Melakukan perjalanan atau liburan identik dengan menghabiskan uang. Karena itu, muncullah kredo jalan-jalan hemat atau backpacking. Lalu muncullah lagi istilah flashpacking, di mana tetap hemat tapi ada kalanya mencari kenyamanan. Bagusnya, industri pariwisata mendukung. Banyak maskapai penerbangan murah, hotel dan hostel yang terjangkau, serta infrastruktur beberapa negara menunjang perjalanan independen.

Ambil kereta api malam untuk menghemat akomodasi.
Ambil kereta api malam untuk menghemat akomodasi.

Awal saya rutin melakukan perjalanan, saya juga mengikuti kredo flashpacking. Ada beberapa hal yang saya hemat sekali, tetapi ada beberapa situasi di mana menurut saya pantas jika kita mendapatkan yang terbaik walau harga lebih mahal.

Ditinjau dari beberapa komponen perjalanan, saya dapat menilik beberapa hal yang bisa dihemat dan beberapa hal yang bisa ditoleransi dari segi anggaran.

Akomodasi

Penginapan bisa dihemat jika kita fokus ke pengalaman di lokasi. Penginapan biasanya hanya untuk istirahat atau tidur. Yang paling penting justru lokasi dari tempat menginap, walau jauh tapi jika akses ke sarana transportasi umum baik, maka semua penderitaan terbayar sudah.

Jika bepergian berdua atau lebih, anda bisa menghemat pengeluaran juga dengan berbagi kamar.

Wisata yang dipandu. Tur atau wisata yang dipandu dapat menjadi lebih hemat atau malah boros. Perhatikan destinasi, apakah bisa dieksplorasi dengan jalan kaki atau harus dengan kendaraan? Ada kalanya akan lebih hemat jika jarak antar destinasi cukup jauh dan mengejar kepastian dari segi waktu dan biaya. Jika semua destinasi bisa dijangkau dengan jalan kaki atau naik kendaraan umum yang relatif murah, maka lebih baik melakukan eksplorasi sendiri.

Penerbangan

Menurut saya, tak apa membayar lebih untuk jam penerbangan yang lebih masuk akal atau sekedar membeli perasaan aman. Penerbangan panjang justru memerlukan kenyamanan lebih, sehingga jangan ragu untuk membeli tiket maskapai yang lebih baik atau kursi ekonomi plus itu.

Selain transportasi udara, transportasi darat seperti bis umum dan kereta api juga lebih baik mengutamakan kenyamanan dan keamanan. Trik menghemat untuk ini adalah selalu gunakan jam malam ke pagi sehingga dapat menghemat akomodasi. Cari sleeper bus atau sleeper train. Tidur di kelas yang lebih nyaman agar bisa segar di esok hari ketika sampai di tujuan.

Kuliner

Untuk saya pribadi, pengalaman kuliner adalah salah satu yang terpenting, oleh karenanya saya tidak masalah untuk sedikit mengeluarkan uang lebih demi pengalaman yang menyenangkan. Tetapi, ada kalanya kita memang harus berhemat. Ketika di Berlin, Jerman, setiap hari saya hanya beli roti yang cukup besar untuk dibawa sambil berjalan kaki. Lumayan menghemat makan siang. Air minum saya bawa dari hostel, diisi dari air keran. Namun, ketika di Hanoi, Vietnam, saya banyak makan karena tertarik dengan hampir semua makanan di jalan.

Tas dan isinya

Baju, alat mandi, dan tasnya sendiri dapat menambah pengeluaran. Saya suka berlatih untuk hidup seadanya dari pilihan yang terbatas. Jika pergi seminggu, saya pak 3 atau 4 pasang baju saja, dengan 1 atau 2 celana pergi. Alat mandi juga saya bawa secukupnya, tidak lebih dari 100ml untuk setiap cairan. Jika terpaksa, kita bisa beli di tujuan dengan harga yang relatif murah. Membawa beban berlebih dan membawa koper dapat menyebabkan kita harus naik taksi, yang tentu saja lebih mahal.

Menghabiskan waktu di bandar bisa menyenangkan sambil menghemat waktu.
Menghabiskan waktu di bandar bisa menyenangkan sambil menghemat waktu.

Komunikasi dan data

Komunikasi dan data cukup penting, sehingga biasanya saya akan membeli paket yang maksimal. Dengan modal internet cepat, kita bisa eksplorasi lokasi lebih cepat dan efektif. Jadi, jangan pelit untuk yang satu ini.

***

Kesimpulannya, saya lebih baik mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi, kuliner dan komunikasi. Namun, tentunya semua ini berbeda untuk setiap orang. Bagaimana dengan anda?