Catatan Perjalanan

Memburu Salju Musim Gugur (Bagian 1)

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Toko peta tua di Gamla Stan
Toko peta tua di Gamla Stan.

Beberapa perjalanan udara, darat dan air membawa saya ke kota keberangkatan: Stockholm, Swedia, kota berpenduduk 1,2 juta jiwa. Musim gugur berarti kunjungan turis mengalami penurunan, sebelum melonjak lagi pada musim dingin yang sudah di pelupuk mata. Bis yang membawa saya dari Kopenhagen, Denmark itu berhenti di Cityterminalen pada waktu subuh. Hari sangat gelap, suhu dan angin menusuk dan menembus kulit. Hitungan suhu pun masih dianggap relatif “hangat” dengan kisaran 0-10°C, tetapi tentu ini sama sekali tidak hangat buat saya dan mereka yang berasal dari negara tropis.

Saya lihat dompet. Beruntung, saya sempat menukarkan sisa krona Denmark ke krona Swedia. Setelah mampir ke Pressbyrån, sebuah toko kecil serba ada, sarapan roti isi dan segelas susu hangat melegakan tubuh yang kelaparan ini. Jadwal selanjutnya, mencari hostel di bilangan Södermälarstrand, daerah yang cukup sentral di kota Stockholm. Perjalanan dengan kereta bawah tanah untuk satu zona mencabai 40 krona Swedia atau sekitar Rp52.000,-. Tarif ini relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain seperti Jerman atau Amerika Serikat. Apalagi setelah menyadari ternyata jarak yang ditempuh cukup dekat, hanya sekitar tiga stasiun. Beberapa pertanyaan dan salah jalan berikutnya, sampailah saya di hostel yang dibangun dari kapal bermesin uap yang sudah dinon-aktifkan, tetapi masih mengapung di dermaga.

Makanan

Soto Ayam Pak Sungeb, Purwokerto

dalam kategori Makanan ditulis oleh

Soto Ayam Kampung Pak Sungeb, Purwokerto

Barangkali ini pengecualian bagi saya yang tak begitu suka soto.

Soto Ayam Pak Sungeb “Jl. Bank” di Jl. R. A. Wiria Atmaja, Purwokerto, Jawa Tengah, menjadi labuhan kami pada waktu itu setelah turun dari stasiun Purwokerto setelah lima jam perjalanan dari Gambir, Jakarta. Bak Sroto Sokaraja yang berisi daging sapi, soto ayam yang juga cukup populer di Purwokerto ini juga dilengkapi dengan sambal kacang.

Tips

Berhemat Pangkal Jalan-Jalan Maksimal

dalam kategori Tips ditulis oleh

Sampai saat ini banyak yang bertanya bagaimana “berwisata murah ala ransel” atau malah ada juga yang ingin “wisata murah atau nyaris gratis tetapi fasilitas maksimal”. Berwisata murah ala ransel tentu lebih terdengar logis dan sangat bisa diusahakan, tetapi wisata murah atau nyaris gratis dengan fasilitas maksimal? Mungkin perlu pintar-pintar mencari kesempatan promosi, undangan atau dengan “nebeng” keluarga atau teman di tempat tujuan.

Tidak ada formula khusus untuk berwisata murah ala ransel, dan niat berwisata murah bisa saja tiba-tiba pudar ketika kita tidak disiplin pada rencana ketika sampai di tujuan. Namun, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya sebelum, ketika dan setelah perjalanan itu.

Catatan Perjalanan

Pemakaman Unik di Trunyan

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Deretan ancak saji
Deretan ancak saji.

Pada jalan-jalan edisi Pulau Bali ini, kami mengunjungi satu desa yang memiliki tradisi pemakaman yang tidak biasa. Lokasi desa ini terletak di Pinggir Danau Batur, Kintamani, Bali.

Berangkat dari hotel jam 10.00 pagi, tujuan kami adalah dermaga perahu Danau Batur. Perahu motor memang transportasi yang digunakan untuk mencapai Trunyan. Ketika kami tiba di dermaga segera berdatangan para pemilik perahu motor yang menawarkan jasa penyeberangan menuju desa.

“Ayo pak nyebrang, mumpung masih siang. Mayatnya juga masih baru ini. Baru dua minggu-an,” ujar salah satu pemilik perahu motor.

Istri saya yang sebelumnya tidak tahu mengenai pemakaman Desa Trunyan kaget dan sedikit takut. Dia bingung kenapa bapak ini menyebut kata mayat. Memang, perjalanan ini saya buat sebagai kejutan untuk istri. Harga paket yang ditawarkan menuju desa Trunyan adalah Rp600.000.

Tempat

Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo.

Dari sekian banyak cerita perjalanan saya di Indonesia, Taman Nasional Komodo menjadi salah satu tempat yang punya paling banyak cerita. Terlalu banyak keindahan yang bisa di ceritakan sampai tiada habisnya.

Saya mengunjungi Taman Nasional Komodo bertepatan dengan acara puncak Sail Komodo 2013. Sengaja saya pilih waktu yang bertepatan dengan acara tersebut, agar dapat merasakan nuansa salah satu acara pariwisata terbesar di Indonesia. Banyak sekali serangkaian acara yang di selanggarakan pada acara puncak Sail Komodo 2013, mulai dari acara pariwisata dan acara budaya. Saking banyaknya, saya harus membagi waktu untuk menikmati kedua acara tersebut.

Sabtu pagi yang cerah saya sudah berdiri di dermaga Labuan Bajo, dan siap untuk berpetualang di Taman Nasional Komodo selama satu hari penuh. Sengaja saya memilih one day trip, karena saya ingin melihat pergelaran budaya di hari berikutnya.

Penjelasan mengenai trekking oleh ranger.
Penjelasan mengenai trekking oleh ranger.

Selamat datang di Taman Nasional Komodo!
Selamat datang di Taman Nasional Komodo!

“Hari ini ada dua pilihan, pilihan pertama kita ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca, tapi kita tidak ke pulau-pulau kecil di sekitarnya untuk snorkeling, karena waktu pasti tidak akan cukup. Dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo saja akan ditempuh selama tiga jam, pulang pergi sudah enam jam dan itu cuma perjalanannya saja,” ujar sang penjaga kapal. “Pilihan kedua, kita ke Pulau Rinca saja—tidak usah ke Pulau Komodo—kemudian kita bisa keliling ke Pulau-Pulau sekitarnya sambil snorkeling,” lanjut penjelasan dari penjaga kapal.

Rupa-rupa

Lalu Lintas di India

dalam kategori Rupa-rupa ditulis oleh

Lalu lintas di India. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, ya?

Dari Kami

Berdoa untuk MH370

dalam kategori Dari Kami ditulis oleh

Malaysia Airlines penerbangan nomor MH370, yang juga di-codeshare dengan China Southern Airlines nomor CZ748, jurusan Kuala Lumpur-Beijing yang bertolak pada 00:41 dini hari waktu Kuala Lumpur tanggal 8 Maret 2014, hilang dari pantauan radar pukul 01:22 waktu setempat. Pesawat Boeing 777-200ER itu membawa 227 penumpang dan 12 awak kapal termasuk pilot dan ko-pilot. Pesawat itu seharusnya mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. Sampai saat ini penyebab hilangnya pesawat itu dari radar masih menjadi misteri.

Mari kita sama-sama memanjatkan doa agar para penumpang dan awak kapal MH370 dapat ditemukan dengan selamat.

Berikut beberapa sorotan terakhir tragedi ini.

  • Negara-negara ASEAN, Amerika Serikat dan Australia turut membantu pencarian di Teluk Thailand, Selat Melaka dan sekitarnya.
  • Pada saat kejadian, pesawat dalam tahapan “cruising” dengan ketinggian 35.000 kaki atau 10,600 meter di atas permukaan laut, dan berkecepatan 471 knot atau 540 mil per jam atau 870 km per jam. Posisi terakhir ketika pesawat menghilang adalah 6°55′15″N 103°34′43″E. Seharusnya, pada saat itu, pesawat sudah menghubungi menara kontak Ho Chi Minh City.
  • Walaupun hilang kontak pada tepatnya 01:22 dini hari, pihak Malaysia Airlines baru memberikan konfirmasi kehilangan pesawat pada pukul 07:24 paginya. Sebelum dan sesaat menghilang, pesawat tidak memberikan pertanda atau sinyal apapun. Tidak ada indikasi adanya cuaca buruk atau masalah teknis.
  • Pesawat hilang sekitar 300km di selatan Pulau Thổ Chu yang merupakan milik Vietnam.
  • Dua orang penumpang dilaporkan naik pesawat menggunakan paspor curian dari warganegara Italia dan Austria. Kedua penumpang “palsu” ini terakhir dilaporkan membeli tiket pesawat Kuala Lumpur-Beijing secara bersamaan dengan harga yang sama. Seorang berkebangsaan Iran yang bernama “Mr. Ali” dikabarkan membantu memesan tiket ini di agen perjalanan.
  • Tidak dapat dipastikan apakah ada kemungkinan tindakan kriminal atau terorisme.
  • Tidak dapat dipastikan juga apakah ada kesalahan teknis dalam pesawat, atau semacam ledakan yang terjadi di udara.
  • Serpihan-serpihan yang tadinya diduga sebagai pintu atau jendela pesawat disangkal oleh pihak DCA (Department of Civil Aviation), Malaysia. Serpihan lain yang dikira mirip “sirip” atau “tail” juga disangkal oleh DCA.
  • Ditemukan sisa-sisa tumpahan minyak sepanjang 10-20 km di sekitar tempat hilangnya pesawat, namun terakhir dapat dipastikan bahwa tumpahan minyak itu bukan berasal dari pesawat terbang, tetapi tumpahan dari kapal
  • Panglima Royal Malaysian Air Force, Rodzali Daud, mengklaim ada rekaman radar militer yang menunjukkan pesawat udara sempat berputar balik sebelum hilang. Oleh karenanya, pencarian juga dilakukan di Selat Melaka untuk menjajal kemungkinan pesawat berada di bagian barat semenanjung Malaysia.
  • Pada hari ke-4, belum ada tanda-tanda ditemukannya jejak-jejak pesawat MH370. Wilayah pencarian diperluas dari 50 mil nautikal hingga 100 mil nautikal.
  • Untuk pengumuman dan pemutakhiran resmi dari Malaysia Airlines, laman khusus MH370 dipersiapkan di sini.

Rupa-rupa

Makati City: Kota Paling Banyak Selfie di Dunia

dalam kategori Rupa-rupa ditulis oleh

Makati City, Filipina, menjadi kota nomor satu di dunia dilihat dari rasio pengambilan foto selfie (foto diri yang diambil sendiri) per 100.000 jiwa. Total jumlah selfie yang diambil per 100.000 jiwa adalah 258. Kedua adalah Manhattan, AS, diikuti Miami, Florida, AS. George Town, Penang, Malaysia, menjadi nomor 10 dengan 95 selfie per 100.000 jiwa. Jakarta tak masuk sepuluh besar, walau tongsis populer.

Lihat statistik lengkap.

Statistik selfie dunia versi Time
Statistik selfie dunia versi Time.

Akomodasi

Iboih Inn Bar & Resto Pulau Weh, Aceh

dalam kategori Akomodasi ditulis oleh

Dermaga tempat bersantai
Dermaga tempat bersantai.

Berbicara mengenai Sabang, tak bisa menghindar dari lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Benar saja, Indonesia adalah negara kepulauan, dan kepulauan tersebut dimulai dari ujung paling barat yaitu Pulau Weh dengan Sabang sebagai pusat kotanya. Beruntung sekali bagi saya bisa mengunjungi tempat seindah ini. Banyak tempat menarik di Pulau Weh, diantaranya yang saya kunjungi adalah Tugu Nol Kilometer, Iboih, Rubiah, Gapang, Sabang sebagai pusat kota Pulau Weh, dan Sumur Tiga, dan dari semua tempat tersebut yang paling berkesan menurut saya adalah Iboih.

Makanan

Menyantap Mie Aceh dan Sate Gurita di Aceh

dalam kategori Makanan ditulis oleh

Mie Aceh yang digoreng kering
Mie Aceh yang digoreng kering

Saat saya berkunjung ke Aceh, saya mencoba beberapa menu masakan khas daerah ini, di antaranya yang menurut saya memiliki cita rasa tersendiri adalah mie aceh dan sate gurita. Mie aceh saya nikmati di Banda Aceh dan sate gurita saya nikmati di Sabang.

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN