Catatan redaksi: Ulasan di bawah bersifat independen. Penulis (Kasman Taslim) maupun Ransel Kecil tidak dibayar ataupun diminta oleh Qatar Airways untuk tulisan di bawah. Tulisan ini juga bukan bermaksud untuk mengajak pembaca Ransel Kecil menggunakan kelas bisnis/pertama, tetapi sebagai wawasan dan memberi informasi tentang manfaat yang diraih jika sering bepergian dengan pesawat. Selamat menikmati.

Kesan awal suasana Business Class.
Sudah lebih dari dua tahun terakhir menjadi penumpang setia Qatar Airways, maskapai nasional milik negara Qatar dan termasuk satu dari tujuh maskapai yang mendapatkan rating penerbangan ber-bintang 5 (Cathay Pacific, Kingfisher Airlines, Asiana Airlines, Malaysia Airlines, Singapore Airlines dan Hainan Airlines). Berawal dari membanding-bandingkan harga tiket pesawat yang melayani rute Dubai – Jakarta. Meskipun tidak selalu lebih murah dari harga yang ditawarkan maskapai penerbangan lainnya dengan rute yang sama, secara keseluruhan harga yang ditawarkan Qatar Airways sangat kompetitif.
Dengan tiga kali penerbangan pulang pergi Dubai – Jakarta dalam waktu enam bulan pertama saja saya sudah berhasil mendapatkan keanggotaan Silver dan berhak menggunakan fasilitas Business Class Lounge yang tersedia di lebih dari 101 kota dan 55 negara. Terlebih lagi setelah mengantongi keanggotaan Silver, tiga penerbangan berturut-turut selanjutnya selalu di-upgrade ke Business Class. Dengan enam kali penerbangan pulang pergi dengan rute yang sama dalam satu tahun sudah cukup untuk memperoleh status elit keanggotaan Gold. Relatif lebih cepat dibandingkan untuk mendapatkan status elit di maskapai penerbangan lain.
Baca selengkapnya »