Artikel-artikel yang ditulis oleh Arif Widianto (halaman ke-2 dari 2)

Sendiri atau Bersama

Melakukan perjalanan adalah menikmati pengalaman. Menikmati pengalaman tentu bisa berbeda-beda cara. Tidak ada kata benar atau salah dalam menikmati pengalaman.

Begitu pula jumlah tim atau orang dalam melakukan perjalanan. Ada orang yang suka melakukan jalan-jalan sendiri. Ada banyak pula yang berkata mereka senang pergi bersama-sama.

Lalu bagaimana sih enaknya jalan-jalan, apakah sendiri atau bersama teman?

Pergi Sendiri

Banyak yang bilang jalan-jalan sendiri memang asyik. Tapi banyak juga yang tak suka, karena faktor sendirinya itu.

Ada kesan bebas. Dan itu memang menarik. Bebas mengatur waktu. Bebas berhenti. Bebas malas. Bebas gerak cepat. Lebih tenang. Bebas kalau mau memotret sepuasnya. Bebas beli banyak barang dan tak usah malu dituduh boros atau sok kaya. Bebas berlama-lama menikmati detil terkecil, lalu baru beranjak pergi setelah di mulut tersungging senyum menikmati kepuasan batin ketika melihat begitu banyak keajaiban di dunia orang lain. Dan macam-macam alasan lainnya.

Bila dianggap resiko, pergi sendirian juga banyak resiko. Tak ada bantuan, dan satu-satunya bantuan adalah orang lokal. Tak ada yang menolong kalau terjadi masalah, dan hanya kepada orang lokal saja tempat berharap pertolongan. Bila dikatakan resiko, tanggungjawab pun semua ada pada diri sendiri. Berjalan sendiri juga mengundang keterbatasan. Misal di daerah asing, karena sendiri, kita akhirnya tidak berani mencoba daerah tertentu yang mungkin terkesan seram. Padahal kalau berdua atau bersama-sama, tentu itu hal mudah.

Ada pula yang beralasan sendiri adalah seperti merengkuh pengalaman perjalanan itu selengkapnya. Menikmati rasanya tersesat, tanpa perasaan tak enak dengan teman karena salah baca petunjuk. Ya tersesat pun memang perlu dinikmati, dan tidak ada cara menikmati tersesat yang terbaik selain sendiri. Kita mau marah, kita mau menangis, kita mau berteriak (dalam hati), kita mau frustasi sendiri. Tapi setelah itu bangkit, berjalan ke tempat yang benar, lalu tertawa. Sendiri tentunya. Menikmati kebahagian bisa dapat transportasi tepat dan murah. Mau tidur sepuasnya. Mau makan sepuasnya.

Ya sendiri memang seperti impian, karena kebebasannya itu. Tapi sendiri juga membuka keterbatasan, karena kesendiriannya itu.

Bersama-sama

Begitupula jalan bersama-sama. Bahkan mungkin lebih banyak yang bilang itu lebih asyik. Tapi ada juga yang bilang lebih tak enak.

Pergi bersama-sama bisa saling tolong menolong dan saling mendukung, yang kuat membantu yang lemah, yang periang menghibur si pemurung, yang rajin mendorong si pemalas agar terus teguh. Jalan-jalan jadi lebih ramai, katanya. Jadi tak harus merasakan sepi, sendiri, sunyi, ketika menelusuri perjalanan kereta kotor dan rusuh di suatu negara dunia ketiga. Juga ada yang bilang lebih aman, tak bakal ada yang berani mengeroyok rombongan cewek dengan dua lelaki gede, begitu katanya. Juga ada yang bilang seperti dapat guide gratis, ada yang pintar bahasa Inggris, sementara kita tidak bisa, ada yang cas-cis-cus bahasa Mandarin sementara kita tertawa mendengarnya. Ada yang pintar ngobrol, sementara kita tidak suka memulai pembicaraan. Ada yang kerja sementara kita malas (sebaliknya bisa pula terjadi). Dan macam-macam alasan lainnya pula.

Tapi di sisi lain jalan bersama-sama juga membuka banyak keterbatasan. Misalkan saja, waktu jadi berjalan lebih panjang karena harus menunggu teman satunya berdandan lama, atau menunggu si doyan makan yang terlalu sering di kamar mandi. Berjalan ramai-ramai juga jadi lambat, karena banyak kepentingan. Di suatu tempat ada yang pingin lihat toko mainan, di tempat lain ada yang suka barang antik, di tempat berikutnya ada yang pingin lihat buku-buku asyik, atau ada yang suka mampir berkali-kali ke toko baju. Eh bukan hanya belanja lho. Contoh lain, yang satu suka lihat patung dan memelototi lama-lama, lainnya suka memperhatikan pakaian dan kehidupan tradisional, sementara satunya suka cemberut kalau lainnya suka berhenti.

Ya, jangan kira jalan bersama-sama juga mengundang konflik. Konflik? Bertengkar? Oh bersiaplah. Sekali lagi, perjalanan adalah menikmati pengalaman. Dan seperti pengalaman hidup lainnya, ada marah, sedih, mencak-mencak, dan seterusnya. Konflik dua orang mungkin mudah diselesaikan. Konflik empat orang, dengan masing-masing pasangan, akan lebih susah diselesaikan. Mungkin perlu sebuah kepala yang sangat dingin dan sikap mengalah agar konflik bisa selesai. Dan kalau ada konflik, penyelesaiannya harus pintar, agar kita segera dapat resolusi dan meneruskan perjalanan. Kalau tidak, bisa berabe, tersangkut di negeri orang sementara tiket sudah lewat. Atau sering terjadi perjalanan jadi banyak sialnya karena ada yang marah-marah. Benar kan?

Faktor-faktor yang mengundang problem dalam jalan-jalan bersama biasanya adalah perbedaan persepsi jalan-jalan, yang satu pingin hanya foto-foto di negeri asing, satunya pingin mengenal budaya negeri asing. Yang satu sok tahu, yang lain hati-hati. Yang satu pingin buru-buru, yang lain pelan tapi tertata. Juga persepsi agama bisa aja terjadi, yang satu pingin beribadah tepat waktu, padahal ada kebebasan bagi pelancong (dalam contoh ini agama Islam misalnya dalam ibadah salat) untuk menyingkat, menggabung, atau kondisi darurat, dan seterusnya. Sangat bisa terjadi lho, dan saya pernah mengalaminya.

Jadi Bagaimana?

Menurut pendapat saya, di dunia yang fana ini, kita tentu perlu teman. Jadi secara umum, jalan-jalan bersama-sama lebih banyak kelebihannya. Tapi terlalu banyak orang juga belum tentu bagus. Menurut saya, pergi berdua adalah ideal. Bertiga masih lincah. Berempat ideal untuk dua pasangan, misal berpasang bersama pasangan saudara dan istri/suaminya. Tapi berempat untuk single mungkin berlebihan, cukup banyak konflik bisa terjadi. Lebih dari itu sangat berlebihan dan bisa memperlambat perjalanan.

Bepergian sendiri juga banyak hal baiknya. Apalagi jika tujuan perjalanan adalah petualangan di alam liar (meski dengan seorang teman lain justru bisa lebih bagus), atau di negara yang cenderung berat medannya, atau untuk tujuan perjalanan yang relaks, cepat, dan ringkas. Atau hanya sekadar ingin melakukan penelusuran sendiri, privat, eksplorasi, renungan, dan banyak alasan lainnya.

Bila ingin berjalan-jalan bersama pastikan hanya bersama teman dekat yang Anda kenal luar dalam. Tapi jangan pula menutup peluang pertemanan di perjalanan, lalu bisa jalan bareng ke tempat lain. Tentu dengan banyak pertimbangan, perasaan, dan insting. Intinya semua tetap bebas. Lalu tetapkan pemimpin dan pertegas posisi, sikap, tujuan, dan bagaimana keputusan nanti dibuat, sebelum kita menjejakkan kaki di tanah orang.

Saya pernah mengalami kedua hal di atas, baik pergi sendiri atau bersama-sama. Dan ada hal buruk dan baik di kedua hal tersebut. Kita tidak bisa memilih mana yang lebih baik, selain tentu saja kadangkala pilihan itu tidak tersedia. Dan memang tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik.

Sekali lagi perjalananan adalah menikmati pengalaman. Dan itu adalah pengalaman hidup. Naik turunnya perjalanan adalah naik turunnya hidup. Suka dukanya adalah seperti kehidupan itu sendiri. Adalah salah bila perjalanan hanya senang-senang, karena bisa pula terjadi hal-hal penting dalam kehidupan. Mengenal dunia orang lain, mengenal negara lain adalah hal penting yang bisa dinikmati, mengubah banyak hal dalam pikiran dan kesadaran tentang hakikat hidup, dan mungkin mengubah sikap kita akan hidup selamanya.

Mari kita nikmati pengalaman perjalanan itu sebaik-baiknya.


Pakaian

* Kaos berlengan tak lebih dari dua pasang. Selain untuk menghemat ruang. Anda bisa pula membeli di perjalanan. Ada ide sebaiknya membawa kaos polo(berlengan dan berkerah), pertimbangannya: bila panas kerahnya untuk melindungi leher (meski jadi agak lucu tapi praktis), atau bila cuaca dingin bisa dirangkap dengan kaos oblong didalam agar lebih hangat. Beli, cuci, atau buang (atau hibahkan) bila dirasa jumlah kaos mulai membebani tas. Campuran kaos polo dan oblong, atau kaos polo dan lengan panjang juga bagus. Usahakan satu kaos menyerap keringat dan terbuat dari katun. Intinya, semua tergantung tujuan. Kaos bersaku bagus selain bermanfaat untuk membawa uang kecil, tiket, dan barang penting lainnya; juga bisa untuk kamuflasi pelancong (sungguh!)
* Dua celana panjang. Cari yang cepat kering, seandainya dicuci malam bahan ini harus bisa kering pagi harinya. Bahan kuat. Bersaku, bila mungkin ada samping dan belakang.
* Celana pendek (bila diperlukan dan bila lebih nyaman), kalau bisa kombinasikan dengan jumlah celana panjang agar tidak terlalu banyak. Tapi ini juga tergantung tujuan.
* Rompi atau pakaian penutup dada, terutama untuk wanita, bila Anda akan bepergian ke wilayah religius seperti masjid, gereja, atau candi, demi kesopanan.
* Baju renang (tergantung tujuan)
* Baju dalam direkomendasikan membawa beberapa pasang, katakanlah tiga sampai enam pasang. Anda bisa mencucinya. Cari yang bahannya menyerap dan cepat kering. Wanita mungkin perlu membawa lebih banyak, terutama bra, juga tambahan jenis seperti sports-bra.
* Bila diperlukan bawalah Kaos kaki secukupnya.

Sumber dan referensi: TravelIndependent


ASEAN dalam 10 Hari

Sepuluh hari sesungguhnya waktu yang singkat. Namun ia cukup untuk mengenalkan kita, meski secara singkat, dengan wajah negara tetangga kita.

Sepuluh hari adalah juga jumlah rata-rata cuti yang cukup diperbolehkan hampir semua perusahaan, sehingga rencana perjalanan dalam rentang waktu ini tentu bisa dilakukan. Tambahkanlah empat hari, maka ia akan cukup untuk mengarungi paling tidak empat negara, masing-masing tiga hari (dengan dua hari lainnya habis di perjalanan).

Bagaimana, kemana, dan apa yang akan kita lakukan tentu akan sangat banyak variasi. Tulisan ini adalah tentang rencana perjalanan 10 hari dengan berbagai sudut pandang dan pertimbangan.

Berdasarkan Negara

* Singapura dua hari bila Anda ingin mengenal singkat negara kecil ini. Jadikan tiga hari maka itu jumlah yang cukup untuk melihat dari ujung ke ujung. Singapura juga menawarkan tatanan negara yang rapi, fasilitas modern, dan juga jendela ke sejarah Melayu, taman, dan hiburan yang cukup lengkap.
* Malaysia Ini adalah negara besar. Tidak mungkin menelusuri negara ini dalam 10 hari. Juga tidak mungkin menjangkau wilayah barat (semenanjung) dan timur sekaligus. Malaysia menawarkan arsitektur, sejarah Melayu, dan makanan khas serta berbagai tempat indah.
* Thailand juga negara yang besar dan luas. Juga tidak mungkin menjangkau seluruh thailand. Tapi kita bisa memfokuskan ke beberapa tempat di Thailand, dan menikmatinya. Thailand menawarkan candi yang indah, perjalanan sungai, pantai, budaya Budha yang khas, dan makanan enak. Thailand mempunyai daya tawar menarik, murah. Maka tak heran wilayah ini banyak menjadi pilihan pelancong. Pendapat kami, Anda bisa memfokuskan perjalanan 10 hari dengan lebih banyak di negara ini.
* Brunei Darussalam meski tidak begitu menawarkan variasi perjalanan, negara kecil sumber minyak ini menawarkan masjid, museum, dan taman yang indah dengan khasanah Islam yang khas.
* Kamboja juga sangat menarik, yang paling terkenal tentu saja komplek candi Angkor Wat. Kamboja juga menawarkan museum, pantai dan pulau indah, serta budaya yang khas.
* Laos menawarkan keindahan khas tersendiri terutama candi, kota, kebudayaan yang berbau Perancis, tapi juga tantangan terutama jalanan yang belum memadai di seluruh wilayahnya.
* Myanmar sesungguhnya negeri yang cantik dan unik. Tapi karena alasan keamanan, negara ini menjadi pilihan yang kurang begitu dilihat. Myanmar menawarkan candi Budha, wilayah air yang indah, dan trekking.
* Filipina adalah negara unik dengan kemampuan bahasa Inggris warganya yang cukup banyak. Filipina menawarkan pantai yang indah, trekking, kota metropolis yang riuh, dan juga budaya yang kental dengan pengaruh Spanyol dan Amerika.
* Vietnam menarkan wisata air yang indah, kota modern yang riuh, dan juga wilayah perawan yang seru.

Pertimbangan

* Bila Anda belum pernah ke salah satu negara tersebut di atas, pilih yang paling rasional dan Anda inginkan. Dengan 10 hari, kami sarankan cukup tiga atau maksimal empat negara. Dan itu pun kunjungan sangat singkat dan perlu stamina tinggi.
* Bila Anda sudah pernah di salah satu negara, tentu bisa diabaikan dan fokus ke negara-negara lain. Pertimbangankan pula masalah transportasi. Negara-negara yang lebih dekat tentu lebih menarik bila dapat dilalui dengan transportasi darat. Bila Anda punya bujet lebih, transportasi melalui udara tentu pilihan yang tak melelahkan.
* Pertimbangan kemampuan bujet dan fisik. Perjalan antar negara sangat melelahkan. Apalagi lewat darat, dan dengan asumsi lebih banyak menghabiskan malam dalam perjalanan (tidur di bus atau kereta), tentu akan sangat menantang tapi juga capek. Pertimbangkan. Jangan lupa terlalu mengumbar tujuan, bisa jadi sudah boros tiket, tapi di negara tujuan hanya dapat capeknya juga dan malas ke mana-mana.

Dari pengalaman melakukan perjalanan 10 hari pada tahun lalu, penulis hanya mampu menjangkau tiga negara. Itu pun dengan fokus satu negara yang lebih lama, yaitu lima hari. Kami juga berpikir bahwa kami dapat mencoba negara lainnya di lain waktu.

Ide

* Dua – tiga hari di Singapura
* Dua – tiga hari di Malaysia
* Empat – enam hari di Thailand
* Satu – tiga hari di Brunei
* Dua – tiga hari di Kamboja
* Dua – tiga hari di Laos
* Belum ada ide untuk Myanmar
* Tiga – enam hari di Filipina
* Dua – tiga hari di Vietnam

Ide Tujuan (Macam-Macam Negara)

Arsitektural

* Angkor Wat (Kamboja)
* Petronas (Malaysia)
* Luang Prabang (Laos)

Pantai

* Ko Phi Phi (Thailand)
* Palawan (Filipina)
* Pulau Perhentian (Malaysia)

Alam

* Chiang Mai (Thailand)
* Muang Sing (Laos)
* Bario dan Kelabit Highlands (Malaysia)

Kuliner

* Penang (Malaysia)
* Chiang Mai (Thailand)
* Singapura
* Hoi An (Vietnam)
* Phnom Penh (Kamboja)

Petualangan Air

* Ha Long Bay (Vietnam) — Baca pula catatan perjalanan Perhentian Waktu di Ha Long Bay
* Ko Tao (Thailand)
* Taman Negara (Malaysia)
* Bangar (Brunei)
* Batang Rejang (Malaysia)

Sebagai catatan, tentu saja negara kita banyak menawarkan tujuan yang sepadan dengan berbagai tempat di atas. Tapi hal ini kami bahas dalam tulisan lain.

Referensi: Southeast Asia on a Shoestring edisi 14, Lonely Planet dan Wikipedia

Disunting oleh SA.


Seat61.com — Segalanya tentang Kereta Api

Seat61

Nama situs ini cukup unik, seat61.com. Hanya itu. Begitu pula slogan yang dipakainya, the man in sixty one, arti harfiahnya kurang lebih “Lelaki di Kursi 61”. Desain situsnya juga sangat sederhana dan tidak terlalu modern. Tapi dibalik kesederhanaan itu ada begitu banyak informasi yang ditawarkannya.

Begitulah. Seat61.com adalah situs yang berisi tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan kereta api. JALUR KERETA API (hampir) SELURUH DUNIA! Keren sekali.

Mari kita uji dengan pengetahuan situs ini tentang jalur kereta api di Indonesia. Apakah jalur kereta Indonesia ada? Ternyata ada pranala Indonesia dalam daftar negara di sebelah kiri halaman, masuk bagian Asia. Situs ini menampilkan data singkat dan informatif mulai dari data operator, waktu, visa (untuk pengunjung luar negeri tentunya), dan jalur feri ke Indonesia.

Lalu ada data kereta api. Ada data satu paragraf tentang jalur kereta di Sumatera. Juga beberapa jalur kereta api di Jawa, seperti Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung. Ya, cukup singkat. Tapi bagi pelancong asing, sebagai target utama situs ini, data tersebut sangat berguna sekali. Minimal membantu riset awal bila ada pelancong ingin melakukan perjalanan dengan kereta.

Situs ini terbukti sangat membantu saya dalam mempersiapkan rencana perjalanan dari Singapura ke Malaysia (dan juga Thailand) tahun lalu. Dari riset singkat di situs ini, kami mengetahui ternyata ada jalur kereta api yang dikelola oleh Keretapi Tanah Melayu Berhad, sebuah perusahaan kereta milik pemerintah Malaysia yang melayani rute tersebut. Atau juga alternatif jalur bus.

Alangkah asyiknya melakukan perjalanan darat, demikian rencana kami, alih-alih lewat udara seperti biasa dilakukan. Menggunakan kereta api juga lebih terjangkau. Dari data situs ini, selain mengetahui trayek, tarif, juga terdapat berbagai cerita dari pembaca lain, data keamanan jalur, bagaimana cara reservasi tiket, termasuk trik memesan tiket yang jauh lebih murah untuk perjalanan dari Malaysia ke Singapura, dibanding Singapura ke Malaysia, dan banyak hal lainnya.

Data yang bisa didapat dari situs ini:
* Informasi negara
* Informasi singkat sistem kereta api
* Jadwal waktu kereta api
* Laporan dan cerita dari pelancong lainnya.
* Tarif
* Bagaimana cara membeli tiket, termasuk apakah bisa beli online, dan juga trik pembelian secara langsung.
* Foto-foto,
* Stasiun
* Informasi perjalanan alternatif, misal London-Singapore via darat (wow!)
* Juga informasi perjalanan lanjutan di luar jalur kereta api, misal melalui bus
* Buku panduan

Sebagai peringatan, beberapa pranala yang disebut situs ini adalah merupakan layanan komersil, biasanya merupakan afiliasi. Meski hal ini tidak berarti semua layanan itu berbahaya. Tetapi Anda harus hati-hati sebelum melakukan berbagai transaksi yang ditawarkan oleh situs-situs tersebut, terutama seandainya seat61 tidak mengungkapkan sanggahan (disclaimer) mereka. Kami tidak bisa menjamin obyektivitas dan opini pengelola situs ini terhadap layanan-layanan yang ditawarkan di sana. Tapi yang jelas, di luar hal tersebut, situs ini sangat membantu terutama bila kita mempunyai rencana perjalanan dengan naik kereta api.

Disunting oleh SA. Pemutakhiran oleh ARW/SA.


Bontang — Kalimantan Timur

Bontang adalah kota kecil di wilayah Kalimantan Timur. Bontang secara resmi menjadi kota pada 1984. Pembangunan di Bontang terjadi setelah dua perusahaan pertambangan didirikan di sini pada 70-an, yaitu PT Badak Liquid Natural Gas dan PT Pupuk Kaltim, yaitu pada 1974, dan Pupuk Kaltim tiga tahun sesudahnya. Dua perusahaan ini bergerak dalam bidang pertambangan, khususnya gas alam dan pupuk. Secara geografis, daerah ini cukup berawa, kadang banjir, tapi terletak di dekat pantai.

====

Mungkin Anda tidak sengaja sampai di Bontang, sebab kebanyakan orang yang pergi ke Bontang adalah untuk urusan pekerjaan di dua perusahaan di atas. Kota ini letaknya cukup jauh, sekitar 4-5 jam dengan kendaraan darat dari Balikpapan dengan melewati Samarinda (ibukota Kalimantan Timur). Meskipun Bontang memiliki bandara, tapi penerbangan reguler terdekat yang dilayani hanyalah sampai Balikpapan.

Belajar di atas Laut

Nah, bila Anda di kota ini, jangan lupa menikmati kota ini yang juga mempunyai banyak budaya, khususnya Dayak (meski kami belum pernah menikmatinya). Atau jangan lupa berkunjung ke Bontang Kuala. Daerah ini ditetapkan sebagai daerah wisata, tempat bermukimnya warga asli Bontang. Keunikan tempat ini adalah, rumah warga terbuat dari kayu ulin yang kuat, berdiri tegak di atas laut luas. Makanan laut tentunya sangat melimpah dan bisa dinikmati di hampir banyak kedai dan tempat makan di kota kecil ini. Tentu hati-hatilah menjaga konsumsi cumi, kepiting, dan udang itu agar tidak berlebih karena kolesterol itu sangat menghantui.

Kampung di atas air, Bontang

Sumber: Bontang di Wikipedia Indonesia dan Inggris.
Foto-foto: koleksi penulis diambil sekitar 2006

Pemutakhiran: SA/ARW-100210


Konsortium Bas Ekspres Semenanjung

Beberapa penumpang, istri penulis dan kakak ipar di depan KBESKonsortium Bas Ekspres Semenanjung (KBES) adalah layanan bis ekspres (_express bus_) yang melayani rute darat di Semenanjung Malaysia dan juga ke negara lain seperti Hat Yai (juga disebut Hadyai atau Had Yai), Thailand dan Singapura. Mereka juga menyediakan layanan sewa (_carter_).

Layanan bis ini (atau bas dalam pengucapan Bahasa Melayu) terdiri dari berbagai kelas, semuanya mempunyai pendingin udara (AC). Tiket bisa didapatkan melalui beberapa cara, yaitu: lewat situs KBES, melalui loket pemesanan langsung seperti yang tersedia di Terminal Puduraya (Hentian Puduraya), atau via agen wisata atau hotel di Malaysia. Berhati-hatilah dengan pencopet, calo tiket, dan lainnya yang kurang mengenakkan, terlebih bila lewat larut malam di terminal ini.

Kami belum pernah melalukan pemesanan tiket melalui situs KBES, jadi kami tidak dapat mengkonfirmasikan kesahihan dan kualitas layanan ini. Bahkan seperti terdapat pada situs KBES, layanan pemesanan hanya tersedia pada pukul 7:00 am – 12:00 am waktu Malaysia. Menurut riset, tiket yang dipesan melalui sistem online adalah semacam kupon tiket, jadi itu belum merupakan tiket yang sah. Kupon tiket tersebut, seperti dijelaskan dalam halaman FAQ, harus ditukarkan di kaunter KBES di terminal paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan. Menurut infomasi dari manual KBES, pemesan tiket online dapat memilih tempat duduk yang tersedia. Tiket yang telah dipesan tidak dapat diuangkan kembali atau ditukar.

Kalau tak salah, ada tiga kelas yang dijual di loket terminal bas Puduraya. Kami mempunyai pengalaman mencoba bus ini dari Kuala Lumpur ke Hat Yai, Thailand pada pertengahan 2009 lalu. Kami pernah menemukan beberapa kelas bis lainnya, seperti kelas bis susun (_double deck_), namun kami belum pernah mencobanya.

Foto Interior bis Konsortium Bas Ekspress Semenanjung

Tempat Duduk KBESTarip untuk kelas yang paling bagus adalah RM 60 (sekitar Rp170.000), nama kelasnya adalah Snoozer. Kelas Snoozer mempunyai tiga tempat duduk setiap barisnya (lihat foto di atas) dan sembilan baris tempat duduk (atau total kapasitas 27 penumpang). Kelas Snoozer mempunyai sebuah layar televisi kecil (9″?) dan _headset_ stereo pada masing-masing kursinya. Sandaran kursi dapat dinaikkan atau diturunkan (recliner seat), terdapat pula sandaran kaki yang bisa diatur mealui kontrol di dekat sandaran tangan. Para penumpang bisa memilih berbagai film dan tayangan yang disediakan dengan kontrol yang tersedia di masing-masing kursi.

Bis kelas Snoozer tidak mempunyai toilet (WC) di dalamnya seperti kebanyakan bis kelas eksekutif di Indonesia. Tapi mungkin hampir seluruh bis di Malaysia seperti itu. Namun penumpang tak usah khawatir, bis ini sering sekali berhenti dalam perjalanan. Mungkin semacam terminal atau titik pelaporan. Saya kira kita bisa ijin pengemudi bila ingin tandas dahulu (sekadar buang air kecil).

Seperti juga normalnya transportasi lintas negara, para penumpang juga harus melewati imigrasi ketika akan masuk dan keluar perbatasan, misalnya keluar dari Malaysia, dan masuk ke Thailand. Jalur bis ke Hat Yai akan melalui perbatasan Bukit Kayu Hitam, Propinsi Kedah di Malaysia dan Sadao, Propinsi Songkhla di Thailand.

Dalam perjalanan dari Kuala Lumpur (Hentian Puduraya), Malaysia ke Hat Yai, Thailand, kami mendapat kesempatan dua kali berhenti. Perhentian pertama saat itu masih gelap, mungkin sekitar pukul 2:00 pagi (atau mungkin sebelumnya, saya kurang mencatat detil waktunya). Penumpang diberi kesempatan turun dan menengok sebuah toko camilan yang ada di situ. Yah, mirip dengan keadaan peristirahatan bis di Indonesia pada umumnya, namun toko camilan ini hanya adalah satu saja. Bis kemudian melanjutkan perjalanan hingga perhentian kedua.

Perhentian dekat Bukit Kayu Hitam

Perhentian kedua pada pukul 03:30 AM di sebuah tempat peristirahatan di dekat perbatasan Malaysia. Tempat peristirahatan ini dikelola oleh CTC Recreation Berhad. Menurut informasi yang kami dapatkan dari beberapa penumpang lain, sebentar lagi kita akan mendekati perbatasan Bukit Kayu Hitam, jadi mungkin wajar penumpang dibangunkan agar menyiapkan diri. Dan juga ada warung dan toilet. Saatnya tandas! Kami menyempatkan diri untuk menyegarkan badan, cuci muka dan buang air serta sikat gigi. Dan karena masih diberi waktu agak longgar sekitar 30 menit, kami menyempatkan diri mencicipi makanan yang dijual di situ. Tersedia berbagai jenis makanan, bahkan sebuah toko mengaku menjual makanan Indonesia. Kami meninggalkan tempat peristirahatan ini sekitar pukul 04:15 AM.

Perbatasan Bukit Kayu HitamPada pukul 04:30 AM kami sampai di pintu perbatasan Bukit Kayu Hitam. Antrian kendaraan cukup panjang, bis kami mengantri sekitar 20-30 menitan. Saya menyempatkan diri salat Subuh di sebuah mushalla di dekat pintu perbatasan. Seluruh penumpang bis diminta keluar dan menuju antrian imigrasi. Ada sekitar empat atau enam pintu imigrasi yang melayani ratusan penumpang itu. Akhirnya pada pukul 05:05 AM kami sudah keluar pintu imigrasi. Sementara itu kami menanti seluruh penumpang bis lainnya selesai lewat imigrasi. Terdengar kabar beberapa penumpang, yang belakangan kami tahu mereka ibu-ibu dari Indonesia, mempunyai masalah karena kehilangan kupon imigrasi berstempel Malaysia.

Perbatasan Danok SadaoSetelah beberapa saat, kami masuk perbatasan Sadao, propinsi Songkhla, Thailand. Seluruh penumpang kembali diminta turun bis dan melaporkan dirinya masing-masing. Setelah melewati pintu imigrasi terus terang kami agak kebingungan dengan lokasi bis kami. Ditambah minusnya petugas yang bisa bahasa Inggris, kami agak khawatir di mana letak bis kami berada. Akhirnya kami menemukan lokasi parkir bis dan kendaraan, di sebuah lapangan yang letaknya pada sebelah kiri pintu keluar imigrasi. Di sana kami kembali menunggu seluruh penumpang bis lainnya selesai keluar pintu imigrasi. Bis lalu meluncur kembali hingga perhentian terakhir di Hat Yai, sekitar 20 km dari titik perbatasan tersebut. Tempat perhentian terakhir adalah sebuah agen perjalanan mitra KBES, di sebuah sudut jalanan Hay Tai, dekat sebuah mal kecil. Saya lihat ada jaringan restoran makanan siap saji terkenal buka di situ. Suasana Hat Yai mirip dengan kebanyakan kota-kota kecil di Indonesia.

Situs: http://www.kbes.com.my/
Telpon: 03-4041 6789
Faks: 05-8912880

Kredit foto perbatasan Bukit Kayu Hitam dan Sadao, Wikipedia.

Pemutakhiran oleh ARW 27/02/2010.


Rucksack Inn

Rucksack InnRucksack Inn adalah hotel yang mengambil target khusus untuk _backpacker_. Mereka menjuluki dirinya sebagai “_a backpacker’s hotel by backpackers_”. Dan seperti hotel untuk pelancong lainnya, hostel ini menyediakan kamar asrama lebih dari 15 kasur, juga kamar privat yang masing-masing bisa ditempati untuk dua orang hingga empat orang.

Tarip kamar:

* Dormitory (asrama), S$26
* Double Room, untuk 2 orang, S$79
* Triple Room, untuk 3 orang, S$99
* Quad Room, untuk 4 orang, S$128

Fasilitas

Kamar AC tanpa jendela. Terdapat 2 WC dan 2 kamar mandi shower. Tidak terdapat handuk, tapi bisa sewa. Namun, hotel ini menyediakan sabun dan sampo gratis. Roti, teh, dan minuman (dipanaskan sendiri) juga tersedia gratis dan bisa dipakai kapan saja.

Beberapa fasilitas lain bisa dipakai bersama-sama secara gratis:
* Lemari es
* Televisi layar datar dilengkapi DVD dan beberapa koleksi film, dan juga konsol _game_!
* Dua set komputer yang terkoneksi ke internet, bisa dipakai setiap saat
* Setrikaan, setrika sendiri gratis

Fasilitas lain, tersedia dengan membayar tambahan:
* Mesin cuci dan pengeringnya

Staf dan manajemen hotel dikenal cukup ramah dan _helpful_. Hotel ini juga penuh kejutan, misal memberi hadiah tamu untuk mencoret-coret temboknya.

Alamat: 33 Hongkong Street, Singapore 059672
Telpon: 6438 5146‎
Situs: rucksackinn.com


Keretapi Tanah Melayu Berhad

KTMB atau Keretapi Tanah Melayu Berhad adalah perusahaan kereta api yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Sebelumnya disebut sebagai Malayan Railway Administration dan baru dikenal sebagai KTMB sejak 1992. Sistem perkeretapian ini ada sejak era kolonial Inggris.

Sistem kereta api ini tersambung dari Singapura hingga Bangkok, Thailand. Dan taripnya pun, menurut pendapat kami, cukup terjangkau. Makanya, kereta api ini bisa menjadi alternatif transportasi menarik via darat bila ingin melakukan perjalanan indenpenden khususnya di negara Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Singapura; baik dari Singapura ke Kuala Lumpur, dan Bangkok.

Kaunter KTMB di Stasiun Tanjong Pagar

Di Singapura, stasiun pemberangkatan kereta api ini adalah di Stasiun Tanjong Pagar. Di Kuala Lumpur adalah Stasiun Kuala Lumpur Sentral. Di Bangkok adalah Stasiun Hualamphong.

Misalnya, untuk tujuan Kuala Lumpur (Stasiun Sentral KL) dari Singapura dan sebaliknya, kita bisa menumpang Ekspress Rakyat atau Ekspres Sinaran Pagi. Sedang untuk tujuan Bangkok ke Malaysia, atau sebaliknya, kita bisa menumpang kereta nomor 35 & 26, dari Bangkok hingga Butterworth (dekat Penang). Dan dari sana ke Kuala Lumpur bisa dilanjutkan dengan kereta api lainnya atau bus.

Sebuah kereta KTMB di PlatformSleeping Berth

Selain tempat duduk biasa (dengan beberapa macam kelas) pada beberapa kereta api juga menyediakan kelas tidur (sleeper atau berth) alias benar-benar bisa selonjor tidur. Menurut pengalaman kami, kelas ini cukup nyaman dan menyenangkan karena ketika bangun di tempat tujuan badan pun cukup segar dan tidak pegal.

Calon penumpang bisa memesan tiket kereta di loket stasiun atau jauh-jauh hari melalui sistem reservasi online. Asyik kan? Untuk reservasi, bisa diakses langsung ke situs KTMB. (Perhatian: beberapa kali kami mencoba, situs mengalami beberapa kali masalah dan menampilkan pesan kesalahan yang panjang).

Sebagai catatan, mengingat sifat perjalanan antar negara, para penumpang KTMB juga harus mengikuti prosedur standar imigrasi ketika masuk atau keluar negara tujuan. Di sinilah uniknya. Semua penumpang, berapa ratus orang itu, harus keluar kereta ramai-ramai dan mendaftarkan diri di imigrasi, lalu ramai-ramai kembali ke masing-masing tempatnya.

Imigrasi Malaysia KTMB


Dua Hari Yogyakarta: Ketep Pass, Borobudur, Kota, dan Parangtritis

Ini adalah rencana perjalanan cukup santai untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Fokus dari rencana perjalanan ini adalah rekreasi sejarah ke Borobudur melalui wilayah segar lewat Boyolali, lalu menikmati pusat kota Yogyakarta dan sedikit menikmati segarnya pantai Parangtritis di kala sore.

Tentu ada banyak variasi yang lebih menarik, dan saya yakin pembaca pasti mempunyai ide lain yang lebih fantastik. Tapi ide dari rencana perjalanan ini adalah singkat dan cukup menjangkau pusat wisata Yogyakarta dan juga menikmati pantai yang cukup terkenal di wilayah ini.

Hari ke-1

Tujuan pertama kita adalah Ketep Pass. Ini adalah obyek wisata yang letaknya persis di antara dua gunung itu, Merapi dan Merbabu. Bahkan, jaraknya hanya 2 km dari puncak Garuda, titik tertinggi Gunung Merapi. Ada persewaan teleskop. Penjual jagung. Asyik memantau indahnya Merapi. Juga bisa menyaksikan asap lava yang bergolak, asal tidak tertutup awan.

Untuk mengingatkan karena tujuan kita adalah Ketep Pass, asumsi perjalanan kita adalah ke tempat ini baru disambung kemudian Borobudur. Namun bila Anda dari Yogyakarta dan lebih memilih jalur dari Magelang, bisa pula perjalanan ini dibalik.

Setelah cukup istirahat, lalu ke arah Magelang meluncur ke Candi Borobudur. Silakan menikmati kemegahan kompleks Candi Budha ini hingga siang hari atau secukupnya.

Sore hari atau sekitar 14:00, bila dirasa cukup, langsung melaju pusat kota Yogyakarta. Karena siang/sore, mungkin lebih nyaman ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, alun-laun, dan/atau Taman Sari. Sore atau malam ke Malioboro menikmati Yogyakarta di malam hari.

Hari ke-2

Berangkat pagi atau agak siang (karena mungkin malamnya capek). Lalu, usahakan sebelum pukul 10, pergi ke Candi Prambanan. Sampai siang lalu mampir ke Pasar Bringharjo untuk membeli oleh-oleh Batik yang murah dan harganya terjangkau.

Bila sudah puas dengan oleh-oleh, segera meluncur ke Parangtritis menikmati Gumuk (atau gurun pasir) yang biasanya hanya ada di sahara. Dan juga menikmati segarnya pantai di sore hari.

Sore sebelum malam, kembali ke kota Yogya. Dan menikmati sisa hari di kota Jawa yang penuh nuansa ini.


Pentingnya Rencana Perjalanan

Dalam bahasa Inggris, rencana perjalanan itu adalah itinerary (itineraries dalam bentuk pluralnya). Kalau kita baca buku panduan perjalanan terbitan Lonely Planet atau Rough Guides atau buku lainnya, pasti akan mudah kita temukan hal ini. Dan biasanya berada di halaman-halaman awal tujuan wisata kita.

Sebelum memulai perjalanan Anda, sebaiknya kita mempunyai sebuah atau lebih rencana perjalanan. Rencana perjalanan itu penting agar kita mudah merencanakan, mengatur, dan mengevaluasi kesuksesan perjalanan kita. Dengan rencana perjalanan, kita juga bisa realistis mengatur logistik, tiket, akomodasi, transportasi dan juga bujet untuk keperluan perjalanan kita.

Itulah pentingnya Rencana Perjalanan. Tapi apa sih yang harus kita rencanakan?
Rencana perjalanan bisa berupa hal singkat, seperti contoh di bawah ini:

Rencana Backpacking Negara-Negara ASEAN

  • Hari ke-1: Singapura, Marina Bay, Kampung Glam & Little India.
  • Hari ke-2: Singapura, National Orchid Garden & jalan-jalan ke Orchard Road
  • Hari ke-3: Singapura, China Town, Marina Bay, Singapore Flier, lalu sore naik kereta ke Malaysia.
  • Hari ke-4: Malaysia, pagi ke Petronas tower dan siang istirahat. (Menurut riset * waktu kunjungan dimulai pukul 9 pagi)
  • Dan seterusnya…

Itu adalah contoh rencana perjalanan yang sangat sederhana. Dan juga cukup fleksibel. Perlu diingat, rencana perjalanan di atas tidak memuat detil waktu. Kenapa waktu tidak perlu, karena ini adalah rencana perjalanan. Cukupkan rencana perjalanan itu sederhana, fleksibel, dan masih bisa diubah atau diatur ulang sesuai dengan kesepakatan para peserta perjalanan independen tersebut.

Lalu apa yang perlu dan bisa dilakukan setelah kita mendapat rencana perjalanan seperti ini? Oh banyak sekali. Jangan kira setelah membuat hal di atas Anda bisa menganggur. Itulah keunikan perjalanan independen, dan pasti pembaca Ransel Kecil semua suka dengannya.

Setelah rencana perjalanan ini siap, biasanya kita segera bisa melakukan riset, apakah rencana tersebut patut dan realistis.

Mari kita lihat pada rencana hari ke-3 dan hari ke-4 pada contoh di atas. Hari ke-3 malam, rencananya adalah naik kereta malam (Keretapi Melayu Berhard) ke Malaysia via darat.

Setelah melakukan riset kecil, kita tahu kereta akan sampai di Malaysia kira-kira Subuh atau sebelum pukul enam pagi. Jadi apakah mungkin langsung berkunjung ke Petronas Tower?

Nah di sini titik realisasinya bisa dicapai. Bila Anda masih punya waktu senggang untuk rencana besoknya dan tidak ada rencana yang mengharuskan pergi pagi hari, maka sebaiknya rencana ke Petronas ditunda esoknya. Bila tidak bisa, dan esoknya ada rencana perjalanan lain yang bagus pula, pergi ke Petronas pagi hari pun masih bisa dilakukan. Apakah realistis? Ya, masih mungkin kok. Tapi dengan catatan, Anda harus membawa ransel beserta bawaan langsung ke gedung Petronas langsung setelah sampai di Kuala Lumpur.

Begitulah contoh kegunaan rencana perjalanan. Disamping itu, dengan rencana perjalanan yang bagus, kita bisa memulai mencari informasi, dan juga melakukan booking hostel atau hotel, pesan tiket transportasi bilamana hal itu dimungkinkan, dan seterusnya. Rencana perjalanan juga dibuat untuk lebih segera mengetahui bila ada masalah dalam rencana perjalanan kita, dan memungkinkan kita menggantinya dengan rencana perjalanan yang lebih realistis.

Bila ada yang berdalih, kan perjalanan kami singkat, cuma tiga hari? Tak perlu lah rencana perjalanan yang rumit. Ya, tiga hari itu singkat, dan lebih mudah diatur secara rileks. Tapi kami semua yakin, bila kita punya rencana perjalanan yang bagus, kita bisa lebih menikmati perjalanan itu, lebih mudah merencanakannya, lebih mudah mengatur dan efisien bujet, dan seterusnya.

Kami menyaranakan rencana perjalanan dibuat kurang lebih sembilan hingga tiga bulan sebelum perjalanan dilakukan. Lebih awal lebih baik tentunya. Satu hal paling penting dari awalnya rencana perjalanan dibuat adalah tujuan efisiensi bujet. Semakin awal dan jauh dari jadwal perjalanan, harga tiket dan akomodasi bisa jadi lebih murah. Sebaiknya rencana perjalanan direvisi hingga periode tiga bulan perjalanan.

Hal lain, kadang rencana perjalanan sebaiknya juga fleksibel, demi kenikmatan perjalanan independen itu sendiri. Misalnya saja Anda sudah punya rencana perjalanan di Maroko selama tiga hari, dan Anda sudah pesen tiket untuk beberapa tujuan dan tempat (misalnya hari ke-1 dan ke-3). Tapi ketika di Maroko, ada teman yang memberi tips sebaiknya mencoba pergi ke Majorelle Garden, tamannya indah. Nah, bila memungkinkan, kita bisa mengatur ulang jadwal kita, misal hari ke-2 untuk ke Majorelle, selama hal itu tidak menabrak rencana kita, atau bila perlu rencana lain digagalkan demi tujuan yang lebih bagus dan menarik, kenapa tidak?

Jadi, segera atur rencana perjalanan Anda sekarang juga.


Artikel selanjutnya

© 2017 Ransel Kecil