Arsip untuk kategori Tempat

Musim Gugur di Canberra

Canberra sebagaimana yang kita kenal sebagai ibu kota Australia saat ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Dengan penduduk hanya sekitar 200.000 jiwa, Canberra yang terletak di antara Sydney dan Melbourne saat ini sayangnya belum menjadi destinasi wisata utama apabila di bandingkan dengan kedua kota tersebut. Didorong oleh hasrat saya mengamati arsitektur dan perkotaan, sudah lama saya ingin meluangkan waktu agak lama untuk lebih mendalami isi kota yang konon merupakan salah satu dari dua kota buatan manusia di dunia yang dirancang dari nol.

Gedung parlemen Australia.
Gedung parlemen Australia.

Karena merupakan kota yang dirancang sejak awal, maka segalanya terlihat sangat teratur. Inti kota adalah gedung Australian War Memorial di titik utara kota, kemudian jika kita tarik garis lurus akan sampai di Central Business District (pusat kota dan perdagangan) di titik tengah, kemudian ditarik garis lagi ke selatan, kita menjumpai danau buatan (Lake Burley Griffin) dan diakhiri dengan gedung parlemen di selatan kota.

Baca seutuhnya →

Mount Buller, Australia

Penggemar olahraga ski atau bukan, anda wajib mengunjungi Mount Buller apabila anda (baik sendiri maupun bersama keluarga) sedang mengunjungi Melbourne di saat musim dingin (Juni-Agustus). Terletak 208 kilometer di sebelah timur kota Melbourne dan dapat di tempuh dalam 3 jam perjalanan darat, anda bisa mencapai Mount Buller yang memiliki area bermain ski seluas 300 hektar.

Fasilitas baik untuk bermain salju maupun sarana penunjang di Mount Buller sangat lengkap. Mulai dari fasilitas bermain salju untuk anak anak (terdapat dua lapangan toboggan), area bermain ski untuk pemula (tersedia juga instruktur untuk yang ingin belajar ski) sampai lereng lereng curam untuk yang sudah mahir. Asyik, bukan?

Area Ski Mount Buller

Baca seutuhnya →

Menelusuri Seni Bercinta di Kuil Khajuraho

Siapapun pasti pernah mendengar tentang Kama Sutra dari India, bukan? Kama Sutra merupakan turunan dari bahasa Sanskrit yang berarti seni bercinta, ditulis secara indah oleh Vatsyayana. Konon, Kama Sutra ini pertama kali disebarkan oleh Nandi, seekor sapi keramat penjaga dari Dewa Shiva saat ia mencuri dengar Shiva ketika sedang berhubungan seksual dengan istrinya Parvati.

Saya yang memang sangat tertarik dengan keindahan budaya India sangat penasaran dengan Kama Sutra ini. Dulu saya memang pernah mendengar adanya kuil Kama Sutra di India, tapi memang tidak terpikir akan mencarinya. Dari pencarian melalui internet, saya menemukan bahwa relief Kama Sutra bisa ditemukan di dua tempat di India, yaitu di kuil Khajuraho, Madhya Pradesh dan Konark di Orissa. Saya memutuskan mengunjungi Khajuraho dulu, karena Orissa relatif lebih dekat dari Mumbai jadi bisa saya kunjungi kapan pun.

Kuil Lakhsmana.
Kuil Lakshmana.

Baca seutuhnya →

Selamat Datang di Pulau Nami!

Sapaan hangat yang ditulis di papan tembus pandang itu menarik perhatian begitu saya menginjakkan kaki di pulau kecil ini. Ya, sapaan itu tertulis dalam bahasa Indonesia (atau mungkin bahasa Melayu, mengingat ada bendera Indonesia, Malaysia dan Singapura di bawah tulisan itu), bukan bahasa Inggris apalagi bahasa Korea di mana Pulau Nami ini berada.

Terkenal sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar drama Korea terkenal “Winter Sonata“, Pulau Nami sekarang menjadi salah satu tujuan wisata favorit para turis yang berkunjung ke Korea Selatan. Terletak kurang lebih 63 km dari kota Seoul, kita dapat menjangkau pulau ini dengan beberapa cara. Apabila menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan, tinggal arahkan mobil menuju Gapyeong Wharf. Tempat ini merupakan pintu masuk ke “Naminara Republic”. Menuju pulau Nami dengan transportasi umum? Silakan memilih naik shuttle bus atau menggunakan kereta ITX, kereta ekspres yang baru saja beroperasi sejak bulan Februari 2012.

Winter Sonata Lane.
Winter Sonata Lane.

Baca seutuhnya →

Goa Pindul, Gunung Kidul

Terkesima saya melihat surga kecil tersembunyi di Desa Beji, kecamatan Karang mojo, Kabupaten Gunung Kidul. Goa Pindul namanya. Saya menyusuri goa ini dengan decak kagum yang tiada henti-hentinya. Mereka yang menyukai kegiatan cave tubing atau penyusuran goa dengan menggunakan ban yang mengapungkan tubuh kita, pasti suka dengan Goa Pindul karena kondisinya cocok untuk kegiatan ini.

Sampai pada sisi dalam goa yang paling kaya akan sinar sang surya, seorang pelancong telah siap dengan ancang ancangnya untuk terjun menuju kejernihan dan kesegaran air.
Sampai pada sisi dalam goa yang paling kaya akan sinar sang surya, seorang pelancong telah siap dengan ancang ancangnya untuk terjun menuju kejernihan dan kesegaran air.

Baca seutuhnya →

Negombo si “Little Rome”

Kota yang satu ini patut dikunjungi apabila anda berkunjung ke Sri Lanka. Terletak tidak jauh dari Bandaranaike International Airport, kota ini sering dijadikan persinggahan para turis yang baru saja tiba atau sebelum meninggalkan Sri Lanka. Sebagai gambaran Bandaranaike International Airport terletak 37 kilometer dari Colombo, ibukota Negara Sri Lanka.

Dari Bandaranaike International Airport, Negombo mudah dicapai dengan menggunakan beberapa alternatif moda transportasi. Yang paling mudah dan nyaman adalah menggunakan jasa penjemputan yang disediakan dari hotel atau taksi, tentunya dengan harga yang lumayan mahal berkisar dari Rs1.500 hingga Rs2.500 (US$1 = Rs129).

Penjaga pantai Negombo
Penjaga pantai Negombo.

Baca seutuhnya →

Berkunjung ke Tiga Museum di Houston

Setelah hampir tiga bulan tinggal di Fort Worth dan akhirnya kegiatan pekerjaan suami sudah tidak terlalu padat, saya, suami dan kedelapan teman kerja suami memutuskan untuk berkeliling kota Houston yang kurang lebih memakan waktu empat setengah jam dengan mobil sewa. Kami mengawali jalan-jalan pada saat subuh, sekitar pukul 04.00 dan pulang sekitar pukul 22.00.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya dan salah satu teman suami sudah menentukan beberapa tempat yang akan kita kunjungi, karena kota Houston ini kota yang cukup padat dengan aktivitas bisnis. Hampir semua perusahaan minyak maupun perusahaan jasa minyak berkelas dunia dan multinasional pasti memiliki kantor representatif di sini. Selain itu, populasinya yang besar juga menyumbang pada kepadatan ini. Beberapa sarana rekreasi seperti museum juga membuat kota ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Akhirnya, dari sejumlah tempat menarik di sana yang akan kita kunjungi, ada tiga tempat yang menarik hati. Johnson Space Center Museum alias NASA Space Center, National Science and Art Museum dan Downtown Houston Aquarium. Untuk menghemat biaya tiket masuk dari setiap objek/tempat yang mau dikunjungi ada baiknya membeli “Houston City Pass”. Tiket terusan ini dapat memasuki banyak atraksi menarik di Houston dengan satu harga, yakni USD39 untuk satu orang dewasa. Dengan membeli ini kita bisa menghemat sampai USD100.

Baca seutuhnya →

Menengok Keunikan Tempat Ibadah di Semarang

Hampir semua orang pasti sudah tahu kota ini, kota besar di Jawa Tengah yang merupakan ibukota provinsi. kota ini terkenal dengan wilayah dataran rendahnya, terutama daerah Semarang Bawah, yakni sekitar empat kilometer dari garis pantai. Kawasan dataran rendah tersebut kerap dilanda banjir yang disebabkan luapan air laut atau biasa dikenal dengan istilah rob.

Bicara soal banjir Semarang Bawah, saya jadi ingat lagu “Jangkrik Genggong” yang dalam salah satu penggalan liriknya berbunyi “Semarang kaline banjir, aja sumelang ora dipikir, jangkrik mlumpat saba neng tangga…“. Tuh kan, saking terkenalnya banjir di Semarang, sampai-sampai hal ini dimasukan dalam bait lirik lagu.

Pastinya sudah banyak sekali pejalan yang sering mengunjungi kota ini, baik itu hanya untuk sekedar lewat atau sengaja niat untuk menikmati keindahan kota ini. Kala itu, saya singgah di Semarang memang sengaja berniat untuk berplesir.

Seperti biasa, saya melancong ala backpacker, keliling kota Semarang bersama teman-teman kampus. Saat plesiran kala itu ada hal unik yang saya temukan dari Kota Semarang. Kota ini memiliki banyak bangunan tempat ibadah yang bersejarah dengan arsitektur menawan. Kala itu, saya mengunjungi Kelenteng Sam Po Kong, Gereja Blenduk, dan Masjid Agung Jawa Tengah. Semua tempat ibadah tersebut memiliki keunikan tersendiri, dan sangat indah untuk di kunjungi. Mari kita bahas satu per satu!

Baca seutuhnya →

Ujung Genteng, “Tanah Lot” di Pulau Jawa

Sesuai dengan namanya, Ujung Genteng, pantai ini memang benar-benar terletak paling “ujung”, ke arah selatan kota Sukabumi. Kala itu, saya memulai perjalanan ke Ujung Genteng dari Depok saat hari sudah mulai berganti malam. Entah mengapa saya lebih suka perjalanan malam, lebih asyik berjalan menyusuri destinasi ditemani dinginnya malam. Duduk anteng di bis, memandangi sinar lampu, sinar rembulan dan kelap-kelip bintang dari bilik jendela, satu hal yang dirasa: nikmat!

Seperti biasa, saya dan teman-teman kampus, berpetualang dengan cara “menggembel”. Saya harus naik bis tanpa AC. Walau tanpa pendingin, hawa panas dan gerah tidak terasa, entah karena angin malam yang dengan semilirnya masuk melalui celah jendela, atau karena saya sudah terbiasa menggembel dalam perjalanan.

Bis terus melaju, sampai akhirnya tepat tengah malam saya sampai di Kota Sukabumi. Perjalanan belum usai, karena saya harus melanjutkan perjalanan ke Surade. Saya turun perlahan dan tak lama kemudian saya langsung dikerumuni banyak supir van yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan saya ke Surade. Saya sempat bingung ketika dikerumuni banyak supir, namun saya tetap berusaha bernegosiasi untuk mendapatkan tarif van termurah.

Pulau Kecil di Amanda Ratu.
Pulau Kecil di Amanda Ratu.

Baca seutuhnya →

Pulau Ubin, Destinasi Berbeda di Singapura

Sering kali wisatawan asal Indonesia apabila berkunjung ke Singapura, tidak akan melewatkan wisata ke Patung Merlion, Esplanade, Universal Studio, Sentosa Island, Marina Bay atau belanja di Orchard Road. Sebetulnya, banyak sekali destinasi yang cukup menarik di Singapura. Contohnya Pulau Ubin.

Pulau Ubin merupakan salah satu pulau yang ada di Singapura. Terletak di selat Johor sebelah timur dari pelabuhan udara Changi.

Asal-usulnya, menurut legenda Melayu, adalah dahulu kala terdapat tiga binatang yakni katak, babi dan gajah. Mereka saling menantang untuk mencapai pantai di Johor (Malaysia). Namun, ketiga binatang tersebut gagal mencapai pantai Johor. Babi dan gajah menyatu menjadi Pulau Ubin dan katak menjadi Pulau Sekudu.

Dek di Pantai Pulau Ubin
Dek di Pantai Pulau Ubin.

Baca seutuhnya →