Pada suatu Sabtu di musim gugur, saya bangun dini hari dan bersiap-siap untuk mengejar tur ke perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tempat itu biasa disebut Demilitarized Zone (DMZ). Ada tiga gerbang masuk menuju DMZ di Korea Selatan: Yanggu (bagian Timur), Cheorwon (bagian Tengah) dan Paju (bagian Barat). Yang paling populer adalah Paju karena terletak paling dekat dengan ibukota negara Seoul, dan bisa ditempuh sekitar satu-dua jam dari Seoul.

Pos penjaga di sisi Hangang
Di sepanjang perjalanan bus dari Seoul, kami menyusuri sisi Hangang (baca: Han-gang, Sungai Han) yang ditutupi dengan kawat pembatas listrik. Beberapa tentara Korea Selatan tampak berjaga di pos di setiap kilometernya, mengawasi Hangang dari penyelundup. Di seberang sungai itu adalah pegunungan daerah Korea Utara, dan di sebelah kanan kami adalah persawahan dan pegunungan Korea Selatan. Perbandingan kedua pegunungan sangat berkebalikan. Pegunungan Korea Selatan tampak hijau dan dipenuhi tumbuhan, sedangkan pegunungan Korea Utara tampak merah dan gundul. Kata pemandu tur kami, Korea Utara membakar dan menggunduli pegunungan di perbatasan mereka untuk memudahkan mereka mengawasi siapa saja yang kabur dan masuk.


