Semua tulisan yang ditulis oleh Bayu Adi Persada

Bayu Adi Persada

Bayu Adi Persada. Seorang profesional business analyst di salah satu perusahaan energi di Jakarta. Impiannya duduk di tepian Sungai Thames sambil memandangi London Bridge dan berteriak untuk tim kebanggaannya di Juventus Stadium.

Tambatan Hati di Ujung Barat Republik

Sejak kecil, saya sudah mengenal dua kota terujung di Indonesia, Sabang dan Merauke. Terima kasih kepada R. Suharjo untuk lagunya, “Dari Sabang sampai Merauke”. Melalui lagu inilah, saya menjadi tahu bahwa Indonesia adalah negara besar dengan jajaran pulau-pulaunya. Sabang di ujung barat republik, tepatnya di Pulau Weh, sebelah barat laut Banda Aceh dan Merauke di ujung timur Papua, bersebelahan dengan negara Papua Nugini.

Sebagai seorang pecinta negeri dan petualang, saya selalu menyimpan hasrat untuk sebisa mungkin menyambangi setiap jengkal negeri ini. Ketika akhirnya menginjakkan kaki di Sabang, sebuah fraktal kecil hasrat tersebut terpenuhi.

Lembayung di Pantai Iboih.
Lembayung di Pantai Iboih.

Baca seutuhnya →

Perayaan Hidup Kedua

Tiba-tiba ada suara ribut-ribut di halaman upacara. Orang-orang berteriak sampai memekikkan telinga. Saya tersentak lalu beranjak mencari tahu apa yang terjadi.

Saya semakin terkejut melihat seekor babi berlari tak tentu arah. Ternyata, babi yang akan dikorbankan terlepas dari ikatan di sebatang bambu. Dengan badan berdarah-darah, babi itu mencoba melepaskan diri dari kerumunan orang-orang.

Orang-orang di sekitar panik menyelamatkan diri naik ke rumah-rumah seketika itu juga. Untung saja tak berapa lama, situasi dapat dinetralisir. Babi mampu kembali ditangkap dan diikat. Itulah akhir perjuangan heroik dari seekor babi yang akan dikorbankan sebagai bagian dari ritual upacara pemakaman di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Babi yang Dikurbankan
Babi yang dikurbankan

Baca seutuhnya →

Kebahagiaan Sederhana di Desa Sawarna

Saya memasukkan barang-barang seperlunya ke dalam ransel kecil. Ya, saya kembali melakukan perjalanan. Perjalanan impulsif untuk ke-sekian kali. Setelah resmi menjadi kaum urban dan berinteraksi dengan rutinitas pekerjaan, saya tak pernah mau menanggalkan ransel tersimpan tak terpakai.

Jadi, seketika waktu senggang, saya mencari destinasi yang mungkin dikunjungi saat akhir pekan tiba. Tak jauh dari Jakarta, tapi tetap menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar melepas kepenatan.

Sawah menghijau di Desa Sawarna
Sawah menghijau di Desa Sawarna

Setelah mencari-cari destinasi yang cocok di forum pejalan, akhirnya pilihan pun jatuh ke Desa Sawarna, desa kecil di Provinsi Banten. Ada seseorang yang mengajak jalan bersama ke sana dengan harga terjangkau. Saya tentu tak pikir dua kali untuk ikut mendaftar.

Baca seutuhnya →