Artikel-artikel yang ditulis oleh Radityo Widiatmojo

Selamat Tahun Baru dari Sydney

Tahun 2012 telah berakhir dan selamat datang 2013. Pergantian tahun selalu membuat pemerintah kota Sydney menyajikan pesta kembang api. Pemerintah Sydney menjelaskan bahwa kembang api yang digunakan untuk tahun baru 2013 merupakan yang terbesar di dunia. Diperkirakan sebanyak 1,6 juta orang akan melihat pesta kembang api ini dari seluruh Sydney. Sebuah hal yang patut diacungi jempol karena pemerintah kota Sydney mengemas acara malam tahun baru 2013 dengan serangkaian acara menarik. Koreografi kembang api dikerjakan dengan teliti oleh Foti International Firework, yang dipimpin oleh Fortunato Foti dan 45 kru-nya. Total berat beban, mulai dari kembang api sampai peluncurnya, diperkirakan mencapai 120 ton. Menurut laporan dari 7 News, pemerintah kota Sydney menghabiskan 6,6 juta dollar untuk pesta kembang api tersebut. Angka yang cukup signifikan karena pemerintah kota Sydney telah menyediakan lebih dari 80 titik strategis untuk menikmati pesta kembang api lengkap dengan fasilitas umum, seperti toilet, transportasi 24 jam dan gratis serta petugas kebersihan.

Dari 80 lokasi, saya memutuskan untuk memotret pesta kembang api dari Waverton, tepatnya di Ball Head Point. Tiga hari sebelum malam tahun baru, saya sudah melakukan survei lokasi ke Waverton, dan pemandangannya cukup bagus, bisa melihat Harbour Bridge dan Sydney Skyline dari posisi itu.

Pengunjung tampak berjemur di Mrs. Mcquarie's sembari menunggu malam tahun baru.
Pengunjung tampak berjemur di Mrs. Macquarie’s sembari menunggu malam tahun baru.

Meskipun saya sudah mantap dengan Waverton, saya masih saja mencari-cari lokasi lain. Teman-teman Australia saya bilang kalau memotret dari Botanical Garden itu bagus, namun harus bayar. Nah, yang gratis ada di Mrs. Macquarie’s. Jadi saya pun berangkat ke Mrs. Macquarie’s untuk memuaskan rasa penasaran saya. Selidik punya selidik, pemerintah kota Sydney menyebutkan bahwa tempat tersebut mampu menampung 17.000 orang.

Antrian menuju Mrs. Macquarie's

Antrian menuju Mrs. Macquarie's.

Antrian menuju Mrs. Macquarie's
Antrian menuju Mrs. Macquarie’s.

Ternyata, saya terjebak antrian sepanjang tiga kali memutar lapangan bola! Tiga jam antri berakhir dengan keluh kesah. Meskipun sudah datang pukul 10 pagi untuk antri, ternyata begitu masuk Mrs. Mcquarie’s saya tidak mendapatkan titik yang jelas untuk memotret kembang api. Terlalu banyak pohon dan juga area terbaik untuk motret kembang api hanya bisa diakses oleh rekan-rekan media.

Pukul satu siang sayapun bergegas ke Waverton. Saya tidak sendirian, banyak penghuni Sydney yang memutuskan untuk pindah tempat. Perlu waktu satu jam untuk mencapai Waverton, dari stasiun St. James pindah ke stasiun Wynyard lalu naik kereta jurusan Northern Area. Begitu sampai stasiun Waverton, kecepatan jalan kaki saya tambah agar cepat sampai Ball Head Point. Melihat orang-orang bawa tenda dan perlengkapan piknik, semakin cepat pula langkah saya. Maklumlah, saya tidak ingin berdesak-desakan lagi seperti di Mrs. Mcquarie’s.

Pukul 21:00 Kembang Api Keluarga menghiasi langit Sydney. Kembang Api ini  diperuntukkan mereka yang tidak bisa menyaksikan Kembang Api Tahun Baru.
Pukul 21:00 Kembang Api Keluarga menghiasi langit Sydney. Kembang Api ini diperuntukkan mereka yang tidak bisa menyaksikan Kembang Api Tahun Baru.

Begitu sampai di Ball Head Point, saya bersyukur, karena titik atau lokasi yang saya incar tidak ditempati orang lain. Tak lama kemudian, saya mendirikan tenda darurat dari tripod dan sarung, karena suhu udara saat itu cukup menyengat, yaitu 28 derajat Celsius. Tinggal menunggu pukul 21:00 untuk menikmati kembang api keluarga dan 00:00 untuk pesta kembang api tahun baru.

Tenda darurat saya.
Tenda darurat saya.

Pukul 00:00 Pesta Kembang Api dimulai. Kurang lebih gemerlap kembang api ini berlangsung selama 20 menit.

Pukul 00:00 Pesta Kembang Api dimulai. Kurang lebih gemerlap kembang api ini berlangsung selama 20 menit.
Pukul 00:00 Pesta Kembang Api dimulai. Kurang lebih gemerlap kembang api ini berlangsung selama 20 menit.

Bagi saya, pesta kembang apinya cukup menghibur hati saya yang sudah menanti selama 10 jam. Namun beberapa rekan menyatakan bahwa Kembang Api tahun ini tidaklah seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jika saya boleh kasih nilai, saya akan beri angka 5 dari 10,” begitu kata Hendra, salah satu warga negara Indonesia yang sudah 3 kali menyaksikan pesta kembang api tahun baru di Sydney. Koreografi kembang api kali ini kurang sinkron. “Seingat saya tahun kemarin langit penuh dengan kembang api, sampai bingung mau lihat yang mana. Kali ini sangat sedikit kembang api yang keluar dari Harbour Bridge,” ujar Stella, mahasiswi asal Jakarta yang sudah tinggal di Sydney selama dua tahun.

  • Disunting oleh SA 03/01/2012
  • Seluruh foto adalah hak cipta Radityo Widiatmojo tahun 2012. Mohon tidak menggunakannya tanpa izin fotografer.

Lubang Sembur Kiama, Australia

Tidak ada di dalam benak saya untuk pergi jauh-jauh keluar kota Sydney. Maklum, saya tidak punya kendaraan pribadi dan sialnya lagi SIM A sudah saya mati. Kakak sayalah yang membawa saya pergi jalan-jalan dan membuka mata saya betapa indahnya Australia ini. Maka saya dibawa ke suatu tempat yang bernama “Kiama Blow Hole“. Dalam Bahasa Indonesia, “blow hole” disebut sebagai “lubang sembur”, sebuah fenomena geologi di mana gua bawah tanah memiliki bukaan di permukaan, sehingga memancurkan air atau gas. Mendengar namanya saja sudah bikin penasaran seperti apa tempat itu.

Pemandangan pertama saat masuk ke kawasan lubang sembur. Tempat ini cukup ramai saat ujung minggu.
Pemandangan pertama saat masuk ke kawasan lubang sembur. Tempat ini cukup ramai saat ujung minggu.

Secara geografis, lokasi ini berada sekitar 110 km dari kota Sydney dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam. Pada awal perjalanan, pemandangan selama perjalanan cukup menarik, saya banyak melihat pohon, melewati bukit-bukit berbatu, jembatan yang besar. Namun lama-lama saya merasa bosan karena pemandangannya monoton.

Kebosanan saya terbayarkan begitu sampai di Kiama. Cuaca cerah dengan udara yang dingin menyambut saya begitu turun dari mobil. Begitu memasuki komplek Kiama Blow Hole, anda akan disambut oleh gagahnya mercusuar Kiama. Mercusuar ini diresmikan pada tahun 1887 dan di tahun-tahun berikutnya sampai sekarang, mercusuar Kiama ini masih berfungsi dengan baik. Ini bukti pemerintah setempat sangat peduli dengan bangunan-bangunan bersejarah yang penting untuk dilestarikan.

Mercusuar Kiama
Mercusuar Kiama

Pemandangan dari area parkir sangat indah, di mana kita bisa melihat hamparan laut lepas. Saya merasa bahwa setiap pantai, teluk, atau tempat apapun yang lautnya, pasti dijadikan objek wisata oleh pemerintah setempat. Hebatnya lagi, kebanyakan dari tempat wisata pantai/laut dapat dikunjungi gratis.

Pemandangan dari lahan parkir.
Pemandangan dari lahan parkir Kiama Blow Hole.

Sebelum air menyembur terdengar suara riuhnya air laut, seakan mengumpulkan tenaga untuk keluar dari lubang tersebut. Beberapa detik kemudian, “demmmmm…”, air laut pun tersembur ke atas udara disambut tepuk tangan turis-turis. Peristiwa alam seperti ini mirip dengan “bleduk kuwu” di Desa Grobogan Jawa Tengah. Namun, letupan lumpur di sana sudah tidak tinggi lagi.

Inilah keterangan bagaimana air laut sampai bisa menyembur ke atas.
Inilah keterangan bagaimana air laut sampai bisa menyembur ke atas.

Sudah 30 menit, namun air laut tidak menyembur ke atas. Harap sabar menanti.
Sudah 30 menit, namun air laut tidak menyembur ke atas. Harap sabar menanti.

Para turis masih setia menunggu letupan air. Sudah jauh-jauh dari Sydney kan sayang kalau melewatkan kesempatan melihat fenomena alam yang unik ini.
Para turis masih setia menunggu letupan air. Sudah jauh-jauh dari Sydney, sayang kalau melewatkan kesempatan melihat fenomena alam yang unik ini.

Lega bisa melihat semburan setelah hampir 45 menit menunggu.
Lega bisa melihat semburan setelah hampir 45 menit menunggu.

Jika ditanya, puaskah saya jauh-jauh datang ke Kiama dengan melihat letupan air seperti ini? Baguskah Kiama Blow Hole? Saya akan menjawab dengan positif, puas, karena memang sangat menarik.

Semua informasi tentang Kiama ada di website www.kiama.com.au. Setiap tahunnya Kiama dikunjungi lebih dari 500.000 turis. Wow… Ini hanya Kiama, belum lagi tujuan wisata yang lain di Australia. Tampaknya Australia berhasil mempromosikan pariwisatanya.

  • Disunting oleh SA 08/05/2012

© 2017 Ransel Kecil