Ramadan di Bandara Dubai

Gerai-Gerai Bebas Cukai di DXB
Gerai-gerai bebas cukai tak pernah tutup di DXB.

Penumpang pesawat udara yang pertama kali transit di Dubai International Airport (kode IATA: DXB) dalam bulan Ramadan umumnya selalu mempertanyakan ketersediaan makanan dan minuman di dalam lingkungan bandara. Bandara ini beroperasi seperti biasa dan penumpang transit dapat menemukan fasilitas seperti layaknya ditemukan di bandara internasional lain pada bulan-bulan lainnya. Kafe dan restoran beroperasi 24 jam. Minuman beralkohol bisa didapat di dalam pub dan bar dalam bandara. Gerai-gerai bebas cukai tetap buka sepanjang hari seperti biasanya, dan penumpang tetap bisa membeli minuman beralkohol. Perokok bisa menggunakan ruang merokok yang tersedia di beberapa tempat di Terminal 1.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Transportasi

Bugis Street Dulu dan Sekarang

Keramaian di Bugis Street
Keramaian di Bugis Street

Sudah sering saya melintasi tempat perbelanjaan Bugis Street yang bercirikan kanopi besar berwarna merah dengan layar elektronik besar di atasnya yang terletak tepat di belakang halte bis Bugis. Hampir setiap kunjungan ke Singapura atau transit dalam perjalanan pulang ke Jakarta saya selalu menginap di penginapan favorit Cozy Corner yang berada tepat di seberang pusat perbelanjaan Bugis Junction. Awalnya Bugis Street terlihat sangat biasa, tidak lebih seperti pasar tradisional yang menjual barang barang dengan harga murah mulai dari pakaian, sepatu, tas, asesoris, jajanan, dan cinderamata beratribut Singapura.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tempat

Stasiun Tanjung Priuk

Stasiun kereta api Tanjung Priuk pernah menjadi bangunan megah dan mewah yang pernah ada di utara Batavia pada jaman Hindia Belanda. Letaknya yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Priuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat perdagangan yang penting sekaligus sebagai tempat transit, keluar masuknya orang Eropa yang datang ke tanah Jawa.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tempat

Minaret Dua Budaya

Pintu masuk utama Alai Darwaza dibangun pada tahun 1311 oleh Alauddin Khalji dan makam Imam Zamim di depannya dengan latar belakang Qutub Minar.
Pintu masuk utama Alai Darwaza

Pintu masuk utama Alai Darwaza dibangun pada tahun 1311 oleh Alauddin Khalji dan makam Imam Zamim di depannya dengan latar belakang Qutub Minar.

Dari balik kaca jendela mobil sedan tua, terlihat puncak menara Qutub Minar yang berwarna merah menjulang tinggi dari kejauhan. Minaret lima lantai setinggi 72,5 m ini dibangun dari susunan batu sandstone merah merupakan minaret tertinggi di dunia dan masuk dalam UNESCO World heritage Site. Minaret yang terletak tidak jauh di pinggiran selatan kota Delhi dengan ciri Arsitektur Indo-Islamic yang terinspirasi dari Minaret Jam di Herat, Afghanistan.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tempat

Delapan Jam di Dubai

Bastakia Quarter

Transit di Dubai lebih dari delapan jam? Pemegang paspor Indonesia bisa membeli Transit Visa maksimal untuk 36 jam di agen perjalanan yang terletak di terminal kedatangan dengan syarat transit di Dubai lebih dari delapan jam dan memiliki tiket penerbangan selanjutnya. Berikut beberapa rekomendasi tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam waktu delapan jam.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Rencana Perjalanan

Cerita Si Pembuat Roti

Pembuat Naan di Kabul, Afghanistan

Di bawah sinar matahari yang perlahan bergerak ke arah barat, di depan pintu sebuah toko swalayan kecil yang berada di jalan Wazir Akhbar Khan, terletak tepat di depan bundaran jalan terlihat hal yang menarik. Seorang anak lelaki kecil dengan rambut coklat yang berantakan dan berpipi kemerahan berjalan cepat sambil memeluk roti yang berbentuk panjang. Seorang kakek tua dengan garis kerut tegas di wajahnya dan berjanggut putih lengkap dengan turbannya mengayuh sepeda dengan tumpukan roti di dudukan belakang. Seorang wanita dengan wajah tertutup burqa berwarna biru membawa roti yang dibungkus selembar kain tipis.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Makanan

Pasar Burung Ka Firushi

Lelaki Tua Penjual Burung

Jalan beraspal dua arah itu padat disesaki mobil-mobil tua. rumah rumah toko tiga lantai di sepanjang jalan terlihat kusam bercat pudar tertutup debu. Setiap jengkal tempat kosong di pinggir jalan selalu terisi gerobak pedagang kaki lima yang menjual kebutuhan sehari-hari seolah berlomba mencari nafkah. Belum lagi ditambah ramainya pengunjung yang berlalu lalang menambah kesemerawutan siang itu. Wajah yang berparas asing ini pun tenggelam dalam kesibukan mereka. Tidak ada anak-anak kecil yang membuntuti ke mana saya pergi, tidak ada sorotan mata mengikuti seperti alat perekam gambar, tidak ada ramahnya tegur sapa “Hello, mister”. Saya pun tidak merasa sebagai orang asing ketika mereka tidak peduli dengan keberadaan saya.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tempat

Mencari Kendaraan Tumpangan

Saya teringat masa kecil itu. Bersama teman seusia saya, kami naik bak belakang mobil atau kontainer di perempatan lampu merah, mengejar mobil boks dan bergantungan di pintu belakang, bahkan menaiki bis umum dan cepat-cepat melompat keluar ketika kenek-nya menagih bayaran. Bukan berarti pada saat itu saya tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, tapi kenakalan yang spontan dan tanpa memikirkan resiko itu kami lakukan untuk kesenangan semata.

Konsep tersebut kurang lebih sama dengan istilah “hitchhiking” atau menumpang kendaraan di kalangan pejalan. Kendaraan tumpangan tentu saja moda transportasi apa pun yang tersedia agar kita bisa tiba di tempat tujuan. Dengan mencari kendaraan tumpangan kita bisa meminimalkan biaya perjalanan, bahkan gratis, tentunya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Berikut beberapa tips dari rangkaian pengalaman saya sewaktu melancong melalui jalan darat melintasi tujuh negara di Asia.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Tips