Artikel-artikel dari kategori Rencana Perjalanan (halaman ke-1 dari 2)

Kelonggaran Visa Australia untuk WNI

Warga negara Indonesia akan mendapat kelapangan visa kunjungan Australia mulai 2016. Australia akan memberikan visa multiple entry dengan masa berlaku tiga tahun. Saat ini, visa tipe ini hanya diberikan untuk periode satu tahun. Mulai 2017, akan diberlakukan aplikasi online visa sehingga kita tak perlu lagi datang ke pusat aplikasi visa di Jakarta atau kota-kota lain.


Dari Singapura ke Phuket?

Kami mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan dari Singapura menuju Phuket, dari seorang pembaca yang terinspirasi perjalanan lintas Asia Tenggara di salah satu artikel kami.

Mudah-mudahan jawaban berikut bisa membantu, tidak hanya yang menanyakan tapi buat semua. Selamat menikmati!

Dari Singapura ke Genting Highlands bagaimana caranya?

Dari Singapura banyak opsi ke Genting Highlands. Pertama, kita harus ke Kuala Lumpur dahulu. Banyak opsi di sini: kereta api, bis atau pesawat. Asumsi ingin menikmati perjalanan, maka kereta api atau bis adalah paling cocok. Namun, ada triknya. Baru-baru ini Singapura memindahkan stasiun kereta api dari Tanjong Pagar ke Woodlands, dekat perbatasan dengan Johor Bahru, Malaysia. Semua kereta api lintas negara berangkat dari sana. Yang kedua, opsi dengan bis antar negara. Namun, kami tak sarankan berangkat langsung dari Singapura karena harganya bisa dua kali lipat. Lebih baik naik bis kota ke Johor Bahru. Ada layanan SBS Transit (bis kota di Singapura) ke Johor Bahru dengan total biaya tak mencapai S$5 per orang. Tujuan akhirnya adalah terminal bis Larkin di Johor Bahru. Dari sini, kita bisa beli tiket bis apa saja ke Kuala Lumpur yang rata-rata bertarif RM35 sampai RM40 (sekitar Rp100.000 – Rp120.000).

Jika waktu menjadi prioritas maka bisa naik pesawat. Tarifnya bervariasi. Terakhir kami cek di AirAsia, sekitar S$43 (sekitar Rp350.000) sekali jalan.

Dari Kuala Lumpur, ada bis resmi Genting Highlands dari Kuala Lumpur Sentral, bertarif RM10.30 sekali jalan. Ada juga opsi paket dengan tiket masuk atraksi-atraksi Genting Highlands.

Bagaimana mencapai Kuala Lumpur Sentral? Dengan kereta api, kita langsung dibawa ke terminal ini. Dengan bis, tanyakan apakah bisa berhenti di terminal ini atau terminal lain (biasanya, Terminal Puduraya). Dari terminal Puduraya akses ke Kuala Lumpur Sentral cukup mudah. Naik LRT (light rail transit) di stasiun Plaza Rakyat, ke arah stasiun Masjid Jamek, turun, lalu sambung ke stasiun KL Sentral.

Dari bandara, asumsi dengan penerbangan AirAsia, cari bis yang mengarah ke KL Sentral. Biayanya sekitar RM10, memakan waktu satu jam.

Bagaimana menuju Phuket dari Genting?

Kembali dulu ke Kuala Lumpur dengan bis yang sama di atas.

Setelah itu, anda bisa naik kereta api ke Hat Yai. Cek biayanya di situs web resmi Keretapi Tanah Melayu. Nama keretanya “Senandung Langkawi”. Ada berbagai kelas dengan tarif berbeda-beda, mulai dari RM26 (sekitar Rp75.000) sampai RM117 (sekitar Rp360.000).

Dari Hat Yai, silakan naik bis ke Phuket.

Jika waktu menjadi prioritas, terbang langsung dari Kuala Lumpur, dan beli tiket pulang pergi.

Estimasi waktu kereta api dari Kuala Lumpur ke Hat Yai adalah 12 jam. Ditambah waktu tempuh bis (dari Genting, dan ke Phuket) kemungkinan bisa menambah waktu menjadi 20 jam.

Kami pernah mengulas perjalanan ke perbatasan Malaysia-Thailand di sini.

Kalau dari Phuket ke Singapura naik apa dan berapa lama?

Ulangi rute di atas.

Ada rekomendasi penginapan murah dan kuliner halal?

Kami belum pernah mengulas penginapan di Phuket, kami sarankan mencari di hostelbookers.com, hostelworld.com atau jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu menginap di rumah/tempat tinggal orang ala homestay, silakan buka airbnb.com. Ingin penginapan gratis? Coba komunitas CouchSurfing.

Di semua situs itu kita bisa menyaring per lokasi dan per anggaran.

Soal kuliner halal, di Singapura tidak perlu terlalu khawatir. Jika ingin pasti halal, makan di restoran Melayu. Di Malaysia, hampir terjamin halal karena negara muslim. Di Hat Yai, ini ada ulasannya. Untuk Phuket juga ada.

Di internet banyak informasi bertebaran. Google adalah teman terbaik kita.


Atraksi Wajib-Kunjung Istanbul

Kalau sebelumnya saya menulis rekomendasi atraksi utama kota Istanbul yang tidak dipungut bayaran, kali ini rekomendasi beberapa atraksi yang wajib dikunjungi karena memberikan pengalaman unik dan melihat secara langsung peninggalan sejarah dari masa kekasairan Roma, Ottoman hingga Istanbul modern saat ini.

Selat Bosphorus

Selat Bosphorus
Selat Bosphorus

Selat Bosphorus terletak di antara benua Asia dan Eropa dan menghubungi Laut Marmara dan Laut Hitam. Bosphorus terkenal akan wisata pesiar dengan pemandangan dan beberapa peninggalan sejarah tepi benua Asia dan Eropa. Untuk menikmati wisata pesiar Bosphorus bisa menggunakan jasa penyeberangan kapal feri Sehir Hatlari, jasa kapal pesiar Turyol atau jasa kapal pesiar swasta yang banyak bertebaran di Eminonu. Alternatif lain bagi yang tidak punya banyak waktu, coba penyeberangan kapal feri dari Eminonu ke Kadikoy, berbaur dengan masyarakat lokal, yang juga merupakan tempat pas untuk menikmati pemandangan kota Sultan Ahmed dengan pemandangan Blue Mosque, Hagia Sophia dan Topkapi Palace. Sedangkan di sisi Asia akan terlihat barak militer Selimiye. Harga tiket penyeberangan dua lira dan pesiar mulai dari 12-25 lira.

Hagia Sophia

Hagia Sophia
Hagia Sophia

Hagia Sophia, gereja yang dibangun pada tahun 537 Masehi oleh Justinian, kaisar Byzantine, menjadi gereja yang termegah dan terbesar di dunia pada saat itu, hingga akhirnya dialihfungsikan menjadi mesjid pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmet ketika berhasil mengalahkan Constantinople. Tokoh sekuler Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki kemudian mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi museum pada tahun 1935. Hagia Sophia buka setiap hari, kecuali hari Senin dengan tiket masuk 20 lira.

Basilica Cistern

Basilica Cistern
Basilica Cistern

Terletak di bawah tanah, bangunan kecil sekaligus loket tiket masuk di seberang Hagia Sophia, Basilica Cistern membawa pengunjung ke suasana tenang dari keramaian kota Istanbul. Dikenal juga sebagai “istana tenggelam”, waduk tertutup yang memiliki 336 kolom marmer dan granit ini dibangun pada tahun 532 Masehi untuk memenuhi kebutuhan air istana agung Constatinople dan Topkapi. Basilica Cistern berkapasitas 100.000 ton, mendatangkan air dari hutan Belgrade yang mengalir melalui jembatan air sepanjang 19 kilometer. Ada dua kolom yang paling menarik perhatian di dalam Basilica Cistern, kolom dengan alas kepala Medusa yang dalam mitologi Yunani dipercaya sebagai jelmaan perempuan berambut ular. Basilica Cistern buka setiap hari dengan tiket masuk 10 lira.

Topkapı Palace

Maket Topkapı Palace
Maket Topkapı Palace

Terletak di atas bukit dengan pemandangan bebas ke Selat Bosphorus dan Laut Marmara, merupakan atraksi wisata yang paling banyak dikunjungi di Istanbul. Dibangun pada tahun 1478 oleh Sultan Mehmet II, digunakan sebagai hunian dari para sultan Ottoman selama hampir 400 tahun, kini termasuk warisan dunia UNESCO sebagai Kota Tua Istanbul. Istana ini menyimpan koleksi harta sultan mulai dari perhiasan berharga, kereta, pakaian, senjata dan artefak suci. Salah satu tempat yang paling menarik adalah Harem, dulunya hanya boleh dimasuki oleh orang terdekat Sultan termasuk keluarga, istri, selir dan pembantu pribadinya. Semua kehidupan di dalam Harem diatur oleh ibu sultan. Topkapi Palace tutup pada hari Selasa dan buka dari hari Rabu hingga Senin dengan tiket masuk 20 lira, tiket tambahan masuk Harem 15 lira. Tersedia pula pemandu grup dengan biaya 10 lira dan sistem audio pemandu bertarif lima lira.

Çemberlitaş Hamamı

Çemberlitaş Hamamı
Çemberlitaş Hamamı

Berkunjung ke Turki tidak lengkap tanpa mencoba Hamam atau pemandian ala Turki yang menyegarkan. Walaupun terasa sedikit risih dimandikan orang lain, pemandian tradisional Turki yang berawal dari tahun 600 Masehi memberikan pengalaman yang berakar dari kebudayaan Romawi dan Yunani kuno. Cemberlitas Hamami di Istanbul dibangun pada tahun 1584 dan masih beroperasi hingga saat ini. Bangunan tua berkubah dengan interior berbatu marmer dan dihiasi ornamen yang indah, pencahayaan dan temperatur suhu udara yang terkontrol dengan ritual pemandian masa lalu menciptakan suasana yang santai. Untuk mengalami pengalaman yang unik ini pengunjung dikenakan biaya 70 lira dan terbuka untuk pria dan wanita dengan ruang yang terpisah.

Whirling Dervishes

Whirling Dervishes
Whirling Dervishes

Nikmati pertunjukan whirling dervishes Sufi yang sangat magis. Dimulai dengan pembacaan doa dan dialuni suara gendering dan seruling, penari bertopi coklat dengan jubah putih yang terkembang berputar-putar sebagai simbol dari bulan yang mengelilingi matahari, sambil mengangkat tangan kanan ke atas dan tangan kiri ke bawah, simbol dari “tuhan” dan bumi. Kebudayaan yang dimulai sejak abad ke-13 dapat disaksikan di beberapa tempat, salah satunya Dede Efendi House dekat Blue Mosque sekaligus menjadi museum dengan koleksi peralatan musik tradisional Sufi. Tiket masuk 50 lira setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Istanbul Museum of Modern Art

Istanbul Museum of Modern Art
Istanbul Museum of Modern Art

Sebagai alternatif bagi yang ingin melihat Istanbul masa kini, kunjungilah tempat ini. Dibangun pada tahun 2004, galeri seni ini memamerkan karya-karya seni abad ke-20 karya seniman lokal maupun internasional. Terdapat juga perpustakaan seni, toko cinderamata, kafe dan restoran dimana pengunjung dapat menikmati secangkir kopi Turki sambil melihat perahu hilir mudik atau matahari terbenam. Istanbul Museum of Modern Art buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur keagamaan. Dikenakan tarif tiket masuk seharga 7 lira dan jika ingin tiket gratis, datanglah pada hari Kamis. Mengambil foto tidak diperkenankan sama sekali.

Galata Tower

Galata Tower
Galata Tower

Salah satu ikon kota Istanbul, menara yang memiliki sembilan lantai dan tinggi 70 meter ini dibangun pada abad pertengahan. Pada zaman Byzantine, menara ini terbuat dari kayu, kemudian dibangun kembali dengan menggunakan batu pada tahun 1384. saat ini menara dilengkapi dengan dua lif. Sesuai fungsinya sebagai menara pemantau, lantai teratas menara merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pemandangaqn kota, sambil minum teh atau kopi di kafe yang tersedia di lantai yang sama menunggu matahari terbenam. Galata Tower buka setiap hari dengan tiket masuk 10 lira.

  • Disunting oleh SA 17/01/12

Luar Negeri vs. Dalam Negeri

Ketika merencanakan perjalanan, pasti ada perdebatan, apakah itu dari dalam diri atau dengan sesama individu yang ikut melakukan perjalanan tentang destinasi manakah yang harus dikunjungi. Salah satu topik yang paling penting biasanya adalah apakah harus berkunjung ke destinasi luar negeri atau ke dalam negeri?

Menurut saya, penentuan destinasi sebaiknya tidak berawal dari keinginan pihak lain, baik itu negara sekali pun. Perjalanan tentunya adalah pengalaman individu yang berawal dari minat dan keinginan sendiri. Kita sendiri yang harus memastikan apa yang ingin kita dapatkan dari perjalanan ini. Jika memang ingin berkunjung ke sebuah destinasi domestik, maka lakukanlah. Sebaliknya, jika memang niat awal sudah ingin ke luar negeri, yang jauh sekali pun, silakan pergi saja. Tidak ada yang menghalangi.

Setidaknya, menurut saya, ada beberapa hal yang menjadi penentu pemilihan destinasi antara dalam negeri dan luar negeri.

Hal pertama adalah anggaran. Bisa jadi anggaran kita menjadi sangat terbatas secara tiba-tiba dan harus memutuskan mengalihkan destinasi ke daerah di dalam negeri yang jauh lebih murah. Namun, bahkan di luar negeri, misalnya seperti Vietnam, biayanya bisa lebih murah dari berkunjung ke beberapa tempat di Indonesia. Sama pula jika kita malah lebih boros dalam hal pengeluaran sehari-hari di dalam negeri. Tujuan tidak selalu menentukan anggaran.

Hal kedua adalah regulasi. Mungkin teman seperjalanan tidak punya atau tidak sempat membuat paspor. Mungkin juga visa negara yang akan dikunjungi sulit atau tidak sempat diraih. Tiket pesawat atau transportasi tidak tersedia.

Hal ketiga adalah keterbatasan fisik/psikologis. Jika mengajak individu yang lebih senior untuk berjalan jauh di dalam pesawat, apalagi sampai melewati batas waktu, maka kita harus memperhatikan kesehatan atau kemampuan fisiknya. Mungkin ada juga yang trauma jika harus ke suatu destinasi. Alternatifnya bisa kita berikan destinasi yang lebih ramah untuk golongan ini.

Selebihnya saya pikir tidak ada alasan kita untuk memberikan kotak-kotak pada destinasi pilihan. Jika alasannya adalah nasionalisme, membantu ekonomi domestik, atau membantu pariwisata nasional… kita harus yakin bahwa perjalanan tersebut dapat kita nikmati. Jika terpaksa, buat apa? Lagipula, berkunjung ke daerah asing di luar negeri dapat memperluas pengetahuan dan wawasan yang dapat digunakan sebagai kacamata untuk melihat situasi dalam negeri. Syukur-syukur dapat membantu Indonesia.

Sebenarnya, ada perspektif yang lebih baik dalam memandang sebuah destinasi: responsible travel. Perjalanan yang bertanggungjawab artinya kita tidak sekedar melakukan kegiatan konsumsi di suatu destinasi, tapi juga memberikan kontribusi. Tidak perlu membantu membersihkan selokan atau memberikan uang, tapi misalnya, lebih memilih untuk menggunakan transportasi minim polusi seperti sepeda, tidak memberikan tip/uang terlebih pada anak-anak, konsumsi produk lokal, tinggal di rumah penduduk, berinteraksi dengan penduduk setempat layaknya orang lokal, mengunjungi situs-situs bersejarah, dan masih banyak lagi. Kalau kita masih belum bisa berbuat baik dalam kunjungan kita ke destinasi domestik, buat apa?


Bekerja Sambil Berlibur di Australia

Perjalanan Darat di
Perjalanan Darat di “Outback” Australia. Foto oleh Tourism Northern Territory.

Beberapa waktu lalu kami mengulas tentang bekerja sambil berlibur dengan Work & Holiday visa, atau biasa disebut juga Working Holiday visa. Konsep bekerja sambil berlibur tidaklah baru dan tidak mesti memiliki visa tersebut. Artinya bekerja sambil berlibur (atau jika Anda lebih suka: berlibur sambil bekerja) adalah mendapatkan penghasilan di daerah tujuan dengan bekerja kasual (santai) dengan tujuan mendapatkan uang secukupnya untuk melanjutkan perjalanan/liburan. Konsep ini berbeda dengan berlibur biasa yang menuntut adanya jumlah uang/anggaran tertentu yang bisa dihabiskan selama durasi perjalanan, tetapi tidak ada tujuan menambahnya dan langsung pulang ke daerah domisili ketika selesai.

Biasanya, jenis pekerjaan yang dilakukan bukanlah pekerjaan yang menimbulkan pajak (sektor informal), berbasis kontrak dan jangka pendek. Kemampuan/keterampilan yang dibutuhkan juga cukup sederhana, seperti memetik buah-buahan, menggarap lahan, mengupas buah, bertukang, menjadi pelayan restoran, memasak, dan mengajar. Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk jenis-jenis pekerjaan lain yang lebih membutuhkan keterampilan tinggi seperti fotografi, menulis, desain web, dan lain sebagainya.

Seperti ketentuan visa lainnya, kita tidak bisa menyeragamkan regulasi visa bekerja sambil belajar di seluruh negara di dunia. Bahkan, hanya segelintir saja negara yang menyediakan visa ini. Jadi, jangan menganggap kalau semua negara di dunia memiliki visa bekerja sambil belajar, apalagi menganggap ketentuan-ketentuannya sama!

Berikut beberapa negara yang sampai saat ini tercatat menyelenggarakan visa Work and Holiday:

  • Australia
  • Selandia Baru
  • Kanada
  • Inggris
  • Jepang
  • Argentina
  • Amerika Serikat

Banyak alasan mengapa Work and Holiday ini diminati banyak orang, antara lain kesempatan bepergian dalam jangka waktu yang lama (enam bulan sampai satu tahun, bahkan lebih). Ada yang bepergian sebagai atau jeda karir setelah bertahun-tahun bekerja dan mencari pengalaman baru. Ada juga yang lulus kuliah dan melaksanakan gap year atau satu tahun berkelana di luar negeri sebelum kembali ke tanah air dan bekerja. Ada juga yang mungkin ingin menjajaki peluang pekerjaan sebenarnya di luar negeri.

Untuk lebih jelasnya tentang Work and Holiday visa ini, kami mewawancarai Anida Dyah Pratiwi, seorang pecinta perjalanan yang akan menjalankan bekerja sambil belajar di Australia selama satu tahun mulai bulan Oktober.

Apa yang dimaksud dengan “working holiday visa“, khususnya yang ditawarkan pemerintah Australia?

Sebenarnya ada dua istilah yang serupa tapi tak sama. Ada Working Holiday Visa (Subclass 417 – untuk warganegara Eropa) dan Work and Holiday Visa (Subclass 462 – untuk negara-negara Asia termasuk Indonesia & Amerika Serikat). Bedanya, kalau Working Holiday Visa bisa diperpanjang ke tahun kedua, kalau Work and Holiday Visa maksimum satu tahun saja.

Visa ini merupakan jenis kerjasama antar pemerintah yang diberikan kepada pemuda usia 18-30 tahun agar bisa traveling sambil bekerja secara legal di negara tersebut selama satu tahun lamanya.

Kenapa Anid ingin mendaftar program ini?

Career break. Istilah ini sudah terkenal digunakan di negara barat tapi tidak di Indonesia. Setelah mengalami beberapa titik emosional beberapa waktu terakhir dan empat tahun mengerjakan hal yang sama membuat saya berada pada titik jenuh dan memutuskan untuk membuat suatu perubahan besar pada hidup saya yang memang mencintai dunia perjalanan. Sometimes you have to get lost to find yourself.

Saya bukan orang yang kaya secara materi sehingga saya harus mencari cara agar bisa bertahan hidup selama perjalanan. Work and Holiday ini solusi yang tepat untuk saya.

Kenapa Australia?

Sejauh ini, hanya Australia yang memberikan keistimewaan Work and Holiday Visa pada Indonesia. Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa tidak? Australia punya paket lengkap keindahan alam yang unik dari pedesaan, pantai, hingga gurun liar yang mengagumkan.

Apa sudah ada rencana perjalanan yang akan Anid lalui? Misalnya dari mana ke mana?

Karena saya akan pergi dalam waktu lama, saya hanya membuat gambaran umum saja.

Kemungkinan: Jakarta – Kuala Lumpur – Perth – kota-kota kecil di Western Australia – road trip ke Broome – Darwin – Alice Springs – Cairns – Great Barrier Reefs – Brisbane – Sydney – Selandia Baru – kembali ke Australia lagi – Melbourne – Tasmania dan sekitarnya. Sewaktu-waktu sangat mungkin berubah.

Apa yang akan Anid lakukan selama mengemban Working Holiday Visa?

Bekerja full-time selama beberapa bulan di satu kota, menabung. Mencari travel buddy kemudian pindah kota lain dengan cara road trip sambil eksplorasi beberapa taman nasional di Australia yang terkenal itu. Berdiam di kota lain untuk mengisi tabungan sebelum akhirnya jalan lagi. Hidup nomaden. Ada rencana untuk mengembangkan hobi seperti fotografi atau penata bunga karena visa ini memungkinkan kita untuk mengambil short course selama maksimum empat bulan.

Rencana setelah Working Holiday berakhir?

Banyak sekali yang bisa dilakukan. Terpikir untuk melanjutkan perjalanan setengah keliling dunia, membuat buku tentang perjalanan saya, mengembangkan semua hobi-hobi saya, atau mungkin saja kembali ke rutinitas lama. Semua hal mungkin terjadi, saya serahkan ke mana nasib akan membawa saya.

Kenapa belum banyak warga negara Indonesia (WNI) yang tahu dan ikut program ini?

Program ini baru ada sejak tahun 2009 jadi mungkin WNI belum familiar dengan konsep ini. Saya adalah angkatan ketiga. Sekarang sudah mulai banyak orang tahu sehingga semakin susah mendapatkannya karena pemerintah memberlakukan kuota hanya 100 orang/tahun.

Kalau boleh tahu, modal awalnya berapa?

Harga visa Rp. 2,7 juta, medical check-up sekitar Rp. 300 ribu, tiket AirAsia promo yang sudah saya beli dari tahun lalu Kuala Lumpur-Perth seharga Rp. 570 ribu. Silahkan hitung sendiri.

Tanggapan keluarga?

Mendukung dan ikut excited. Kecemasan pasti ada, namanya juga perempuan jalan sendirian untuk waktu yang lama. Tapi mereka sangat percaya bahwa ini mimpi yang harus saya wujudkan dan saya tahu apa yang saya lakukan.

Siapa pelaku perjalanan idola?

Evelyn Hannon dari @JourneyWoman yang tulisan-tulisan dan pengalamannya sangat bersahaja.

Saya juga mengidolakan sahabat-sahabat backpacker saya dari berbagai penjuru dunia yang telah singgah ke rumah saya melalui Couchsurfing.org. Cerita dan semangat perjalanan mereka sangat luar biasa dan nyata. Hal ini membuat saya yakin mimpi saya pun bisa menjadi nyata.

  • Disunting oleh SA 15/10/2011
  • Foto diizinkan untuk digunakan asal mencantumkan pemilik dan pranala.

Mengenal “Experimental Travel”

Perjalanan tidak harus selalu melihat tempat baru, tetapi bisa juga melihat tempat yang sudah familiar dengan perspektif yang baru. Sebaliknya, melihat tempat yang baru tidak harus dengan cara yang biasa dilakukan orang lain.

Idenya adalah mendapatkan pengalaman dan perspektif baru tentang suatu tempat melalui cara-cara yang tidak biasa. Cara ini tidak perlu mahal, tetapi biasanya penuh spontanitas, jenaka dan kejutan.

Konsep “experimental travel” ditemukan oleh Joel Henry dari Perancis. Tidak jelas siapa sebenarnya Joel ini, tetapi idenya tentang perjalanan eksperimental menjadi perhatian masyarakat dunia, sampai-sampai Lonely Planet menerbitkan satu buku khusus tentang topik ini.

Anda bisa memulai perjalanan eksperimental dari kota atau tempat sendiri, atau ketika merencanakan perjalanan. Kuncinya? Kreativitas dan imajinasi. Bayangkan permainan-permainan masa kecil yang pernah dilakukan, lalu aplikasikan konsep-konsepnya ke dalam perencanaan perjalanan Anda. Anda juga bisa mencari ide di internet.

Ada beberapa contoh yang menarik, yang saya himpun di bawah ini:

Keliling Kota dari A-Z

Lihat buku telepon, cari nama jalan di kota Anda yang berawalan huruf A, lalu nama jalan lain yang berawalan huruf Z. Sekarang, lihat peta dan jalan kaki/berkendaralah dari jalan A ke jalan Z.

Menginap di Hostel

Kalau ke luar negeri, kita sering menginap di hostel. Sekarang, apakah kita tahu ada hostel atau tidak di kota sendiri? Jika ya, beranikah kita menginap di situ?

Berkelana di Bandara

Jika memungkinkan, tinggal di bandara kota sendiri selama 48 jam, tidur layaknya penumpang transit, menyewa kamar, makan di bandara, melihat orang-orang berlalu-lalang lalu mendokumentasikannya.

Rekomendasi Ms. Ariadne

Cari seseorang bernama Ariadne di kota tujuan Anda, hubungi dia lewat informasi yang ada di buku telepon kota itu, lalu coba tanyakan 10 tempat favorit di kotanya. Kunjungi 10 tempat ini. PS: Tentu saja, tidak perlu bernama Ariadne, coba cari nama lain!

Fotografi Terbalik

Kunjungi tempat-tempat atraktif yang terkenal di sebuah kota lalu ambil fotonya, tetapi bukan langsung menghadap ke tempat-tempat tersebut. Baliklah badan dan ambil foto dari arah berlawanan.

Di Manakah Dia?

Pergi berdua bersama teman Anda ke sebuah kota yang tak familiar, berpencar tanpa memberitahu ke mana tujuan masing-masing, lalu cobalah saling mencari satu sama lain dengan kiat-kiat tertentu, misalnya hanya dengan mengirimkan foto ke ponselnya.

Ke Ujung Jalan

Beli tiket kereta api atau bis ke tujuan terjauh menurut hitungan kilometernya, tanpa peduli keinginan pribadi, lalu menginaplah satu atau dua malam di tempat itu.

Perjalanan Gastronomi Beruntun

Pergi ke kafe atau tempat makan favorit, lalu tanya salah satu pegawai atau pengunjung tentang makanan atau tempat makan favoritnya. Pergilah ke tempat itu, lalu lakukan hal yang sama satu hari penuh.

Lima, Lima, Lima

Pergi selama lima hari ke lima tempat (mungkin dalam satu atau dua kota), lalu makan lima macam jenis makanan, pergi sekitar pukul lima, mengajak lima teman… Anda terbayang, kan? Coba dengan angka lain!

Bagaimana? Apakah Anda tertarik atau mungkin merasa konsep ini terlalu merepotkan? Saya sendiri belum pernah mencobanya, mungkin kita bisa menemukan konsep baru yang cukup menarik dan realistis untuk dicoba sesuai keadaan kita.


Delapan Jam di Dubai

Transit di Dubai lebih dari delapan jam? Pemegang paspor Indonesia bisa membeli Transit Visa maksimal untuk 36 jam di agen perjalanan yang terletak di terminal kedatangan dengan syarat transit di Dubai lebih dari delapan jam dan memiliki tiket penerbangan selanjutnya. Berikut beberapa rekomendasi tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam waktu delapan jam:

Dubai Creek

Tempat berlabuhnya kapal dagang pada jalur perdagangan tua dari India sampai pantai timur Afrika. Tradisi dagang sejak berabad abad tahun yang lalu masih tetap dipertahankan di sungai dengan panjang 14 km hingga saat ini. Di sepanjang sungai terlihat Dhow atau kapal dagang yang terbuat dari kayu dan aktivitas pekerja bongkar muat kapal.

Dubai Creek membelah jantung kota Dubai menjadi dua, kota tua Diera Dubai sebagai cikal bakal Dubai saat ini dan Bur Dubai dengan pembangunannya yang sangat pesat. Di ujung dari Dubai Creek terdapat cagar alam tempat bermigrasinya berbagai jenis unggas, salah satunya burung flamingo yang ramai berdatangan pada akhir musim panas.

Arba, Taksi Air di Dubai

Menyusuri Dubai Creek dengan abra atau taksi air adalah yang terbaik untuk menikmati pemandangan perpaduan antara kota tua dan modern.

Dubai Museum

Dubai Museum

Tempat yang tepat untuk melihat budaya dan tradisi tua kota Dubai di masa sebelum ditemukannya minyak bumi. Terletak di kawasan kota tua dan merupakan bangunan tertua di Dubai yang dibangun pada tahun. Bangunan tua yang terbuat dari batu dan tanah liat yang dulunya berfungsi sebagai benteng dikembangkan dengan struktur moderen dengan membangun ruang bawah tanah untuk mengakomodir koleksi museum.

Memasuki bangunan benteng tua dapat dilihat perahu kayu tradisional dan senjata pertahanan masa lalu. Menuruni ramp melingkar ke ruang bawah tanah yang terletak di bawah menara seolah melihat Dubai Creek yang membelah gurun pasir kota Dubai yang belum ditumbuhi bangunan pencakar langit lengkap dengan burung burung berterbangan diatasnya. Setibanya di ruang bawah tanah terdapat diorama dengan ukuran yang sebenarnya kehidupan sehari hari dan aktivitas perdangangan lau waktu itu. Dimulai dari suasana tempat pembuatan kapal, keledai pengangkut barang, kapal dagang yang penuh muatan siap berlayar dan aktivitas pekerja kapal.

Di seberang jembatan kayu terdapat lorong sempit yang dipenuhi toko rempah, gerabah, tekstil, pengerajin kayu, pandai besi di kiri dan kanannya menggambarkan suasana pasar masa lalu. Di ujung jalan terlihat langgar dan ana kanak kecil sedang belajar mengaji.

Diorama terakhir membawa kita ke kehidupan bawah air. Ikan-ikan yang sedang berenang di sekitar pencari mutiara dan terlihat lambung kapal di atasnya dan dilengkapi dengan permainan cahaya dan suara deru ombak. Sebelum keluar terlihat suasana kehidupan tepi pantai, nelayan yang sedang membuat perahu, penjual ikan menunggu pelanggan dan pengerajin sedang merajut jala ikan.

Bastakia Quarter

Bastakia Quarter

Satu satunya kawasan tua yang masih bertahan hingga saat ini. Terletak tidak jauh dan dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Dubai Museum, Bastakia menawarkan suasana pemukiman masa lalu yang berawal dari pedagang Bastak asal Persia yang membangun rumah mereka pada abad ke-19. Kini pemukiman tua itu difungsikan sebagai galeri, toko cindera mata, rumah makan dan pusat kebudayaan. Apabila anda suka dengan fotografi, jangan lewatkan lorong labirin yang sempit di antara rumah-rumah dengan menara angin atau badgir yang menjulang tinggi.

Sheikh Saeed Al-Maktoum House

Rumah Sheikh Saeed Al-Maktoum

Dibangun di tepi Dubai Creek pada tahun 1896 sebagai rumah tinggal dari Sheikh Saeed Al-Maktoum. Rumah berdinding tebal dua tingkat dengan 4 buah menara angin yang berfungsi sebagai alat ventilasi udara memiliki taman yang luas. Saat ini rumah milik bekas penguasa saat itu difungsikan sebagai museum yang masih menyimpan foto-foto dan dokumen bersejarah. Rumah Sheikh Saeed Al-Maktoum wajib dikunjungi oleh kolektor uang logam dan penggemar/kolektor perangko.

Wafi

Wafi

Terletak di tengah hiruk-pikuknya Burj Dubai yang dikenal sebagai “kota dalam kota” menawarkan pengalaman berbelanja ekslusif dari berbagai merk terkenal di dunia seperti Chanel, Versace, Robert Cavalla, Iceberg, Jeagar, Kitson, Graff, Chopard, Links of London, Mont Blanc, dan masih banyak lagi. Mal dengan desain berkonsep arsitektur Mesir dengan bangunan berbentuk piramida juga dilengkapi dengan spa, club, restoran, kafe dan bar, klub malam dan hotel berbintang lima. Di sini juga dijadikan starting point jasa transportasi Big Bus Tour dengan armada bisnya yang berangkat setiap 30 menit mengunjungi tempat tempat menarik di Dubai.

Jumeirah Public Beach

Hotel Burj Dubai

Tidak sanggup menginap di hotel pinggir pantai? Jangan khawatir, Jumeirah Public Beach terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya sama sekali. Pantai dengan pasir putih dan air jernih berwarna biru kehijau terletak tepat di sebelah hotel Jumeirah dan titik yang tepat untuk berfoto dengan latar belakang Burj Dubai, satu satunya hotel berbintang 7 di dunia. Berada di kawasan tempat tinggal pinggir pantai yang umumnya dihuni para ekspatriat, berpakaian renang dua potong diperbolehkan.

Atlantis on the Palm

Atlantis at the Palm Hotel

Terletak di ujung dari pulau buatan di reklamasi pantai Dubai yang berbentuk pohon palem tempat kawasan hunian mewah tepi pantai. Resor tematik aquaventure berbintang enam dilengkapi dengan taman hiburan air dan anda bisa memiliki kesempatan berenang dengan lumba-lumba. Dikarenakan waktu yang sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk masuk dan mencoba wahana permainan air di Atlantis, tapi menyusuri jalan di pulau buatan manusia merupakan pengalaman yang menarik.

Dubai Mall

Menyandang predikat sebagai mal terbesar di dunia. Semua yang anda cari hampir bisa dipastikan dapat ditemui di Dubai Mall yang memiliki 1.200 toko. Sebagai surga belanja dan pusat hiburan keluarga terbesar, Dubai Mall dilengkapi dengan kolam ikan indoor terbesar di dunia sebagai rumah dari 33.000 ikan air laut yang terdiri dari 85 spesies ikan yang hidup berdampingan dengan ikan hiu dan pari. Untuk si kecil, terdapat taman tematik indoor SEGA Republic Park yang menyediakan berbagai sarana permainan berteknologi canggih. Selain itu Dubai Mall juga dilengkapi dengan ice ring berukuran Olimpiade yang dapat digunakan untuk umum maupun untuk acara khusus seperti kompetisi ice skating, konser musik dan pertandingan hoki.

Air Mancur Terbesar

Burj Khalifa

Jangan lupa menyaksikan atraksi air mancur terbesar di dunia, menari diiringi dengan permainan musik dan pencahayaan di sore hari dengan latar belakang gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa. Anda juga bisa menikmati kota Dubai dari Burj Khalifa observation deck dengan membeli tiket di kaunter “On The Top”.

  • Disunting oleh SA 04/07/2011

Mempersiapkan Anggaran Liburan

Siapa sih yang tidak senang berlibur? Saya yakin kebanyakan orang menyenanginya. Mungkin setelah menikmati liburan baru-baru ini, Anda sudah buru-buru ingin merencanakan liburan berikutnya, entah bulan depan, tahun depan, atau malah beberapa tahun lagi…

Sayangnya, kebanyakan dari kita bukanlah orang kaya dengan status tabungan Prioritas, selalu naik kelas bisnis di setiap penerbangan, atau menginap di hotel bintang lima. Meskipun demikian, saya meyakini bahwa liburan itu milik semua orang, termasuk yang anggarannya terbatas.

Kata kunci dari bahasan saya kali ini adalah “perencanaan keuangan”. Mungkin sebagian dari Anda bakal sebal, sudah hidup dibatasi anggarannya, ini mau senang-senang kok masih dibatasi juga. Well, reality bites, my friend. Mungkin seluruh tabungan yang Anda punya saat ini bisa dipakai untuk jalan-jalan keliling Eropa sebulan penuh. Tapi setelah kembali ke tanah air, Anda niscaya langsung “jatuh miskin” karena sudah tidak punya apa-apa lagi di genggaman.

Anda yang tidak punya tanggungan mungkin akan lebih mudah menghadapi kenyataan ini, toh meskipun “kere” tidak ada yang protes soal tidak dapat jatah bulanan, selain Anda sendiri tentunya. Tapi buat yang sudah berkeluarga ini pekerjaan rumah besar. Kalau tiba-tiba anak perlu dana imunisasi atau dana masuk sekolah, mau pakai duit dari mana lagi?

Untuk itu, suka atau tidak, kali ini saya akan mencoba membantu teman-teman merencanakan anggaran liburan. Sanggahan sebelumnya, saya bukanlah pakar perencanaan keuangan, jadi pastikan ini jadi sarana berbagi bagi kita bersama. Jika Anda punya permasalahan soal hal yang terkait, silakan kita bahas bersama-sama di sini.

Pertama, sebelum Anda merencanakan liburan, sebaiknya Anda memiliki fundamental keuangan yang lumayan. Fundamental ini bisa terdiri dari dana darurat, dana investasi (baik untuk pensiun maupun untuk pendidikan anak), dan pelunasan utang (cicilan rumah, mobil ataupun kartu kredit, jika ada). Khusus untuk dana darurat, perencana keuangan biasanya memberikan besaran nilai dana darurat sebagai berikut:

  • Lajang: 4 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah dengan satu anak: 9 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah dengan dua anak atau lebih: 12 kali pengeluaran bulanan

Walaupun belum penuh-penuh amat jumlahnya, artinya jumlah tersebut tidak harus dipenuhi saat ini juga, setidaknya Anda sudah memulainya dan memisahkan alokasi penggunaan dana tersebut dan dana liburan. Ingat, jangan sampai malah menggunakan kartu kredit untuk membiayai liburan Anda! Di sana mungkin Anda bersenang-senang, tapi begitu pulang ke sini, yang ada malah pusing tujuh keliling memikirkan pelunasannya.

Yang kedua adalah perencanaan liburan itu sendiri. Anda harus secara detil menghitung berapa total biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan yang diimpikan. Biaya itu dapat berupa tiket pesawat, transportasi selama di negara tujuan, biaya pembuatan visa (jika perlu), akomodasi dan penginapan, biaya makan, biaya oleh-oleh, pokoknya semua yang ingin dikeluarkan. Sebagai perhatian juga, sebagian negara mensyaratkan jaminan aset kas dengan jumlah tertentu. Tidak ketinggalan jika perlu Anda membeli asuransi perjalanan sebagai proteksi seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, kalau setelah dapat nilai pastinya, sekarang tentukan kapan Anda ingin melakukan perjalanan tersebut. Besok? Bulan depan? Akhir tahun? Tahun depan? Saya pribadi cenderung menyarankan tidak lebih dari lima tahun perencanaan waktunya, tapi jika anggaran masih belum mencukupi, ya, apa boleh buat.

Anda bisa lihat ada dua hal yang saya tulis dengan huruf tebal, “total biaya” dan “kapan”. Dari dua variabel itulah perencanaan anggaran liburan ditentukan. Sebagai contoh, total biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan berikutnya adalah Rp 10 juta dan waktu yang diinginkan adalah tahun depan, maka nilai Rp 10 juta itu, dengan asumsi inflasi 10% per tahun, akan menjadi Rp 11 juta tahun depan. Jika merencanakan untuk dua tahun lagi, nilainya menjadi Rp 12,1 juta. Ada faktor “nilai di masa depan” yang menjadi pembeda antara anggaran saat ini dengan anggaran yang akan datang.

Sekarang bagaimana cara mencukupi anggaran tersebut? Pertama, jangan pernah utak-atik dana darurat, dana investasi ataupun alokasi pelunasan utang yang sudah berjalan. Semua hal pokok itu bakal kacau jika diambil, bahkan meski cuma sebagian, untuk alokasi dana liburan ini. Jadi pastikan lagi bahwa dana liburan Anda adalah di luar ketiga hal tersebut plus kebutuhan konsumsi bulanan yang selama ini Anda keluarkan. Terus pakai yang mana lagi dong? Berikut kira-kira gambaran saya:

  • Hal yang paling lazim adalah menggunakan pendapatan tahunan (misalnya bonus, THR atau uang cuti). Tapi hitunglah terlebih dahulu pengeluaran tahunan Anda dulu (misalnya zakat/sedekah hari raya/angpau/kado natal dan THR pembantu di rumah). Sisanya yang akan kita pakai untuk perhitungan ini.
  • Jika masih kurang atau bahkan jika Anda tidak punya sisa pendapatan tahunan, maka kita harus coba menyisihkan pendapatan bulanan kita. Tentunya setelah dikurangi segala alokasi tetap dan kewajiban.

Masih belum cukup juga? Supaya cukup tentu ada beberapa cara, termasuk misalnya mengundur waktu perjalanan, mengurangi konsumsi rutin atau bahkan mencari pendapatan tambahan. Semua demi perencanaan liburan yang sudah ada
Jika Anda sudah punya sumber dananya, sekarang kita hitung cara mencukupi anggarannya. Misalnya A dengan pendapatan Rp 10 juta per bulan. Berikut adalah sejumlah skenario terhadap dana liburan A (anggaran saat ini Rp 10 juta):

  • Sisa pendapatan tahunan A ternyata lebih besar dari Rp 10 juta. Artinya setelah pendapatan tahunan itu diperoleh, A dapat menggunakannya secara langsung
    Tidak punya sisa pendapatan tahunan dan memiliki alokasi dana liburan Rp 1 juta per bulan. Setelah 10 bulan, anggaran liburan sudah terpenuhi.
  • Tidak punya sisa pendapatan tahunan dan hanya memiliki alokasi dana liburan Rp 500 ribu per bulan. Jika ditabung biasa baru cukup setelah 20 bulan, tapi karena ada faktor inflasi 10% per tahun, sebaiknya menabung hingga 22-24 bulan untuk amannya.

Metode lain selain tabungan yang bisa saya perkenalkan adalah penggunaan instrumen investasi berisiko rendah macam Reksadana Pasar Uang ataupun deposito untuk jangka waktu maksimal 1 tahun ataupun Reksadana Pendapatan Tetap untuk jangka waktu 1-5 tahun.

Sebagai gambaran, dengan asumsi return 7% setahun menggunakan Reksadana Pasar Uang, supaya bisa cukup setahun untuk pengumpulan anggaran liburannya, Anda kira-kira perlu menyisihkan Rp 888 ribu setiap bulannya. Sementara jika Anda mengundur waktu eksekusi liburan menjadi 2 tahun, menggunakan Reksadana Pendapatan Tetap yang mempunyai asumsi return 10% per tahunnya, kira-kira Anda cukup mengalokasikan dana Rp 458 ribu per bulannya. Tentunya semua berpulang pada kebutuhan masing-masing.

Nilai yang dicontohkan di atas hanyalah gambaran dan dengan menggunakan suatu instrumen investasi tidak ada kepastian untuk mencapai nilai yang diharapkan. Tentunya tetap lebih baik sedikit meleset perhitungannya, misal ternyata tingkat return tidak setinggi yang diharapkan, ketimbang mengorbankan kondisi keuangan demi liburan dalam jangka waktu pendek yang bakal bikin sengsara dalam jangka waktu lebih lama, bukan? Selamat merencanakan kebutuhan dana liburan Anda dan nikmatilah perjalanan impian tanpa rasa bersalah!

  • Disunting oleh SA 10/04/2011

Hanami, Ritual Menikmati Sakura di Jepang

Ranting Sakura

Jika Anda ingin ke Jepang, datanglah ketika musim semi. Sebagai negara yang memiliki empat musim seperti banyak negara subtropis lainnya, ada masa-masa di mana penduduknya dapat menikmati musim semi yang mengagumkan. Salju mencair, matahari mulai bersinar lebih lama, dan yang paling penting, suhu menghangat dan tanaman-tanaman indah mulai merona. Tak kurang di Jepang, setiap bulan Januari sampai Mei setiap tahunnya, pohon yang berbunga Sakura menjadi semacam “pelarian” bagi warganya untuk sejenak meninggalkan rumah dan melakukan piknik di bawah pohon Sakura. Ritual ini dikenal dengan istilah _hanami_ (花見 – secara harfiah bermakna, “kegiatan memandangi bunga”).

Apa yang dilakukan ketika hanami berlangsung? Biasanya, masyarakat akan mengunjungi taman di mana banyak pohon Sakura dan mulai “menunggui” tempat dari pagi, seolah “memesan”-nya agar tidak diambil orang lain nantinya. Caranya? _Nongkrong_ di bawah pohon dari pagi atau menggelar terpal yang berfungsi untuk menandai tempat yang “dipesan”. Tidak hanya keluarga atau kelompok anak muda yang menikmati hanami. Grup sejawat kantoran pun banyak, menikmati Sakura bersama sebagai bagian dari acara kebersamaan kantor untuk menghilangkan rasa jenuh. Biasanya, pegawai baru disuruh untuk menunggu tempat dari pagi sekali!

Duduk dan Makan Ketika Hanami

Duduk dan Makan Ketika Hanami

Mendekati siang, taman-taman berpohon Sakura sudah mulai dipenuhi orang dan mereka mulai melakukan berbagai kegiatan. Ada yang berkaraoke, berdansa, makan siang _bento_ atau _dango_ (bulatan-bulatan tepung beras yang ditusuk sate, disajikan dengan saus manis atau gurih), minum sake atau berjalan keliling, suatu prosesi untuk “membangkitkan ruh”. Makanan yang disantap bisa dibawa dari rumah, dibeli dari _kombini_ (_convenience store_), atau dengan alat _barbeque_ komplit langsung dimasak di tempat. Sorenya, mereka pulang ke rumah dengan kereta api atau bis sewaan. Sebenarnya, hanami bisa dinikmati mulai pagi mendekati makan siang, sore, dan bahkan juga ada yang malam hari (disebut _yozakura_). Pada kasus hanami malam hari, biasanya pohon Sakura juga diterangi lampu dan terlihat sangat cantik!

Sejarah hanami sendiri berawal dari abad ke-7. Ritual ini awalnya berfungsi sebagai bentuk rasa syukur terhadap panen yang melimpah. Ia bermula dari pulau Kyushu (pulau di selatan Jepang dekat dengan Korea Selatan) dan terus berkembang ke seluruh pulau di Jepang. Setelah itu, keluarga ningrat di Jepang turut mengadopsi hanami. Mereka membuat dan membaca puisi sambil menikmati Sakura di istananya.

Keunikan hanami terletak pada waktunya yang pendek, paling lama hanya dua minggu, kecuali masa-masa tertentu seperti tahun 2010 di mana suhu ternyata sangat dingin. Pohon Sakura hanya bisa hidup dalam rentang suhu tertentu, tidak bisa terlalu dingin dan tidak bisa terlalu panas. Hal ini dianggap sebagai simbol kehidupan di mana kita semua hanya “transit”. Dalam kasus musim, Sakura menandakan “transit” antara musim dingin ke musim semi dan seterusnya. Ada juga yang menganggapnya sebagai “kelahiran kembali” alam.

  • Foto: Wikipedia & Annisa Mahdia Pratiwi

Disunting oleh: ARW 26/04/2010.


Ziarah Wali Sembilan

Baiklah, ini bukan ide biasa. Rencana perjalanan ini bisa dibilang khusus dibuat bagi pemeluk agama Islam. Bahkan ide ini pun bisa mengerucut lagi kepada sebagian umat Islam yang tidak mempunyai masalah dengan kegiatan ziarah ke makam. Karena kami tahu ada sebagian yang mempunyai pandangan ziarah ke makam adalah kegiatan bid’ah, kami mohon maaf, tulisan ini dibuat tidak untuk mengundang perdebatan fikih agama. Namun sebagai wisata sejarah, kami kira ziarah wali sembilan sangat masuk akal dilaksanakan oleh siapa saja.

Apa dan Kemana Ziarah Wali Sembilan?

Yang dimaksud Ziarah Wali Sembilan (atau Wali Songo dalam bahasa Jawa) adalah mengunjungi (minimal) sembilan lokasi makam orang-orang khusus yang dikenal sebagai wali, dan juga mengunjungi beberapa lokasi sejarah kewalian lainnya (bila ada). Makam-makam mereka tersebar di seluruh Jawa. Wali adalah tokoh agama Islam yang dipercaya sebagai penyebar awal ajaran agama Islam di Indonesia (dan Jawa pada khususnya) pada abad 17.

Sembilan Wali Sembilan ini antara lain:
* Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, juga dikenal Syaikh Makhdum Ibrahim As-Samarqandy adalah wali pertama dan sesepuh dari wali sembilan. Ia adalah keturunan ke-11 dari Husain bin Ali r.a. (cucu Nabi SAW). Makamnya di Desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Ampel atau Raden Rahmat, putra Maulana Malik Ibrahim, ia konon mempunyai garis keturunan dari Majapahit juga. Makamnya dekat Masjid Ampel (area Kembang Jepun), Surabaya.
* Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, putra Sunan Ampel. Makamnya dekat alun-alun Tuban, Jawa Timur.
* Sunan Drajat atau Raden Qasim, putra Sunan Ampel. Makamnya di Desa Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
* Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq, putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah adik dari Sunan Bonang. Makamnya di areal Masjid Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Masjid Menara Kudus juga menarik dari sisi arsitektur karena mengusung seni Jawa (menara) sebagai bangunan masjid.
* Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, adalah keturunan Maulan Ishak. Sunan Giri adalah keturunan ke-12 dari Husain bin Ali, merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Makamnya di Giri, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Kalijaga atau Raden Said, adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ia adalah murid Sunan Bonang. Makamnya di Kadilange, Demak, Jawa Tengah.
* Sunan Muria atau Raden Umar Said, adalah putra Sunan Kalijaga. Makamnya di Bukit Muria, Jawa Tengah.
* Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Makamnya di Cirebon, Jawa Barat.

Ziarah Wali Sembilan secara tradisional lazimnya dilakukan oleh jamaah pengajian. Tapi kadangkala ada kelompok lepas, lintas desa, dan ada orang yang mengkoordinir pelaksanaan perjalanan ini, termasuk menyewa bus dan sopir, lalu mereka yang menjadi pemimpin perjalanan. Karena tradisional, akomodasinya pun sangat sederhana, disamping alasan penghematan dan alasan lain. Misal, busnya tidak ber-AC, selain karena murah, kebanyakan orang desa tidak kuat ber-AC. Lalu menginapnya pun di masjid-masjid di sepanjang perjalanan yang biasanya terbuka kepada para peziarah semacam ini. Sopir-sopir bis paket ziarah seperti ini biasanya sudah tahu letak masjid-masjid tertentu yang bisa digunakan untuk menginap.

Karena letak tempat ziarah wali sembilan terhitung dekat dan dalam Pulau Jawa, tidak menutup peluang melakukan perjalanan ini secara independen. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan roda empat, menggunakan bis atau mini bus. Bahkan ada beberapa orang yang penulis ketahui melaksanakan dengan kendaraan bermotor roda dua, meski pelaksanaan dan pragmatisnya kurang kami sarankan. Jangan heran pula bila saat ini ada pula agen wisata di Jawa Timur yang mengusung paket ziarah Wali Sembilan dan memberi tarip dolar.

Selain berkunjung ke wali-wali di atas, biasanya ada pula tempat persinggahan dan kunjungan lain, misalnya: Masjid Agung Demak, Gua Saparwadi (lebih dikenal dengan nama Gua Pamijahan) terletak di kaki gunung Mujarod di desa Pamijahan, Tasikmalaya, Masjid Banten, dan juga lokasi Makam KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur di Jombang. Sebagai bonus, sifat kunjungan ke tempat-tempat ini tidak wajib, namun peziarah Wali Sembilan banyak mengunjunginya selain karena letaknya yang juga terlewati oleh jalur, juga sebagai alternatif perjalanan agar tidak membosankan (setelah dari pantai utara lalu lewat jalur selatan).

Rencana Perjalanan

Bila dilakukan dari Jakarta, perjalanan ini bisa dilakukan dengan urutan berikut: Masjid Agung Banten, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Ampel, Jombang, dan Gua Pamijahan.

Bila dilakukan dari Jawa Timur, urutannya sebagai berikut: Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Banten, Gua Pamijahan, lewat jalur selatan, dan Jombang.

Tentunya alur dan lokasi bisa disesuai dari jalur mulai perjalanan. Lama waktu bisa dilakukan antara lima hari dan enam hari. Bisa pula ditambah mengunjungi berbagai tempat wisata yang tersebar di sepanjang jalur perjalanan tersebut. Tempat menginap ideal dengan kemungkinan hotel tersedia di Surabaya, Tuban, Kudus, Cirebon.

Referensi data Wali Sembilan: Wikipedia.

Disunting oleh SA 28/02/10.


Artikel sebelumnya

© 2017 Ransel Kecil