Hampir semua orang pasti sudah tahu kota ini, kota besar di Jawa Tengah yang merupakan ibukota provinsi. kota ini terkenal dengan wilayah dataran rendahnya, terutama daerah Semarang Bawah, yakni sekitar empat kilometer dari garis pantai. Kawasan dataran rendah tersebut kerap dilanda banjir yang disebabkan luapan air laut atau biasa dikenal dengan istilah rob.
Bicara soal banjir Semarang Bawah, saya jadi ingat lagu “Jangkrik Genggong” yang dalam salah satu penggalan liriknya berbunyi “Semarang kaline banjir, aja sumelang ora dipikir, jangkrik mlumpat saba neng tangga…“. Tuh kan, saking terkenalnya banjir di Semarang, sampai-sampai hal ini dimasukan dalam bait lirik lagu.
Pastinya sudah banyak sekali pejalan yang sering mengunjungi kota ini, baik itu hanya untuk sekedar lewat atau sengaja niat untuk menikmati keindahan kota ini. Kala itu, saya singgah di Semarang memang sengaja berniat untuk berplesir.
Seperti biasa, saya melancong ala backpacker, keliling kota Semarang bersama teman-teman kampus. Saat plesiran kala itu ada hal unik yang saya temukan dari Kota Semarang. Kota ini memiliki banyak bangunan tempat ibadah yang bersejarah dengan arsitektur menawan. Kala itu, saya mengunjungi Kelenteng Sam Po Kong, Gereja Blenduk, dan Masjid Agung Jawa Tengah. Semua tempat ibadah tersebut memiliki keunikan tersendiri, dan sangat indah untuk di kunjungi. Mari kita bahas satu per satu!
Baca seutuhnya →