Baiklah, ini bukan ide biasa. Rencana perjalanan ini bisa dibilang khusus dibuat bagi pemeluk agama Islam. Bahkan ide ini pun bisa mengerucut lagi kepada sebagian umat Islam yang tidak mempunyai masalah dengan kegiatan ziarah ke makam. Karena kami tahu ada sebagian yang mempunyai pandangan ziarah ke makam adalah kegiatan bid’ah, kami mohon maaf, tulisan ini dibuat tidak untuk mengundang perdebatan fikih agama. Namun sebagai wisata sejarah, kami kira ziarah wali sembilan sangat masuk akal dilaksanakan oleh siapa saja.

Apa dan Kemana Ziarah Wali Sembilan?

Yang dimaksud Ziarah Wali Sembilan (atau Wali Songo dalam bahasa Jawa) adalah mengunjungi (minimal) sembilan lokasi makam orang-orang khusus yang dikenal sebagai wali, dan juga mengunjungi beberapa lokasi sejarah kewalian lainnya (bila ada). Makam-makam mereka tersebar di seluruh Jawa. Wali adalah tokoh agama Islam yang dipercaya sebagai penyebar awal ajaran agama Islam di Indonesia (dan Jawa pada khususnya) pada abad 17.

Sembilan Wali Sembilan ini antara lain:
* Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, juga dikenal Syaikh Makhdum Ibrahim As-Samarqandy adalah wali pertama dan sesepuh dari wali sembilan. Ia adalah keturunan ke-11 dari Husain bin Ali r.a. (cucu Nabi SAW). Makamnya di Desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Ampel atau Raden Rahmat, putra Maulana Malik Ibrahim, ia konon mempunyai garis keturunan dari Majapahit juga. Makamnya dekat Masjid Ampel (area Kembang Jepun), Surabaya.
* Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, putra Sunan Ampel. Makamnya dekat alun-alun Tuban, Jawa Timur.
* Sunan Drajat atau Raden Qasim, putra Sunan Ampel. Makamnya di Desa Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
* Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq, putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah adik dari Sunan Bonang. Makamnya di areal Masjid Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Masjid Menara Kudus juga menarik dari sisi arsitektur karena mengusung seni Jawa (menara) sebagai bangunan masjid.
* Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, adalah keturunan Maulan Ishak. Sunan Giri adalah keturunan ke-12 dari Husain bin Ali, merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Makamnya di Giri, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Kalijaga atau Raden Said, adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ia adalah murid Sunan Bonang. Makamnya di Kadilange, Demak, Jawa Tengah.
* Sunan Muria atau Raden Umar Said, adalah putra Sunan Kalijaga. Makamnya di Bukit Muria, Jawa Tengah.
* Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Makamnya di Cirebon, Jawa Barat.

Ziarah Wali Sembilan secara tradisional lazimnya dilakukan oleh jamaah pengajian. Tapi kadangkala ada kelompok lepas, lintas desa, dan ada orang yang mengkoordinir pelaksanaan perjalanan ini, termasuk menyewa bus dan sopir, lalu mereka yang menjadi pemimpin perjalanan. Karena tradisional, akomodasinya pun sangat sederhana, disamping alasan penghematan dan alasan lain. Misal, busnya tidak ber-AC, selain karena murah, kebanyakan orang desa tidak kuat ber-AC. Lalu menginapnya pun di masjid-masjid di sepanjang perjalanan yang biasanya terbuka kepada para peziarah semacam ini. Sopir-sopir bis paket ziarah seperti ini biasanya sudah tahu letak masjid-masjid tertentu yang bisa digunakan untuk menginap.

Karena letak tempat ziarah wali sembilan terhitung dekat dan dalam Pulau Jawa, tidak menutup peluang melakukan perjalanan ini secara independen. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan roda empat, menggunakan bis atau mini bus. Bahkan ada beberapa orang yang penulis ketahui melaksanakan dengan kendaraan bermotor roda dua, meski pelaksanaan dan pragmatisnya kurang kami sarankan. Jangan heran pula bila saat ini ada pula agen wisata di Jawa Timur yang mengusung paket ziarah Wali Sembilan dan memberi tarip dolar.

Selain berkunjung ke wali-wali di atas, biasanya ada pula tempat persinggahan dan kunjungan lain, misalnya: Masjid Agung Demak, Gua Saparwadi (lebih dikenal dengan nama Gua Pamijahan) terletak di kaki gunung Mujarod di desa Pamijahan, Tasikmalaya, Masjid Banten, dan juga lokasi Makam KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur di Jombang. Sebagai bonus, sifat kunjungan ke tempat-tempat ini tidak wajib, namun peziarah Wali Sembilan banyak mengunjunginya selain karena letaknya yang juga terlewati oleh jalur, juga sebagai alternatif perjalanan agar tidak membosankan (setelah dari pantai utara lalu lewat jalur selatan).

Rencana Perjalanan

Bila dilakukan dari Jakarta, perjalanan ini bisa dilakukan dengan urutan berikut: Masjid Agung Banten, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Ampel, Jombang, dan Gua Pamijahan.

Bila dilakukan dari Jawa Timur, urutannya sebagai berikut: Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Banten, Gua Pamijahan, lewat jalur selatan, dan Jombang.

Tentunya alur dan lokasi bisa disesuai dari jalur mulai perjalanan. Lama waktu bisa dilakukan antara lima hari dan enam hari. Bisa pula ditambah mengunjungi berbagai tempat wisata yang tersebar di sepanjang jalur perjalanan tersebut. Tempat menginap ideal dengan kemungkinan hotel tersedia di Surabaya, Tuban, Kudus, Cirebon.

Referensi data Wali Sembilan: Wikipedia.

Disunting oleh SA 28/02/10.