Sampai saat ini banyak yang bertanya bagaimana “berwisata murah ala ransel” atau malah ada juga yang ingin “wisata murah atau nyaris gratis tetapi fasilitas maksimal”. Berwisata murah ala ransel tentu lebih terdengar logis dan sangat bisa diusahakan, tetapi wisata murah atau nyaris gratis dengan fasilitas maksimal? Mungkin perlu pintar-pintar mencari kesempatan promosi, undangan atau dengan “nebeng” keluarga atau teman di tempat tujuan.

Tidak ada formula khusus untuk berwisata murah ala ransel, dan niat berwisata murah bisa saja tiba-tiba pudar ketika kita tidak disiplin pada rencana ketika sampai di tujuan. Namun, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya sebelum, ketika dan setelah perjalanan itu.

Beli tiket transportasi pada hari-hari kerja

Biasanya, tiket-tiket transportasi seperti pesawat, bis dan kereta api akan lebih mahal pada ujung minggu dibanding tengah minggu. Cari keberangkatan hari Rabu atau Kamis dan pulang pada hari yang sama. Resikonya memang kita harus cuti lebih panjang dari kantor, misalnya. Tetapi harga yang didapat bisa lebih murah hampir setengahnya. Jangan lupa juga lihat grafik pergerakan harga tiket pesawat pada bulan-bulan ke depan.

Berkemas ringkas

Sudah seringkali diulas di situs ini maupun di situs-situs lain, berkemas ringkas merupakan kunci wisata murah pengalaman maksimal. Anda tak perlu membayar bagasi berlebih, bisa naik angkutan umum lebih leluasa tanpa harus membayar taksi, lebih cepat bergerak dan mengejar jadwal berikutnya, serta belanja awal lebih murah. Lupakan oleh-oleh.

Menginap di rumah teman atau keluarga

Sewaktu saya ke Hanoi tahun 2009, saya menginap di rumah teman lama di sana. Teman yang orang Vietnam ini justru juga membuat rencana jalan-jalan di kotanya. Selain menghemat uang, saya juga menghemat waktu. Saya cukup membawa oleh-oleh dan sesekali, jika mau, membawakannya makanan dari hasil jalan-jalan atau memasak sesuatu di sana.

Gunakan transportasi umum

Jangan malas untuk mempelajari transportasi umum, apalagi jika hanya jalan-jalan. Kecuali anda mengejar waktu, menggunakan transportasi umum adalah salah satu cara mengenal kultur dan kebiasaan orang lokal.

Bawa air minum sendiri

Dari botol kosong, bawa air minum putih sendiri dari penginapan atau rumah teman. Ini akan menghemat banyak waktu. Isi di jalan.

Beli makanan yang tahan beberapa hari

Contohnya, roti. Roti yang bisa dimakan dua hari dapat jadi cemilan ketika lapar, dan makanan utama juga dapat lebih dihemat jika kita bisa “mencampurnya” dengan roti. Misalnya, beli salad saja, lalu kita makan pakai roti. Atau…

Makan besar 2 kali sehari

Sarapan cukup roti dan gratisan kopi atau teh. Makan siang dan malam bolehlah kita beli di jalan kalau memang kita tak tahan lapar dan fokus perjalanan adalah wisata kuliner.

Jangan beli oleh-oleh

Kedengarannya jahat, tapi minimalisir pembelian oleh-oleh atau tidak sama sekali. Ini akan membuat pengeluaran membengkak. Jika harus, belilah yang ukurannya kecil, murah, banyak dan bisa dibawa di ransel.

Pelajari bahasa lokal

Jika bisa berbahasa lokal seringkali kita bisa menawar harga lebih murah, karena dianggap lebih akrab.

Kontrol diri

Ingat, tidak semua tempat harus dikunjungi dalam satu waktu. Walaupun ada tempat-tempat yang “wajib dikunjungi”, jangan terjebak dengan kecenderungan itu. Setiap perjalanan ke suatu tempat adalah milik Anda sendiri dan percaya naluri Anda. Lebih baik santai dan fokus di dua atau tiga tempat daripada berkeliling enam tempat sekaligus dalam satu hari. Tentunya, ini akan menghemat biaya juga.