Arsip untuk kategori Tips

Seberapa Penting Kartu Kredit di Perjalanan?

Pejalan pemula, yang biasanya masih mahasiswa atau baru saja bekerja, dan ingin melakukan perjalanan ke luar negeri biasanya bertanya-tanya, apakah mereka butuh kartu kredit. Jangankan untuk perjalanan, untuk kebutuhan sehari-hari saja mungkin belum merasa perlu untuk memilikinya. “Takut boros,” atau “tidak penting dan tidak butuh,” adalah salah satu di antara alasannya. Ada juga yang mungkin beralasan, “tidak mampu membiayainya.”

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama kenapa kita butuh kartu kredit di perjalanan, tidak hanya uang tunai. Uang tunai tentu penting dalam perjalanan, karena ia adalah metode pembayaran yang paling jelas dan dapat diterima. Namun, bayangkan jika kita harus membawa uang tunai sampai beribu-ribu dolar Amerika untuk membiayai dua minggu perjalanan kita ke Cina, misalnya. Apakah itu tidak riskan juga? Tidak hanya soal kecopetan atau kehilangan, tetapi soal ketenangan pikiran dan bagaimana membawanya ke mana-mana. Lebih lagi, banyak penukar uang di Indonesia yang kemudian tidak menerima uang kertas asing yang rusak karena kita masukkan tas atau dilipat-lipat.

Baca seutuhnya →

Prosedur & Etika Naik Pesawat Terbang

Jika dulu naik pesawat merupakan hal yang sangat identik dengan kaum borjuis, kini setiap orang bisa dengan bebas menjelajahi dunia menggunakan pesawat terbang. Bahkan, semakin hari harga tiket yang ditawarkan pun semakin murah. Hal ini terjadi karena banyaknya maskapai yang berlomba-lomba memberikan pelayanan prima dengan pembukaan rute-rute baru yang semakin marak. Selain karena persaingan jadwal dalam satu destinasi yang sama, tingkat keterisian pesawat juga merupakan salah satu faktor penentunya, sehingga harga yang ditawarkan menjadi sangat kompetitif dan menguntungkan para konsumen.

Namun, walau kita sudah sering naik pesawat, terkadang ada saja yang terlupa soal detil-detil terkait menggunakan sarana transportasi ini, mulai dari saat reservasi tiket, di bandara, ketika di penerbangan, dan lain sebagainya. Banyak hal di bawah ini sangat mendasar, semoga berguna bagi baik yang baru mulai naik pesawat atau yang sudah sering bepergian.

Baca seutuhnya →

Menghindari Penipuan di Istanbul

Istanbul secara umum bisa dikatakan sebagai kota destinasi pariwisata yang aman dan nyaman. Tetapi, seperti di kota-kota metropolis mana pun di dunia, tetap saja tidak jarang ditemui kasus penipuan atau kejahatan yang terkadang menyulut emosi, dan pada akhirnya membuat kualitas liburan kita pun jadi berantakan. Berencana mengunjungi Istanbul dalam waktu dekat? Berikut tips-tips yang sangat perlu dibaca untuk menghindari aksi penipuan atau kejahatan yang umum dialami para pejalan. Di manapun anda berada, tetap gunakan akal sehat. Tips-tips di bawah juga berlaku untuk destinasi lain di dunia.

Salah Satu Pub di Istanbul

Baca seutuhnya →

Rekomendasi Situs Web Perjalanan

Penghujung akhir tahun sudah dekat. Ada rencana ke mana untuk liburan akhir tahun ini? Berikut beberapa situs web yang kiranya bermanfaat dalam merencanakan perjalanan Anda:

Visa

Memenuhi dokumen yang diperlukan untuk memperoleh visa terkadang dirasakan merepotkan, surat undangan, bukti pemesanan hotel atau paket wisata, bukti pemesanan tiket pulang pergi, surat sponsor, jaminan keuangan, hingga entry permit khusus untuk daerah-daerah tertentu walaupun visa negara bersangkutan sudah di tangan. Tidak dipungkiri akhirnya pejalan akan memilih negara yang dapat dikunjungi dengan syarat yang lebih mudah seperti negara bebas visa atau dengan fasilitas visa on arrival. Cek situs Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk daftar negara yang dapat dikunjung bebas visa atau halaman Wikipedia ini untuk negara dengan fasilitas visa on arrival. Untuk informasi yang lebih akurat mengenai jenis paspor yang anda gunakan, visa, peraturan kesehatan, kepabeanan dan informasi bandara, cek situs web IATA Travel Centre.

Baca seutuhnya →

Dari “Ngetwit” ke Tulisan

Banyak dari kita yang bepergian dengan membawa perangkat komunikasi seperti telepon seluler yang memiliki kemampuan koneksi data, sehingga bisa mengakses internet ketika di perjalanan. Bagi yang aktif di Twitter, pasti tidak ketinggalan untuk melakukan kegiatan “tweeting” atau “ngetwit”. Kapan lagi bisa ngetwit, “Saya lagi di Tembok Cina! Cuacanya cerah dan langitnya biru!”, atau “Okonomiyaki yang asli ternyata enak, ya! [Masukkan TwitPic di sini]“. Dengan begini, tujuannya biasanya memberitahu follower tentang kegiatan kita selama di perjalanan. Lebih cepat dari email dan blog.

Tapi sayangnya, semua itu akan hilang dalam beberapa waktu. Twitter tidak punya kemampuan mengarsipkan pikiran-pikiran secuil kita itu dalam waktu yang lama. Kalaupun ya, mungkin kita harus memasukkan hashtag tertentu agar bisa dilihat secara rapi dan tersaring.

Baca seutuhnya →

Berhemat Makan dan Minum di Perjalanan

Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.
Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.

Pesan tiket pesawat hemat biaya sudah, pesan kamar asrama di hostel sudah, lalu apa lagi yang bisa dihemat? Melakukan perjalanan ala backpacker, bisa jadi pengeluaran untuk makan selama di perjalanan menjadi pengeluaran terbesar. Berapa yang Anda keluarkan untuk sekali makan dalam perjalanan? Belum lagi kalau harus makan pagi, siang, malam, jajan cemilan yang bisa berkali-kali dalam sehari.

Baca seutuhnya →

Tips ‘Boarding’ yang Efisien

Setelah melihat adanya penemuan baru seorang ilmuwan astro-fisika soal perhitungan matematis yang dapat meningkatkan efisiensi boarding pesawat, saya lantas berpikir, selain keunggulan matematika, tentu saja ada hal lain yang dapat membantu mendorong efisiensi boarding, walau sedikit. Tentu, hal ini belum diuji ilmiah seperti penemuan tadi, tapi saya yakin dapat mengurang sedikit frustrasi. Berikut beberapa tipsnya.

Baca seutuhnya →

Menjadi Pejalan yang Bertanggungjawab

Penjual makanan lokal
Penjual makanan lokal menjadi alternatif konsumsi yang bertanggungjawab.

Beberapa tahun belakangan ini dalam dunia pariwisata muncul istilah “responsible traveler“, atau pejalan yang bertanggungjawab, sebagai akibat dari pesatnya kemajuan industri pariwisata dunia. Tahun lalu saja tercatat 900 juta turis melakukan perjalanan dan diperkirakan akan meningkat jumlahnya menjadi 1.6 milyar pada tahun 2020. Sudah pasti perpindahan pejalan yang begitu besar akan memberikan dampak negatif terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Responsible travel (perjalanan yang bertanggungjawab) merupakan suatu paradigma baru atau kesadaran dalam melakukan perjalanan yang menitikberatkan pada kelangsungan objek tujuan wisata, menghormati dan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal sekaligus lingkungannya.

Baca seutuhnya →

Mencari Kendaraan Tumpangan

Saya teringat masa kecil itu. Bersama teman seusia saya, kami naik bak belakang mobil atau kontainer di perempatan lampu merah, mengejar mobil boks dan bergantungan di pintu belakang, bahkan menaiki bis umum dan cepat-cepat melompat keluar ketika kenek-nya menagih bayaran. Bukan berarti pada saat itu saya tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, tapi kenakalan yang spontan dan tanpa memikirkan resiko itu kami lakukan untuk kesenangan semata.

Konsep tersebut kurang lebih sama dengan istilah “hitchhiking” atau menumpang kendaraan di kalangan pejalan. Kendaraan tumpangan tentu saja moda transportasi apa pun yang tersedia agar kita bisa tiba di tempat tujuan. Dengan mencari kendaraan tumpangan kita bisa meminimalkan biaya perjalanan, bahkan gratis, tentunya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Berikut beberapa tips dari rangkaian pengalaman saya sewaktu melancong melalui jalan darat melintasi tujuh negara di Asia.

Baca seutuhnya →

Membuat/Memperpanjang Paspor Indonesia

Petunjuk ini dibuat untuk membantu warganegara Indonesia yang ingin membuat/memperpanjang paspornya sendiri, tanpa bantuan biro jasa atau calo. Jika waktu keberangkatan adalah kurang dari seminggu, kami tidak sarankan Anda untuk mengurus sendiri. Bagaimana pun, setiap perjalanan seharusnya direncanakan jauh-jauh hari. Mohon dicatat bahwa panduan di bawah adalah hanya untuk mereka yang akan memperpanjang atau membuat paspor baru.

Berikut keuntungan membuat paspor sendiri:

  1. Lebih murah, hanya biaya resmi yang dibayar.
  2. Mengerti prosedur.
  3. Membantu pemerintah memperbaiki birokrasi.
  4. Memberantas calo.

Adapun kekurangan mengurus paspor sendiri:

  1. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama, minimal satu minggu. Yang kami dengar, ada yang dua minggu, bahkan satu bulan!
  2. Harus sediakan waktu minimal dua atau tiga hari kerja penuh untuk datang dan menunggu di kantor imigrasi (kanim).
  3. Masih saja ada hal-hal tak terduga seperti antrian yang “dipotong” pelanggan calo/biro jasa.
  4. Harus pintar-pintar memilih kanim yang layanannya paling maksimal.

Baca seutuhnya →