Rencana perjalanan (“itinerary“) adalah daftar yang mengurutkan kegiatan perjalanan secara kronologis, lengkap dengan informasi pendukung seperti lokasi, jumlah hari, kegiatan, informasi akomodasi dan transportasi, serta hal-hal pendukung lainnya. Rencana perjalanan sangat penting dibuat baik untuk perjalanan pendek atau panjang.

Dalam artikel ini kita akan mencoba membuat rencana perjalanan sederhana dalam bentuk tabulasi. Jumlah hari perjalanan menentukan seberapa panjang dan detil rencana perjalanan kita, namun tak menutup kemungkinan bahwa kita bisa mencakup lebih banyak detil dalam satu hari perjalanan daripada seminggu, misalnya.

Perhatikan contoh tabel di bawah. Tabel ini adalah contoh rencana perjalanan ke Eropa dalam dua minggu. Mungkin ada yang menganggap jumlah hari di masing-masing tempat di bawah kurang untuk setiap lokasinya, tapi kita akan anggap saja ini sebagai contoh.

  • Mulailah dengan membuat tabel yang berisi kolom-kolom berikut: tanggal, lokasi, kegiatan, akomodasi dan transportasi. Anda bisa menambahkannya sesuai kebutuhan.
  • Di kolom tanggal, masukkan tanggal berkaitan mulai dari hari pertama sampai hari terakhir (ada baiknya sampai hari anda sampai kembali ke tanah air, atau lokasi awal).
  • Di kolom lokasi, masukkan lokasi tempat anda berada pada tanggal berkaitan.
  • Di kolom kegiatan, masukkan kegiatan anda. Paling tidak ini menunjukkan perpindahan anda dari satu tempat ke tempat lain, atau apakah anda menginap di tempat tersebut. Jika lebih spesifik, misalnya “berkunjung ke Museum Louvre, Paris”, maka itu lebih baik.
  • Di kolom akomodasi, masukkan informasi penginapan anda. Informasi di sini bisa sederhana seperti sekedar nama hotel dan alamatnya, atau sampai nomor telefon, situs web, email, sampai harganya. Anda juga bisa memasukkan individu yang bisa dihubungi.
  • Di kolom transportasi, masukkan moda transportasi anda. Kereta api, bis, pesawat, atau kapal laut. Taksi, mobil sewaan, tuk-tuk, dan lain-lain! Hanya bisa dibatasi oleh imajinasi. Masukkan juga informasi reservasi, situs web, nomor telefon dan pranala yang bersangkutan.
  • Sebagai kolom tambahan, anda juga bisa memasukkan informasi seperti kebutuhan visa dan _budget_. Misalnya, mengunjungi negara A, membutuhkan visa yang harus diurus dua bulan sebelumnya, lengkap dengan informasinya. Mengunjungi negara B, membutuhkan setidaknya sekian persen atau sekian nominal dari total anggaran dari perjalanan ini. Anda juga bisa memasukkan sedikit informasi atau pranala mengenai lokasi tersebut.

Contoh rencana perjalanan

Contoh rencana perjalanan lainnya
Contoh rencana perjalanan.

Dari contoh rencana di atas, menyusun rencana perjalanan yang ringkas dan detil cukup mudah bukan? Sebagai catatan, detil di sini dalam arti mencakup segala hal penting tentang perjalanan. Tapi tahukah rencana di atas masih ada sedikit detil yang tidak ada. Bisakah anda menebaknya?

Ya, seperti ditulis pada poin sebelumnya, tabel rencana perjalanan di atas kurang pada detil spesifik tempat atau tujuan kunjungan. Misalnya adalah “Berkunjung ke Museum Louvre” pada lokasi di Perancis (atau tempat lainnya). Lebih detil lebih baik. Tapi karena ini contoh, dan karena rencana perjalanan masing-masing orang sangat unik, di sinilah imajinasi dan keinginan kita bisa dipuaskan. Kuncinya adalah menyenangkan dan realistis.