Kategori

What to pack to travel the world.

dalam kategori Rupa-rupa ditulis oleh

(via Brainpickings)

Kategori

How travel keeps our life in perspective

dalam kategori Kutipan ditulis oleh

This is one of the many gifts that travel gives us. We always say “try to put yourself in their shoes to understand.” But when your travels necessitate that you do so — be it for a moment, or a week or a sleepless night in a tiny river town — the comparison solidifies into something you can come back to, time and time again.

Kutipan dari artikel oleh Jodi Ettenberg.

Rupa-rupa

Lipdub dengan 300 Anak-Anak Kamboja

dalam kategori Rupa-rupa ditulis oleh

Jean-Luc Nguyen adalah warga negara Perancis yang berkelana keliling dunia pada tahun 2010, setelah empat tahun berkecimpung di bidang teknologi informasi dengan perusahaannya sendiri. Ketika mendirikan perusahannya pada tahun 2006, dia berusia 22 tahun. Tahun 2010, ia menutup perusahaannya sendiri dan menggunakan uangnya untuk keliling dunia, pergi ke berbagai negara seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, Uni Emirat Arab, Jepang dan lain sebagainya, dengan tujuan utama mendokumentasikan perjalanannya melalui film pendek atau video singkat. Ia mengaku passion utamanya adalah filmmaking.

Ketika di Kamboja, ia tinggal cukup lama dan menilai masyarakat Kamboja sangat ramah walaupun dijerat kemiskinan. Bekerja sama dengan The Learning Foundation, sebuah organisasi nirlaba di sana yang membantu pendidikan anak-anak didik di Krasang Reloung Primary School di kota Siem Reap, Jean membantu mendorong semangat anak-anak tersebut dengan mengarahkan dan menciptakan sebuah video lipdub yang berlokasi di sebuah kuil di Angkor. Lipdub adalah video kolaboratif yang dimainkan banyak orang, dengan satu lagu tema, lalu dinyanyikan secara dubbing secara sambung-menyambung. Saksikan videonya di bawah ini.

Ini video di balik layarnya.

Tips

Etika Naik Transportasi Umum

dalam kategori Tips ditulis oleh

Kita semua tahu dan pernah mencoba berbagai jenis transportasi umum: bis, kereta api, kereta listrik, kapal feri… atau ada yang lebih canggih lagi?

Pergi ke negara yang transportasi umumnya baik, terutama negara maju, menuntut kita untuk punya sedikit etika dalam berbagi tempat dan jalan umum.

Di Indonesia, etika naik transportasi umum ini masih samar, dan cenderung menyesuaikan keadaan dan situasi. Jika kita naik atau menyetir kendaraan pribadi, kita diatur oleh peraturan lalu lintas. Namun, naik transportasi umum juga ada etikanya. Sistem transportasi massal akan mengumpulkan ribuan bahkan ratusan ribu orang dalam sehari. Sebagai contoh ekstrim, di stasiun kereta api Shinjuku di Tokyo, sehari ada lebih dari tiga juta penumpang berlalu-lalang di sana.

Catatan Perjalanan

Sebuah Kuil bagi Sang Surya

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kuil dari kejauhan
Kuil dari kejauhan.

Nun jauh di Orissa/Odisha, sekitar dua jam perjalanan dari kota Bhubaneswar, sebuah kuil megah berdiri di daerah yang dinamakan Konark. Konark yang juga dikenal dengan nama Konaditya atau Arkakshetra berasal dari turunan dua kata; “Kona” yang berarti sudut dan “Arka” yang berarti surya.

Berbagai misteri dan cerita mengiringi perjalanan saya memasuki kuil ini. Konark tidak dapat dipisahkan dengan cerita Samba, anak dari Krishna yang menderita lepra dan menjadi sembuh akibat bantuan dari dewa matahari. Lambat laun makin terurai legenda Dharmapada mengenai seorang raja dari abad ke-13 Masehi bernama Narasimhadeva I yang memerintahkan pendirian sebuah kuil bagi dewa matahari. Konark yang juga dikenal sebagai pagoda hitam dibangun dengan bulir-bulir keringat 12.000 pemahat terbaik di wilayah ini yang bekerja di bawah ancaman hukuman mati bila tidak mampu menyelesaikan perintah raja. Kebengisan Narasimha makin terasa saat perintah penyelesaian kuil dipercepat dari jadwal. Sri Samantaray sebagai kepala pemahat mengakui ketidaksanggupannya, sehingga berakhir dengan pemecatan. Kisah bergulir di mana kepala pemahat yang baru bernama Bisu akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan kuil, namun satu hal tertinggal, mahkota dari kuil (“kalasa“) selalu gagal diletakkan di tempatnya. Tidak seorang pun pemahat mengetahui solusinya.

Catatan Perjalanan

Berenang Bersama Ubur-Ubur Danau Kakaban, Kalimantan Timur

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Dermaga Danau Kakaban
Dermaga Danau Kakaban.

Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Letaknya tidak jauh dari Pulau Derawan. Pulau Kakaban adalah salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban masih cenderung murni dan jarang dikunjungi orang karena lokasi jauh terpencil dan belum ada sarana transportasi yang memadai layaknya tempat wisata alam lainnya.

Danau ini agak berbeda dan unik dengan kebanyakan danau yang ada di Indonesia, di dalam danau ini terdapat ubur-ubur yang tidak menyengat. Berdasarkan informasi dari kawan saya, ubur-ubur seperti ini hanya terdapat di dua tempat di dunia, yaitu di Danau Kakaban, Kalimantan Timur dan Jellyfish Lake di Palau, Mikronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.

Catatan Perjalanan

Pulau Kemaro, Pulau Kecil di Tengah Sungai Musi

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Pagoda di Pulau Kemaro
Pagoda di Pulau Kemaro

Saat saya berkunjung ke Palembang, saya mengunjungi suatu pulau unik yang terletak di tengah Sungai Musi, Pulau Kemaro namanya. Kemaro dalam bahasa Palembang berarti “kemarau”. Menurut masyarakat Palembang, nama tersebut diberikan karena pulau ini tidak pernah tergenang air. Ketika air pasang besar dan volume air Sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung di atas perairan Sungai Musi.

Pulau Kemaro sudah menjadi tempat plesiran terkenal di Palembang. Pulau ini terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan. Untuk menuju Pulau ini saya menggunakan kapal kecil yang saya sewa dari Dermaga bawah Jembatan Ampera yang lokasinya bersebelahan dengan halte Trans Musi Ampera. Untuk sampai ke pulau ini, dari dermaga saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit menyusuri arus liar Sungai Musi.

Sesaat kapal yang saya naiki masih melaju di Sungai Musi dan belum berlabuh di Dermaga Pulau Kemoaro, Pagoda besar di Pulau Kemaro sudah bisa terlihat, saya melihat kemegahan pagoda dari kejauhan.

Tips

Dari A-Z: Tips Melancong ke India

dalam kategori Tips ditulis oleh

A: Ambil peta, kenali negara yang kamu ingin tuju. Mulai menelusuri apa yang terkenal dari India dan wilayah mana yang ingin dijelajahi. Hal ini mungkin berhubungan dengan apa yang menjadi minat anda. Sebagai contoh ada yang berminat dengan wisata alam, sedangkan yang lain mungkin lebih ke wisata sejarah. Untuk sejarah, India memiliki 36 Warisan Dunia UNESCO yang daftarnya bisa ditelusuri lewat internet. Buat itinerary selengkap mungkin. Pastikan semua hal yang popular di wilayah tersebut sudah termasuk di dalamnya. Setiap daerah di India punya keunikan masing-masing. Sebagai tambahan, biaya masuk monumen sekitar 250 rupee bagi turis mancanegara.

B: Bollywood hardcore fans? You would love being here. Film Bollywood India terbaru biasanya akan turun di hari Jumat minimal empat film. Umumnya tidak menggunakan terjemahan Inggris, namun alur ceritanya masih dapat ditebak dan dimengerti. Menonton film India di India adalah keharusan. Kapan lagi nonton film Bollywood di negaranya? Bioskop di India tergolong sangat nyaman, dengan biaya 200-300 rupee per film.

C: Camkan baik-baik, India bukanlah Eropa. Jadi, pastikan kamu mengatur segala hal sebelum berangkat sedetil mungkin untuk memastikan perjalanan kamu aman dan nyaman.

Tempat

Menemukan Tuhan di Belur dan Halebidu

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Belur dan Halebidu

Berawal dari sebuah percakapan di meja operasi di suatu Senin pagi di sebuah rumah sakit kanker Mumbai, antara saya dengan seorang teman yang berasal dari Karnataka:

Teman: “Sudah pernah ke Karnataka?”

Saya: “Sudah, dong.”

Teman: “Kamu kan suka kuil Hindu kuno, sudah lihat Halebidu dan Belur?”

Jawabannya tentu saja tidak. Kening saya mengkerut sambil berusaha mengingat-ngingat. Seluruh daftar monumen yang termasuk dalam Warisan Dunia UNESCO di India tentu saja sudah saya hapal di luar kepala. Jadi waktu teman saya mendadak menyebutkan nama ini, di satu pihak saya membela diri dengan alasan bahwa nama kuil ini tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Teman: “Memang, tapi dua kuil ini arsitekturnya bagus sekali. You can have heart attack there, trust me! Belum afdol rasanya kalau belum pernah ke sana…”

Saya tahu jawaban ini terlalu hiperbolis, namun pada akhirnya cukup bisa membuat saya mencari tahu dan ujung-ujungnya menenteng ransel untuk pergi ke Karnataka beberapa hari kemudian.

Kategori

Keluar dari Sangkar Emas

dalam kategori Kutipan ditulis oleh

Semuanya kesasar dan semuanya belajar. Prinsip orang bekerja adalah berpikir, namun kalau setiap hari melakukan hal yang familiar/rutin atau dibimbing orang lain, maka manusia punya kecenderungan menjadi “penumpang” bagi orang lain dan tidak berpikir lagi. Namun di lain pihak, orangtua juga punya tendensi mengawal dan menuntun anak secara berlebihan. Anak-anak yang berusia dewasa dilarang bepergian sendirian. Khawatir kita sangat berlebihan. Padahal di Vietnam, Thailand, Bali dan Laos, anak-anak bimbingan saya bertemu dengan mahasiswa asing yang sudah berkelana pada usia yang jauh lebih muda.

(via Rhenald Kasali, “Keluar dari Sangkar Emas”)

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN