Artikel-artikel yang ditulis oleh Redaksi (halaman ke-1 dari 3)

Lalu Lintas di India

Lalu lintas di India. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, ya?


Berdoa untuk MH370

Malaysia Airlines penerbangan nomor MH370, yang juga di-codeshare dengan China Southern Airlines nomor CZ748, jurusan Kuala Lumpur-Beijing yang bertolak pada 00:41 dini hari waktu Kuala Lumpur tanggal 8 Maret 2014, hilang dari pantauan radar pukul 01:22 waktu setempat. Pesawat Boeing 777-200ER itu membawa 227 penumpang dan 12 awak kapal termasuk pilot dan ko-pilot. Pesawat itu seharusnya mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. Sampai saat ini penyebab hilangnya pesawat itu dari radar masih menjadi misteri.

Mari kita sama-sama memanjatkan doa agar para penumpang dan awak kapal MH370 dapat ditemukan dengan selamat.

Berikut beberapa sorotan terakhir tragedi ini.

  • Negara-negara ASEAN, Amerika Serikat dan Australia turut membantu pencarian di Teluk Thailand, Selat Melaka dan sekitarnya.
  • Pada saat kejadian, pesawat dalam tahapan “cruising” dengan ketinggian 35.000 kaki atau 10,600 meter di atas permukaan laut, dan berkecepatan 471 knot atau 540 mil per jam atau 870 km per jam. Posisi terakhir ketika pesawat menghilang adalah 6°55′15″N 103°34′43″E. Seharusnya, pada saat itu, pesawat sudah menghubungi menara kontak Ho Chi Minh City.
  • Walaupun hilang kontak pada tepatnya 01:22 dini hari, pihak Malaysia Airlines baru memberikan konfirmasi kehilangan pesawat pada pukul 07:24 paginya. Sebelum dan sesaat menghilang, pesawat tidak memberikan pertanda atau sinyal apapun. Tidak ada indikasi adanya cuaca buruk atau masalah teknis.
  • Pesawat hilang sekitar 300km di selatan Pulau Thổ Chu yang merupakan milik Vietnam.
  • Dua orang penumpang dilaporkan naik pesawat menggunakan paspor curian dari warganegara Italia dan Austria. Kedua penumpang “palsu” ini terakhir dilaporkan membeli tiket pesawat Kuala Lumpur-Beijing secara bersamaan dengan harga yang sama. Seorang berkebangsaan Iran yang bernama “Mr. Ali” dikabarkan membantu memesan tiket ini di agen perjalanan.
  • Tidak dapat dipastikan apakah ada kemungkinan tindakan kriminal atau terorisme.
  • Tidak dapat dipastikan juga apakah ada kesalahan teknis dalam pesawat, atau semacam ledakan yang terjadi di udara.
  • Serpihan-serpihan yang tadinya diduga sebagai pintu atau jendela pesawat disangkal oleh pihak DCA (Department of Civil Aviation), Malaysia. Serpihan lain yang dikira mirip “sirip” atau “tail” juga disangkal oleh DCA.
  • Ditemukan sisa-sisa tumpahan minyak sepanjang 10-20 km di sekitar tempat hilangnya pesawat, namun terakhir dapat dipastikan bahwa tumpahan minyak itu bukan berasal dari pesawat terbang, tetapi tumpahan dari kapal
  • Panglima Royal Malaysian Air Force, Rodzali Daud, mengklaim ada rekaman radar militer yang menunjukkan pesawat udara sempat berputar balik sebelum hilang. Oleh karenanya, pencarian juga dilakukan di Selat Melaka untuk menjajal kemungkinan pesawat berada di bagian barat semenanjung Malaysia.
  • Pada hari ke-4, belum ada tanda-tanda ditemukannya jejak-jejak pesawat MH370. Wilayah pencarian diperluas dari 50 mil nautikal hingga 100 mil nautikal.
  • Untuk pengumuman dan pemutakhiran resmi dari Malaysia Airlines, laman khusus MH370 dipersiapkan di sini.

Mempersiapkan Komunikasi dalam Perjalanan

Komunikasi penting dalam perjalanan

Apakah anda pernah pergi ke luar negeri dan sulit mendapatkan penyedia layanan seluler yang cocok untuk keperluan dan durasi perjalanan anda? Jika ya, apa sering juga paket yang disediakan ternyata cukup mahal dan kualitasnya tidak sesuai dengan harganya?

Seringkali pejalan yang ke luar negeri mengalami masalah ini dan setiap negara punya struktur paket dan sistem yang berbeda-beda. Di Indonesia, kita biasa membeli paket perdana prabayar murah yang langsung aktif, beserta data. Di Amerika Serikat, sulit unutk mencari paket perdana prabayar, karena kebanyakan pascabayar yang sudah di-bundling dengan ponsel. Di Jepang, GSM tidak bisa dipakai.

Pejalan mancanegara yang datang dari luar negeri ke Indonesia juga mengalami masalah yang sama. Ada banyak pilihan dan mereka tidak tahu kualitas dan tarifnya. Padahal, komunikasi lokal dan internasional menjadi penting. Di era data sekarang, tidak hanya soal paket suara (telepon), tetapi juga paket data.

Berikut beberapa tips untuk mempersiapkan keperluan komunikasi anda selama perjalanan, baik itu dalam maupun luar negeri.

1. Riset tentang jenis jaringan yang tersedia

Tidak semua negara mendukung GSM dan CDMA, misalnya. Ada yang GSM saja, ada yang CDMA saja. Cek penyedia layanan seluler yang anda tuju di negara destinasi, dan lihat jenis jaringannya. Selain itu, cek juga apakah penyedia layanan seluler yang anda miliki sekarang dapat digunakan dalam jaringan di negara destinasi.

2. Persiapkan perangkat komunikasi

Apakah anda butuh ponsel pintar, biasa, atau satelit? Jika anda suka mendaki gunung mungkin lebih baik menggunakan ponsel satelit karena sinyalnya cukup sulit. Selain itu, perangkat komunikasi lain seperti komputer tablet dan jinjing juga menggunakan konsumsi data dan seluler.

3. Paket data bisa jadi lebih penting dari paket yang lain

SMS dan telepon bisa jadi lebih mahal dibandingkan dengan paket data dan chatting di WhatsApp, misalnya. Untuk itu, lihat apakah paket yang ditawarkan lebih banyak memberikan keuntungan di sisi data. Jika ya, pilihlah paket itu!

4. Cek fasilitas roaming dan tarif SMS/telepon dari penyedia layanan seluler anda

Sebagai backup, cek fasilitas roaming dan tarif SMS atau telepon dari penyedia layanan seluler yang anda miliki. Setidaknya, sebelum mencari paket perdana di destinasi, anda bisa memberi kabar singkat ke keluarga anda di rumah ketika baru sampai. Jangan menunda memberi kabar, ya.

5. Gunakan paket murah penyedia layanan seluler lokal

Beberapa penyedia layanan seluler lokal memberikan promo menarik, seperti paket data 7 hari sampai 30 hari dengan tarif terjangkau.

Bagi pejalan luar negeri yang ingin ke Indonesia, salah satunya adalah dengan mengunakan paket Super Obrol dari Mentari, yang memberikan gratis nelpon dan WhatsApp 24 jam hanya dengan sekali daftar. Ada dua paket, yakni Obrol Seharian dan Obrol Siang.

Paket Obrol Seharian untuk mendukung produktivitas anda sepanjang hari selama 24 jam penuh. Hanya Rp. 3000, Dapatkan 300 menit Nelpon ke semua nomor Indosat se-Indonesia + WhatsApp yang dapat digunakan selama 24 jam penuh dari waktu registrasi paket (00.00 – 24.00). Sisa kuota Nelpon & WhatsApp dapat digunakan hingga esok hari.

Cara Mengaktifkan paket:

Tekan *123*200# > SUPER OBROL > Obrol SEHARIAN

atau

Kirim SMS ketik SEHARIAN kirim ke 123

Paket Obrol Siang untuk mendukung produktivitas anda sepanjang hari mulai pukul 00.00 – 17.00. Hanya Rp 1000, dapatkan 100 menit Nelpon berkali-kali semua nomor Indosat se-Indonesia yang dapat digunakan selama 17 jam penuh dari waktu registrasi paket. Dan Sisa kuota Nelpon dapat digunakan hingga esok hari.

Cara mengaktifkan paket:

Tekan *123*200# > SUPER OBROL > Obrol SIANG

atau

Kirim SMS ketik SIANG kirim ke 123

Tulisan ini disponsori oleh Mentari Super Obrol.


Erişte

Erişte (eh-rish-te), pasta asal Turki yang dipotong-potong pendek, dibuat tanpa telur. Dimasak dengan daging atau keju. Di Turki utara, hidangan ini dimasak di oven.

(via EatingTurkey)


How travel keeps our life in perspective

This is one of the many gifts that travel gives us. We always say “try to put yourself in their shoes to understand.” But when your travels necessitate that you do so — be it for a moment, or a week or a sleepless night in a tiny river town — the comparison solidifies into something you can come back to, time and time again.

Kutipan dari artikel oleh Jodi Ettenberg.


Keluar dari Sangkar Emas

Semuanya kesasar dan semuanya belajar. Prinsip orang bekerja adalah berpikir, namun kalau setiap hari melakukan hal yang familiar/rutin atau dibimbing orang lain, maka manusia punya kecenderungan menjadi “penumpang” bagi orang lain dan tidak berpikir lagi. Namun di lain pihak, orangtua juga punya tendensi mengawal dan menuntun anak secara berlebihan. Anak-anak yang berusia dewasa dilarang bepergian sendirian. Khawatir kita sangat berlebihan. Padahal di Vietnam, Thailand, Bali dan Laos, anak-anak bimbingan saya bertemu dengan mahasiswa asing yang sudah berkelana pada usia yang jauh lebih muda.

(via Rhenald Kasali, “Keluar dari Sangkar Emas”)


Warta Ransel #2

Bagaimana mengendarai sepeda di Jakarta

Bukan masalah ada atau tidaknya artikel tentang ini di Wikihow, tetapi ternyata ada yang peduli bagaimana memandu pesepeda amatir untuk menavigasi Jakarta yang sudah hiruk-pikuk dengan sepeda motor, mobil dan pengguna jalan lain. Semoga berguna.

Suasana subway Kota New York tahun 1973

Foto-foto suasana subway di Kota New York tahun 1973, penuh grafiti

Foto-foto nostalgia dari subway (kereta bawah tanah) di Kota New York tahun 1973. Walau pada hari ini suasana stasiunnya tidak banyak berubah, yang jelas gerbong kereta hari ini lebih bersih, terutama bersih dari grafiti.

Jendela-jendela New York

Menikmati sebuah kota tidak hanya dari tulisan, tapi juga mencermati secara visual, lalu mendokumentasikannya. Jose Guizar adalah seorang desainer grafis di Kota New York yang rajin mendokumentasikan jendela-jendela di gedung-gedung kotanya dalam ilustrasi sederhana nan elegan.

Loco2

Loco2 adalah situs yang didedikasikan khusus untuk perjalanan kereta api di Eropa, sekaligus memfasilitasi pemesanan tiket secara terintegrasi.

Tips mengatasi takut terbang

Anda takut naik pesawat terbang? Anda tentu tidak sendiri, ini beberapa tipsnya.


Warta Ransel #1

Salam untuk pembaca semua. Mulai hari ini Ransel Kecil akan juga menulis soal berita-berita atau pernak-pernik dunia perjalanan, untuk menyemarakkan lagi isi situs ini. Kami akan memasukkan pranala-pranala yang relevan dengan dunia perjalanan dari waktu ke waktu. Semoga bisa berguna sebagai inspirasi atau referensi perjalanan.

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan yang berkunjung ke negara mereka demi keselamatan dan keamanan. Beberapa kejadian kekerasan terjadi di negara itu dan jika dibiarkan akan mengancam industri pariwisatanya.

Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda

Rijskmuseum di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali

Setelah renovasi yang memakan waktu 10 tahun dan biaya 498 juta dolar Amerika, Rijksmuseum, sebuah museum seni di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali. Wajib kunjung jika ke sana.

Koleksi travel organizer dari Etsy

Jika ingin pernak-pernik wisata yang berbeda, coba beberapa opsi travel organizer dari Etsy ini, atau jadikan inspirasi untuk membeli di tempat lain.

Lion Air Bandung-Denpasar Jatuh di dekat Bandara Ngurah Rai

Penerbangan Lion Air dengan kode JT904 jurusan Bandung – Denpasar jatuh sebelum landasan (undershooting) di dekat Bandara Ngurah Rai, Pulau Bali. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan kali ini. Investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih berlanjut. Banyak spekulasi hadir soal kecelakaan ini, antara lain downdraft atau pergerakan udara secara tiba-tiba yang jika pesawat tidak kuat atau terlalu lambat, maka akan membuatnya jatuh.

Cap paspor dari berbagai negara di seluruh dunia

Beberapa koleksi cap paspor negara-negara eksotis yang mungkin tak semua dari kita bisa menerimanya. Cap paspor, menurut tulisan tersebut, adalah seperti “medali kehormatan” bagi para pengelana.


Dari Singapura ke Phuket?

Kami mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan dari Singapura menuju Phuket, dari seorang pembaca yang terinspirasi perjalanan lintas Asia Tenggara di salah satu artikel kami.

Mudah-mudahan jawaban berikut bisa membantu, tidak hanya yang menanyakan tapi buat semua. Selamat menikmati!

Dari Singapura ke Genting Highlands bagaimana caranya?

Dari Singapura banyak opsi ke Genting Highlands. Pertama, kita harus ke Kuala Lumpur dahulu. Banyak opsi di sini: kereta api, bis atau pesawat. Asumsi ingin menikmati perjalanan, maka kereta api atau bis adalah paling cocok. Namun, ada triknya. Baru-baru ini Singapura memindahkan stasiun kereta api dari Tanjong Pagar ke Woodlands, dekat perbatasan dengan Johor Bahru, Malaysia. Semua kereta api lintas negara berangkat dari sana. Yang kedua, opsi dengan bis antar negara. Namun, kami tak sarankan berangkat langsung dari Singapura karena harganya bisa dua kali lipat. Lebih baik naik bis kota ke Johor Bahru. Ada layanan SBS Transit (bis kota di Singapura) ke Johor Bahru dengan total biaya tak mencapai S$5 per orang. Tujuan akhirnya adalah terminal bis Larkin di Johor Bahru. Dari sini, kita bisa beli tiket bis apa saja ke Kuala Lumpur yang rata-rata bertarif RM35 sampai RM40 (sekitar Rp100.000 – Rp120.000).

Jika waktu menjadi prioritas maka bisa naik pesawat. Tarifnya bervariasi. Terakhir kami cek di AirAsia, sekitar S$43 (sekitar Rp350.000) sekali jalan.

Dari Kuala Lumpur, ada bis resmi Genting Highlands dari Kuala Lumpur Sentral, bertarif RM10.30 sekali jalan. Ada juga opsi paket dengan tiket masuk atraksi-atraksi Genting Highlands.

Bagaimana mencapai Kuala Lumpur Sentral? Dengan kereta api, kita langsung dibawa ke terminal ini. Dengan bis, tanyakan apakah bisa berhenti di terminal ini atau terminal lain (biasanya, Terminal Puduraya). Dari terminal Puduraya akses ke Kuala Lumpur Sentral cukup mudah. Naik LRT (light rail transit) di stasiun Plaza Rakyat, ke arah stasiun Masjid Jamek, turun, lalu sambung ke stasiun KL Sentral.

Dari bandara, asumsi dengan penerbangan AirAsia, cari bis yang mengarah ke KL Sentral. Biayanya sekitar RM10, memakan waktu satu jam.

Bagaimana menuju Phuket dari Genting?

Kembali dulu ke Kuala Lumpur dengan bis yang sama di atas.

Setelah itu, anda bisa naik kereta api ke Hat Yai. Cek biayanya di situs web resmi Keretapi Tanah Melayu. Nama keretanya “Senandung Langkawi”. Ada berbagai kelas dengan tarif berbeda-beda, mulai dari RM26 (sekitar Rp75.000) sampai RM117 (sekitar Rp360.000).

Dari Hat Yai, silakan naik bis ke Phuket.

Jika waktu menjadi prioritas, terbang langsung dari Kuala Lumpur, dan beli tiket pulang pergi.

Estimasi waktu kereta api dari Kuala Lumpur ke Hat Yai adalah 12 jam. Ditambah waktu tempuh bis (dari Genting, dan ke Phuket) kemungkinan bisa menambah waktu menjadi 20 jam.

Kami pernah mengulas perjalanan ke perbatasan Malaysia-Thailand di sini.

Kalau dari Phuket ke Singapura naik apa dan berapa lama?

Ulangi rute di atas.

Ada rekomendasi penginapan murah dan kuliner halal?

Kami belum pernah mengulas penginapan di Phuket, kami sarankan mencari di hostelbookers.com, hostelworld.com atau jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu menginap di rumah/tempat tinggal orang ala homestay, silakan buka airbnb.com. Ingin penginapan gratis? Coba komunitas CouchSurfing.

Di semua situs itu kita bisa menyaring per lokasi dan per anggaran.

Soal kuliner halal, di Singapura tidak perlu terlalu khawatir. Jika ingin pasti halal, makan di restoran Melayu. Di Malaysia, hampir terjamin halal karena negara muslim. Di Hat Yai, ini ada ulasannya. Untuk Phuket juga ada.

Di internet banyak informasi bertebaran. Google adalah teman terbaik kita.


Berbincang Bersama Jejak Petjinan

Logo Komunitas Jejak Petjinan

Tidak banyak yang bergerak sendiri untuk memajukan pemahaman budaya di Indonesia, sekaligus mempromosikan pariwisata yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Salah satunya adalah Jejak Petjinan, sebuah inisiatif seorang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa untuk mengangkat warisan budaya Tionghoa yang ternyata usianya lebih panjang dari negara Indonesia itu sendiri. Kami berkesempatan mewawancarai Paulina Mayasari, penggagas program ini beberapa waktu lalu. Program ini mendapat penghargaan The Intercultural Innovation Award yang diselenggarakan bersama oleh United Nations Alliance of Civilizations dan BMW Group. Berkat usahanya ini, Paulina Mayasari diundang ke Rio de Janeiro tahun 2010 untuk menghadiri acara bertajuk 2010 Marketplace of Ideas.

Paulina Mayasari dan Franz Magnis-Suseno
Paulina Mayasari dan Franz Magnis-Suseno. Foto hak cipta Jejak Petjinan/Riyanto Dedek Lesmana.

Berikut cuplikan wawancaranya.

Apa itu Jejak Petjinan?

Jejak Petjinan adalah komunitas yang ingin menelusuri jejak Tionghoa di Indonesia, dan kami menceritakan hasil penelusuran itu melalui acara wisata budaya bernama “Melantjong Petjinan Soerabaia”.

Apa yang mengawali atau menginspirasi lahirnya Jejak Petjinan?

Sebagai orang Tionghoa, saya merasa tradisi masyarakat Tionghoa sudah mulai terkikis. Saya suka bingung bertanya kepada orang yang lebih tua dan tidak ada yang tahu, itu juga yang membuat saya mulai mencari tahu makna-makna di balik tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang.

Waktu peristiwa Mei 1998, saya masih kuliah di Universitas Trisakti. Sempat shock dan tidak paham dengan peristiwa itu, kenapa kami, Tionghoa, masih diperlakukan seperti itu. Sempat baca berita juga tentang Teguh Karya yang juga shock atas peristiwa itu, lantas kesehatannya menurun dan akhirnya beliau meninggal. Saya jadi berpikir, bahkan seorang yang besar seperti dia, sudah berkarya begitu banyak untuk Indonesia pun bisa shock dan kurang bisa menerima kenyataan itu, apalagi saya. Saya bahkan sempet ingin jadi warga negara lain. Saya jadi rajin mencari informasi tentang program permanent residence, green card, dan sejenisnya.

Lalu lama kelamaan, saya melihat di negara lain pun sedikit banyak para pendatang juga selalu mengalami hal-hal seperti diskriminasi dan ketidakadilan lainnya. Saya juga mendengar banyak cerita dari teman2 saya yang pernah sekolah dan tinggal di luar negeri. Semuanya tergantung pada dirinya sendiri, apakah mau diam saja atau melakukan sesuatu untuk merubah keadaan. Saya putuskan untuk melakukan sesuatu dan Jejak Petjinan ini awalnya.

Kegiatan apa sajakah yang sudah dilaksanakan? Apa bentuknya?

Melancong Petjinan Batavia (1)
Melancong Petjinan Batavia (1). Foto hak cipta Jejak Petjinan/Dedy Rabel.

Kegiatan yang sudah pernah dilakukan Jejak Petjinan antara lain pameran foto bersama, kumpul-kumpul (“kumkum”/”kopdar”) Jejak Petjinan, “cangkrukan” bareng Jejak Petjinan, “ik’ol’san” (“Ikutan Ngobrol Santai”), juga SKETSA (Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara). Ke depan, saya ingin sekali di Indonesia ada Chinese Indonesian Cultural Centre, semacam pusat kebudayaan Tionghoa. Kenapa dari Jepang ada, Belanda juga, tapi dari suku-suku atau etnis-etnis di Indonesia sendiri tidak ada? Padahal, suku/etnis di Indonesia banyak sekali!

Nah, di pusat kebudayaan ini, kita bisa mencari data tentang jejak Tionghoa di Indonesia, bisa belajar budaya, makanan, tradisi, semuanya. Sekarang ini kami sedang mengumpulkan data dengan membuat gerakan bernama SKETSA, Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara. Kenapa Nusantara? karena Tionghoa di Indonesia sudah ada sebelum Indonesia ada!

Langkah pertama gerakan ini kami wujudkan dalam bentuk situs web, yang berbentuk wiki. Situ ini bisa dikerjakan ramai-ramai, siapapun yang berminat untuk membantu mengumpulkan, silakan daftar dan login, lalu bisa ikut mengerjakan. Rencana ke depannya akan ada pameran kelilingnya juga, tapi ini tunggu tanggal mainnya, ya!

Bagaimana hasil atau dampak dari kegiatan-kegiatan tersebut? Apa respon masyarakat?

Melancong Petjinan Batavia (2)
Melancong Petjinan Batavia (2). Foto hak cipta Jejak Petjinan/Dedy Rabel.

Mereka menyambut hangat ide-ide acara yang diadakan ini. Dari hasil kuesioner yang kami adakan, hampir semua menganggap acara ini bagus, menambah wawasan dan pengetahuan serta bersemangat untuk mengikuti acara-acara berikutnya.

Menurut Jejak Petjinan, apakah bentuk promosi pariwisata yang paling baik untuk Indonesia? Apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara independen selama ini dianggap lebih efektif dari program pemerintah?

Jejak Petjinan tidak punya kapasitas untuk menjawab problematika pariwisata Indonesia. Namun, kalau kami diperkenankan untuk memberikan pendapat, kadang-kadang birokrasi dan peraturan pemerintah memang cenderung mengekang kreativitas dan hanya mengakomodir kepentingan dari sudut pandang pemerintah saja. Jadinya program pemerintah sering terkesan tidak sampai sasaran atau tidak efektif.

Kendala-kendala seperti apa yang dihadapi di lapangan ketika melaksanakan kegiatan?

Melancong Petjinan Batavia (3)
Melancong Petjinan Batavia (3). Foto hak cipta Jejak Petjinan/Dedy Rabel.

Banyak, pertama tidak banyak orang Tionghoa terutama dari kalangan muda, yang tertarik untuk menyediakan waktu untuk membantu mengembangkan komunitas ini. Selain itu, minat masyarakat untuk pelestarian juga kurang, apalagi dananya.

Selain itu, untuk membuat konsep tema acara seperti ini tidak mudah, karena tempat yang kami datangi mungkin belum diketahui orang banyak, hampir tidak ada data tentang tempat tersebut. Kami perlu wawancara, survei, baca buku, dan menghabiskan waktu untuk mencari data.

Apa rencana ke depan?

Kartu Pos Jejak Petjinan
Kartu Pos Jejak Petjinan. Foto hak cipta Jejak Petjinan/Paulina Mayasari.

Yang ingin dicapai adalah adanya sebuah sumber atau pusat informasi yang selalu mutakhir dan akurat tentang Tionghoa di Indonesia, di mana pengunjung bisa mencari tahu apa saja tentang jejak Tionghoa di Indonesia. Ini kami mulai dengan gerakan SKETSA, gerakan pengumpulan data Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara.

Melalui Melantjong Petjinan Soerabaia, Jejak Petjinan ingin mengumpulkan orang-orang yang punya rasa ingin tahu yang sama mengenai jejak Tionghoa di Indonesia dalam situasi dan kondisi rileks sehingga hilang rasa enggan untuk tersenyum dan menyapa dengan sekitarnya. Harapannya, lama-kelamaan tidak ada pagar antar etnis Tionghoa dengan etnis lain di Indonesia, sehingga hilanglah stereotipe-stereotipe yang buruk, akhirnya dapat melihat apa adanya. Terkadang, ada laporan dari narasumber bahwa para peserta datang lagi sendiri ataupun beramai-ramai dan berinteraksi dengan penduduk lagi sampai puas.

Terima kasih kami ucapkan kepada Paulina Mayasari yang bersedia diwawancara.


Artikel sebelumnya

© 2017 Ransel Kecil