
Saya harus ke Bali, itu adalah hal yang menyenangkan. Tapi kalau harus terbang ke Bali, itu kabar lain lagi.
Meski penerbangan ini hanya akan memakan waktu 1,5 jam, entah mengapa perasaan yang pernah saya alami ketika harus mengudara selama 14 jam ke Amsterdam mendadak menyerang. Terlebih lagi ketika saya sadar bahwa pesawat yang akan ditumpangi adalah Boeing 747 yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding pesawat yang mengantar saya ke Eropa itu. Aduuh… pesawat kecil kan ketinggian jelajahnya rendah dan untuk itu resiko terkena turbulensi yang bisa jadi jauh lebih besar. Ya… saya memang fobia terbang!
Tapi ketakutan itu saya lawan habis-habisan. Pada 2 November 2010 ini ada upacara Pelebon. Jika saya melewatakan Palebon ini hanya gara-gara takut terbang, seumur hidup pasti akan menyesalinya. Ya, kapan lagi saya bisa menyaksikan Upakara Pelebon yang hanya diadakan untuk seorang raja!

