Artikel-artikel dari kategori Tempat (halaman ke-1 dari 15)

Tempat-Tempat Ramah Anak Kecil di Singapura

Sebenarnya, agak bingung juga membuat daftar ini karena hampir semua tempat wisata atau tempat umum di Singapura itu ramah anak kecil. Bayangkan saja, setiap sudut ditata rapi, trotoar hampir selalu tidak putus, keamanan dan kenyamanan ruang publik selalu dijaga. Tapi, tentu saja kami suka bingung jika akhir pekan tiba, karena opsi-opsinya biasanya mal lagi, mal lagi. Syukurlah, tidak seperti ketika kami tinggal di Jakarta, untuk sekedar ngadem, tidak perlu ke mal. Berikut beberapa tempat yang sudah kami kunjungi, yang kiranya cocok untuk keluarga dengan anak kecil seperti kami.

Satu hal yang kami cari adalah ruang publik atau lokasi yang tidak terlalu ramai pengunjung, sehingga anak-anak pun lebih betah.

National Library

Terletak di Bugis, gedung perpustakaan pusat ini terdiri dari 16 lantai yang isi koleksinya bermacam-macam. Terdapat juga ruang kuliah dari beberapa universitas ternama. Tapi, yang paling penting, ada surga untuk anak-anak di lantai B1. Begitu masuk ke ruang perpustakaan pusat, carilah My Tree House, ruang buku dan bermain khusus anak-anak. Ruang ini sangat luas, dan ada replika rumah pohon di tengahnya, semuanya karpet, sehingga anak-anak bisa leluasa berlari-lari dengan membuka sepatunya. Orang tua pun senang dan adem ayem, sambil sesekali membacakan buku kepada anaknya.

Bandara Changi

Warga Singapura menganggap bandara kesayangannya sebagai sebuah destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Setiap ujung minggu, ada saja yang berkunjung hanya untuk makan, minum, belajar atau bermain. Ruang publik yang melimpah, opsi makanan dan belanja yang juga seperti mal, membuat bandara ini praktis menjadi tempat nyaman untuk menghabiskan waktu walau tidak terbang ke mana-mana. Di semua terminal terdapat ruang bermain anak yang tak kalah menarik dengan apa yang ada di mal, bahkan jauh lebih baik.

National Gallery

Atraksi baru ini terdapat di dekat MRT City Hall, tepat di depan Padang, lapangan besar yang menjadi saksi perayaan kemerdekaan tiap tahun. Baru saja diresmikan tahun 2015, museum seni ini memiliki ruang khusus anak-anak, yang bernama Keppel Center for Art Education. Di sini, ada bagian yang gratis, dan ada yang berbayar. Untuk yang gratis, ada ruang bermain dengan replika taman yang mengingatkan saya pada pesta teh di Alice in Wonderland. Untuk opsi berbayar, ada berbagai workshop menarik buat si kecil, tentunya bertema kesenian.

Stadium

Kami sekeluarga suka ruang terbuka, karena di sini si kecil bisa menyalurkan energinya secara bebas tanpa harus khawatir akan celaka atau mengganggu orang lain. Di Stadium, ada banyak ruang terbuka, mulai dari lingkaran untuk berlarinya di sekitar stadium—yang tertutup—sehingga bisa menghindari hujan, sampai di kawasan tepi airnya yang cukup luas. Ada juga taman air yang bisa digunakan jika anak anda ingin bermain air.

Changi Beach Park

Untuk opsi alternatif selain East Coast Park, bisa dicoba berkunjung ke Changi Beach Park, di timur Singapura dekat dengan bandara Changi. Ukurannya lebih kecil, tapi juga cukup leluasa untuk berjalan kaki. Yang menjadi sumber keramaian di sini adalah Changi Food Village, pujasera serba ada, tapi lumayan untuk mengisi perut ketika sudah lapar.

Kira-kira itulah tempat-tempat yang sudah kami kunjungi dan rekomendasi. Tentunya, ini bukan daftar yang definitif dan terbatas, nanti pasti kami perbaharui lagi.


Panduan Wisata Islandia

Thinglevir National Park

Alex Cornell melakukan perjalanan ke Islandia dan mendokumentasikannya dalam bentuk panduan wisata di majalah Gone.

  • Cara terbaik menikmati Islandia adalah dengan mobil berkeliling negara pulau ini. “The Ring Road” adalah jalan lingkar negara yang buka sepanjang tahun, dan dapat ditempuh non-stop selama 18 jam. Idealnya, kita habiskan waktu 8 – 14 hari berhenti dan menginap di sepanjang jalan. Waktu ideal road trip adalah bulan Mei – Agustus.
  • Islandia terkenal dengan Aurora Borealis (“The Northern Lights”). Idealnya anda pergi di musim dingin untuk menyaksikannya. Namun, musim panas juga menarik: anda bisa menyaksikan “senja abadi” dari jam 9 malam hingga jam 3 pagi.
  • Walau ada musim panas dan musim panas menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Islandia, perlu diwaspadai bahwa cuaca tidak menentu di negara ini. Terkadang cerah, terkadang berkabut, dan terkadang hujan. Pastikan anda selalu update soal cuaca.
  • Bawa variasi pakaian mulai dari kaos hingga jaket. Anda tidak tahu kapan cuaca bagus dan buruk.

Baca lebih lengkap lagi di sini.

Beberapa jalan bisa tiba-tiba ditutup

Bagi saya, Islandia adalah tujuan idaman dengan nuansa magis dan petualangan yang kental. Semoga suatu saat saya bisa ke sana.


Menikmati Warisan Kuliner di Jonker Street, Melaka

Melaka adalah kota kaya sejarah sekitar dua jam perjalanan dengan bis dari bandara internasional Kuala Lumpur, ke arah selatan. Bersama dengan Penang, dulunya Melaka menjadi tempat persinggahan pedagang. Hasilnya, kota ini menjadi lokasi strategis yang diperebutkan negara-negara Eropa. Beberapa gedung peninggalan Belanda (gedung-gedung di kompleks Stadhuys) dan Portugis (benteng Famosa) menjadi bukti jelas pengaruh kolonialisme. Di sisi lain Sungai Melaka, kita lihat pula kota tua Cina dengan rumah-rumah toko Cina Selat yang khas dan jalan-jalan serta gang-gang kecil. Di antaranya pula, ada kuil, mesjid dan vihara, menyiratkan perpaduan budaya dan agama yang kental dulu di sini.

Penjual "carrot cake" di Jonker Street

Sekarang, pusat kota Melaka yang bersejarah itu dikonservasi dan dijadikan atraksi bagi pejalan. Salah satu jalan utama di kota tua, yakni Jalan Hang Jebat, juga dijadikan atraksi kuliner setiap akhir pekan, antara lain pada malam Sabtu, malam Minggu dan malam Senin. Jalan ini ditutup untuk kendaraan bermotor mulai jam enam sore hingga 10 malam. Dengan cepat pun jalan ini dipenuhi kios, meja, kursi dan gerobak makanan “dadakan”.

Puluhan penjaja makanan dan pernak-pernik lucu pun menghiasi senja.

Jalan ini lebih dikenal dengan nama lamanya, Jonker Street. Siang hari, kesibukan toko-toko di sekitarnya menarik perhatian para pengunjung. Malam hari, seolah ada kehidupan baru dari pedagang-pedagang spontan ini.

Kosongkan perut ketika datang ke sini. Mulai dari salah satu ujungnya, lalu nikmatilah berbagai sajian kuliner mulai dari makanan pembuka, hidangan utama hingga hidangan penutup. Tentu saja, ini adalah kiasan semata — karena tidak ada yang akan menghidangkan anda langsung. Andalah yang memilihnya dan nikmatilah di jalan sambil berdiri atau duduk (jika tersedia!).

Hidangan pembuka yang bisa dinikmati antara lain carrot cake, telur dadar kerang (oyster omelette), cumi bakar disate dan beraneka dim sum. Jangan salah artikan carrot cake sebagai kue manis berbahan dasar wortel. Lebih tepatnya, ia disebut chai tow kway. Bahan dasarnya lobak, dicampur tepung beras lalu digoreng dengan saus, bumbu dan garnish. Perhatikan cara masaknya yang serba cepat dan menggunakan wajan datar. Menarik! Setelah itu, carilah penjual telur dadar isi kerang. Bahan dasarnya hanya telur dan kerang, ditambah kecap asin dan daun bawang. Dimakan dengan kucuran jeruk nipis. Bukanlah opsi tersehat, tetapi tetap enak. Jika anda ingin yang lebih ringan, bisa mencoba aneka dim sum jalanan yang juga tak kalah nikmat dan tetap bersahabat di kantong. Kalau tertarik, anda juga bisa mencoba sate cumi bakar yang langsung dibakar dipinggir jalan. Hm!

Hidangan utama yang bisa dinikmati antara lain chicken rice ball dan nyonya assam laksa. Nasi ayam “bola” ini uniknya ada di nasinya yang dikepal menjadi bola-bola seukurang bola golf. Alkisah, dulu penjual nasi ayam ingin menjual nasi ayamnya ke buruh-buruh angkutan dan kelasi kapal yang tidak punya waktu untuk makan nasi dengan piring. Akhirnya, supaya praktis, dibuatlah nasi kepal bola-bola ini. Assam laksa adalah salah satu makanan khas yang terdiri dari kuah kaldu ikan, mi beras, daun ketumbar, kecombrang dan asam jawa, dan ditaburi potongan ikan.

Penjaja makanan di Jonker Street

Hidangan penutup yang bisa dinikmati antara lain es cendol durian, coconut shake, kue tart nanas dan durian puff. Sesuai namanya, es cendol durian adalah es bersantan yang berisi cendol (di Indonesia disebut dawet), gula merah dan ditambah potongan durian asli. Kue tar nanas sebenarnya adalah versi besar dari kue nastar yang kita tahu di Indonesia, tetapi nanasnya bisa lebih segar. Durian puff adalah hidangan penutup istimewa lain yang bisa dicoba — gulungan puff yang diisi esensi durian atau malah durian segar.

Bagi anda yang suka nongkrong sampai larut lewat jam 10 malam, jangan khawatir, ketika anda sudah selesai di Jonker Street, bisa mampir di beberapa kafe di sekitarnya yang buka sampai tengah malam.


Artikel sebelumnya

© 2017 Ransel Kecil