Artikel-artikel yang ditulis oleh Nina Irawati

Nina Irawati Nina Irawati. Ahli bedah dengan fokus bedah kanker bagian leher dan kepala. Mudah jatuh cinta dengan gua, kuil, benteng, stepwell dan istana. Ketika sedang tidak di meja operasi, ia berkelana ke situs-situs khazanah sejarah, menangkap momen dengan kamera dan tulisan.

Tempat

Taj Mahal: Sebuah Memorial Cinta atau Kuil Bagi Shiva?

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Kemegahan Taj Mahal
Kemegahan Taj Mahal.

Di antara sekian banyak warisan UNESCO di India, Taj Mahal merupakan destinasi utama yang biasanya menjadi niat awal para turis mengunjungi negara ini. Namanya muncul lebih dari 42 ribu kali bila kita memasukan kata kunci ini di kotak pencarian Google. Berbagai ulasan di beberapa situs wisata mengenai tempat ini banyak mengungkap keindahannya yang mengundang decak kagum siapapun yang melihatnya dan dibuktikan dengan adanya pengunjung yang dapat mencapai sekitar 45 ribu per hari.

Menulis tentang Taj Mahal ternyata lebih sulit daripada menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Taj Mahal adalah salah satu monumen di India yang tidak mampu dideskripsikan keindahannya melalui torehan pena. Mengunjungi Taj kali kedua ini, saya bermaksud membuktikan semua kontroversinya yang pernah marak beberapa tahun lalu. Entahlah, kisah cinta yang melatarbelakangi pembuatan monumen ini yang selalu didengung-dengungkan menurut saya masih “kurang cukup” sebagai alasan pembuatannya.

Catatan Perjalanan

Sepenggal Kisah Fotografer dari Siem Reap

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kimleng dan tuk-tuk kebanggaannya.
Kimleng dan tuk-tuk kebanggaannya.

Pilihanlah mempertemukan saya dengan seorang Kimleng Sang, dan oleh karenanya saya sama sekali tidak merasa menyesal.

Selesai menjelajah India, saya selalu terpikir untuk menjelajahi Kamboja, tepatnya untuk melihat Angkor Wat yang sangat tersohor itu, walau agak ragu. Jujur saja, sejak awal saya memang tidak terlalu menyukai kuil Buddha yang menurut saya terlalu biasa bila dibandingkan dengan kuil Hindu. Namun demikian, ingatan mengenai film Tomb Rider memang sudah terpatri sedemikian rupa, sehingga cukup untuk menggeret langkah saya untuk terbang ke sana.

Transportasi

Wajah Bajai di India

dalam kategori Transportasi ditulis oleh

Bajai paling terkenal, berwarna hitam dan kuning
Bajai paling terkenal, berwarna hitam dan kuning.

Siapa yang tidak kenal bajai. Kendaraan sederhana ini selalu menemani hari-hari semasa saya belajar di Mumbai. Hal ini dikarenakan bajai di Mumbai mudah didapat, memakai argo dan jelas tarifnya murah. Memang awalnya sulit, mengingat umumnya supir bajai ini tidak bisa berbahasa Inggris. Maka dengan Hindi yang terbata-bata, saya menuntun mereka untuk menuju tempat yang saya inginkan. Yang membedakan supir bajai di India dengan Jakarta adalah mereka sangat mudah menolak penumpang, seringkali malas memutar balik, terlebih jika penumpang ingin bepergian ke arah yang berlawanan. Entah kenapa, supir bajai ini cenderung belok ke arah kiri. Benar-benar menjengkelkan.

Tempat

Pagoda Shwedagon, Rumah Suci Bagi Rambut Sang Buddha

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Di tengah pusat kota Yangon (Ranggon), Myanmar, sebuah pagoda menjulang dengan megahnya membelah cakrawala. Pagoda Shwedagon atau yang juga dikenal sebagai Pagoda Emas memang merupakan tempat tersuci di Myanmar ini, yang didirikan di bagian barat dari Danau Kandawgyi, tepat di daerah perbukitan suci Singgutara. Konon, di tempat inilah terdapat keempat struktur suci Buddha, yaitu staf dari Kakusandha, air suci Koṇāgamana, jubah Kassapa dan rambut suci Siddharta Gautama.

Sekitar 2.500 tahun yang lalu, hidup seorang raja bernama Okkalapa yang memerintah Suvvanabhumi. Raja ini mengetahui bahwa seorang Buddha akan “muncul” setiap 5.000 tahun sekali. Pada saat itu, Siddharta masih menjadi seorang pangeran Hindu di India Utara dan belum mendapatkan ‘pencerahan’. Sesuai perhitungan Okkalapa, saat pemerintahannya, semestinya seorang Buddha baru akan datang.

Bukit Singgutara telah lama memiliki sebutan suci, karena di tempat inilah warisan dari ketiga Buddha terdahulu dikuburkan. Untuk mempertahankan kesucian bukit ini, maka Raja Okkalapa merasa bahwa harus ada hadiah yang diberikan oleh Buddha yang baru. Sedemikian takutnya Okkalapa, sehingga ia pun mengunjungi bukit ini untuk memohon. Okkalapa tidak mengetahui pada saat itu Siddharta sudah mendapatkan pencerahan. Dikisahkan Sang Buddha yang baru muncul dalam alam meditasi Okkalapa dan menyerukan untuk bersabar menantikan hadiah dari-Nya.

Catatan Perjalanan

Sebuah Kuil bagi Sang Surya

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kuil dari kejauhan
Kuil dari kejauhan.

Nun jauh di Orissa/Odisha, sekitar dua jam perjalanan dari kota Bhubaneswar, sebuah kuil megah berdiri di daerah yang dinamakan Konark. Konark yang juga dikenal dengan nama Konaditya atau Arkakshetra berasal dari turunan dua kata; “Kona” yang berarti sudut dan “Arka” yang berarti surya.

Berbagai misteri dan cerita mengiringi perjalanan saya memasuki kuil ini. Konark tidak dapat dipisahkan dengan cerita Samba, anak dari Krishna yang menderita lepra dan menjadi sembuh akibat bantuan dari dewa matahari. Lambat laun makin terurai legenda Dharmapada mengenai seorang raja dari abad ke-13 Masehi bernama Narasimhadeva I yang memerintahkan pendirian sebuah kuil bagi dewa matahari. Konark yang juga dikenal sebagai pagoda hitam dibangun dengan bulir-bulir keringat 12.000 pemahat terbaik di wilayah ini yang bekerja di bawah ancaman hukuman mati bila tidak mampu menyelesaikan perintah raja. Kebengisan Narasimha makin terasa saat perintah penyelesaian kuil dipercepat dari jadwal. Sri Samantaray sebagai kepala pemahat mengakui ketidaksanggupannya, sehingga berakhir dengan pemecatan. Kisah bergulir di mana kepala pemahat yang baru bernama Bisu akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan kuil, namun satu hal tertinggal, mahkota dari kuil (“kalasa“) selalu gagal diletakkan di tempatnya. Tidak seorang pun pemahat mengetahui solusinya.

Tips

Dari A-Z: Tips Melancong ke India

dalam kategori Tips ditulis oleh

A: Ambil peta, kenali negara yang kamu ingin tuju. Mulai menelusuri apa yang terkenal dari India dan wilayah mana yang ingin dijelajahi. Hal ini mungkin berhubungan dengan apa yang menjadi minat anda. Sebagai contoh ada yang berminat dengan wisata alam, sedangkan yang lain mungkin lebih ke wisata sejarah. Untuk sejarah, India memiliki 36 Warisan Dunia UNESCO yang daftarnya bisa ditelusuri lewat internet. Buat itinerary selengkap mungkin. Pastikan semua hal yang popular di wilayah tersebut sudah termasuk di dalamnya. Setiap daerah di India punya keunikan masing-masing. Sebagai tambahan, biaya masuk monumen sekitar 250 rupee bagi turis mancanegara.

B: Bollywood hardcore fans? You would love being here. Film Bollywood India terbaru biasanya akan turun di hari Jumat minimal empat film. Umumnya tidak menggunakan terjemahan Inggris, namun alur ceritanya masih dapat ditebak dan dimengerti. Menonton film India di India adalah keharusan. Kapan lagi nonton film Bollywood di negaranya? Bioskop di India tergolong sangat nyaman, dengan biaya 200-300 rupee per film.

C: Camkan baik-baik, India bukanlah Eropa. Jadi, pastikan kamu mengatur segala hal sebelum berangkat sedetil mungkin untuk memastikan perjalanan kamu aman dan nyaman.

Tempat

Menemukan Tuhan di Belur dan Halebidu

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Belur dan Halebidu

Berawal dari sebuah percakapan di meja operasi di suatu Senin pagi di sebuah rumah sakit kanker Mumbai, antara saya dengan seorang teman yang berasal dari Karnataka:

Teman: “Sudah pernah ke Karnataka?”

Saya: “Sudah, dong.”

Teman: “Kamu kan suka kuil Hindu kuno, sudah lihat Halebidu dan Belur?”

Jawabannya tentu saja tidak. Kening saya mengkerut sambil berusaha mengingat-ngingat. Seluruh daftar monumen yang termasuk dalam Warisan Dunia UNESCO di India tentu saja sudah saya hapal di luar kepala. Jadi waktu teman saya mendadak menyebutkan nama ini, di satu pihak saya membela diri dengan alasan bahwa nama kuil ini tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Teman: “Memang, tapi dua kuil ini arsitekturnya bagus sekali. You can have heart attack there, trust me! Belum afdol rasanya kalau belum pernah ke sana…”

Saya tahu jawaban ini terlalu hiperbolis, namun pada akhirnya cukup bisa membuat saya mencari tahu dan ujung-ujungnya menenteng ransel untuk pergi ke Karnataka beberapa hari kemudian.

Catatan Perjalanan

Di Hampi, Bebatuan Berbicara dalam Kesunyian

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Begitu banyak hal yang dikatakan banyak orang, begitu banyak hal yang kita dengar, dan begitu banyak pula hal yang kita bayangkan, namun terkadang pada kenyataannya kita sering mendapati semuanya tidak seindah bayangan yang ada. Semua teori ini tidak berlaku saat saya mencapai Hampi beberapa waktu lalu di musim dingin. Semua hal yang saya lihat amat sangat menakjubkan, lebih dari yang saya bayangkan dan dengar sebelumnya.

Berbekal dengan rasa penasaran, perjalanan saya menuju Hampi diawali dengan penerbangan ke Goa selama dua jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan memakai mobil selama delapan jam menuju Hampi, dengan melewati kota yang disebut Hospet. Sebagai suatu daerah kecil yang berada di bagian selatan dari sungai Tungabhadra di sebuah distrik di Karnataka dan dibatasi gundukan gunung berbatu, Hampi berbeda dengan daerah lainnya. Bagi umat Hindu sendiri, daerah ini amat keramat dan merupakan salah satu tujuan perjalanan religi mereka.

Kuil Virupaksha dari atas bukit Hamakuta
Kuil Virupaksha dari atas bukit Hamakuta.

Catatan Perjalanan

Sebuah Puisi Tersembunyi di Madhya Pradesh

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Embun itu masih ada, waktu kami beranjak pergi menuju Orchha yang letaknya cukup jauh dari Khajuraho. Masih bertempat di Madhya Pradesh, Orchha terletak 15 km dari stasiun kota Jhansi atau sekitar tiga jam perjalanan dengan mobil dari khajuraho. Saya berharap keputusan yang saya ambil tepat untuk mengunjungi tempat ini mengingat tidak begitu banyak informasi yang saya peroleh dari internet sebelumnya.

“Orchha” artinya “tersembunyi”. Dan seperti arti dari namanya, semua hal yang ada di kota kecil ini memang seakan-akan “tersembunyi” dari sentuhan peradaban luar, menyepi di pinggir Sungai Betwa. Kota kuno yang seakan tertidur ini mengisahkan peradaban dinasti raja Bundela pada masa sekitar abad ke-15 di setiap sudut istana, benteng, dan kuilnya. Akibat letaknya yang memang tersembunyi di antara hutan yang mengelilinginya, kota ini bahkan terbebas dari sentuhan penjajahan kerajaan Mughal di masa itu.

Jahangir Mahal.
Jahangir Mahal.

Tempat

Menelusuri Seni Bercinta di Kuil Khajuraho

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Siapapun pasti pernah mendengar tentang Kama Sutra dari India, bukan? Kama Sutra merupakan turunan dari bahasa Sanskrit yang berarti seni bercinta, ditulis secara indah oleh Vatsyayana. Konon, Kama Sutra ini pertama kali disebarkan oleh Nandi, seekor sapi keramat penjaga dari Dewa Shiva saat ia mencuri dengar Shiva ketika sedang berhubungan seksual dengan istrinya Parvati.

Saya yang memang sangat tertarik dengan keindahan budaya India sangat penasaran dengan Kama Sutra ini. Dulu saya memang pernah mendengar adanya kuil Kama Sutra di India, tapi memang tidak terpikir akan mencarinya. Dari pencarian melalui internet, saya menemukan bahwa relief Kama Sutra bisa ditemukan di dua tempat di India, yaitu di kuil Khajuraho, Madhya Pradesh dan Konark di Orissa. Saya memutuskan mengunjungi Khajuraho dulu, karena Orissa relatif lebih dekat dari Mumbai jadi bisa saya kunjungi kapan pun.

Kuil Lakhsmana.
Kuil Lakshmana.

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN