Menghindari Penipuan di Istanbul

Istanbul secara umum bisa dikatakan sebagai kota destinasi pariwisata yang aman dan nyaman. Tetapi, seperti di kota-kota metropolis mana pun di dunia, tetap saja tidak jarang ditemui kasus penipuan atau kejahatan yang terkadang menyulut emosi, dan pada akhirnya membuat kualitas liburan kita pun jadi berantakan. Berencana mengunjungi Istanbul dalam waktu dekat? Berikut tips-tips yang sangat perlu dibaca untuk menghindari aksi penipuan atau kejahatan yang umum dialami para pejalan. Di manapun anda berada, tetap gunakan akal sehat. Tips-tips di bawah juga berlaku untuk destinasi lain di dunia.

Salah Satu Pub di Istanbul

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Rekomendasi Situs Web Perjalanan

Penghujung akhir tahun sudah dekat. Ada rencana ke mana untuk liburan akhir tahun ini? Berikut beberapa situs web yang kiranya bermanfaat dalam merencanakan perjalanan Anda:

Visa

Memenuhi dokumen yang diperlukan untuk memperoleh visa terkadang dirasakan merepotkan, surat undangan, bukti pemesanan hotel atau paket wisata, bukti pemesanan tiket pulang pergi, surat sponsor, jaminan keuangan, hingga entry permit khusus untuk daerah-daerah tertentu walaupun visa negara bersangkutan sudah di tangan. Tidak dipungkiri akhirnya pejalan akan memilih negara yang dapat dikunjungi dengan syarat yang lebih mudah seperti negara bebas visa atau dengan fasilitas visa on arrival. Cek situs Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk daftar negara yang dapat dikunjung bebas visa atau halaman Wikipedia ini untuk negara dengan fasilitas visa on arrival. Untuk informasi yang lebih akurat mengenai jenis paspor yang anda gunakan, visa, peraturan kesehatan, kepabeanan dan informasi bandara, cek situs web IATA Travel Centre.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Dari “Ngetwit” ke Tulisan

Banyak dari kita yang bepergian dengan membawa perangkat komunikasi seperti telepon seluler yang memiliki kemampuan koneksi data, sehingga bisa mengakses internet ketika di perjalanan. Bagi yang aktif di Twitter, pasti tidak ketinggalan untuk melakukan kegiatan “tweeting” atau “ngetwit”. Kapan lagi bisa ngetwit, “Saya lagi di Tembok Cina! Cuacanya cerah dan langitnya biru!”, atau “Okonomiyaki yang asli ternyata enak, ya! [Masukkan TwitPic di sini]“. Dengan begini, tujuannya biasanya memberitahu follower tentang kegiatan kita selama di perjalanan. Lebih cepat dari email dan blog.

Tapi sayangnya, semua itu akan hilang dalam beberapa waktu. Twitter tidak punya kemampuan mengarsipkan pikiran-pikiran secuil kita itu dalam waktu yang lama. Kalaupun ya, mungkin kita harus memasukkan hashtag tertentu agar bisa dilihat secara rapi dan tersaring.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Berhemat Makan dan Minum di Perjalanan

Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.
Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.

Pesan tiket pesawat hemat biaya sudah, pesan kamar asrama di hostel sudah, lalu apa lagi yang bisa dihemat? Melakukan perjalanan ala backpacker, bisa jadi pengeluaran untuk makan selama di perjalanan menjadi pengeluaran terbesar. Berapa yang Anda keluarkan untuk sekali makan dalam perjalanan? Belum lagi kalau harus makan pagi, siang, malam, jajan cemilan yang bisa berkali-kali dalam sehari.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Tips ‘Boarding’ yang Efisien

Setelah melihat adanya penemuan baru seorang ilmuwan astro-fisika soal perhitungan matematis yang dapat meningkatkan efisiensi boarding pesawat, saya lantas berpikir, selain keunggulan matematika, tentu saja ada hal lain yang dapat membantu mendorong efisiensi boarding, walau sedikit. Tentu, hal ini belum diuji ilmiah seperti penemuan tadi, tapi saya yakin dapat mengurang sedikit frustrasi. Berikut beberapa tipsnya.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Menjadi Pejalan yang Bertanggungjawab

Penjual makanan lokal
Penjual makanan lokal menjadi alternatif konsumsi yang bertanggungjawab.

Beberapa tahun belakangan ini dalam dunia pariwisata muncul istilah “responsible traveler“, atau pejalan yang bertanggungjawab, sebagai akibat dari pesatnya kemajuan industri pariwisata dunia. Tahun lalu saja tercatat 900 juta turis melakukan perjalanan dan diperkirakan akan meningkat jumlahnya menjadi 1.6 milyar pada tahun 2020. Sudah pasti perpindahan pejalan yang begitu besar akan memberikan dampak negatif terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Responsible travel (perjalanan yang bertanggungjawab) merupakan suatu paradigma baru atau kesadaran dalam melakukan perjalanan yang menitikberatkan pada kelangsungan objek tujuan wisata, menghormati dan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal sekaligus lingkungannya.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Mencari Kendaraan Tumpangan

Saya teringat masa kecil itu. Bersama teman seusia saya, kami naik bak belakang mobil atau kontainer di perempatan lampu merah, mengejar mobil boks dan bergantungan di pintu belakang, bahkan menaiki bis umum dan cepat-cepat melompat keluar ketika kenek-nya menagih bayaran. Bukan berarti pada saat itu saya tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, tapi kenakalan yang spontan dan tanpa memikirkan resiko itu kami lakukan untuk kesenangan semata.

Konsep tersebut kurang lebih sama dengan istilah “hitchhiking” atau menumpang kendaraan di kalangan pejalan. Kendaraan tumpangan tentu saja moda transportasi apa pun yang tersedia agar kita bisa tiba di tempat tujuan. Dengan mencari kendaraan tumpangan kita bisa meminimalkan biaya perjalanan, bahkan gratis, tentunya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Berikut beberapa tips dari rangkaian pengalaman saya sewaktu melancong melalui jalan darat melintasi tujuh negara di Asia.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Membuat/Memperpanjang Paspor Indonesia

Petunjuk ini dibuat untuk membantu warganegara Indonesia yang ingin membuat/memperpanjang paspornya sendiri, tanpa bantuan biro jasa atau calo. Jika waktu keberangkatan adalah kurang dari seminggu, kami tidak sarankan Anda untuk mengurus sendiri. Bagaimana pun, setiap perjalanan seharusnya direncanakan jauh-jauh hari. Mohon dicatat bahwa panduan di bawah adalah hanya untuk mereka yang akan memperpanjang atau membuat paspor baru.

Berikut keuntungan membuat paspor sendiri:

  1. Lebih murah, hanya biaya resmi yang dibayar.
  2. Mengerti prosedur.
  3. Membantu pemerintah memperbaiki birokrasi.
  4. Memberantas calo.

Adapun kekurangan mengurus paspor sendiri:

  1. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama, minimal satu minggu. Yang kami dengar, ada yang dua minggu, bahkan satu bulan!
  2. Harus sediakan waktu minimal dua atau tiga hari kerja penuh untuk datang dan menunggu di kantor imigrasi (kanim).
  3. Masih saja ada hal-hal tak terduga seperti antrian yang “dipotong” pelanggan calo/biro jasa.
  4. Harus pintar-pintar memilih kanim yang layanannya paling maksimal.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Memilih Hostel yang Tepat

Hostel adalah pilihan tepat untuk menginap dengan tarif yang relatif murah. Ada pilihan lain seperti apartemen mingguan, rumah penduduk atau hotel melati; namun untuk tinggal selama 2-3 hari hostel masih pilihan praktis tanpa pikir panjang. Hostel juga masih menjadi pilihan populer di negara-negara maju terutama bagi kawula muda.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips

Etika dan Tips Tidur di Asrama Hostel

Hostel biasanya memiliki kamar yang ditata seperti asrama: beberapa tempat tidur bertingkat ditata di dalam sebuah kamar/ruang. Dalam keadaan seperti ini, privasi menjadi kurang berlaku, setiap tamu bisa tahu kegiatan tamu yang lain. Mandi dan kegiatan lain di kakus dilakukan bergantian. Tidak semua nyaman dan terbiasa. Apalagi dalam satu asrama tidak hanya satu kewarganegaraan, tapi banyak, dan usianya sangat beragam!

Baca selengkapnya »

Dimuat di Akomodasi