Artikel-artikel yang ditulis oleh Kosim Lauw (halaman ke-1 dari 2)

Musim Gugur di Canberra

Canberra sebagaimana yang kita kenal sebagai ibu kota Australia saat ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Dengan penduduk hanya sekitar 200.000 jiwa, Canberra yang terletak di antara Sydney dan Melbourne saat ini sayangnya belum menjadi destinasi wisata utama apabila di bandingkan dengan kedua kota tersebut. Didorong oleh hasrat saya mengamati arsitektur dan perkotaan, sudah lama saya ingin meluangkan waktu agak lama untuk lebih mendalami isi kota yang konon merupakan salah satu dari dua kota buatan manusia di dunia yang dirancang dari nol.

Gedung parlemen Australia.
Gedung parlemen Australia.

Karena merupakan kota yang dirancang sejak awal, maka segalanya terlihat sangat teratur. Inti kota adalah gedung Australian War Memorial di titik utara kota, kemudian jika kita tarik garis lurus akan sampai di Central Business District (pusat kota dan perdagangan) di titik tengah, kemudian ditarik garis lagi ke selatan, kita menjumpai danau buatan (Lake Burley Griffin) dan diakhiri dengan gedung parlemen di selatan kota.

Australian War Memorial.
Australian War Memorial.

Pemandangan paling utama ketika musim gugur di kota ini adalah taman dengan perpohonan yang menguning di mana-mana. Sungguh indah dan sangat berasa suasana musim gugur di kota ini. Untuk pembaca yang ingin merasakan tinggal di kota yang modern tapi tenang, penduduk yang ramah, aman, pepohonan di mana-mana dengan udaranya yang segar bisa memasukkan kota ini sebagai wish list perjalanan mereka.

National Museum of Australia.
National Museum of Australia.

Oh ya, karena sedang merayakan ulang tahun yg ke-100, maka pemerintah kota menyediakan suttle bus gratis (bus nomor 100) yang akan mengelilingi obyek wisata yang ada di kota ini, misalnya Australian War Memorial, Australia Gallery, Old Parliament Building, New Parliament Building (semua orang bisa masuk ke dalam gedung tanpa biaya, sampai ke ruang rapat anggota parlemen) dan National Museum of Australia, mulai dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore. Lebih asyik lagi, sebagian besar tiket masuk obyek wisatanya juga gratis. Semoga fasilitas bus gratis ini akan tetap dipertahankan di tahun-tahun mendatang.

Di dalam gedung parlemen Australia.
Di dalam gedung parlemen Australia.

Bagi yang bertanya-tanya tentang cara mencapai Canberra, ada banyak cara yang bisa ditempuh. Antara yang paling sering digunakan adalah menyewa mobil atau naik bus dari Sydney. Tapi, saya memilih untuk naik kereta dari Sydney (Central Station) dengan lama perjalanan sekitar 4,5 jam. Setiap hari ada dua kali perjalanan kereta dari Sydney ke Canberra maupun sebaliknya. Ingin yang lebih cepat? Naik pesawat bisa jadi pertimbangan anda. Tunggu apa lagi? Ayo, cek cuti dan tabungan anda, setelah itu berangkat!


Mount Buller, Australia

Penggemar olahraga ski atau bukan, anda wajib mengunjungi Mount Buller apabila anda (baik sendiri maupun bersama keluarga) sedang mengunjungi Melbourne di saat musim dingin (Juni-Agustus). Terletak 208 kilometer di sebelah timur kota Melbourne dan dapat di tempuh dalam 3 jam perjalanan darat, anda bisa mencapai Mount Buller yang memiliki area bermain ski seluas 300 hektar.

Fasilitas baik untuk bermain salju maupun sarana penunjang di Mount Buller sangat lengkap. Mulai dari fasilitas bermain salju untuk anak anak (terdapat dua lapangan toboggan), area bermain ski untuk pemula (tersedia juga instruktur untuk yang ingin belajar ski) sampai lereng lereng curam untuk yang sudah mahir. Asyik, bukan?

Area Ski Mount Buller

Untuk yang hanya ingin leyeh-leyeh (karena faktor usia ataupun faktor lainnya), duduk di depan restoran/kafe sambil melihat pemandangan juga tak kalah mengesankan. Apalagi sambil di temani secangkir kopi hangat dan sepotong cheese cake.

Untuk yang kalap ingin bermain salju, mohon berhati-hati saat berjalan karena area bermain salju ini menyatu dengan area untuk belajar ski. Jangan sampai seperti kejadian istri saya yang sudah berjalan di pinggiran untuk pejalan kaki tapi masih ditabrak dari belakang, karena si pemula masih belum bisa rem dan akhirnya nyelonong kepinggiran dan menabrak istri saya. Efeknya dahsyat, istri saya yang biasanya bicara bahasa Inggris dengan aksen patah-patah, tiba-tiba menjadi lancar sambil memberi “kuliah” ke si penabrak. Saya yakin setelah itu si penabrak akan trauma untuk bermain ski lagi!

Bila ingin ke sana, selain menyetir sendiri, bisa juga mengikuti tur sehari yang berangkat dari Melbourne. Ada beberapa agen perjalanan yang bertetangga di Federation Square (sebelah Flinder St. Station) yang menawarkan tur ke Mount Buller. Silahkan membandingkan harga yang ada, kadang ada yang sedang menawarkan promosi dengan harga miring. Tidak usah khawatir dengan servis karena mereka sudah memiliki standar yang sama. Tak jarang, apabila sedang sepi, peserta dari beberapa agen akan digabung jadi satu bus.

  • Disunting oleh SA 18/12/2013

Guildford, Surrey, Britania Raya

Inilah kota pertama yang saya kunjungi dalam perjalanan saya ke Britania Raya. Guildford terletak 43 km barat daya London. Kota kecil ini sangat mudah dikunjungi baik dari pusat kota London maupun dari Bandara Internasional Heathrow. Berbekal tiket terusan seharga ₤10.50 (dimulai dengan bis bandara menuju stasiun Woking kemudian dari stasiun Woking perjalanan dilanjutkan dengan kereta ke Guildford). Apabila ingin berkunjung dari pusat kota London (stasiun London Waterloo), Guilford bisa dicapai hanya dengan 35 menit perjalanan dan enaknya lagi kita tidak usah takut ketinggalan kereta, karena setiap 15-20 menit pasti ada rangkaian gerbong yang ke sana. Dengan segala kemudahan itu tidak heran Guildford menjadi destinasi favorit untuk liburan singkat para “Londoners” (sebutan untuk penduduk kota London) untuk menghindari hiruk-pikuk kota London terutama saat penghujung minggu.

Bus Bandara ke Woking
Bus Bandara ke Woking

Nama kota Guildford mulai mendunia semenjak tragedi pemboman oleh Gerilyawan Irlandia Utara pada dua pub lokal yang dipenuhi prajurit Ingggris pada tanggal 5 Oktober 1974.

Atraksi utama di Guildford adalah kastil Guildford, High Street dan North Street yang letaknya hanya berjarak satu blok. Yuk, kita kunjungi mulai dari kastil Guidford yang diyakini dibangun sekitar tahun 1086 (926 tahun yang lalu) oleh Raja William Sang Penakluk. Pada abad ke-12 Raja Henry III mengubah kastil ini menjadi istana yang paling megah si seluruh Inggris dan dilengkapi dengan taman-taman yang indah dan masih bisa kita nikmati hingga hari ini.

Kastil Guildford
Kastil Guildford

Puas mengunjungi kastil ini, saya melangkahkan kaki ke High Street yang dipenuhi oleh bangunan yang dibangun pada abad ke-16 dan ke-17. Apabila anda pernah menonton film “A Christmas Carol” yang diperankan oleh Jim Carrey, cobalah berjalan di High Street (terutama malam hari) yang dilapisi batu kerikil dan kiri-kanan diapit oleh bangunan kuno, niscaya kita akan merasa sedang berada dalam film tersebut. Hal tersebut tidak mengherankan, karena cerita A Christmas Carol dikarang oleh penulis Inggris Charles Dickens pada abad ke-18. Bangunan kuno di sini sekarang telah beralih fungsi menjadi toko, pub atau restoran.

High Street
High Street

High Street di malam hari
High Street di malam hari

North Street
North Street

Apabila anda ke Guildford saat penghujung minggu, cobalah berkunjung ke North Street yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima setiap Sabtu dan Minggu pagi. Di sini kita bisa membeli aneka buah dan sayur segar yang di jual langsung oleh para petani maupun makanan/jajanan yang mengugah selera. Hm… lezat! Tidak heran para Londoners menjadikan kota ini sebagai kota peristirahatan favorit mereka.

  • Disunting oleh SA 08/05/2012

Artikel sebelumnya

© 2016 Ransel Kecil