sebelum pengembalian. Kenapa harus hari penuh? Karena kita tak pernah tahu berapa lama dan panjang antriannya. Jika Anda sudah bekerja, mintalah izin satu hari atau setengah hari untuk setiap proses di atas.

Jika Anda beruntung, maka waktu yang diperlukan untuk cuti/izin hanya dua hari. Informasi detilnya di bawah.

Pemutakhiran: Pilihlah kanim yang terdekat dengan domisili Anda, atau jika yakin pada satu kanim walaupun lokasinya jauh, silakan menggunakan kanim kepercayaan Anda. Paspor bisa dibuat di kanim mana saja di seluruh Indonesia, terlepas dari domisilinya. Silakan cek jam operasi kanim yang Anda tuju, biasanya jam operasi berada di kisaran 08:00 pagi sampai 15:00/15:30 sore. Untuk foto dan wawancara, bisa sampai jam 16:30, atau sesuai jumlah antrian.

Pengisian Formulir

Pertama, Anda harus mengisi formulir aplikasi. Formulir ini bisa didapatkan di kanim dengan langsung datang. Untuk mengambil formulir tak perlu antri, tinggal minta saja dan bawa pulang lagi atau isi di tempat (tidak direkomendasikan isi di tempat, lebih baik dibawa pulang).

Saran kami, untuk menghemat waktu, gunakanlah layanan online yang tersedia di situs web Ditjen Imigrasi. Formulir pra-pemohonan online ini sama dengan formulir fisik yang kita dapatkan di kanim, bedanya kita mengunggah hasil imbasan (scan) dokumen persyaratan.

Normalnya, yang dibutuhkan adalah fotokopi untuk masing-masing dokumen berikut: kartu keluarga, kartu tanda penduduk (KTP), paspor lama (halaman depan saja), akta kelahiran/surat nikah/ijazah dan surat rekomendasi/izin atasan/sponsor. Jika belum bekerja, maka bersiaplah untuk meminta surat keterangan belum bekerja di kelurahan Anda. Jika paspor lama hilang, maka harus ada surat keterangan hilang. Jika memohon paspor untuk anak yang masih di bawah umur, fotokopi KTP dan paspor orang tua harus disertakan.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk sistem aplikasi online ini (termutakhir pada saat penulisan artikel ini).

Penyerahan Formulir

Jika Anda mengisi formulir fisik, maka siapkan dokumen-dokumen berikut pada saat datang ke kanim:

  • Formulir permohonan yang sudah diisi lengkap
  • Kelengkapan dokumen seperti disebutkan di atas rangkap dua: asli dan fotokopi. Dokumen asli dibawa hanya untuk ditunjukkan.
  • Paspor asli lama

Jika Anda mengisi formulir online, siapkan dokumen-dokumen berikut pada saat datang ke kanim:

  • Bukti pra-permohonan (file PDF yang sudah dicetak) yang Anda dapatkan ketika melakukan aplikasi online
  • Kelengkapan dokumen seperti disebutkan di atas rangkap dua: asli dan fotokopi. Asli dibawa hanya untuk ditunjukkan. (Di sinilah anehnya, kelengkapan dokumen fotokopi masih diminta lagi!)
  • Paspor asli lama

Prosedur penyerahan:

  • Datanglah paling lambat pukul 7:00 pagi. Lebih dari itu, Anda akan mengantri di belakang puluhan orang. Daftarkanlah nama Anda di pos keamanan, jika ada, karena pegawai yang mengatur antrian akan memanggil Anda satu per satu dari daftar ini. Jika tidak ada daftar ini, usahakan berdiri di depan pintu masuk dan laporkan diri Anda pada salah satu staf.
  • Khusus pemohon online, antrian dilakukan di loket terpisah. Di sinilah keistimewaan Anda. Pada saat tulisan ini dibuat, tidak banyak yang melakukan permohonan online, sehingga waktu menunggu sangat cepat.
  • Pemohon diharuskan membeli map/folder resmi seharga Rp7.500 di loket khusus. Laporkan diri Anda jika belum membeli map/folder ini, Anda akan diizinkan keluar dari antrian dahulu dan kembali lagi.
  • Ketika Anda dipanggil, serahkan seluruh dokumen kelengkapan kepada petugas penerima. Anda akan mendapatkan nomor antrian (manual dan online dibedakan).
  • Tunggu nama Anda dipanggil di loket penyerahan formulir dan kelengkapan. Ketika sampai di loket, tunjukkan dokumen asli. Anda akan ditanya maksud mengurus paspor (pergi ke luar negeri dalam rangka apa, bekerja di mana, dan sebagainya.)
  • Permohonan Anda diterima atau ditolak sesuai kondisi kelengkapan dan daftar cekal. Jika diterima, Anda diminta kembali lagi pada hari yang sama atau 2 – 3 hari kemudian untuk melakukan tahap selanjutnya: foto dan wawancara. Hal ini relatif, tergantung kebijakan setiap kanim/loket.

Pembayaran

Anda akan diminta melakukan pembayaran di kasir. Pada saat tulisan ini dibuat, harga pembuatan/perpanjangan paspor baru adalah Rp255.000 untuk 48 halaman. Rp200.000 adalah biaya resmi, sedangkan Rp55.000 adalah “biaya TI”. Untuk paspor 24 halaman biayanya Rp50.000. Untuk paspor elektronik (dengan chip) biayanya Rp600.000. Terserah Anda pilih yang mana.

Pembayaran bisa dilakukan di hari pengembalian formulir atau ketika foto dan wawancara.

Foto dan Wawancara

Nomor antrian foto dan wawancara didapat dengan tanda bukti pembayaran di kasir. Ketika Anda datang di hari foto dan wawancara, minta nomornya di kasir. Anda akan dipanggil sesuai nomor. Di sinilah antrian paling lama terjadi, siapkan bahan bacaan, laptop/ponsel, atau minuman. Lebih baik jika ada yang menemani.

Pada saat foto, Anda diharuskan membawa dokumen-dokumen asli sekali lagi untuk ditunjukkan. Setelah itu, Anda akan difoto dan diminta sidik jari masing-masing jari tangan kanan dan kiri.

Anda akan diwawancara perihal keperluan Anda ke luar negeri.

Anda kemudian diminta verifikasi identitas seperti nama dan tanggal lahir, dan menandatangani paspor.

Hasil dari foto dan wawancara ini Anda akan diberikan bukti untuk mengambil paspor sesuai perjanjian.

Pengambilan Paspor

Tanyakan pada petugas kapan paspor Anda akan diterbitkan. Datanglah pagi hari pada saat pengambilan dan langsung ke loket pengambilan, tanda tangan bukti pengambilan, dan nikmati perjalanan dengan paspor baru Anda! Selamat!

  • Disunting oleh ARW & SA 14/03/2011, 01/04/2011
  • Sebagian informasi dibantu oleh @Silverlines melalui Twitter