Artikel

Menu

Tempat

The Owl Museum, Penang Hill, Malaysia

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Satu tempat yang menarik perhatian saya saat mengunjungi Penang Hill adalah The Owl Museum. The Owl Museum merupakan museum burung hantu pertama di Asia Tenggara, tempatnya amat unik, di dalamnya terdapat koleksi patung, gambar, foto, lukisan, replika, film, boneka kayu, dan lainnya yang berbentuk burung hantu. Museum ini berisi lebih dari 1.000 koleksi replika burung hantu, koleksi ini berasal lebih dari 20 negara seperti Jepang, Korea Selatan, Uruguay, China, Vietnam, Thailand, Inggris, Indonesia dan Perancis.

Eksibisi yang ditata menarik di The Owl Museum.
Eksibisi yang ditata menarik di The Owl Museum.

Untuk menuju ke tempat ini saya naik bus Rapid Penang dari Komtar dan turun langsung di depan pintu gerbang Penang Hill, kemudian dilanjutkan naik kereta kabel menuju puncak Penang Hill. Museum ini terletak di tempat yang nyaman, udaranya sangat sejuk ditambah dengan pemandangan langit biru dan laut biru yang tampak menyatu dari kejauhan.

The Owl Museum sangat mudah untuk ditemukan, terdapat plang nama besar yang bertuliskan “The Owl Museum”. Dari luar bangunan The Owl Museum terlihat dengan mayoritas bahan kayu, terlihat amat bernafaskan etnik. Gedung museum ini jadi satu dengan gedung tempat menjual makanan dan cinderamata di Penang Hill. The Owl Museum terletak di bawah tempat penjual makanan dan cinderamata.

Poster, gambar dan ilustrasi burung hantu dalam pigura-pigura cantik.
Poster, gambar dan ilustrasi burung hantu dalam pigura-pigura cantik.

Boneka-boneka lucu burung hantu.
Boneka-boneka lucu burung hantu.

Di depan tangga menuju pintu masuk The Owl Museum terdapat lobi penjualan tiket, saya membeli tiket masuk di tempat tersebut seharga RM5 (sekitar Rp15.000). Harga sebenarnya untuk tiket masuk adalah RM10, namun ada diskon RM5 bila pengunjung masih mahasiswa dan bisa menunjukan kartu mahasiswa, kebetulan status saya selain sebaga karyawan swasta saya juga berstatus sebagai mahasiswa pascasarjana, saya tunjukanlah kartu mahasiswa saya kepada petugas, dan saya pun berhasil mendapat potongan setengah harga.

Satu langkah memasuki The Owl Museum langsung disuguhi ornamen burung hantu yang unik. Terdapat banyak ornamen burung hantu yang terbuat dari bermacam-macam material seperti kayu, batu, logam, kaca, tanah liat, plastik, tanduk kerbau, kerang, kacang-kacangan, tanaman serat, kristal, porselen, gerabah, kertas dan barang-barang daur ulang. Semuanya sangat unik.

Ada beberapa lukisan dan gambar burung hantu yang tertempel dengan rapi di dinding museum. Selain itu terdapat pula koleksi burung hantu dalam bentu patung dan boneka yang tersusun rapi di dalam rak kaca, semua dalam bentuk yang berbeda, terlihat sangat menarik.

Toko cinderamata.
Toko cinderamata.

Rak penuh dengan patung burung hantu.
Rak penuh dengan patung burung hantu.

Di sudut sebelah kiri dekat dengan pintu masuk terdapat meja dan dan kursi kayu, di atas meja itu tersusun replika burung hantu yang terbuat dari kayu yang dibuat dengan cara dipahat. Di sekitar meja tersebut juga terdapat alat-alat ukir dan pahat yang menandakan bahwa replika burung hantu tersebut dibuat dari kayu yang diukir dan dipahat. Sungguh kombinasi karya yang penuh dengan nilai seni.

Di sebelah kanan pintu masuk terdapat karpet tebal yang tergelar di lantai, dan di atas karpet tersebut terdapat banyak boneka burung hantu. Kemudian tepat di depan karpet tersebut terdapat TV layar datar yang memutarkan video dan film yang bertemakan burung hantu.

Satu hal unik lain dalam museum ini adalah kutipan kata-kata yang terpampang di dalam museum. Ada satu kutipan yang paling menarik perhatian saya, bunyinya, “A wise old owl lived in an oak, the more he saw the less he spoke, the less he spoke the more he heard. Why can’t we be like that wise old bird?”.

Tempat yang paling terakhir saya kunjungi adalah toko cinderamata museum, di tempat itu dijual boneka, kaos, patung, jam, alat tulis, gantungan kunci, pin, dan lain sebagainya. Harga-harganya juga terjangkau.

Tempat ini sangat direkomendasikan bagi semua pelancong yang sedang berlibur di Penang, terutama saat mengunjungi Penang Hill. The Owl Museum buka setiap hari dari pukul 9:00 sampai dengan pukul 18:00.

  • Disunting oleh SA 24/06/2013

Madi Muktiyono Madi Muktiyono. Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia. Bekerja sebagai penasehat legal di salah satu perusahaan energi di Jakarta, sambil kuliah melanjutkan magister kenotariatan di kampus yang sama. Bermimpi bisa keliling Indonesia untuk menyelami keindahan negeri dari Sabang sampai Merauke.

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN