Hari ini, banyak sekali vlog-vlog bertebaran di Youtube. Vlog, atau singkatan dari “video blog”, alias mendokumentasikan peristiwa melalui video, sebenarnya adalah konsep yang sudah lama ada. Tapi, baru mulai tahun 2015 mulai populer. Pengalaman saya pribadi, pertama kali mengenal konsep vlog ini adalah tahun 2015, tentu saja dengan Casey Neistat. Namun, pada saat itu, tak terpikir oleh saya ada orang-orang lain juga yang melakukan vlog ini hampir setiap hari. Sebelumnya, saya sempat melanggan beberapa Youtuber, terutama Mark Wiens, yang mengulas kuliner. Tapi tentu saja, istilah vlog itu belum sempat saya asosiasikan dengan Mark Wiens, karena beliau hanya menerbitkan video setiap Rabu dan Sabtu.

Vlog pada dasarnya menyiratkan kita harus bisa melakukannya hampir setiap hari, mengingat konsep blog pada awalnya juga begitu, seperti diary atau jurnal harian. Isinya juga tidak mesti bertema atau bermanfaat dalam arti memecahkan masalah orang lain, misalnya berbagi ilmu. Cukup keseharian saja, tapi dikemas dan diceritakan semenarik mungkin. Salah satu tema vlog yang paling populer tentu saja adalah perjalanan. Ada beberapa pejalan yang menceritakannya dalam vlog, contoh saja Louis Cole, Ben Brown, Vagabrothers atau Mike Dewey.

Saya sempat ngobrol dengan teman saya blogger Arif Widianto (yang dulu pernah ikut bersama mengelola Ransel Kecil), tentang apakah vlog benar-benar memberi manfaat bagi orang banyak. Menurut saya, tidak selalu konten harus memberi manfaat secara langsung. Membangun konten dan audiens itu bisa banyak caranya. Ada dua jenis tipe konten: vanity dan yang bermanfaat. Vanity artinya konten yang condong pada gimik, kosmetik, visual. Ini kita lihat dalam beberapa konten vlog, atau konten media sosial yang lebih bercerita pada sisi material: apakah kegiatannya itu dilakukan secara menarik, ditampilkan dan disunting sehingga “menjual”, tapi tidak perlu memiliki bobot atau filosofi tertentu. Yang kedua, konten bermanfaat, adalah konten yang berusaha untuk memberi nilai bagi orang lain. Misalnya, konten ulasan produk, tips dan trik fotografi, belajar mendesain web, dan lain sebagainya. Menurut saya, tidak ada yang salah dari keduanya. Yang penting, fokus menelurkan konten-konten secara konsisten, jelek atau baik.

Vlog bertema perjalanan ini cukup bagus menurut saya, karena lebih berkata banyak hal melalui visual dan suara. Tidak hanya kata. Selain itu, lebih dekat dengan pejalannya, lebih otentik. Kami juga ingin memulai vlogging, tapi belum pasti apakah akan bertema perjalanan. Yang jelas, untuk awalnya, kami akan coba untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan akhir minggu kami di Singapura. Mudah-mudahan kami punya anggaran untuk jalan-jalan lagi dan bisa memberikan konten perjalanan yang menarik dan juga bermanfaat bagi anda semua.

Oh ya, kalau penasaran, ini dia vlog termutakhir kami di channel Youtube kami (jangan lupa subscribe, ya!):