Warung kopi yang mungil tapi lengkap. Bisa berlaptop ria segala.

Saya bukan penggemar kopi sejati, tapi senang ke warung kopi. Senang minum kopi racikan bagaimana pun, terutama dengan coklat atau lebih sering disebut moka. Ketika berkunjung ke London, Inggris, baru-baru ini, saya menemukan sebuah warung kopi lucu nan mungil di utara London. Tepatnya di daerah Hampstead, yang bisa diakses dengan tube ke stasiun Hampstead.

Istimewanya warung kopi ini adalah karena ia berada di kotak telepon merah yang ikonik itu. Bagaimana bisa? Sejak kehadiran teknologi seluler, kotak-kotak telepon merah di London yang ikonik itu sudah tidak digunakan sebagai sarana berkomunikasi lagi. Akhirnya, mereka terbengkalai. Isinya kosong. Untungnya, karena menjadi ikon pariwisata, mereka dirawat dengan baik, menjadi ajang foto-foto bagi turis.


Suasana sekitar warung kopi.

Namun, tidak begitu dengan Khalid, seorang wirausahawan Jerman yang menetap di London bersama istrinya yang berasal dari Filipina. Ia melihat peluang bisnis di kotak-kotak telepon yang terbengkalai ini. Mendengar ada perusahaan yang sudah membeli beberapa kotak telepon di daerah tempat tinggalnya di Hampstead, dan menyewakannya kepada siapa saja yang berminat, ia langsung memutuskan untuk berbisnis warung kopi pinggir jalan di kotak-kotak telepon ini. Mirip seperti pedagang kopi keliling di Indonesia, atau yang menjajakan kopi di kios pinggir jalan. Yang menjadikannya unik adalah nilai sejarah dan budayanya.


Tulisan menu sederhana di samping kotak telepon.

Nama “Kape Barako” sendiri diambil dari istilah varietas kopi dari Filipina. Istri Khalid berasal dari Filipina. Ada pun varietas kopi yang digunakan ternyata bukan varietas barako itu sendiri. “Mahal jika diimpor ke sini. Saya pakai nama ini karena istri saya dari Filipina. Namanya keren, jadi kenapa tidak (dijadikan nama warung),” kata Khalid.

Walaupun biji kopinya diambil dari supplier lokal, tetap saja nikmat. Yang membuat lebih nikmat adalah suasana pinggir jalan. Apalagi musim semi yang masih sejuk. Duduk di pinggir jalan melihat orang-orang lalu-lalang.

Ah, kape barako. Nikmat.