Semua tulisan yang ditulis oleh Dita Anggrawati

Dita Anggrawati

Dita Anggrawati. Pekerja korporat yang selalu menghabiskan sebagian besar gaji buat berburu tiket promo. Cewek pemimpi yang percaya bahwa semua uang yang dihabiskan untuk melihat dunia adalah investasi demi kepuasan jiwa dan memori indah di hari tua. Destinasi yang didambakan: London! Suatu saat!

Selamat Datang di Pulau Nami!

Sapaan hangat yang ditulis di papan tembus pandang itu menarik perhatian begitu saya menginjakkan kaki di pulau kecil ini. Ya, sapaan itu tertulis dalam bahasa Indonesia (atau mungkin bahasa Melayu, mengingat ada bendera Indonesia, Malaysia dan Singapura di bawah tulisan itu), bukan bahasa Inggris apalagi bahasa Korea di mana Pulau Nami ini berada.

Terkenal sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar drama Korea terkenal “Winter Sonata“, Pulau Nami sekarang menjadi salah satu tujuan wisata favorit para turis yang berkunjung ke Korea Selatan. Terletak kurang lebih 63 km dari kota Seoul, kita dapat menjangkau pulau ini dengan beberapa cara. Apabila menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan, tinggal arahkan mobil menuju Gapyeong Wharf. Tempat ini merupakan pintu masuk ke “Naminara Republic”. Menuju pulau Nami dengan transportasi umum? Silakan memilih naik shuttle bus atau menggunakan kereta ITX, kereta ekspres yang baru saja beroperasi sejak bulan Februari 2012.

Winter Sonata Lane.
Winter Sonata Lane.

Baca seutuhnya →

Romantisnya George Town

Pernah dengar pameo “city for the newlyweds and the nearly deads“? George Town di Pulau Penang menurut saya adalah salah satu kota yang pantas mendapat julukan seperti ini. Kotanya yang tidak terlalu besar, tenang, damai, memberikan banyak kejutan yang menyenangkan. Berencana menikah di tahun naga ini? kenapa tidak menghabiskan bulan madu anda di kota ini? Ini dia beberapa titik yang bisa dikunjungi!

Pesona malam Penang Hill

Penang Hill
Penang Hill dari kereta pendaki.

Kereta ini bergerak ke atas dengan pelan, semakin lama semakin cepat dengan sudut ketinggian yang semakin curam. Saya yang memilih duduk di bagian depan kereta hanya bisa menahan napas, antara takut dan terlalu riang. Untung saja kereta ini baru direnovasi sehingga terlihat kuat dan bisa diandalkan, kalau tidak mungkin saya akan berpikiran macam-macam. Namun pikiran itu cepat teralihkan ketika kereta bergerak semakin ke atas, dan pemandangan indah terhampar di hadapan saya. Klik, klik! Pemandangan itu pun terabadikan dalam jepretan kamera saya.

Baca seutuhnya →