Artikel-artikel dari kategori Rencana Perjalanan (halaman ke-1 dari 5)

Kelonggaran Visa Australia untuk WNI

Warga negara Indonesia akan mendapat kelapangan visa kunjungan Australia mulai 2016. Australia akan memberikan visa multiple entry dengan masa berlaku tiga tahun. Saat ini, visa tipe ini hanya diberikan untuk periode satu tahun. Mulai 2017, akan diberlakukan aplikasi online visa sehingga kita tak perlu lagi datang ke pusat aplikasi visa di Jakarta atau kota-kota lain.


Dari Singapura ke Phuket?

Kami mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan dari Singapura menuju Phuket, dari seorang pembaca yang terinspirasi perjalanan lintas Asia Tenggara di salah satu artikel kami.

Mudah-mudahan jawaban berikut bisa membantu, tidak hanya yang menanyakan tapi buat semua. Selamat menikmati!

Dari Singapura ke Genting Highlands bagaimana caranya?

Dari Singapura banyak opsi ke Genting Highlands. Pertama, kita harus ke Kuala Lumpur dahulu. Banyak opsi di sini: kereta api, bis atau pesawat. Asumsi ingin menikmati perjalanan, maka kereta api atau bis adalah paling cocok. Namun, ada triknya. Baru-baru ini Singapura memindahkan stasiun kereta api dari Tanjong Pagar ke Woodlands, dekat perbatasan dengan Johor Bahru, Malaysia. Semua kereta api lintas negara berangkat dari sana. Yang kedua, opsi dengan bis antar negara. Namun, kami tak sarankan berangkat langsung dari Singapura karena harganya bisa dua kali lipat. Lebih baik naik bis kota ke Johor Bahru. Ada layanan SBS Transit (bis kota di Singapura) ke Johor Bahru dengan total biaya tak mencapai S$5 per orang. Tujuan akhirnya adalah terminal bis Larkin di Johor Bahru. Dari sini, kita bisa beli tiket bis apa saja ke Kuala Lumpur yang rata-rata bertarif RM35 sampai RM40 (sekitar Rp100.000 – Rp120.000).

Jika waktu menjadi prioritas maka bisa naik pesawat. Tarifnya bervariasi. Terakhir kami cek di AirAsia, sekitar S$43 (sekitar Rp350.000) sekali jalan.

Dari Kuala Lumpur, ada bis resmi Genting Highlands dari Kuala Lumpur Sentral, bertarif RM10.30 sekali jalan. Ada juga opsi paket dengan tiket masuk atraksi-atraksi Genting Highlands.

Bagaimana mencapai Kuala Lumpur Sentral? Dengan kereta api, kita langsung dibawa ke terminal ini. Dengan bis, tanyakan apakah bisa berhenti di terminal ini atau terminal lain (biasanya, Terminal Puduraya). Dari terminal Puduraya akses ke Kuala Lumpur Sentral cukup mudah. Naik LRT (light rail transit) di stasiun Plaza Rakyat, ke arah stasiun Masjid Jamek, turun, lalu sambung ke stasiun KL Sentral.

Dari bandara, asumsi dengan penerbangan AirAsia, cari bis yang mengarah ke KL Sentral. Biayanya sekitar RM10, memakan waktu satu jam.

Bagaimana menuju Phuket dari Genting?

Kembali dulu ke Kuala Lumpur dengan bis yang sama di atas.

Setelah itu, anda bisa naik kereta api ke Hat Yai. Cek biayanya di situs web resmi Keretapi Tanah Melayu. Nama keretanya “Senandung Langkawi”. Ada berbagai kelas dengan tarif berbeda-beda, mulai dari RM26 (sekitar Rp75.000) sampai RM117 (sekitar Rp360.000).

Dari Hat Yai, silakan naik bis ke Phuket.

Jika waktu menjadi prioritas, terbang langsung dari Kuala Lumpur, dan beli tiket pulang pergi.

Estimasi waktu kereta api dari Kuala Lumpur ke Hat Yai adalah 12 jam. Ditambah waktu tempuh bis (dari Genting, dan ke Phuket) kemungkinan bisa menambah waktu menjadi 20 jam.

Kami pernah mengulas perjalanan ke perbatasan Malaysia-Thailand di sini.

Kalau dari Phuket ke Singapura naik apa dan berapa lama?

Ulangi rute di atas.

Ada rekomendasi penginapan murah dan kuliner halal?

Kami belum pernah mengulas penginapan di Phuket, kami sarankan mencari di hostelbookers.com, hostelworld.com atau jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu menginap di rumah/tempat tinggal orang ala homestay, silakan buka airbnb.com. Ingin penginapan gratis? Coba komunitas CouchSurfing.

Di semua situs itu kita bisa menyaring per lokasi dan per anggaran.

Soal kuliner halal, di Singapura tidak perlu terlalu khawatir. Jika ingin pasti halal, makan di restoran Melayu. Di Malaysia, hampir terjamin halal karena negara muslim. Di Hat Yai, ini ada ulasannya. Untuk Phuket juga ada.

Di internet banyak informasi bertebaran. Google adalah teman terbaik kita.


Atraksi Wajib-Kunjung Istanbul

Kalau sebelumnya saya menulis rekomendasi atraksi utama kota Istanbul yang tidak dipungut bayaran, kali ini rekomendasi beberapa atraksi yang wajib dikunjungi karena memberikan pengalaman unik dan melihat secara langsung peninggalan sejarah dari masa kekasairan Roma, Ottoman hingga Istanbul modern saat ini.

Selat Bosphorus

Selat Bosphorus
Selat Bosphorus

Selat Bosphorus terletak di antara benua Asia dan Eropa dan menghubungi Laut Marmara dan Laut Hitam. Bosphorus terkenal akan wisata pesiar dengan pemandangan dan beberapa peninggalan sejarah tepi benua Asia dan Eropa. Untuk menikmati wisata pesiar Bosphorus bisa menggunakan jasa penyeberangan kapal feri Sehir Hatlari, jasa kapal pesiar Turyol atau jasa kapal pesiar swasta yang banyak bertebaran di Eminonu. Alternatif lain bagi yang tidak punya banyak waktu, coba penyeberangan kapal feri dari Eminonu ke Kadikoy, berbaur dengan masyarakat lokal, yang juga merupakan tempat pas untuk menikmati pemandangan kota Sultan Ahmed dengan pemandangan Blue Mosque, Hagia Sophia dan Topkapi Palace. Sedangkan di sisi Asia akan terlihat barak militer Selimiye. Harga tiket penyeberangan dua lira dan pesiar mulai dari 12-25 lira.

Hagia Sophia

Hagia Sophia
Hagia Sophia

Hagia Sophia, gereja yang dibangun pada tahun 537 Masehi oleh Justinian, kaisar Byzantine, menjadi gereja yang termegah dan terbesar di dunia pada saat itu, hingga akhirnya dialihfungsikan menjadi mesjid pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmet ketika berhasil mengalahkan Constantinople. Tokoh sekuler Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki kemudian mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi museum pada tahun 1935. Hagia Sophia buka setiap hari, kecuali hari Senin dengan tiket masuk 20 lira.

Basilica Cistern

Basilica Cistern
Basilica Cistern

Terletak di bawah tanah, bangunan kecil sekaligus loket tiket masuk di seberang Hagia Sophia, Basilica Cistern membawa pengunjung ke suasana tenang dari keramaian kota Istanbul. Dikenal juga sebagai “istana tenggelam”, waduk tertutup yang memiliki 336 kolom marmer dan granit ini dibangun pada tahun 532 Masehi untuk memenuhi kebutuhan air istana agung Constatinople dan Topkapi. Basilica Cistern berkapasitas 100.000 ton, mendatangkan air dari hutan Belgrade yang mengalir melalui jembatan air sepanjang 19 kilometer. Ada dua kolom yang paling menarik perhatian di dalam Basilica Cistern, kolom dengan alas kepala Medusa yang dalam mitologi Yunani dipercaya sebagai jelmaan perempuan berambut ular. Basilica Cistern buka setiap hari dengan tiket masuk 10 lira.

Topkapı Palace

Maket Topkapı Palace
Maket Topkapı Palace

Terletak di atas bukit dengan pemandangan bebas ke Selat Bosphorus dan Laut Marmara, merupakan atraksi wisata yang paling banyak dikunjungi di Istanbul. Dibangun pada tahun 1478 oleh Sultan Mehmet II, digunakan sebagai hunian dari para sultan Ottoman selama hampir 400 tahun, kini termasuk warisan dunia UNESCO sebagai Kota Tua Istanbul. Istana ini menyimpan koleksi harta sultan mulai dari perhiasan berharga, kereta, pakaian, senjata dan artefak suci. Salah satu tempat yang paling menarik adalah Harem, dulunya hanya boleh dimasuki oleh orang terdekat Sultan termasuk keluarga, istri, selir dan pembantu pribadinya. Semua kehidupan di dalam Harem diatur oleh ibu sultan. Topkapi Palace tutup pada hari Selasa dan buka dari hari Rabu hingga Senin dengan tiket masuk 20 lira, tiket tambahan masuk Harem 15 lira. Tersedia pula pemandu grup dengan biaya 10 lira dan sistem audio pemandu bertarif lima lira.

Çemberlitaş Hamamı

Çemberlitaş Hamamı
Çemberlitaş Hamamı

Berkunjung ke Turki tidak lengkap tanpa mencoba Hamam atau pemandian ala Turki yang menyegarkan. Walaupun terasa sedikit risih dimandikan orang lain, pemandian tradisional Turki yang berawal dari tahun 600 Masehi memberikan pengalaman yang berakar dari kebudayaan Romawi dan Yunani kuno. Cemberlitas Hamami di Istanbul dibangun pada tahun 1584 dan masih beroperasi hingga saat ini. Bangunan tua berkubah dengan interior berbatu marmer dan dihiasi ornamen yang indah, pencahayaan dan temperatur suhu udara yang terkontrol dengan ritual pemandian masa lalu menciptakan suasana yang santai. Untuk mengalami pengalaman yang unik ini pengunjung dikenakan biaya 70 lira dan terbuka untuk pria dan wanita dengan ruang yang terpisah.

Whirling Dervishes

Whirling Dervishes
Whirling Dervishes

Nikmati pertunjukan whirling dervishes Sufi yang sangat magis. Dimulai dengan pembacaan doa dan dialuni suara gendering dan seruling, penari bertopi coklat dengan jubah putih yang terkembang berputar-putar sebagai simbol dari bulan yang mengelilingi matahari, sambil mengangkat tangan kanan ke atas dan tangan kiri ke bawah, simbol dari “tuhan” dan bumi. Kebudayaan yang dimulai sejak abad ke-13 dapat disaksikan di beberapa tempat, salah satunya Dede Efendi House dekat Blue Mosque sekaligus menjadi museum dengan koleksi peralatan musik tradisional Sufi. Tiket masuk 50 lira setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Istanbul Museum of Modern Art

Istanbul Museum of Modern Art
Istanbul Museum of Modern Art

Sebagai alternatif bagi yang ingin melihat Istanbul masa kini, kunjungilah tempat ini. Dibangun pada tahun 2004, galeri seni ini memamerkan karya-karya seni abad ke-20 karya seniman lokal maupun internasional. Terdapat juga perpustakaan seni, toko cinderamata, kafe dan restoran dimana pengunjung dapat menikmati secangkir kopi Turki sambil melihat perahu hilir mudik atau matahari terbenam. Istanbul Museum of Modern Art buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur keagamaan. Dikenakan tarif tiket masuk seharga 7 lira dan jika ingin tiket gratis, datanglah pada hari Kamis. Mengambil foto tidak diperkenankan sama sekali.

Galata Tower

Galata Tower
Galata Tower

Salah satu ikon kota Istanbul, menara yang memiliki sembilan lantai dan tinggi 70 meter ini dibangun pada abad pertengahan. Pada zaman Byzantine, menara ini terbuat dari kayu, kemudian dibangun kembali dengan menggunakan batu pada tahun 1384. saat ini menara dilengkapi dengan dua lif. Sesuai fungsinya sebagai menara pemantau, lantai teratas menara merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pemandangaqn kota, sambil minum teh atau kopi di kafe yang tersedia di lantai yang sama menunggu matahari terbenam. Galata Tower buka setiap hari dengan tiket masuk 10 lira.

  • Disunting oleh SA 17/01/12

Artikel sebelumnya

© 2016 Ransel Kecil