Semua tulisan yang ditulis oleh Setepanus Edi Purnama

Setepanus Edi Purnama

Setepanus Edi Purnama. Seorang karyawan swasta yang baru saja menyukai perjalanan dan fotografi. Menulis adalah caranya melepas stres. Tulisannya dapat dibaca di blog pribadinya.

Pacu Adrenalin ke Puncak Bromo

Pandangan saya berkeliling. Di depan saya adalah samudera pasir yang seperti hamparan gurun tak bertepi. Bisikan pasirnya sampai di telinga seolah mengucapkan salam. Di sisi kanan, pelangi menyapa seakan mengucapkan selamat datang. Saya berdiri mematung, memandang puncak Bromo yang terus mengepulkan asap tebal berwarna kelabu.

Hardtop tidak boleh mendekat sampai ke kaki gunung, karena terdapat pancang-pancang besi yang membatasi kendaraan. Untuk naik, kita bisa berjalan kaki atau naik kuda. Ongkos naik kuda sendiri sangat variatif. Ada yang menawarkan Rp50.000, ada yang Rp70.000, bahkan ada yang menawarkan ongkos Rp100.000. Namun, bila ingin lebih dalam menikmati sensasinya, berjalan kaki menjadi pilihan yang tepat. Sambil berjalan, resapi pemandangan yang indah dengan latar belakan gunung Semeru yang selalu mengeluarkan asap raksasa secara berkala. Telusuri tiap jengkalnya!

Patahan kawah Gunung Bromo. Patahan kawah Gunung Bromo.

Baca seutuhnya →

Mengintip Sekolah “Laskar Pelangi”

Sekolah Laskar Pelangi berdiri terseok di tanah tanpa ubin, berdinding kayu berlubang. Pencahayaan masuk dari celah-celah di antara kayu-kayu yang disusun horizontal memanjang dari kiri ke kanan. Kondisi kelas berantakan, dengan lebah berseliweran. Di luarnya tampak dua buah kayu penyangga karena bangunan nyaris roboh. Di sebelah kanan sekolah ada sumur dan di dekatnya ada balai kecil. Dibangun di atas bukit bekas penambangan timah, sekolah ini menjadi replika SD Muhammadiyah yang digunakan untuk keperluan film Laskar Pelangi. Semua ditata sedemikian rupa sehingga mendekati kondisi aslinya.

Berada di Desa Selingsing, Kecamatan Gantong, Belitung Timur, sekolah Laskar Pelangi adalah simbol dan gambaran sekolah dengan fasilitas minim dan serba kurang ideal. Meski demikian, banyak sekali pesan moral dan semangat hidup pantang menyerah yang kita saksikan dari film ini. Laskar Pelangi bukan hanya menginspirasi semua orang, tetapi telah menunjukkan kepada kita bahwa fasilitas sekolah yang apa adanya atau biasa-biasa saja telah mampu melahirkan peserta didik yang luar biasa.

Sekolah "Laskar Pelangi"
Sekolah “Laskar Pelangi”.

Baca seutuhnya →

Menyesapi Panorama Wat Arun

Jam nyaris berdetak ke angka sembilan saat saya sampai di Wat Arun. Keindahan Wat Arun yang berdiri kokoh menantang matahari, mengundang decak kagum saya. Begitu menarik, unik dan memesona. Sejenak saya menatap langit dan menghela nafas, lalu menyisir setiap sudut bangunan yang memiliki arsitektur sangat megah ini. Gontai langkah saya pun perlahan mengukir lantai. Potongan kaca dan keramik warna-warni pada dindingnya membuat bangunan bersejarah tersebut tampak semakin indah dan elegan. Didorong penasaran yang tinggi untuk menyaksikan pemandangan yang lebih leluasa, saya mencoba mengumpulkan keberanian mendaki anak tangga yang menanjak tajam. Sungguh memanjakan mata. Rasa lelah seolah terbayar lunas, manakala disuguhkan panorama memukau. Di atas, saya melepas penat sekaligus menikmati karunia Tuhan.

Ah, beginilah seharusnya hidup. Wat Arun memang menyuguhkan ‘surga’ bagi pecinta wisata.

Wat Arun, Kuil Sang Senja
Wat Arun, Kuil Sang Senja

Baca seutuhnya →

Nikmatnya Kuliner Cirebon

Indonesia tak hanya kaya wisata alam yang memukau. Untuk urusan perut, berbagai daerah di Tanah Air memiliki daftar menu teramat panjang untuk dijajal. Kota Cirebon salah satu contoh yang cukup menggambarkan melimpahnya ragam kuliner nusantara yang tak terkira lezatnya. Apa sajakah warisan kuliner dari Cirebon itu?

Tahu Gejrot
Tahu Gejrot

Baca seutuhnya →

Bertandang ke Buddha Tooth Relic Temple and Museum

Singapura seolah tak pernah habis dikupas. Terlepas dari objek-objek wisata populer dan identik sebagai tempat wisata belanja, masih banyak sudut lainnya yang bisa dijelajahi. Salah satunya yang sayang jika tidak disinggahi yaitu Buddha Tooth Relic Temple and Museum atau Museum dan Kuil Relik Gigi Sang Buddha. Sebuah monumen budaya hidup yang terletak di South Bridge Road yang merupakan jantung Pecinan (Chinatown). Tidaklah sulit menemukan kuil ini, karena bisa dijangkau dengan Mass Rapid Transit (MRT).

Buddha Tooth Relic Temple and Museum berdiri megah, terdiri dari empat lantai. Umumnya ciri khas vihara atau kuil, dominasi warna merah dan emas kentara sekali. Bangunan ini sendiri dikonsep dan dirancang oleh Shi Fa Zhao. Secara garis besar rancangan kuil ini dilandasi unsur-unsur dan sejarah Dinasti Tang dan Mandala Buddhis, yaitu representasi dari alam semesta Buddhis seperti yang terungkap dalam situs resmi kuil ini.

Buddha Tooth Relic Temple
Buddha Tooth Relic Temple

Baca seutuhnya →