Transit di Dubai lebih dari delapan jam? Pemegang paspor Indonesia bisa membeli Transit Visa maksimal untuk 36 jam di agen perjalanan yang terletak di terminal kedatangan dengan syarat transit di Dubai lebih dari delapan jam dan memiliki tiket penerbangan selanjutnya. Berikut beberapa rekomendasi tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam waktu delapan jam:

Dubai Creek

Tempat berlabuhnya kapal dagang pada jalur perdagangan tua dari India sampai pantai timur Afrika. Tradisi dagang sejak berabad abad tahun yang lalu masih tetap dipertahankan di sungai dengan panjang 14 km hingga saat ini. Di sepanjang sungai terlihat Dhow atau kapal dagang yang terbuat dari kayu dan aktivitas pekerja bongkar muat kapal.

Dubai Creek membelah jantung kota Dubai menjadi dua, kota tua Diera Dubai sebagai cikal bakal Dubai saat ini dan Bur Dubai dengan pembangunannya yang sangat pesat. Di ujung dari Dubai Creek terdapat cagar alam tempat bermigrasinya berbagai jenis unggas, salah satunya burung flamingo yang ramai berdatangan pada akhir musim panas.

Arba, Taksi Air di Dubai

Menyusuri Dubai Creek dengan abra atau taksi air adalah yang terbaik untuk menikmati pemandangan perpaduan antara kota tua dan modern.

Dubai Museum

Dubai Museum

Tempat yang tepat untuk melihat budaya dan tradisi tua kota Dubai di masa sebelum ditemukannya minyak bumi. Terletak di kawasan kota tua dan merupakan bangunan tertua di Dubai yang dibangun pada tahun. Bangunan tua yang terbuat dari batu dan tanah liat yang dulunya berfungsi sebagai benteng dikembangkan dengan struktur moderen dengan membangun ruang bawah tanah untuk mengakomodir koleksi museum.

Memasuki bangunan benteng tua dapat dilihat perahu kayu tradisional dan senjata pertahanan masa lalu. Menuruni ramp melingkar ke ruang bawah tanah yang terletak di bawah menara seolah melihat Dubai Creek yang membelah gurun pasir kota Dubai yang belum ditumbuhi bangunan pencakar langit lengkap dengan burung burung berterbangan diatasnya. Setibanya di ruang bawah tanah terdapat diorama dengan ukuran yang sebenarnya kehidupan sehari hari dan aktivitas perdangangan lau waktu itu. Dimulai dari suasana tempat pembuatan kapal, keledai pengangkut barang, kapal dagang yang penuh muatan siap berlayar dan aktivitas pekerja kapal.

Di seberang jembatan kayu terdapat lorong sempit yang dipenuhi toko rempah, gerabah, tekstil, pengerajin kayu, pandai besi di kiri dan kanannya menggambarkan suasana pasar masa lalu. Di ujung jalan terlihat langgar dan ana kanak kecil sedang belajar mengaji.

Diorama terakhir membawa kita ke kehidupan bawah air. Ikan-ikan yang sedang berenang di sekitar pencari mutiara dan terlihat lambung kapal di atasnya dan dilengkapi dengan permainan cahaya dan suara deru ombak. Sebelum keluar terlihat suasana kehidupan tepi pantai, nelayan yang sedang membuat perahu, penjual ikan menunggu pelanggan dan pengerajin sedang merajut jala ikan.

Bastakia Quarter

Bastakia Quarter

Satu satunya kawasan tua yang masih bertahan hingga saat ini. Terletak tidak jauh dan dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Dubai Museum, Bastakia menawarkan suasana pemukiman masa lalu yang berawal dari pedagang Bastak asal Persia yang membangun rumah mereka pada abad ke-19. Kini pemukiman tua itu difungsikan sebagai galeri, toko cindera mata, rumah makan dan pusat kebudayaan. Apabila anda suka dengan fotografi, jangan lewatkan lorong labirin yang sempit di antara rumah-rumah dengan menara angin atau badgir yang menjulang tinggi.

Sheikh Saeed Al-Maktoum House

Rumah Sheikh Saeed Al-Maktoum

Dibangun di tepi Dubai Creek pada tahun 1896 sebagai rumah tinggal dari Sheikh Saeed Al-Maktoum. Rumah berdinding tebal dua tingkat dengan 4 buah menara angin yang berfungsi sebagai alat ventilasi udara memiliki taman yang luas. Saat ini rumah milik bekas penguasa saat itu difungsikan sebagai museum yang masih menyimpan foto-foto dan dokumen bersejarah. Rumah Sheikh Saeed Al-Maktoum wajib dikunjungi oleh kolektor uang logam dan penggemar/kolektor perangko.

Wafi

Wafi

Terletak di tengah hiruk-pikuknya Burj Dubai yang dikenal sebagai “kota dalam kota” menawarkan pengalaman berbelanja ekslusif dari berbagai merk terkenal di dunia seperti Chanel, Versace, Robert Cavalla, Iceberg, Jeagar, Kitson, Graff, Chopard, Links of London, Mont Blanc, dan masih banyak lagi. Mal dengan desain berkonsep arsitektur Mesir dengan bangunan berbentuk piramida juga dilengkapi dengan spa, club, restoran, kafe dan bar, klub malam dan hotel berbintang lima. Di sini juga dijadikan starting point jasa transportasi Big Bus Tour dengan armada bisnya yang berangkat setiap 30 menit mengunjungi tempat tempat menarik di Dubai.

Jumeirah Public Beach

Hotel Burj Dubai

Tidak sanggup menginap di hotel pinggir pantai? Jangan khawatir, Jumeirah Public Beach terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya sama sekali. Pantai dengan pasir putih dan air jernih berwarna biru kehijau terletak tepat di sebelah hotel Jumeirah dan titik yang tepat untuk berfoto dengan latar belakang Burj Dubai, satu satunya hotel berbintang 7 di dunia. Berada di kawasan tempat tinggal pinggir pantai yang umumnya dihuni para ekspatriat, berpakaian renang dua potong diperbolehkan.

Atlantis on the Palm

Atlantis at the Palm Hotel

Terletak di ujung dari pulau buatan di reklamasi pantai Dubai yang berbentuk pohon palem tempat kawasan hunian mewah tepi pantai. Resor tematik aquaventure berbintang enam dilengkapi dengan taman hiburan air dan anda bisa memiliki kesempatan berenang dengan lumba-lumba. Dikarenakan waktu yang sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk masuk dan mencoba wahana permainan air di Atlantis, tapi menyusuri jalan di pulau buatan manusia merupakan pengalaman yang menarik.

Dubai Mall

Menyandang predikat sebagai mal terbesar di dunia. Semua yang anda cari hampir bisa dipastikan dapat ditemui di Dubai Mall yang memiliki 1.200 toko. Sebagai surga belanja dan pusat hiburan keluarga terbesar, Dubai Mall dilengkapi dengan kolam ikan indoor terbesar di dunia sebagai rumah dari 33.000 ikan air laut yang terdiri dari 85 spesies ikan yang hidup berdampingan dengan ikan hiu dan pari. Untuk si kecil, terdapat taman tematik indoor SEGA Republic Park yang menyediakan berbagai sarana permainan berteknologi canggih. Selain itu Dubai Mall juga dilengkapi dengan ice ring berukuran Olimpiade yang dapat digunakan untuk umum maupun untuk acara khusus seperti kompetisi ice skating, konser musik dan pertandingan hoki.

Air Mancur Terbesar

Burj Khalifa

Jangan lupa menyaksikan atraksi air mancur terbesar di dunia, menari diiringi dengan permainan musik dan pencahayaan di sore hari dengan latar belakang gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa. Anda juga bisa menikmati kota Dubai dari Burj Khalifa observation deck dengan membeli tiket di kaunter “On The Top”.

  • Disunting oleh SA 04/07/2011