Art Science Museum telah menjadi ikon unik di Singapura. Betapa tidak, bangunan Art Science Museum yang terlihat sekilas seperti bunga teratai ini sangat mudah dikenali bahkan untuk pengunjung yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Singapura seperti saya. Siang itu langit Singapura terlihat mendung dan benar saja tak berselang lama hujan gerimis mengguyur negara Singa itu. Saya dan seorang teman saya warga Singapura yang tatkala itu sedang berjalan-jalan di sekitar area Marina Bay Sands segera mencari tempat berteduh. Kami akhirnya mampir ke Art Science Museum.

Begitu kami memasuki gedung Art Science Museum, saya terheran-heran melihat adanya antrian panjang. Saya pun kemudian bertanya kepada teman saya dan ternyata di Art Science Museum pada saat itu sedang digelar Harry Potter The Exhibition. Saya yang notabene penikmat film Harry Potter kontan langsung berbaur dengan antrian panjang tadi. Saya sangat merasa beruntung berada di Singapura pada saat berlangsungnya pameran Harry Potter karena memang Harry Potter The Exhibition ini hanya mampir ke Singapura dan tidak mampir di negara lainnya di Asia Tenggara.

Art Science Museum
Art Science Museum, Singapura.

Dengan membayar S$24 saya pun kemudian diperbolehkan masuk untuk melihat pameran. Rasanya sudah tidak sabar untuk menyaksikan koleksi benda-benda dalam film Harry Potter yang biasanya cuma bisa saya lihat di televisi ataupun bioskop. Sebelum memasuki ruang pameran, pengunjung disuguhi dengan pemandangan mobil Ford biru yang melayang. Ya, benar, ternyata mobil ini adalah Flying Ford Anglia, mobil Arthur Weasley yang dipakai Ron dan Harry menuju ke Hogwarts. Tapi, dasar Ron yang tidak pandai menyetir, mobil ini tidak bisa mendarat dengan mulus dan alhasil malah tersangkut di pohon. Efek sihir sudah terasa ketika pengunjung memasuki ruang pertama. Di pintu menuju ruang pertama pameran dibuat efek kabut dengan sound effect khas Harry Potter yang membuat kami semua semakin terhanyut dalam suasana dunia sihir. Para pengunjung seakan-akan merasakan menjadi murid baru di Hogwarts karena di ruang pertama, pengunjung akan melalui proses seleksi dengan topi seleksi yang bisa berbicara. Meskipun tidak semua pengunjung bisa merasakan memakai topi seleksi tapi hal ini cukup menjadi permulaan yang menyenangkan untuk merasakan dunia sihir Harry Potter.

The Flying Ford
The Flying Ford.

Pengunjung pun berkesempatan untuk berfoto dengan mengenakan jubah Hogwarts dan syal Gryffindor (sayang tidak ada syal Slytherin karena saya lebih menyukai warna hijau yang identik dengan Slytherin). Memasuki ruang utama pameran pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Ini yang sangat saya sayangkan karena saya tidak bisa mengabadikannya dalam bentuk gambar namun hanya bisa saya simpan dalam memori otak saya Ruang utama pameran berisi berbagai macam kostum yang dikenakan oleh para pemain Harry Potter mulai dari film pertama (Harry Potter and The Philosopher’s Stone) hingga film terakhir (Harry Potter and The Deadly Hallows). Saya pun mulai berandai-andai akan lebih menarik bila tokohnya benar-benar ada dan mengenakan kostum-kostum itu daripada hanya kostumnya saja.

Selain kostum, pengunjung juga bisa melihat berbagai lukisan yang ada di Hogwarts dan yang paling menarik bagi saya adalah lukisan The Fat Lady yang suka menyanyi seriosa. Sama seperti di film, lukisan ini benar-benar bisa bergerak dan menyanyi! Ada pula tongkat sihir dan sapu terbang yang dipakai para pemain Harry Potter yang disimpan dalam kotak kaca. Setiap koleksi dijelaskan dengan keterangan yang lengkap sehingga pengunjung tidak perlu khawatir akan lupa dengan benda apa yang sedang ditampilkan.

Ingin tahu rasanya bermain Quidditch seperti Harry Potter? Pengunjung juga bisa mencoba memainkan Quidditch tapi tidak di lapangan yang besar melainkan di arena kecil. Karena sedang ada orang lain yang memainkan Quidditch, saya mengurungkan niat untuk memainkannya tapi saya tidak kecewa karena ada hal menarik lain yang saya temui. Di ruangan ini ternyata ada juga kebun botani professor herbologi Harry, Mrs. Sprout. Dan para penggemar Harry Potter pasti tidak asing dengan tanaman Mandrake, tanaman yang kalau ditarik dari pot bisa berteriak dan mengeluarkan suara yang memekikkan telinga. Saya pun mencoba sensasi menarik Mandrake dari potnya dan benar saja selama beberapa detik mereka mengeluarkan suara-suara yang memekikkan telinga persis seperti yang saya lihat di filmnya.

Menuju ruang berikutnya, pikiran pengunjung dibawa untuk berandai-andai seakan-akan mereka sedang berada di rumah Hagrid. Dan memang ruangan ini didesain sangat mirip dengan Hagrid, raksasa penjaga Hogwarts sahabat Harry, Ron, dan Hermione. Bahkan ada juga single sofa Hagrid yang ukurannya sangat besar sampai-sampai bisa diduduki dua-tiga orang.

Petualangan saya belum selesai. Dari rumah Hagrid saya menuju ruang dansa Hogwarts yang kala itu finalis Triwizard Tournament harus mengajak pasangannya untuk berdansa termasuk Harry. Di sana pengunjung bisa melihat pakaian dansa yang dipakai Harry dkk. Juga ada tiruan buah-buahan, kue dan makanan untuk jamuan makan malam di Hogwarts. Rasanya ingin saya makan!

Ternyata ada bagian yang menyeramkan juga di pameran ini. Ada replika Dementor (penjaga penjara Azkaban) yang memang sekilas melihatnya saja membuat saya langsung merinding. Ada juga replika Buckbeak (kalau lupa, tonton lagi Harry Potter and The Prisoner of Azkaban), Fawkes (burung phoenix Dumbledore) dan Hedwig (burung hantu Harry).

Di akhir ruang pameran, pengunjung bisa membeli berbagai pernak-pernik Harry Potter seperti cangkir, stiker, pembatas buku, gantungan kunci, topi, hingga syal Griffindor dan tongkat sihir Harry! Namun, pengunjung perlu merogoh kocek yang dalam karena harga-harganya sangat mahal. Yang termurah saja S$10 untuk stiker dan bisa diperkirakan sendiri berapa harga syal Gryffindor. Meski mahal, para penggemar berat Harry Potter tak ragu untuk membeli pernak-pernik Harry Potter untuk melengkapi koleksi mereka. Tak sedikit pengunjung yang membeli syal Griffindor dan tongkat sihir Harry, Ron, dan Hermione. Untuk mencetak foto pengunjung dengan jubah Hogwarts dan syal Gryffindor pun perlu membayar sebesar S$10.

Sungguh pengalaman yang tak akan pernah terlupakan dan saya tak menyesal membayar S$10 untuk menjelajahi dunia sihir Harry Potter yang sangat menantang. Film Harry Potter telah menyihir banyak orang termasuk saya dan petualangan saya mengunjungi Harry Potter The Exhibition membuat saya semakin menggilai Harry Potter. Expecto Patronum!

  • Disunting oleh SA 04/02/2013