Ranting Sakura

Jika Anda ingin ke Jepang, datanglah ketika musim semi. Sebagai negara yang memiliki empat musim seperti banyak negara subtropis lainnya, ada masa-masa di mana penduduknya dapat menikmati musim semi yang mengagumkan. Salju mencair, matahari mulai bersinar lebih lama, dan yang paling penting, suhu menghangat dan tanaman-tanaman indah mulai merona. Tak kurang di Jepang, setiap bulan Januari sampai Mei setiap tahunnya, pohon yang berbunga Sakura menjadi semacam “pelarian” bagi warganya untuk sejenak meninggalkan rumah dan melakukan piknik di bawah pohon Sakura. Ritual ini dikenal dengan istilah _hanami_ (花見 – secara harfiah bermakna, “kegiatan memandangi bunga”).

Apa yang dilakukan ketika hanami berlangsung? Biasanya, masyarakat akan mengunjungi taman di mana banyak pohon Sakura dan mulai “menunggui” tempat dari pagi, seolah “memesan”-nya agar tidak diambil orang lain nantinya. Caranya? _Nongkrong_ di bawah pohon dari pagi atau menggelar terpal yang berfungsi untuk menandai tempat yang “dipesan”. Tidak hanya keluarga atau kelompok anak muda yang menikmati hanami. Grup sejawat kantoran pun banyak, menikmati Sakura bersama sebagai bagian dari acara kebersamaan kantor untuk menghilangkan rasa jenuh. Biasanya, pegawai baru disuruh untuk menunggu tempat dari pagi sekali!

Duduk dan Makan Ketika Hanami

Duduk dan Makan Ketika Hanami

Mendekati siang, taman-taman berpohon Sakura sudah mulai dipenuhi orang dan mereka mulai melakukan berbagai kegiatan. Ada yang berkaraoke, berdansa, makan siang _bento_ atau _dango_ (bulatan-bulatan tepung beras yang ditusuk sate, disajikan dengan saus manis atau gurih), minum sake atau berjalan keliling, suatu prosesi untuk “membangkitkan ruh”. Makanan yang disantap bisa dibawa dari rumah, dibeli dari _kombini_ (_convenience store_), atau dengan alat _barbeque_ komplit langsung dimasak di tempat. Sorenya, mereka pulang ke rumah dengan kereta api atau bis sewaan. Sebenarnya, hanami bisa dinikmati mulai pagi mendekati makan siang, sore, dan bahkan juga ada yang malam hari (disebut _yozakura_). Pada kasus hanami malam hari, biasanya pohon Sakura juga diterangi lampu dan terlihat sangat cantik!

Sejarah hanami sendiri berawal dari abad ke-7. Ritual ini awalnya berfungsi sebagai bentuk rasa syukur terhadap panen yang melimpah. Ia bermula dari pulau Kyushu (pulau di selatan Jepang dekat dengan Korea Selatan) dan terus berkembang ke seluruh pulau di Jepang. Setelah itu, keluarga ningrat di Jepang turut mengadopsi hanami. Mereka membuat dan membaca puisi sambil menikmati Sakura di istananya.

Keunikan hanami terletak pada waktunya yang pendek, paling lama hanya dua minggu, kecuali masa-masa tertentu seperti tahun 2010 di mana suhu ternyata sangat dingin. Pohon Sakura hanya bisa hidup dalam rentang suhu tertentu, tidak bisa terlalu dingin dan tidak bisa terlalu panas. Hal ini dianggap sebagai simbol kehidupan di mana kita semua hanya “transit”. Dalam kasus musim, Sakura menandakan “transit” antara musim dingin ke musim semi dan seterusnya. Ada juga yang menganggapnya sebagai “kelahiran kembali” alam.

  • Foto: Wikipedia & Annisa Mahdia Pratiwi

Disunting oleh: ARW 26/04/2010.