Artikel-artikel yang ditulis oleh Kasman Taslim (halaman ke-2 dari 3)

Rekomendasi Situs Web Perjalanan

Penghujung akhir tahun sudah dekat. Ada rencana ke mana untuk liburan akhir tahun ini? Berikut beberapa situs web yang kiranya bermanfaat dalam merencanakan perjalanan Anda:

Visa

Memenuhi dokumen yang diperlukan untuk memperoleh visa terkadang dirasakan merepotkan, surat undangan, bukti pemesanan hotel atau paket wisata, bukti pemesanan tiket pulang pergi, surat sponsor, jaminan keuangan, hingga entry permit khusus untuk daerah-daerah tertentu walaupun visa negara bersangkutan sudah di tangan. Tidak dipungkiri akhirnya pejalan akan memilih negara yang dapat dikunjungi dengan syarat yang lebih mudah seperti negara bebas visa atau dengan fasilitas visa on arrival. Cek situs Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk daftar negara yang dapat dikunjung bebas visa atau halaman Wikipedia ini untuk negara dengan fasilitas visa on arrival. Untuk informasi yang lebih akurat mengenai jenis paspor yang anda gunakan, visa, peraturan kesehatan, kepabeanan dan informasi bandara, cek situs web IATA Travel Centre.

Walaupun sudah dipastikan pemegang paspor biasa Indonesia bisa mendapatkan visa on arrival atau bebas visa, ada baiknya mengecek ulang ke kantor perwakilan negara bersangkutan atau lihat situs Kementerian Luar Negeri Indonesia, terutama untuk negara-negara yang tidak populer di kalangan pejalan Indonesia. Di situs tersebut juga bisa didapatkan kantor perwakilan Indonesia di negara lain, catat alamat kantor perwakilan Indonesia di negara yang akan Anda kunjungi, bermanfaat apabila warga negara Indonesia mengalami masalah selama dalam perjalanannya, kehilangan paspor misalnya.

Travel Warning

Situs pemerintah AS ini memiliki informasi travel warning terkini seperti bencana alam, keamanan di negara-negara yang sedang bergejolak atau memiliki hubungan bilateral yang tidak baik. Meskipun travel warning ini lebih diperuntukkan bagi warga negara Amerika Serikat, tidak ada salahnya mencari tahu situasi keamanan negara yang akan Anda kunjungi. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga memiliki informasi serupa untuk warga negara nya yang akan melakukan perjalanan atau yang sedang berada di negara lain. Walaupun demikian, bukan berarti Anda tidak boleh melanjutkan rencana perjalanan Anda, waspada itu penting.

Maskapai Penerbangan

Sudah memastikan negara tujuan berlibur? Kini saatnya memburu tiket pesawat. Expedia, Kayak dan Cheap-o-Air merupakan beberapa mesin pencari yang cukup populer di kalangan pejalan untuk mendapatkan informasi atau membandingkan harga tiket pesawat. Cek juga mesin pencari penerbangan ini yang baru saja dimiliki Google. Untuk mendapatkan harga yang terbaik, cek silang ke situs maskapai bersangkutan.

Perlu diketahui, umumnya mesin pencari penerbangan yang melayani pemesanan melalui mereka atau mengarahkan ke situs web maskapai penerbangan tertentu hanya akan menampilkan pilihan maskapai yang memiliki kerjasama, dalam arti mendapatkan komisi penjualan dari maskapai tertentu. Itu sebabnya Anda tidak akan menemui maskapai penerbangan murah seperti Air Asia, Value/Jetstar Airways, Tiger Airways dan sebagainya di mesin-mesin pencari tersebut.

Apabila sudah memastikan memesan tiket, kini saatnya memilih tempat duduk. SeatGuru akan memberikan informasi di mana tempat duduk terbaik.

Penginapan

Agoda dan Hostelbookers hanya beberapa situs web pemesanan hotel dan hostel yang menyediakan berbagai pilihan penginapan di berbagai negara. Coba juga cari situs web pemesanan lokal negara tujuan Anda. Sama seperti prinsip memilih maskapai penerbangan, cek ulang dengan situs web penginapan yang bersangkutan untuk mendapatkan harga yang terbaik.

CouchSurfing menyediakan tempat gratis untuk menginap di rumah orang lokal yang bersedia menampung Anda untuk beberapa hari di kota yang akan Anda kunjungi. Sekarang jasa ini tidak sepenuhnya gratis, untuk bisa memanfaatkan fasilitas ini diperlukan biaya verifikasi sebesar US$5 (sekitar Rp50.000).

Pertukaran rumah, menggantikan atau menjaga rumah orang lain ketika yang punya rumah sedang bepergian atau sambil menyelam minum air bekerja sampingan menjaga rumah orang lain sepertinya juga menarik. Tapi ini semua tidak gratis, dikenakan biaya tahunan.

Rencana Aktivitas

Ini yang paling menarik, mempelajari ulasan negara yang akan dikunjungi, informasi dasar negara bersangkutan mulai dari informasi pengunjung, waktu kunjungan, jadwal festival atau agenda acara, mata uang, tips pengunjung, makanan dan minuman lokal, sejarah, seni dan kebudayaan, ulasan objek wisata, dan masih banyak lagi. Infomasi ini sangat mudah didapat di situs web pemandu perjalanan seperti Lonely Planet! Jangan lupa mampir di Thorn Tree, forum yang membahas berbagai pertanyaan dan rekomendasi oleh sesama pejalan. Ada pula Frommers yang di samping memiliki forum serupa, juga menyediakan rekomendasi rencana perjalanan. Beberapa situs lain seperti MyDestination dan National Geographic City Guides juga menarik untuk dibaca dengan beragamnya artikel perjalanan yang membahas lebih detil untuk topik tertentu.

Anggaran

Bisa dilakukan sendiri secara manual dengan menggunakan program spreadsheet dan memasukan data kebutuhan pengeluaran. Tapi coba mampir ke kalkulator perjalanan bujet ini, barangkali saja ada beberapa elemen pengeluaran yang terlupakan.

Cuaca

Semuanya sudah dipersiapkan secara detil, kini saatnya membuat daftar apa saja yang harus dibawa. Jangan lupa mengecek cuaca tempat tujuan Anda di WeatherBase, jangan sampai salah kostum. 

Selamat berlibur.

  • Disunting oleh SA 29/11/11

Museum Taman Prasasti

Batu Nisan Soe Hok Gie
Batu Nisan Soe Hok Gie

Patung anak kecil berwarna putih yang ditumbuhi lumut itu terlihat miring. Seorang anak perempuan berwajah murung, berdiri dengan kedua telapak tangan terkatup di depan dadanya, sepasang sayap menempel di punggungnya terdiam dan enggan terbang, bertelanjang kaki dia berdiri di atas sebuah batu nisan, dan di bawah kakinya terukir sebuah kalimat:

Nobody knows the trouble I see, nobody knows my sorrow.

Mungkin untaian kata yang terukir di batu nisan makam aktivis pergerakan mahasiswa di tahun 1960-an, Soe Hok Gie tepat menggambarkan nasib Taman Makam Belanda yang kini terlupakan.

Salah Satu Makam di Museum
Salah Satu Makam di Museum

Taman Makam Belanda yang dibangun pada tahun 1795 dengan nama Kebon Jahe Kober dan berganti nama menjadi Museum Taman Prasasti setelah diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1977, terletak di Jalan Tanah Abang 1, tidak jauh dari Kali Krukut, tersembunyi di balik menjulangnya gedung pencakar langit di kawasan Thamrin.

Tulisan di Batu Nisan
Tulisan di Batu Nisan

Makam yang kaya akan sejarah kota Jakarta sejak jaman Belanda sempat ditutup pada tahun 1975 untuk kepentingan pembangunan kantor walikota Jakarta Pusat dan atas permintaan pemerintah daerah saat itu jenazah yang sedang tertidur tenang pun “mengalah” dan “terbangun” sejenak untuk dipindahkan ke pemakaman Tanah Kusir. Makam seluas 5,9 hektar dengan sekitar 4.200 batu nisan, akibat pembangunan kota Jakarta kini menyusut menjadi 1,3 hektar dengan 1.372 batu nisan yang tersisa, dan hanya 32 batu nisan tetap berada di tempat aslinya.

Salah Satu Makam di Taman Makam Prasasti
Salah Satu Makam di Taman Makam Prasasti

Siang itu, halaman depan yang kecil pun terlihat lapang karena tidak ada satupun kendaraan yang parkir. Sebuah bangunan putih dengan desain arsitektur klasik menjadi gerbang memasuki Taman Prasasti. Seorang bapak tua duduk bertopang dagu dibalik kaca penjualan tiket terlihat bosan menunggu pengunjung. Kedatangan saya di depan loket pun sempat membuyarkan sesaat lamunannya. Membayar Rp. 2000 penjaga loket menyodorkan secarik tiket, sobekan kertas tipis dan kecil berwarna merah serupa tiket museum yang saya kunjungi 16 tahun yang lalu. sempat bertanya-tanya, seberapa banyak pengunjung yang datang dalam sebulan? Apakah cukup uang yang dihasilkan dari penjualan tiket untuk membayar gaji karyawan sekaligus untuk memelihara museum?

Memasuki bagian dalam Taman Prasasti, saya disambut patung malaikat dan anak kecil yang tertidur di bawah rindangnya pepohonan. Taman yang tidak begitu luas tersembunyi di tengah kota metropolitan itu terasa sangat sunyi dan terasa sejuk. Tidak ada pengunjung lain keucali saya saat itu, hanya terlihat dua orang pekerja, pekerja taman yang sedang menyapu dedaunan kering dan pekerja bangunan yang sedang mengerok cat dinding yang mulai mengelupas.

Peti yang Digunakan oleh Soekarno dan Hatta
Peti yang Digunakan oleh Soekarno dan Hatta

Terdapat batu nisan dari F.H. Roll, pendiri sekolah kedokteran STOVIA yang kini bernama Universitas Indonesia, Olivie Mariamne Raffles, istri dari penemu negara Singapura, Thomas Stanford Raffles, dan tokoh-tokoh penting pada masa Hindia Belanda. Museum ini juga menyimpan peti jenazah dari presiden pertama Republik Indonesia Sukarno dan wakilnya Mohammad Hatta berikut dengan kereta kuda pengangkut jenazah.

Kereta Makam
Kereta Makam

Sayangnya terlihat coretan cat semprot pada salah satu dinding batu nisan, ulah vandalisme yang tidak menghargai nilai peninggalan sejarah.

  • Disunting oleh SA 29/09/2011

Upacara Penurunan Bendera Perbatasan Wagah

Penjaga perbatasan India-Pakistan menyeringai.
Penjaga perbatasan India-Pakistan menyeringai.

“Pakistan zindabad… Jai Hind… Pakistan zindabad… Jai Hind… Pakistan zindabad… Jai Hind…”

Seruan bermakna “Long live (jaya) Pakistan/India” yang bertalu-talu dan menggema itulah yang terdengar dari kejauhan. Dengan menumpangi motor bebek yang dikendarai Amjad, karyawan penginapan Regale Internet Inn tempat saya bermalam di Lahore, di sela-sela hari liburnya kami menuju ke desa Wagah, desa di perbatasan Pakistan–India. Dibutuhkan kurang lebih 30 menit melintasi jalan yang lenggang untuk menyaksikan upacara penurunan bendera sekaligus menandakan penutupan perbatasan. Upacara penurunan bendera dilakukan setiap sore sekitar pukul 17.00 atau lebih awal selama musim dingin, sebelum matahari terbenam.

Pasukan perbatasan Pakistan sedang beraksi.
Pasukan perbatasan Pakistan sedang beraksi.

Pengibaran bendera Pakistan.
Pengibaran bendera Pakistan oleh petugas lain.

Setelah membeli tiket seharga 10 Rs, kami jalan menuju pintu gerbang perbatasan Pakistan–India melewati jalan lebar beraspal yang diapit podium tempat duduk yang hampir terisi penuh. Pengunjung wanita duduk di podium sisi kiri jalan dan podium tembat duduk pria di sisi kanan nya. Tapi pada saat itu, deretan kursi paling depan masih tersisa beberapa kursi yang kosong. Menurut penuturan Amjad, meskipun tidak ada peraturan tertulis, deretan kursi paling depan biasanya sengaja dikosongkan dan diperuntukkan untuk orang asing.

Sambil menunggu pengunjung berdatangan dan dimulainya upacara penurunan bendera, terlihat beberapa pria tua menggunakan shalwar putih dan ber-kameez hijau memandu sorak pengunjung, menari sambil mengibarkan bendera Pakistan yang berwarna hijau putih dengan bulan sabit dan bintang. Dengan lantang pengunjung di kedua negara saling bersahutan berseru membanggakan negaranya masing masing seolah-olah tidak satupun yang mau mengalah. Walaupun seruan yang di sisi Pakistan terdengar sangat keras, terlihat lebih ramai pengunjung di sisi India. Mungkin karena berbanding lurus dengan jumlah populasinya, atau mungkin juga karena pengunjung di sisi India tidak dipungut biaya untuk menyaksikan upacara penurunan bendera yang dimulai sejak tahun 1959.

Pada tahun 1947, setelah Pakistan memperoleh kemerdekaan dari Hindustan yang kini dikenal sebagai India, desa Wagah terbelah menjadi dua, menjadi saksi dari eksodus besar-besaran jutaan manusia yang berpindah dari Pakistan ke India atau sebaliknya. Sisi timur desa Wagah masih berada di India dan sisi baratnya berada di Pakistan. Dikenal sebagai “Tembok Berlin Asia”, desa Wagah yang terletak di tengah-tengah, 27 km dari kota Amritsar di India dan 29 km dari kota Lahore di Pakistan, merupakan satu satunya perbatasan darat yang bisa diseberangi antar kedua negara, baik dari India ke Pakistan maupun sebaliknya. Perbatasan Wagah terbuka untuk orang asing, dibuka pukul 08.30 dan ditutup pukul 15.30. Sebaiknya menyeberang sepagi mungkin, proses melewati imigrasi bisa memakan waktu 30 menit sampai dua jam.

Pasukan berkuda Pakistan.
Pasukan berkuda Pakistan.

Upacara yang berlangsung sekitar 45 menit dimulai dengan semangat derap langkah pasukan India “Border Security Force” dengan seragam berwarna coklat dan pasukan Pakistan “Sutlej Rangers” dengan seragam berwarna hitam. Kedua pasukan memakai turban dengan lipatan berbentuk kipas di atasnya. Dengan langkah tegap kedua pasukan berjalan mendekati perbatasan, sesekali diselingi dengan ayunan kaki yang diangkat setinggi kepala mereka. Ketika kedua pasukan tiba di perbatasan, kedua pintu gerbang dibuka. Terdapat tiang bendera di masing-masing sisi kedua negara dengan ketinggian yang sama. Ketika menjelang matahari terbenam, kedua bendera diturunkan bersamaan dengan koordinasi yang sangat menarik. Formasi tali saling melintang, pada pertemuan persilangan tali kedua bendera akan bertemu di titik yang sama, meggambarkan kesetaraan kedua negara hingga akhirnya bendera dilipat. Yang paling mengejutkan ketika kedua pintu gerbang kembali ditutup dengan bantingan sangat keras, terlihat kesan marah di wajah kedua belah pasukan tersebut dan diikuti sorakan pengunjung.

Suasana upacara penutupan perbatasan antar kedua tentara.
Suasana upacara penutupan perbatasan antar kedua negara dengan tentaranya masing-masing.

Meskipun kedua pasukan penurunan bendera Pakistan dan India saling memberikan sikap hormat dan bersalaman, diakhiri dengan suara terompet di kedua sisi perbatasan yang mengingatkan masa lalu ketika mereka masih bersatu, secara keseluruhan proses dari awal hingga akhir terkesan sangat agresif. Apalagi dengan sorakan pengunjung yang terkesan memanas-manasi pasukannya masing-masing. Hanya pada saat penurunan kedua bendera, penonton terdiam untuk beberapa saat. Saya sendiri agak khawatir kalau saja terjadi kekacauan, karena ribuan pengunjung dengan kebanggaan nasionalismenya masing-masing sebenarnya bisa saja sangat mudah sekali tersulut emosinya. Saya sempat bertanya ke Amjad, apakah di luar dari upacara ini mereka tetap menunjukkan sikap yang tidak bersahabat. “Hanya di upacara ini saja mereka terlihat bermusuhan karena tradisi ini sudah berlangsung sejak lama berawal dari sejarah yang menyakitkan. Di luar itu mereka tetap berteman, mereka bercanda dari balik pintu gerbang dan kadang mereka saling mengunjungi.”

Pintu perbatasan India-Pakistan.
Pintu perbatasan India-Pakistan.

Ketika bendera disimpan di tempat masing-masing, upacara pun usai. Kini giliran pasukan berkuda dan pintu gerbang yang diserbu pengunjung untuk berfoto bareng.

  • Disunting oleh SA 19/09/2011

Berhemat Makan dan Minum di Perjalanan

Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.
Sayur-sayuran dapat menghemat biaya makan Anda.

Pesan tiket pesawat hemat biaya sudah, pesan kamar asrama di hostel sudah, lalu apa lagi yang bisa dihemat? Melakukan perjalanan ala backpacker, bisa jadi pengeluaran untuk makan selama di perjalanan menjadi pengeluaran terbesar. Berapa yang Anda keluarkan untuk sekali makan dalam perjalanan? Belum lagi kalau harus makan pagi, siang, malam, jajan cemilan yang bisa berkali-kali dalam sehari.

Mungkin sampai di sini banyak yang bertanya, mengapa menyiksa diri selama liburan? Ingat tujuan Anda melakukan perjalanan, menguras isi dompet untuk makanan mewah? Mengenal budaya baru? Bosan dengan rutinitas sehari-hari? Menikmati liburan? Tentunya ini bukan buat mereka yang mempunyai anggaran super fleksibel dan hanya melakukan perjalanan beberapa hari. Bagaimana dengan mereka yang bepergian dalam jangka waktu yang lama? Atau mereka yang tidak seberuntung Anda secara finansial?

Kelihatannya tidak banyak yang bisa dihemat dalam rangka pengeluaran terhadap
makanan, tapi kalau diakumulasikan akan cukup memperpanjang masa liburan Anda, atau membeli cinderamata untuk dibawa pulang, apalagi untuk mereka yang bepergian membawa keluarga atau dalam waktu yang sangat lama.

Utamakan makan besar yang bergizi dan sehat.
Utamakan makan besar yang bergizi dan sehat.

Berikut beberapa kita menghemat biaya makan dan minum di perjalanan:

  • Aturan yang paling penting, wajib mengasup makanan yang bergizi secukup yang
    tubuh Anda butuhkan. Ingat, makanan baik tidak tidak harus mahal. Anda tetap akan
    mendapatkan kesenangan yang sama walaupun tanpa mengkonsumsi makanan
    yang harganya menguras isi dompet.
  • Tetap siapkan anggaran yang masuk akal, berapa banyak yang bisa digunakan
    untuk makan dalam sehari dan selalu patuhi untuk tidak melebihi angka yang
    sudah dianggarkan. Selisih yang Anda hemat setiap harinya akan terakumulasi
    hingga hari terakhir perjalanan Anda.
  • Makan sebelum melakukan perjalanan. Apabila waktu keberangkatan berdekatan
    dengan jam makan lebih baik membawa bekal untuk dimakan dalam perjalanan.
    Sudah menjadi rahasia umum makanan yang dijual di dalam lingkungan bAndara
    tidaklah murah. Cek terlebih dahulu apakah maskapai yang Anda gunakan
    memperbolehkan penumpang membawa makanan ke dalam kabin pesawat.
  • Untuk yang menggunakan pesawat hemat biaya, tidak perlu membeli makanan yang
    dijual di dalam kabin pesawat. Dengan harga yang sama Anda akan mendapatkan
    makanan yang jauh lebih baik pada saat tiba di tujuan. Sebaliknya, apabila
    disediakan makanan di dalam kabin pesawat, jangan tinggalkan cemilan yang
    tidak termakan.
  • Menginaplah di penginapan yang menyediakan sarapan pagi gratis, ada beberapa
    penginapan hemat yang menyediakan roti dan selai atau kopi dan teh yang harus kita
    siapkan sendiri. Tidak ada salahnya menyiapkan lebih roti atau air teh manis yang
    disisihkan untuk dibawa selama perjalanan atau untuk makan siang. Pintar-pintar memanfaatkan kesempatan, jangan sekaligus menyiapkan semuanya sekaligus, agar
    tidak terlalu mencolok.
  • Di negara dengan biaya hidup tinggi, bisa jadi makanan cepat saji menjadi pilihan
    yang ekonomis. Namun, hati-hati dengan penjual makanan cepat saji, untuk meraup keuntungan, seringkali mereka menawarkan makanan tambahan dengan bahasa yang manis seolah-olah diberikan secara gratis, misalnya, “Bisakah saya memberikan Anda paket komplit? Anda mau besarkan ukurannya? Anda mau keju? Bisakah saya memberikan ini dan itu?”. Jangan kaget harga yang tertera di struk pembelian melebihi dari harga sebenarnya. Tidak membutuhkan kentang goreng dan minuman ringan bersoda? Jangan ragu memesan burgernya saja atau paket anak-anak apabila itu sudah cukup untuk porsi Anda.
  • Lewatkan makan siang dan sebaiknya mengkonsumsi makanan yang disiapkan
    dari penginapan. Berpuasa selama 30 hari saja tidak akan membuat Anda mal-
    nutrisi. Apabila tidak memungkinkan bawalah cemilan di dalam ransel atau
    makanlah di rumah makan yang biasa didatangi orang lokal. Tanya harganya
    terlebih dahulu sebelum terlanjur memesan. Apabila pergi berkelompok, makan
    di meja, memesan nasi putih dan beberapa lauk dimakan bersama lebih baik.
  • “Haram” hukumnya untuk backpacker menyentuh makanan yang disediakan di dalam mini bar kecuali isi dari keranjang buah yang biasanya gratis. Lagi pula, penginapan hemat biaya jarang yang menyediakan mini bar dan keranjang buah gratis.
  • Selalu bawa botol minum yang bisa diisi ulang. Air keran di Singapura, misalnya, cukup aman untuk diminum langsung, terkadang bahkan rumah makan lokal
    menyediakan teko air/teh yang bisa Anda isi ulang ke botol minum Anda. Hindari
    minuman ringan bersoda atau minuman beralkohol yang tidak diperlukan.
  • Makan hanya jika Anda merasa lapar. Lapar mata melihat jajanan di luar jam
    makan boleh saja apabila Anda tidak pernah menemukan jenis makanan yang
    sama di kota asal Anda. Apabila Anda pergi tidak sendiri, patungan dengan teman
    dan nikmati berdua. Ingat Anda tidak lapar, Anda hanya lapar mata dan penasaran
    ingin mencoba.
  • Selektif memilih menu, daging, ikan dan ayam yang sudah pasti lebih mahal
    dibandingkan dengan sayur-sayuran. Kalau bisa hindari makan dengan menu
    utama daging seperti steak, jadilah vegetarian sesaat selama perjalanan
    Anda. Uang yang Anda hemat cukup lumayan dengan hanya selektif memilih menu
    makanan.
  • Ada beberapa toko swalayan yang menjual murah makanan segar pada malam
    hari, sesaat menjelang tutup. Gunakan kesempatan ini, roti atau kue yang diobral
    masih bisa bertahan hingga jam makan siang hari berikutnya.

Berapa banyak uang yang berhasil Anda hemat selama liburan? Kini saatnya Anda
menghadiahi diri Anda sendiri atas disiplin menghemat jajan selama perjalanan dengan sesuatu yang Anda inginkan. Bagaimana jika dijadikan sebagai tabungan awal untuk liburan berikutnya?

  • Disunting oleh SA 12/09/2011

Menghabiskan Waktu di Bandara

Papan pengumuman bandara
Papan pengumuman di bandara.

Umumnya semua proses dari bepergian selalu menyenangkan. Dari mulai saat memilih milih lokasi tujuan, menghitung anggaran yang dibutuhkan, mencari informasi melalui blog pejalan, membanding-bandingkan harga tiket yang murah, memilih lokasi penginapan, mencari tahu acara atau festival yang akan berlangsung, membuat rencana perjalanan, membuat daftar belanja, berkemas, cuci mata dan mengkritisi bandara keberangkatan, naik pesawat sampai duduk di dalam pesawat hingga mendarat di kota selanjutnya. Terkadang penumpang pesawat diharuskan transit beberapa saat di bandara tertentu, ini pun bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tapi bagaimana dengan penumpang transfer dengan waktu transit yang panjang? Rekor transit saya pribadi pernah selama 20 jam! Berikut aktivitas yang saya lakukan untuk menghabiskan waktu:

Eksis di Dunia Maya

Kios internet yang disediakan bandara menjadi tempat pelarian untuk mengakses internet. Maklum, saya cuma bawa ponsel selama dalam perjalanan. tidak membawa komputer jinjing, tidak punya iPad, ponsel pintar ataupun gadget sejenisnya. Aktivitas yang saya lakukan sekedar membaca dan mengirim e-mail, memperbaharui status, atau nge-twit laporan pandangan mata.

Memanjakan Mata

Bandara internasional saat ini sudah layaknya seperti pusat perbelanjaan, tapi sayangnya bukan tempat yang tepat untuk berbelanja. Karena tidak ada pesaing, otomatis harga yang dipasang agak tinggi. Tapi, masih ada yang bisa dilakukan tanpa harus membeli, seperti mencoba-coba alat elektronik yang dipajang, membaca buku dan majalah, mencoba berbagai contoh parfum atau kembali menjadi anak kecil dengan mencoba berbagai mainan anak-anak!

Memanjakan Lidah

Ini wajib hukumnya apalagi kalau baru mendarat dari pesawat low-cost. Manjakan lidah anda dengan berbagai pilihan makanan dan minuman yang lezat. Biasanya yang saya pesan makanan bercita rasa lokal. Pernah ketika di bandara udara Suvarnabhumi Bangkok, walaupun hanya tersisa 20 menit sebelum naik ke pesawat, saya masih memaksakan memesan tom yam udang, pad thai, lumpia isi sayur dan Thai iced tea. Yang ada malah makan terburu-buru.

Kembali ke Alam

Taman Kupu-Kupu di Bandara Changi, Singapura
Taman Kupu-Kupu di Bandara Changi, Singapura.

Bosan terkurung di balik dinding beton dan kaca? Beberapa bandara memiliki fasilitas taman dalam bandara, tempat yang tepat untuk menghindar dari keramaian penumpang. Taman hutan hujan tropis bandara internasional Kuala Lumpur, taman minimalis zen bandara internasional Dubai, apalagi bandara Changi, Singapura yang menyediakan beragam jenis taman mulai dari taman kupu kupu, taman kaktus, taman pakis, kolam ikan koi, taman anggrek, taman bunga matahari hingga taman yang hanya khusus ditanami jenis tumbuhan yang menghasilkan bau yang wangi.

Nge-Lounge

Tempat yang boleh dicoba untuk bersantai dan menikmati aneka pilihan makanan mulai dari makanan pembuka hingga pencuci mulut dan minuman, semua tersedia selama 24 jam. Menggunakan fasilitas internet, membaca beberapa majalah yang tersedia, atau bersantai di sofa yang nyaman. Di beberapa ruang tunggu eksklusif tertentu malah disediakan kursi pijat, kamar mandi hingga tempat beristirahat. Tidak memiliki status elit maskapai penerbangan? ada beberapa ruang tunggu eksklusif yang terbuka untuk umum, tentunya dikenakan biaya untuk menggunakan semua fasilitas yang tersedia.

Keluar Bandara

Apabila memiliki cukup waktu, keluar dari bandara dan melakukan perjalanan singkat ke pusat kota merupakan pilihan yang tepat. Bandara Hongkong dan Singapura misalnya, tersedia infrastruktur transportasi yang memudahkan penumpang untuk bepergian. Malah Bandara Changi menyediakan fasilitas gratis city tour selama dua jam untuk penumpang yang transit lebih dari 5 jam. Tapi ada kalanya ketika sedang mengirit dan harga visa on arrival yang mahal, menunggu di dalam bandara menjadi satu-satunya pilihan.

Berburu Foto

Saya kebetulan memiliki hobi fotografi dan buat saya kamera sama pentingnya dengan paspor. Berburu foto di dalam bandara cukup mengasyikkan. Banyak objek yang bisa difoto mulai dari tampilan produk, aktivitas penumpang dan kru pesawat, interior bandara sampai makanan dan minuman.

Mengamati Manusia

Tanpa disadari kita selalu mengamati manusia-manusia lain di sekitar kita, dan ternyata ia merupakan kegiatan yang menyenangkan. Di dalam ruang merokok saya suka menguping topik pembicaraan orang lain dan gaya mereka berbicara, melirik nama yang tersemat di pakaian atau melalui kartu identitas yang tergantung, terkadang ditemukan nama yang lucu, atau memperhatikan kotak rokok yang mereka hisap, kalau Gudang Garam, sudah tidak salah lagi pasti mereka dari Indonesia.

Berinteraksi Dengan Penumpang Lain

Berbincanglah dengan penumpang lain, sekedar menanyakan dari mana, mau ke mana, sampai pembicaraan yang akan berkembang ke topik lainnya. Giliran mereka menanyakan dari mana saya berasal, saya selalu meminta mereka menebak dan sampai saat ini belum pernah menemukan jawaban yang tepat. Jangan mengajak bicara penumpang yang sedang membaca buku atau sibuk dengan alat elektroniknya, biasanya mereka tidak mau diganggu apabila sedang melakukan hal lain.

Menikmati Keheningan

Ketika sudah tidak ada hal yang menarik dilakukan, gunakan fasilitas quiet room di mana tersedia kursi malas yang bisa digunakan untuk beristirahat. Terkadang, saya membawa selimut yang tersedia di dalam kabin pesawat apabila akan transit dalam waktu yang lama.

  • Disunting oleh SA 11/09/2011

Pengalaman dengan Business Class Qatar Airways

Catatan redaksi: Ulasan di bawah bersifat independen. Penulis (Kasman Taslim) maupun Ransel Kecil tidak dibayar ataupun diminta oleh Qatar Airways untuk tulisan di bawah. Tulisan ini juga bukan bermaksud untuk mengajak pembaca Ransel Kecil menggunakan kelas bisnis/pertama, tetapi sebagai wawasan dan memberi informasi tentang manfaat yang diraih jika sering bepergian dengan pesawat. Selamat menikmati.

Business Class Qatar Airways
Kesan awal suasana Business Class.

Sudah lebih dari dua tahun terakhir menjadi penumpang setia Qatar Airways, maskapai nasional milik negara Qatar dan termasuk satu dari tujuh maskapai yang mendapatkan rating penerbangan ber-bintang 5 (Cathay Pacific, Kingfisher Airlines, Asiana Airlines, Malaysia Airlines, Singapore Airlines dan Hainan Airlines). Berawal dari membanding-bandingkan harga tiket pesawat yang melayani rute Dubai – Jakarta. Meskipun tidak selalu lebih murah dari harga yang ditawarkan maskapai penerbangan lainnya dengan rute yang sama, secara keseluruhan harga yang ditawarkan Qatar Airways sangat kompetitif.

Dengan tiga kali penerbangan pulang pergi Dubai – Jakarta dalam waktu enam bulan pertama saja saya sudah berhasil mendapatkan keanggotaan Silver dan berhak menggunakan fasilitas Business Class Lounge yang tersedia di lebih dari 101 kota dan 55 negara. Terlebih lagi setelah mengantongi keanggotaan Silver, tiga penerbangan berturut-turut selanjutnya selalu di-upgrade ke Business Class. Dengan enam kali penerbangan pulang pergi dengan rute yang sama dalam satu tahun sudah cukup untuk memperoleh status elit keanggotaan Gold. Relatif lebih cepat dibandingkan untuk mendapatkan status elit di maskapai penerbangan lain.

Penerbangan singkat dari Dubai ke Doha ditempuh dalam waktu 45 menit. Dari Doha ke Jakarta, biasanya saya menggunakan penerbangan malam agar tiba di Jakarta siang keesokan harinya. Selain waktu yang pas untuk bisa tertidur pulas, juga sedikit membantu menyesuaikan perbedaan waktu dengan perbedaan empat jam. Penerbangan Doha ke Jakarta ditempuh selama delapan jam dengan menggunakan pesawat Airbus A330.

Formasi tempat duduk 2-2-2 memungkinkan tempat duduk kelas ini memiliki lebar 51 sentimeter dan terdapat meja kecil untuk menaruh gelas di antaranya sekaligus memungkinkan lengan dan siku bergerak bebas tanpa harus khawatir menyentuh pundak penumpang disebelah. Terdapat pengatur tempat duduk yang mudah digunakan, satu tombol pengatur manual sesuai posisi tempat duduk yang kita inginkan dan lima tombol otomatis untuk posisi lepas landas dan mendarat, tidur 180 derajat, makan, duduk biasa dan duduk ‘malas’. Dengan jarak kursi selebar 150 sentimeter memungkinkan penumpang yang duduk di sisi jendela menggunakan kamar kecil tanpa harus membangunkan penumpang sebelahnya yang sedang tertidur pulas.

Setiap tempat duduk memiliki monitor layar sentuh 15,4 inci dan dilengkapi ratusan pilihan jenis musik dan film yang disediakan oleh Oryx Entertainment dengan slogan “Sit back, relax and enjoy our multiplex in the sky”. Di samping menonton film, ada hal yang suka saya lakukan ketika terbang. Main game, Zelda yang selalu menjadi favorit dari sekian banyaknya pilihan in-flight games yang tersedia.

Setibanya di dalam pesawat penumpang akan disambut oleh senyum bersahabat pramugari dari berbagai negara, tidak heran kalau pramugari Qatar Airways pernah memegang predikat The Best Cabin Crew se-Timur Tengah tujuh tahun berturut-turut. Tersedia pilihan anggur atau jus buah segar dan handuk hangat penyeka wajah menyambut kedatangan penumpang. Pramugarinya memang sangat terlatih untuk memanjakan penumpang, membagikan buku menu berlapis kulit dengan pilihan beberapa jenis makanan di dalamnya sambil menunggu pesawat siap diterbangkan.

Minuman Selamat Datang dan Tombol di Kursi
Minuman selamat datang.

Dengan tetap mengusung makan malam berbintang lima, Qatar Airways menyediakan berbagai jenis anggur dan sampanye dari berbagai negara yang dipilih oleh konsultan anggur ternama dunia. Minuman beralkohol yang tersedia antara lain Forrest Estate Sauvignon Blanc, Dr. Thanisch Berncasteler Doctor, Laurent Perrier Champagne, Vincent Girarding Maursault Villes Vignes, Chateau Cantenac Brown, Amione Compu Alla Sughera, Shiraz Hollick Wrattonbully, Mas de Daumas Gassac.

Qatar Airways juga menyediakan pilihan menu khusus untuk menyesuaikan kebutuhan diet ataupun kepercayaan religius penumpangnya. Jenis makanan yang tersedia antara lain makanan untuk penyandang diabetes, makanan bebas gluten, makanan rendah garam/sodium, makanan rendah kolesterol, makanan rendah kalori, makanan tak pedas, makanan vegetarian khas Asia/India/Oriental/mentah, makanan rendah laktosa, makanan Hindu, buah-buahan, makanan untuk anak-anak, makanan untuk pengobatan hingga makanan kosher yang khusus disiapkan disesuaikan seperti kebiasaan orang Yahudi. Menu-menu ini hanya bisa dipilih secara online sebelum keberangkatan.

Ketika pesawat telah mengudara di ketinggian jelajah, penumpang dihidangkan makanan pembuka uramaki sushi lengkap dengan acar jahe dan wasabi. Dilanjutkan dengan hidangan menu utama berupa pilihan mi goreng udang, menu klasik Arab atau roti lapis isi ayam tandoori dan potongan buah segar sebagai penutup. Semua hidangan disajikan menggunakan alat makan keramik lengkap dengan serbet meja berwarna putih.

Setelah makan malam, satu persatu penumpang kelas bisnis ditanyai apakah mau dibangunkan untuk sarapan pagi atau tidak. Tentu saja setelah mencicipi nikmatnya menu yang disajikan sebelumnya, saya tidak akan melewatkan sarapan pagi. Sambil menunggu waktu tidur, saya membongkar amenity kit yang di dalamnya terdapat kaus kaki, penutup mata, sikat dan pasta gigi, penutup telinga dan beberapa produk Molton Brown seperti krim pelembab tubuh & tangan, pelembab bibir dan pafrum. Penumpang juga disediakan satu stel piyama, bantal dan selimut. Lampu kabin akan dimatikan/diredupkan beberapa saat setelah meja dirapikan.

Sarapan Pagi di Business Class Qatar Airways
Sarapan pagi.

Untuk sarapan pagi, penumpang kembali disegarkan dengan handuk hangat dan pilihan jus jeruk segar, jus campuran buah kurma dan pisang, atau jus cranberry. Ritual sarapan pagi dilanjutkan dengan potongan enam jenis buah tropis dengan greek yoghurt dan balik-style salad salmon dengan spicy lemon dressing. Menu utama sarapan pagi berupa pilihan telur dadar salmon, nasi goreng daging sapi, panekuk apel dan kayu manis atau menu sarapan klasik Arab.

Apapun pilihan menu sarapan pagi selalu disertai dengan aneka jenis roti antara lain croissant, pain au chocolat, roti tawar, roti gandum panggang lengkap dengan mentega dan selai buah. Sarapan pagi tidak lengkap tanpa tersedianya pilihan kopi cappuccino, espresso, cafe latte, macchiato, American dan pilihan teh Earl Grey, English Breakfast, teh hijau, roasted Japanese, Moroccan mint, chamomile, sencha green atau green jasmine.

Dengan desain kabin yang modern dan bersih, banyaknya pilihan in-flight entertainment, menu makanan yang lezat dan beragam pilihan minuman serta pelayanan dari pramugari yang hangat, tentunya Skytrax World Airline Awards tidak salah pilih dalam menganugerahi Qatar Airways sebagai “Airline of the Year 2011”. Tapi ada satu yang saya keluhkan, setelah menjadi keanggotaan Gold, kok, tidak pernah di-upgrade ke Business Class lagi?

  • Disunting oleh SA 02/09/2011

Menjadi Pejalan yang Bertanggungjawab

Penjual makanan lokal
Penjual makanan lokal menjadi alternatif konsumsi yang bertanggungjawab.

Beberapa tahun belakangan ini dalam dunia pariwisata muncul istilah “responsible traveler“, atau pejalan yang bertanggungjawab, sebagai akibat dari pesatnya kemajuan industri pariwisata dunia. Tahun lalu saja tercatat 900 juta turis melakukan perjalanan dan diperkirakan akan meningkat jumlahnya menjadi 1.6 milyar pada tahun 2020. Sudah pasti perpindahan pejalan yang begitu besar akan memberikan dampak negatif terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Responsible travel (perjalanan yang bertanggungjawab) merupakan suatu paradigma baru atau kesadaran dalam melakukan perjalanan yang menitikberatkan pada kelangsungan objek tujuan wisata, menghormati dan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal sekaligus lingkungannya.

Lantas apa yang dilakukan pejalan yang bertanggungjawab? Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai pejalan yang bertanggungjawab untuk ikut serta menciptakan kelangsungan dari dunia pariwisata yang berkelanjutan dengan berkonstribusi memberikan dampak yang positif untuk masyarakat lokal beserta lingkungannya.

Atraksi lokal: sepeda onthel
Atraksi lokal: sepeda onthel!

Sebelum melakukan perjalanan ada baiknya mencari sebanyak banyaknya informasi mengenai tempat tujuan perjalanan Anda. Dengan mengetahui sejarah, budaya, lingkungan, kebiasaan, dan apa yang boleh dan tidak dilakukan akan sangat membantu memelihara kelangsungan dari obyek wisata tersebut, terutama untuk situs peninggalan budaya dunia. Mempelajari beberapa kata dasar yang digunakan di tempat tujuan perjalanan Anda juga akan membantu untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, tidak hanya itu, usaha kita untuk menggunakan bahasa mereka juga akan diapresiasi walaupun hanya sekedar kata sapaan “halo, selamat pagi, tolong dan terima kasih”.

PAndai-pAndailah berkemas seringan mungkin. Cari tahu melalui tulisan perjalanan di internet barang barang apa yang kira-kira diperlukan. Biasanya tidak semua barang yang kita bawa dalam melakukan perjalanan akan selalu terpakai. Bukalah karton atau plastik kemasan pembungkus barang-barang baru Anda seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun dan lain lain yang tidak hanya memakan tempat di tas Anda tapi juga akan menambah jumlah sampah yang dihasilkan di negara tujuan. Terlebih lagi jika tujuan perjalanan Anda adalah di negara negara yang belum berkembang yang belum memiliki teknologi untuk mendaur ulang sampah plastik misalnya.

Berdayakan bisnis masyarakat setempat
Berdayakan bisnis masyarakat setempat, apalagi jika itu membantu penyandang cacat seperti warung ini.

Ada baiknya memilih tempat penginapan dan alat transportasi yang memberikan dampak terhadap lingkungan sekecil mungkin. Biasanya semakin besar suatu hotel maka semakin besar pula dampak yang ditimbulkan dari operasional hotel tersebut seperti jumlah daya listrik dan air yang terpakai serta limbah yang dihasilkan. Sedangkan polusi dari emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari pesawat udara sangat mempengaruhi pemanasan global. Memang sangat sulit untuk diterapkan, apalagi oleh budget traveler yang memiliki banyak keterbatasan, tapi asal tahu saja jumlah emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh satu kali rute pulang pergi pesawat udara jarak jauh lebih besar daripada penggunaan rata-rata setahun mengendarai sebuah sepeda motor. Atau, boleh dicoba menggunakan penerbangan non-stop yang menghasilkan emisi karbondioksida lebih kecil dibanding dengan penerbangan udara yang transit di kota tertentu.

Pada saat melakukan perjalanan berusahalah beradaptasi dan berpartisipasi dengan budaya setempat seperti kata pepatah yang masih berlaku saat ini, “While in Rome do as the Romans”. Perjalanan Anda akan terasa lebih bermakna apabila Anda melihat budaya lain tidak dengan memaksakan sudut pAndang perspektif mata Anda, tetapi melalui perspektif yang sama sekali berbeda. Mematuhi rambu tAnda menyeberang di Singapura, mencoba menumpang kendaraan tuk-tuk di Bangkok, mencicipi salah satu dari berbagai jenis hidangan serangga di Phnom Penh, atau mengunjungi festival lokal misalnya, adalah bagian dari memaknai pengalaman budaya baru.

Mosaik Indochina
Warisan budaya, sejarah dan sosial terhubung dalam mosaik yang membentuk keutuhan.

Menggunakan jasa atau membeli barang produksi setempat juga dapat mendukung berlangsungnya usaha komunitas lokal seperti menggunakan jasa operator tur lokal, menggunakan pemandu lokal atau berbelanja di pasar tradisional. Hindari menawar secara berlebihan, apabila Anda ragu mengenai harga yang pantas, tanya staf tempat Anda menginap atau orang di sekitar Anda. Ingat menggunakan jasa mereka atau membeli barang kerajinan atau seni lokal artinya uang yang Anda belanjakan akan langsung masuk ke dompet masyarakat lokal dan keuntungan lebih yang Anda berikan akan sangat mempengaruhi kualiatas kehidupan pedagang tersebut. Sebelum membeli, tanya asal muasal dari barang tersebut. Jangan membeli barang barang yang terbuat dari sumber daya alam yang dilindungi atau illegal seperti sirip ikan hiu atau barang barang yang terbuat dari kulit atau bulu hewan yang terancam punah.
Di tempat objek wisata terutama yang dilindungi atau bagian dari objek wisata peninggalan budaya dunia, ikuti peraturan yang berlaku dengan tidak melintasi jalur yang tidak diperkenankan, hormati petugas yang merawat objek wisata tersebut dan tidak memindahkan atau merusak benda-benda atau temuan arkeologis. Hormati juga lingkungan yang Anda kunjungi dengan mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang barang-barang tertentu. Dengan hanya membuang sampah pada tempatnya dan menghemat penggunaan air dan listrik akan sangat menguntungkan bagi orang-orang yang tinggal atau bekerja di sekitar tempat objek wisata tersebut secara keseluruhan.

Hargai warisan sejarah lokal
Hargai warisan sejarah lokal, seperti situs sejarah Bamyan di Afghanistan ini.

Melakukan perjalanan adalah awal dari pengalaman baru, banyak sekali pengalaman atau pembelajaran yang didapat selama perjalanan. Setelah melakukan perjalanan ceritakan pengalaman menarik Anda sebagai pejalan yang bertanggungjawab kepada teman-teman. Tulis tips agar orang lain juga bisa ikut berpartisipasi memberikan dampak positif terhadap lingkungannya selama melakukan perjalanan mereka. Jangan lupa sisipkan foto di blog Anda, karena katanya sebuah gambar memiliki beribu makna. Tentunya tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi pejalan yang bertanggung jawab.

  • Disunting oleh SA 01/09/2011

Ramadan di Bandara Dubai

Gerai-Gerai Bebas Cukai di DXB
Gerai-gerai bebas cukai tak pernah tutup di DXB.

Penumpang pesawat udara yang pertama kali transit di Dubai International Airport (kode IATA: DXB) dalam bulan Ramadan umumnya selalu mempertanyakan ketersediaan makanan dan minuman di dalam lingkungan bandara. Bandara ini beroperasi seperti biasa dan penumpang transit dapat menemukan fasilitas seperti layaknya ditemukan di bandara internasional lain pada bulan-bulan lainnya. Kafe dan restoran beroperasi 24 jam. Minuman beralkohol bisa didapat di dalam pub dan bar dalam bandara. Gerai-gerai bebas cukai tetap buka sepanjang hari seperti biasanya, dan penumpang tetap bisa membeli minuman beralkohol. Perokok bisa menggunakan ruang merokok yang tersedia di beberapa tempat di Terminal 1.

Makanan laut di salah satu restoran di DXB
Makanan laut di salah satu restoran.

Taman Zen
Taman zen.

DXB juga berusaha untuk mengakomodir kebutuhan penumpang transit yang sedang melakukan ibadah puasa. Terdapat beberapa tenda Ramadan yang menyediakan buah kurma dan minuman yoghurt gratis pada saat berbuka. Ruang sholat tersedia di beberapa tempat untuk memenuhi kebutuhan sholat lima waktu. Untuk yang ingin beristirahat bisa mengunjungi Quiet Lounges di Terminal 1 yang dilengkapi dengan kursi malas bisa digunakan secara cuma-cuma.
Gerai Good To Go.

Apabila bepergian dengan anak-anak, sudah tentu makanan cepat saji selalu menjadi makanan favorit mereka. Round Table Pizza yang menyuguhkan aneka jenis pizza dan topping-nya dan McDonald’s tersedia di pujasera Terminal 1 sedangkan outlet Burger King dan McDonald’s lainnya tersedia di Terminal 3. Jika makanan berkalori tinggi bukan pilihan anda dan tidak mempunyai banyak waktu untuk duduk bersantap di meja makan, Good To Go menjadi pilihan yang boleh dicoba dengan berbagai pilihan menu yang lebih sehat seperti roti gulung isi (wraps), roti lapis isi dan salad. Menutup makan malam tidak lengkap rasanya tanpa diakhiri dengan aneka pilihan rasa dan warna es krim sebagai pencuci mulut yang tersedia di Häagen-Dazs dan Cold Stone Creamery.

Untuk penghilang rasa kantuk sambil menunggu waktu keberangkatan pesawat bisa mengunjungi Starbucks coffee atau Costa Coffee yang menyediakan berbagai pilihan kopi baik disajikan panas maupun dingin. Jika minuman beralkohol pilihan anda, bisa diperoleh di Irish Bar di Terminal 1 dengan atmosfer suasana tradisional Irish pub yang sangat populer. Emporium, pilihan lain, adalah bar butik terbaru dengan desain interior kontemporer yang menjual berbagai minuman bermerek premium dan baru saja dibuka di Terminal 3.

Tidak ada waktu untuk menikmati kota Dubai, surga belanjanya Timur Tengah selama perjalanan transit anda? Bandara Dubai menyediakan ratusan toko untuk memanjakan mata penumpang pesawat dengan menyediakan beragam produk mulai dari busana, perangkat elektronik, buku, majalah, mainan anak-anak, perhiasan dan barang berharga, makanan dan minuman, serta masih banyak lagi. Dalam melakukan perjalanan, membeli oleh-oleh atau cinderamata merupakan aktivitas yang menyenangkan. Ketika sudah dekat Hari Raya Idul Fitri, banyak barang-barang yang unik untuk dibawa pulang sebagai hadiah hari raya. Pilihan yang menarik adalah produk kerajinan Arab seperti gantungan lampu, pashmina, minyak wangi timur tengah, atau buah kurma yang diisi dengan kulit jeruk dan dilapisi nougat almond. Untuk teman anda yang penggemar filateli, terdapat kantor pos Dubai yang menjual berbagai koleksi perangko.

Cinderamata Berbentuk Unta di DXB
Cinderamata berbentuk unta di DXB.

Foto Sensual yang Disensor di Gerai Majalah
Foto sensual yang disensor di salah satu gerai majalah.

Kegiatan favorit saya sendiri selalu menyempatkan mengunjungi toko buku untuk mencari buku yang menarik atau sekedar melewatkan waktu dengan membaca buku dan majalah. Ada hal yang menarik untuk diceritakan, ternyata majalah dengan gambar yang sedikit terbuka (sebenarnya biasa saja) akan disensor dengan coretan marker hitam tebal. Sempatkan juga mempelajari negara yang akan anda kunjungi sebentar lagi dengan membaca buku panduan perjalanan yang tersedia.

Jangan lupa mendonasikan sedikit uang ke kotak amal yang tersedia di beberapa sudut bandara yang digunakan untuk kegiatan kemanusiaan terutama untuk membantu nasib anak-anak yang kurang beruntung. Kita tidak pernah tahu, mungkin saja penerbangan kali ini merupakan penerbangan terakhir kita.

  • Disunting oleh SA 26/08/2011

Bugis Street Dulu dan Sekarang

Keramaian di Bugis Street
Keramaian di Bugis Street

Sudah sering saya melintasi tempat perbelanjaan Bugis Street yang bercirikan kanopi besar berwarna merah dengan layar elektronik besar di atasnya yang terletak tepat di belakang halte bis Bugis. Hampir setiap kunjungan ke Singapura atau transit dalam perjalanan pulang ke Jakarta saya selalu menginap di penginapan favorit Cozy Corner yang berada tepat di seberang pusat perbelanjaan Bugis Junction. Awalnya Bugis Street terlihat sangat biasa, tidak lebih seperti pasar tradisional yang menjual barang barang dengan harga murah mulai dari pakaian, sepatu, tas, asesoris, jajanan, dan cinderamata beratribut Singapura.

Tidak ada yang istimewa dari jajaran kios-kios kecil yang memenuhi sebuah jalan di kawasan Bugis dan hanya menyisakan ruang sirkulasi sempit di antaranya. Sampai akhirnya saya menemukan cerita mengenai urban development yang menarik di balik sejarah Bugis Street, seiring berkembangnya pembangunan infrastruktur kota Singapura yang pesat tanpa harus mengorbankan sejarah suatu tempat yang justru sebaliknya dipertahankan dan dipromosikan sebagai daya tarik pariwisata belanja kota Singapura.

Penawaran Harga Kompetitif di Bugis Junction
Penawaran Harga Kompetitif di Bugis Junction

Pasar Modern di Bugis Junction
Pasar Modern di Bugis Junction

Kawasan belanja Bugis Street sangat populer di kalangan turis asal Indonesia dan juga selalu menjadi pengunjung terbesar dari tahun ke tahun. Lokasi Bugis Street sangat strategis dicapai baik yang masuk ke Singapura dengan kapal feri melalui Marina Bay, melalui bandara Changi, maupun dengan bis dari Malaysia yang berhenti di Lavender St. Bugis Street juga didukung oleh infrastruktur transportasi yang sangat baik dan memungkinkan untuk dicapai dengan mudah dari kawasan tempat berjamurnya hotel dan pusat perbelanjaan modern di kawasan lain. Area ini bahkan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari China Town, Orchard, Clark Quay, Little India maupun Kampung Glam.

Sejarah Bugis Street jauh berawal pada saat Singapura masih bernama Temasek, yang terkenal sebagai kota pelabuhan, menarik banyak imigran dari berbagai etnis untuk datang dan berdagang. Pedagang dan pelaut ulung Bugis dari Indonesia juga berkumpul di sini. Pada tahun 1829 dari Makasar mereka membawa rempah-rempah dan emas dengan menggunakan perahu pinisi menyeberangi lautan untuk mencari peruntungan baru di tanah Singapura. Kedatangan pelaut-pelaut Bugis sekaligus membentuk komunitas Bugis yang bermukim di kampung Bugis atau Bugis Village yang dikenal saat ini dan memunculkan pedagang, pahlawan dan tokoh baru yang berperan dalam sejarah negara Singapura.

Era tahun 1950-an hingga 1980-an merupakan masa keemasan Bugis Street. Sebagai pusat jajanan kaki lima dan pasar malam yang menjual makanan dengan cita rasa lokal, minuman beralkohol dengan harga murah dan cinderamata, memikat pengunjung dari tentara Australia dan Inggris yang singgah di Singapura. Bugis Street berkembang menjadi tempat prostitusi dan perjudian pada tahun 1970-an ketika tempat ini sering dijadikan tempat berlibur oleh tentara Amerika Serikat saat perang Vietnam berkecamuk.

Cinderamata Singapura ditampilkan di Bugis Street
Cinderamata Singapura ditampilkan di Bugis Street

Hiruk-pikuk dan gemerlap malam sepanjang Bugis Street pun sirna ketika Urban Redevelopment Authority (URA) memulai pembangunan stasiun mass rapid transit (MRT) pada tahun 1985. Kawasan Bugis Street dihancurkan dan pedagang direlokasi ke tempat lain untuk dapat meneruskan usaha mereka. Dunia pariwisata Singapura kehilangan salah satu atraksi wisatanya yang sangat populer hingga akhirnya pada tahun 1987 Singapore Tourism Board memulai kembali usaha untuk merevitalisasi Bugis Street yang pernah menjadi ikon dari atraksi pariwisata Singapura dengan membangun pusat perbelanjaan modern Bugis Junction. Pembangunan Bugis Junction mengintegrasikan pusat perbelanjaan, menara perkantoran dan hotel InterContinental Singapore yang berada di atas MRT Bugis dan selesai pada tahun 1995.

Suasana Bugis Street Modern
Suasana di Bugis Street Modern

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Bugis Street yang sebenarnya justru berada di dalam pusat perbelanjaan modern Bugis Junction, yaitu jalan yang kini beralaskan batu keramik, beratapkan panel kaca transparan, terapit diantara rumah toko dengan fasade berarsitektur Straits Chinese-style. Jalan yang berada di antara deretan rumah toko dua lantai di Bugis Village yang berarsitektur konservatif dan pusat perbelanjaan Iluma yang berarsitektur modern dengan permainan iluminasi crystal mesh pada fasadenya disebut New Bugis Street, hanya saja oleh Singapore Tourist Promotion Board tetap dipromosikan sebagai Bugis Street untuk mengenang masa keemasan yang sudah berlalu.

  • Disunting oleh SA 21/08/2011

Stasiun Tanjung Priuk

Stasiun kereta api Tanjung Priuk pernah menjadi bangunan megah dan mewah yang pernah ada di utara Batavia pada jaman Hindia Belanda. Letaknya yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Priuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat perdagangan yang penting sekaligus sebagai tempat transit, keluar masuknya orang Eropa yang datang ke tanah Jawa.

Tidak hanya memiliki delapan peron, stasiun ini juga dilengkapi dengan aula yang luas dan kamar penginapan. Gerbong restorannya pun dilayani dengan petugas berseragam dan bersarung tangan putih yang menyajikan makanan di atas piring keramik dan gelas kristal. Ditemukan juga bunker di bawah stasiun bagian utara yang masih belum diketahui fungsinya pada jaman tersebut.

Bangunan simetris dua lantai bercat putih karya arsitek Ir. C.W. Koch didesain dengan pengaruh kubisme. Didominasi bentuk geometris persegi empat dan garis garis vertikal dan horisontal pada semua bagian bangunan. Kolom struktur batu bata, jendela berukuran besar dan hiasan kaca patri seperti layaknya desain bangunan kolonial Belanda yang banyak ditemukan di bagian kota lama Jakarta.

Tenggelam di balik hiruk pikuk manusia, cuaca panas dan bisingnya terminal bis Tanjung Priuk yang tepat berada di depan stasiun, berada di dalam bangunan ini jutstru memberi kesan yang sangat berbeda. Pencahayaan alami yang masuk melalui deretan jendela kaca, langit-langit yang tinggi, batu keramik yang menutupi permukaan lantai dan sebagian dinding serta bukaan-bukaan ventilasi menciptakan suasana yang tenang dan sejuk.

Sebagai stasiun pertama yang menggunakan kereta bertenaga listrik pada masa Hindia Belanda, kini stasiun Tanjung Priuk hanya melayani tiga keberangkatan. Pukul 15.20 dengan tujuan Cirebon, Tegal, Pekalonga, Waleri, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan dan Surabaya. Pukul 08.30 dan 16.20 dengan tujuan Pasar Senen, Jatinegara, Klender, Cakung, Bekasi, Cikampek dan Purwakarta.

Aneh sepertinya, stasiun yang berukuran cukup besar hanya memiliki satu keberangkatan di pagi hari dan dua di sore hari. Tapi entahlah, saya tidak begitu paham tentang sistem perkeretaapian. Saat saya di sana, stasiun terlihat kosong. Hanya ada seseorang sedang membersihkan rangkaian kereta yang menanti pada sebuah rel.

Menaiki gerbong kereta yang baru saja dibersihkan mengingatkan saya terakhir kali bepergian dengan kereta dari stasiun Senen, Jakarta menuju stasiun Tugu, Yogyakarta. Interior gerbong dan kursi tetap sama seperti lima belas tahun yang lalu. Di sisi lain gerbong kereta terlihat pekerja anak anak menjual makanan dan minuman yang sedang bermain sambil menunggu datangnya penumpang.

Di sudut lain peron tampak dua anak kecil bermain kartu bergambar. Hmmm… mudah mudahan mereka bisa menikmati sistem kereta api yang lebih maju, seperti mimpi akan monorel, ketika mereka dewasa nanti.

  • Disunting oleh SA & ARW 21/07/2011

Artikel sebelumnya Artikel selanjutnya

© 2017 Ransel Kecil