Halaman ke-2 dari 95

Pengalaman Pertama Mudik Bersama Bayi

Mudik tahun ini ke Semarang, Karanggede dan Solo adalah pengalaman pertama keluarga kami mudik sejak Janis lahir tahun lalu. Lebaran tahun lalu, kami tidak mudik, karena Janis masih berusia empat bulan. Kami sempat pulang ke Semarang dan Solo untuk mengunjungi eyang-eyang pada Desember 2015, tapi ketika itu jalanan tidak begitu ramai.

Perjalanan di hari yang cerah
Perjalanan Jakarta-Semarang dengan Garuda Indonesia cukup aman dan damai pada lebaran hari kedua.

Lain cerita pada tahun 2016, kami berniat mudik walau hanya empat hari. Rencananya, kami berangkat pada lebaran hari ke-2, setelah berlebaran hari pertama di Jakarta. Setelah menikah, memang kami harus pintar-pintar membagi waktu dan “jatah” antara keluarga saya dan istri, hingga tidak ada yang merasa ketinggalan. Memang, eyang, bude, pakde, om dan tante semua mengerti jika kami tidak pulang, tapi akhirnya kami kasihan juga dan kebetulan ada waktu.

Rute kami sederhana. Terbang dari Jakarta ke Semarang, lalu menyetir dari Semarang ke Solo melalui Karanggede, sebuah desa di dekat Boyolali, lalu menginap di Solo semalam sebelum menyetir kembali ke Semarang dan terbang pulang ke Jakarta pada hari ke-empat. Kenapa kami tidak pulang dari Solo saja? Karena mobil harus kami kembalikan ke Semarang. Orang tua Lintang berdomisili di Semarang dan cara paling baik menurut kami adalah dengan mengambil dan menggunakan mobil di rumah Semarang lalu kembali ke kota yang sama. Pulangnya pun terbang dari Semarang ke Jakarta.

Terbang kali ini barangkali menjadi pengalaman terbang Janis ke-10 atau ke-11 kalinya, sehingga kami tidak terlalu khawatir. Walau demikian, kami tetap bersiap mental dan fisik. Siapa tahu Janis bisa lebih rewel dari sebelumnya, apalagi mengingat jam perjalanan kami cukup siang dan melewati jam tidur paginya, pukul sembilan.

Janis tertidur pulas di udara setelah menangis ketika lepas landas
Janis tertidur pulas di udara, setelah menangis ketika lepas landas.

Bersiap terbang bersama eyang-kung
Bersiap terbang bersama eyang-kung.

Benar saja, Janis menangis ketika pesawat akan lepas landas, cukup keras. Kami cukup terbantu karena ada eyangnya yang membantu menenangkan. Sepertinya suhu pesawat yang cukup hangat membuatnya rewel. Ketika pesawat sudah berada di udara, pendingin udara berfungsi baik, Janis tertidur pulas sampai mendarat di Semarang. Pada hari kedua lebaran 2016, bandara Soekarno-Hatta dan pesawat (kami naik Garuda Indonesia) cukup ramai tapi tidak padat. Kondisi cuaca juga baik sehingga tidak terjadi guncangan yang berarti.

Bandara Ahmad Yani, di sisi lain, sangat padat dengan pemudik. Kami tadinya mencoba menyewa mobil di Golden Bird, tetapi ternyata armadanya habis. Akhirnya, kami naik taksi resmi bandara, dan ternyata cukup murah: Rp90.000 saja, tarif flat sampai tujuan kami di Banyumanik. Belum termasuk tol.

Perjalanan dari bandara Ahmad Yani ke Banyumanik memakan waktu 30-45 menit. Banyumanik adalah sebuah kecamatan di selatan Semarang yang berbatasan dengan kota Ungaran. Kebetulan dinas eyang-kung Janis di sini, dan rumah dinasnya ada di Banyumanik.

Perbanyak aktivitas yang membuat si kecil senang
Perbanyak aktivitas yang membuat si kecil senang.

Kenyangkan diri sebelum berangkat
Makan dulu sebelum terbang ya!

Kami makan siang sebentar sebelum mulai berangkat melalui darat dengan menyetir mobil dari Semarang ke Solo, melalui Karanggede. Mengingat perjalanan ini akan melewati beberapa titik macet, kami menyiapkan beberapa hal berikut untuk Janis dan kami semua, seperti popok, mainan bayi, air minum yang cukup (terutama air mineral), ganti baju, serta uang tunai tentunya.

Macet di Suruh terbayar dengan pemandangan seperti ini
Macet terbayar dengan pemandangan seperti ini, apalagi ketika senja.

Sejauh ini, perjalanan mudik kami menyenangkan, walau ada beberapa titik kemacetan yang tidak kami duga (antara Salatiga dan Karanggede, di desa Suruh), sehingga Janis kelelahan luar biasa. Namun, setelah tidur semalam, mood kami semua kembali seperti semula.

Setelah mengalami mudik pertama dengan bayi ini, kami simpulkan beberapa hal. Yang pertama, jika ada rezekinya, naiklah pesawat ke titik terdekat dari kampung halaman. Menabunglah hingga cukup. Ini akan membantu menjaga mood dan kesehatan fisik semua orang. Yang kedua, jika membawa bayi, bawa persediaan makan, minum dan sandang yang cukup, terutama untuk bayi. Jika ada rezeki lebih, sewalah mobil pribadi sehingga bisa bebas berhenti di mana saja. Yang ketiga, menginaplah di beberapa titik, sehingga energi tidak terforsir. Selain itu, sebisa mungkin bayi kenyang sebelum perjalanan sehingga bisa menghemat banyak waktu dan tenaga.

Memang, mudik jadi semacam perjuangan dan kewajiban, dan banyak orang rela berkorban bersusah-payah di perjalanan demi sampai di tujuan. Tetapi, mari kita bersusah-payah di hari lain untuk menabung lebih banyak sehingga ketika mudik tiba, kita bisa merasa lebih nyaman.

Wajah bahagia bisa mudik
Wajah bahagia bisa mudik.


5 Cara Dapatkan Tiket Pesawat Murah

Dulu saya lebih sering menerima saja harga tiket yang saya beli, tanpa memikirkan apa ada alternatif lain, misalnya dari segi maskapai, waktu, hari terbang, sampai bandara asal dan tujuan. Namun, sejak beberapa tahun terakhir dan mulai lebih aktif traveling lagi, saya menemukan ada beberapa cara yang biasanya dapat menurunkan sedikit atau banyak harga tiket pesawat. Paling tidak, bisa menghemat untuk akomodasi, makan atau visa.

Terbang pada tengah minggu

Ini mungkin trik yang awam digunakan. Biasanya, tarif pesawat cenderung lebih murah pada tengah minggu, misalnya Selasa, Rabu dan Kamis. Cobalah berangkat pada hari Rabu, lalu pulang lagi pada hari Kamis, misalnya. Bandara juga tidak seramai itu pada hari-hari tengah minggu ini.

Terbang pada siang hari

Biasanya, perjalanan bisnis dimulai pada pagi hari dan diakhiri pada malam hari. Coba untuk hindari jam-jam kritis ini, mulai dari jam 6 pagi hingga 9 pagi, lalu jam 6 sore hingga 9 malam. Jika ingin pagi, cobalah penerbangan jam 4 atau 5 pagi sekalian, dan jika ingin malam, cobalah penerbangan jam 9 ke atas. Selain itu, satu trik yang biasanya ampuh adalah cari jam terbang di atas jam 9 pagi, atau menjelang makan siang seperti jam 11 atau jam 12.

Terbanglah dengan maskapai flag carrier

Jika tujuan anda Helsinki, maka terbanglah dengan flag carrier atau maskapai penerbangan resmi negara tersebut, dalam kasus ini Finnair. Jika tujuan anda Hong Kong, cobalah terbang dengan Cathay Pacific. Tidak semua begini, tapi ada kalanya mereka sedang mempromosikan negaranya sendiri, sehingga maskapai resminya membanting harga.

Manfaatkan promosi stopover

Ketika saya terbang ke Melbourne, Australia, dari Jakarta, saya pilih Singapore Airlines dan saya mendapatkan harga yang relatif murah. Saya memang harus bersusah-payah transit di Singapura dulu (walau tak apa juga, sih!), tapi selisih harga dengan Garuda Indonesia yang penerbangan langsung dari Jakarta saat itu sampai 2-3 juta rupiah. Ternyata, Singapore Airlines memang ingin banyak pengunjung transit untuk menarik devisa dan kemungkinan menginap. Icelandair juga punya promosi serupa, memberikan 7 malam gratis di Reykjavik antara destinasi-destinasi Amerika Utara dan Eropa, dengan harga yang relatif lebih murah pula.

Terbang pada off-peak seasons

Jika anda terbang ke belahan bumi utara, cobalah terbang pada Oktober-Desember, kemungkinan harga lebih murah karena tidak banyak turis yang datang pada saat itu. Konsekuensinya sih, cuaca musim gugur memang gloomy dan suhunya sudah mulai sangat dingin.


Minum Cantik di Brunetti, Tanglin, Singapura

Sejak ke Melbourne pada Maret lalu, kami sekeluarga kesengsem Brunetti, bakeri/patiseri yang berasal dari Carlton, sebuah wilayah di Melbourne. Konsepnya adalah “Italian pasticceria“. Intinya, patiseri ala Italia. Waktu di Melbourne, kami diundang Iliyas, teman dari teman kami, Carol, untuk makan siang di sana. Benar saja, pilihan kue, gelato, kopi, roti isi dan salad-nya menggugah selera.

Pintu masuk utama Brunetti di Tanglin Mall
Pintu masuk utama Brunetti di Tanglin Mall.

Interior
Interior kafe.

Mosaik di lantai yang sangat cantik di pintu masuk
Mosaik di lantai yang sangat cantik di pintu masuk.

Setelah googling pada suatu malam soal Brunetti, kami sadari ternyata Brunetti punya cabang di Singapura. Dengan semangat membara, kami impulsif membeli tiket ke Singapura dua minggu kemudian. Ya, sebenarnya, ada acara lain juga, tapi sekalian kan tidak ada salahnya ya?

Kue stroberi yang berbentuk seperti buahnya
Kue stroberi yang berbentuk seperti buahnya.

Ketika baru buka, petugas masih menata kue-kue di etalase
Ketika baru buka, petugas masih menata kue-kue di etalase.

Tempat duduk favorit kami ada di luar
Tempat duduk favorit kami ada di luar.

Letaknya di Tanglin Mall, di persimpangan Grange Rd dan Tanglin Rd. daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan Orchard yang terkenal itu. Lingkungannya sepi, malnya juga sepi, walau dekat dengan Orchard.

"Pameran" gelato yang begitu menggoda...
“Pameran” gelato yang begitu menggoda…

Brunetti sendiri kalau di Indonesia mungkin mirip dengan Harvest Cakes, tapi mungkin tidak ada kue keringnya.

Untuk ke Brunetti di Tanglin Mall, silakan naik bis no. 7, 77, 106, 111, 123 dan 174, langsung dari seberang stasiun MRT Orchard. Cari Orchard Parksuites dan seberangi jalan, dan naik dari halte itu. Gampangnya, Uber atau taksi ke sana.

Untuk ngemil kue dan minum kopi atau teh, siapkan anggaran S$30-40 (Rp300.000 – Rp400.000) untuk dua orang, karena satu kue bisa berharga S$8-12 (Rp80.000 – Rp120.000).

Janis dan Lintang menunggu minuman dan kue
Janis dan Lintang menunggu minuman dan kue.




Menurut kami, rasanya masih lebih enak di Melbourne, apa mungkin terpengaruh suasananya? Tapi, kelebihan Brunetti di Singapura adalah tidak seramai di Australia dan kursi-kursi di bagian luar suasananya lebih enak dengan angin semilir yang menambah nikmatnya kopi atau teh sore.

Kaunter kopi
Kaunter kopi dan minuman lain.

Pear and Cheese Crumble
Pear and Cheese Crumble, favorit kami.

Latte dan iced chocolate
Latte dan iced chocolate.

Saat itu, kami tidak makan besar, tapi mereka juga menjual makanan utama/pembuka seperti pasta, pizza dan sup.

Alamat & Kontak

Brunetti
163 Tanglin Rd, Tanglin Mall #01-35,
Singapore 247933
Telepon: +65 6733 9088
Jam buka: 09:00 – 21:00


« Artikel sebelumnya Artikel selanjutnya »

© 2016 Ransel Kecil