Artikel-artikel dari kategori Rencana Perjalanan (halaman ke-2 dari 2)

Menyusun Rencana Perjalanan

Rencana perjalanan (“itinerary“) adalah daftar yang mengurutkan kegiatan perjalanan secara kronologis, lengkap dengan informasi pendukung seperti lokasi, jumlah hari, kegiatan, informasi akomodasi dan transportasi, serta hal-hal pendukung lainnya. Rencana perjalanan sangat penting dibuat baik untuk perjalanan pendek atau panjang.

Dalam artikel ini kita akan mencoba membuat rencana perjalanan sederhana dalam bentuk tabulasi. Jumlah hari perjalanan menentukan seberapa panjang dan detil rencana perjalanan kita, namun tak menutup kemungkinan bahwa kita bisa mencakup lebih banyak detil dalam satu hari perjalanan daripada seminggu, misalnya.

Perhatikan contoh tabel di bawah. Tabel ini adalah contoh rencana perjalanan ke Eropa dalam dua minggu. Mungkin ada yang menganggap jumlah hari di masing-masing tempat di bawah kurang untuk setiap lokasinya, tapi kita akan anggap saja ini sebagai contoh.

  • Mulailah dengan membuat tabel yang berisi kolom-kolom berikut: tanggal, lokasi, kegiatan, akomodasi dan transportasi. Anda bisa menambahkannya sesuai kebutuhan.
  • Di kolom tanggal, masukkan tanggal berkaitan mulai dari hari pertama sampai hari terakhir (ada baiknya sampai hari anda sampai kembali ke tanah air, atau lokasi awal).
  • Di kolom lokasi, masukkan lokasi tempat anda berada pada tanggal berkaitan.
  • Di kolom kegiatan, masukkan kegiatan anda. Paling tidak ini menunjukkan perpindahan anda dari satu tempat ke tempat lain, atau apakah anda menginap di tempat tersebut. Jika lebih spesifik, misalnya “berkunjung ke Museum Louvre, Paris”, maka itu lebih baik.
  • Di kolom akomodasi, masukkan informasi penginapan anda. Informasi di sini bisa sederhana seperti sekedar nama hotel dan alamatnya, atau sampai nomor telefon, situs web, email, sampai harganya. Anda juga bisa memasukkan individu yang bisa dihubungi.
  • Di kolom transportasi, masukkan moda transportasi anda. Kereta api, bis, pesawat, atau kapal laut. Taksi, mobil sewaan, tuk-tuk, dan lain-lain! Hanya bisa dibatasi oleh imajinasi. Masukkan juga informasi reservasi, situs web, nomor telefon dan pranala yang bersangkutan.
  • Sebagai kolom tambahan, anda juga bisa memasukkan informasi seperti kebutuhan visa dan _budget_. Misalnya, mengunjungi negara A, membutuhkan visa yang harus diurus dua bulan sebelumnya, lengkap dengan informasinya. Mengunjungi negara B, membutuhkan setidaknya sekian persen atau sekian nominal dari total anggaran dari perjalanan ini. Anda juga bisa memasukkan sedikit informasi atau pranala mengenai lokasi tersebut.

Contoh rencana perjalanan

Contoh rencana perjalanan lainnya
Contoh rencana perjalanan.

Dari contoh rencana di atas, menyusun rencana perjalanan yang ringkas dan detil cukup mudah bukan? Sebagai catatan, detil di sini dalam arti mencakup segala hal penting tentang perjalanan. Tapi tahukah rencana di atas masih ada sedikit detil yang tidak ada. Bisakah anda menebaknya?

Ya, seperti ditulis pada poin sebelumnya, tabel rencana perjalanan di atas kurang pada detil spesifik tempat atau tujuan kunjungan. Misalnya adalah “Berkunjung ke Museum Louvre” pada lokasi di Perancis (atau tempat lainnya). Lebih detil lebih baik. Tapi karena ini contoh, dan karena rencana perjalanan masing-masing orang sangat unik, di sinilah imajinasi dan keinginan kita bisa dipuaskan. Kuncinya adalah menyenangkan dan realistis.


ASEAN dalam 10 Hari

Sepuluh hari sesungguhnya waktu yang singkat. Namun ia cukup untuk mengenalkan kita, meski secara singkat, dengan wajah negara tetangga kita.

Sepuluh hari adalah juga jumlah rata-rata cuti yang cukup diperbolehkan hampir semua perusahaan, sehingga rencana perjalanan dalam rentang waktu ini tentu bisa dilakukan. Tambahkanlah empat hari, maka ia akan cukup untuk mengarungi paling tidak empat negara, masing-masing tiga hari (dengan dua hari lainnya habis di perjalanan).

Bagaimana, kemana, dan apa yang akan kita lakukan tentu akan sangat banyak variasi. Tulisan ini adalah tentang rencana perjalanan 10 hari dengan berbagai sudut pandang dan pertimbangan.

Berdasarkan Negara

* Singapura dua hari bila Anda ingin mengenal singkat negara kecil ini. Jadikan tiga hari maka itu jumlah yang cukup untuk melihat dari ujung ke ujung. Singapura juga menawarkan tatanan negara yang rapi, fasilitas modern, dan juga jendela ke sejarah Melayu, taman, dan hiburan yang cukup lengkap.
* Malaysia Ini adalah negara besar. Tidak mungkin menelusuri negara ini dalam 10 hari. Juga tidak mungkin menjangkau wilayah barat (semenanjung) dan timur sekaligus. Malaysia menawarkan arsitektur, sejarah Melayu, dan makanan khas serta berbagai tempat indah.
* Thailand juga negara yang besar dan luas. Juga tidak mungkin menjangkau seluruh thailand. Tapi kita bisa memfokuskan ke beberapa tempat di Thailand, dan menikmatinya. Thailand menawarkan candi yang indah, perjalanan sungai, pantai, budaya Budha yang khas, dan makanan enak. Thailand mempunyai daya tawar menarik, murah. Maka tak heran wilayah ini banyak menjadi pilihan pelancong. Pendapat kami, Anda bisa memfokuskan perjalanan 10 hari dengan lebih banyak di negara ini.
* Brunei Darussalam meski tidak begitu menawarkan variasi perjalanan, negara kecil sumber minyak ini menawarkan masjid, museum, dan taman yang indah dengan khasanah Islam yang khas.
* Kamboja juga sangat menarik, yang paling terkenal tentu saja komplek candi Angkor Wat. Kamboja juga menawarkan museum, pantai dan pulau indah, serta budaya yang khas.
* Laos menawarkan keindahan khas tersendiri terutama candi, kota, kebudayaan yang berbau Perancis, tapi juga tantangan terutama jalanan yang belum memadai di seluruh wilayahnya.
* Myanmar sesungguhnya negeri yang cantik dan unik. Tapi karena alasan keamanan, negara ini menjadi pilihan yang kurang begitu dilihat. Myanmar menawarkan candi Budha, wilayah air yang indah, dan trekking.
* Filipina adalah negara unik dengan kemampuan bahasa Inggris warganya yang cukup banyak. Filipina menawarkan pantai yang indah, trekking, kota metropolis yang riuh, dan juga budaya yang kental dengan pengaruh Spanyol dan Amerika.
* Vietnam menarkan wisata air yang indah, kota modern yang riuh, dan juga wilayah perawan yang seru.

Pertimbangan

* Bila Anda belum pernah ke salah satu negara tersebut di atas, pilih yang paling rasional dan Anda inginkan. Dengan 10 hari, kami sarankan cukup tiga atau maksimal empat negara. Dan itu pun kunjungan sangat singkat dan perlu stamina tinggi.
* Bila Anda sudah pernah di salah satu negara, tentu bisa diabaikan dan fokus ke negara-negara lain. Pertimbangankan pula masalah transportasi. Negara-negara yang lebih dekat tentu lebih menarik bila dapat dilalui dengan transportasi darat. Bila Anda punya bujet lebih, transportasi melalui udara tentu pilihan yang tak melelahkan.
* Pertimbangan kemampuan bujet dan fisik. Perjalan antar negara sangat melelahkan. Apalagi lewat darat, dan dengan asumsi lebih banyak menghabiskan malam dalam perjalanan (tidur di bus atau kereta), tentu akan sangat menantang tapi juga capek. Pertimbangkan. Jangan lupa terlalu mengumbar tujuan, bisa jadi sudah boros tiket, tapi di negara tujuan hanya dapat capeknya juga dan malas ke mana-mana.

Dari pengalaman melakukan perjalanan 10 hari pada tahun lalu, penulis hanya mampu menjangkau tiga negara. Itu pun dengan fokus satu negara yang lebih lama, yaitu lima hari. Kami juga berpikir bahwa kami dapat mencoba negara lainnya di lain waktu.

Ide

* Dua – tiga hari di Singapura
* Dua – tiga hari di Malaysia
* Empat – enam hari di Thailand
* Satu – tiga hari di Brunei
* Dua – tiga hari di Kamboja
* Dua – tiga hari di Laos
* Belum ada ide untuk Myanmar
* Tiga – enam hari di Filipina
* Dua – tiga hari di Vietnam

Ide Tujuan (Macam-Macam Negara)

Arsitektural

* Angkor Wat (Kamboja)
* Petronas (Malaysia)
* Luang Prabang (Laos)

Pantai

* Ko Phi Phi (Thailand)
* Palawan (Filipina)
* Pulau Perhentian (Malaysia)

Alam

* Chiang Mai (Thailand)
* Muang Sing (Laos)
* Bario dan Kelabit Highlands (Malaysia)

Kuliner

* Penang (Malaysia)
* Chiang Mai (Thailand)
* Singapura
* Hoi An (Vietnam)
* Phnom Penh (Kamboja)

Petualangan Air

* Ha Long Bay (Vietnam) — Baca pula catatan perjalanan Perhentian Waktu di Ha Long Bay
* Ko Tao (Thailand)
* Taman Negara (Malaysia)
* Bangar (Brunei)
* Batang Rejang (Malaysia)

Sebagai catatan, tentu saja negara kita banyak menawarkan tujuan yang sepadan dengan berbagai tempat di atas. Tapi hal ini kami bahas dalam tulisan lain.

Referensi: Southeast Asia on a Shoestring edisi 14, Lonely Planet dan Wikipedia

Disunting oleh SA.


Dua Hari Yogyakarta: Ketep Pass, Borobudur, Kota, dan Parangtritis

Ini adalah rencana perjalanan cukup santai untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Fokus dari rencana perjalanan ini adalah rekreasi sejarah ke Borobudur melalui wilayah segar lewat Boyolali, lalu menikmati pusat kota Yogyakarta dan sedikit menikmati segarnya pantai Parangtritis di kala sore.

Tentu ada banyak variasi yang lebih menarik, dan saya yakin pembaca pasti mempunyai ide lain yang lebih fantastik. Tapi ide dari rencana perjalanan ini adalah singkat dan cukup menjangkau pusat wisata Yogyakarta dan juga menikmati pantai yang cukup terkenal di wilayah ini.

Hari ke-1

Tujuan pertama kita adalah Ketep Pass. Ini adalah obyek wisata yang letaknya persis di antara dua gunung itu, Merapi dan Merbabu. Bahkan, jaraknya hanya 2 km dari puncak Garuda, titik tertinggi Gunung Merapi. Ada persewaan teleskop. Penjual jagung. Asyik memantau indahnya Merapi. Juga bisa menyaksikan asap lava yang bergolak, asal tidak tertutup awan.

Untuk mengingatkan karena tujuan kita adalah Ketep Pass, asumsi perjalanan kita adalah ke tempat ini baru disambung kemudian Borobudur. Namun bila Anda dari Yogyakarta dan lebih memilih jalur dari Magelang, bisa pula perjalanan ini dibalik.

Setelah cukup istirahat, lalu ke arah Magelang meluncur ke Candi Borobudur. Silakan menikmati kemegahan kompleks Candi Budha ini hingga siang hari atau secukupnya.

Sore hari atau sekitar 14:00, bila dirasa cukup, langsung melaju pusat kota Yogyakarta. Karena siang/sore, mungkin lebih nyaman ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, alun-laun, dan/atau Taman Sari. Sore atau malam ke Malioboro menikmati Yogyakarta di malam hari.

Hari ke-2

Berangkat pagi atau agak siang (karena mungkin malamnya capek). Lalu, usahakan sebelum pukul 10, pergi ke Candi Prambanan. Sampai siang lalu mampir ke Pasar Bringharjo untuk membeli oleh-oleh Batik yang murah dan harganya terjangkau.

Bila sudah puas dengan oleh-oleh, segera meluncur ke Parangtritis menikmati Gumuk (atau gurun pasir) yang biasanya hanya ada di sahara. Dan juga menikmati segarnya pantai di sore hari.

Sore sebelum malam, kembali ke kota Yogya. Dan menikmati sisa hari di kota Jawa yang penuh nuansa ini.


Pentingnya Rencana Perjalanan

Dalam bahasa Inggris, rencana perjalanan itu adalah itinerary (itineraries dalam bentuk pluralnya). Kalau kita baca buku panduan perjalanan terbitan Lonely Planet atau Rough Guides atau buku lainnya, pasti akan mudah kita temukan hal ini. Dan biasanya berada di halaman-halaman awal tujuan wisata kita.

Sebelum memulai perjalanan Anda, sebaiknya kita mempunyai sebuah atau lebih rencana perjalanan. Rencana perjalanan itu penting agar kita mudah merencanakan, mengatur, dan mengevaluasi kesuksesan perjalanan kita. Dengan rencana perjalanan, kita juga bisa realistis mengatur logistik, tiket, akomodasi, transportasi dan juga bujet untuk keperluan perjalanan kita.

Itulah pentingnya Rencana Perjalanan. Tapi apa sih yang harus kita rencanakan?
Rencana perjalanan bisa berupa hal singkat, seperti contoh di bawah ini:

Rencana Backpacking Negara-Negara ASEAN

  • Hari ke-1: Singapura, Marina Bay, Kampung Glam & Little India.
  • Hari ke-2: Singapura, National Orchid Garden & jalan-jalan ke Orchard Road
  • Hari ke-3: Singapura, China Town, Marina Bay, Singapore Flier, lalu sore naik kereta ke Malaysia.
  • Hari ke-4: Malaysia, pagi ke Petronas tower dan siang istirahat. (Menurut riset * waktu kunjungan dimulai pukul 9 pagi)
  • Dan seterusnya…

Itu adalah contoh rencana perjalanan yang sangat sederhana. Dan juga cukup fleksibel. Perlu diingat, rencana perjalanan di atas tidak memuat detil waktu. Kenapa waktu tidak perlu, karena ini adalah rencana perjalanan. Cukupkan rencana perjalanan itu sederhana, fleksibel, dan masih bisa diubah atau diatur ulang sesuai dengan kesepakatan para peserta perjalanan independen tersebut.

Lalu apa yang perlu dan bisa dilakukan setelah kita mendapat rencana perjalanan seperti ini? Oh banyak sekali. Jangan kira setelah membuat hal di atas Anda bisa menganggur. Itulah keunikan perjalanan independen, dan pasti pembaca Ransel Kecil semua suka dengannya.

Setelah rencana perjalanan ini siap, biasanya kita segera bisa melakukan riset, apakah rencana tersebut patut dan realistis.

Mari kita lihat pada rencana hari ke-3 dan hari ke-4 pada contoh di atas. Hari ke-3 malam, rencananya adalah naik kereta malam (Keretapi Melayu Berhard) ke Malaysia via darat.

Setelah melakukan riset kecil, kita tahu kereta akan sampai di Malaysia kira-kira Subuh atau sebelum pukul enam pagi. Jadi apakah mungkin langsung berkunjung ke Petronas Tower?

Nah di sini titik realisasinya bisa dicapai. Bila Anda masih punya waktu senggang untuk rencana besoknya dan tidak ada rencana yang mengharuskan pergi pagi hari, maka sebaiknya rencana ke Petronas ditunda esoknya. Bila tidak bisa, dan esoknya ada rencana perjalanan lain yang bagus pula, pergi ke Petronas pagi hari pun masih bisa dilakukan. Apakah realistis? Ya, masih mungkin kok. Tapi dengan catatan, Anda harus membawa ransel beserta bawaan langsung ke gedung Petronas langsung setelah sampai di Kuala Lumpur.

Begitulah contoh kegunaan rencana perjalanan. Disamping itu, dengan rencana perjalanan yang bagus, kita bisa memulai mencari informasi, dan juga melakukan booking hostel atau hotel, pesan tiket transportasi bilamana hal itu dimungkinkan, dan seterusnya. Rencana perjalanan juga dibuat untuk lebih segera mengetahui bila ada masalah dalam rencana perjalanan kita, dan memungkinkan kita menggantinya dengan rencana perjalanan yang lebih realistis.

Bila ada yang berdalih, kan perjalanan kami singkat, cuma tiga hari? Tak perlu lah rencana perjalanan yang rumit. Ya, tiga hari itu singkat, dan lebih mudah diatur secara rileks. Tapi kami semua yakin, bila kita punya rencana perjalanan yang bagus, kita bisa lebih menikmati perjalanan itu, lebih mudah merencanakannya, lebih mudah mengatur dan efisien bujet, dan seterusnya.

Kami menyaranakan rencana perjalanan dibuat kurang lebih sembilan hingga tiga bulan sebelum perjalanan dilakukan. Lebih awal lebih baik tentunya. Satu hal paling penting dari awalnya rencana perjalanan dibuat adalah tujuan efisiensi bujet. Semakin awal dan jauh dari jadwal perjalanan, harga tiket dan akomodasi bisa jadi lebih murah. Sebaiknya rencana perjalanan direvisi hingga periode tiga bulan perjalanan.

Hal lain, kadang rencana perjalanan sebaiknya juga fleksibel, demi kenikmatan perjalanan independen itu sendiri. Misalnya saja Anda sudah punya rencana perjalanan di Maroko selama tiga hari, dan Anda sudah pesen tiket untuk beberapa tujuan dan tempat (misalnya hari ke-1 dan ke-3). Tapi ketika di Maroko, ada teman yang memberi tips sebaiknya mencoba pergi ke Majorelle Garden, tamannya indah. Nah, bila memungkinkan, kita bisa mengatur ulang jadwal kita, misal hari ke-2 untuk ke Majorelle, selama hal itu tidak menabrak rencana kita, atau bila perlu rencana lain digagalkan demi tujuan yang lebih bagus dan menarik, kenapa tidak?

Jadi, segera atur rencana perjalanan Anda sekarang juga.


Artikel selanjutnya

© 2017 Ransel Kecil