Siapa sih yang tidak senang berlibur? Saya yakin kebanyakan orang menyenanginya. Mungkin setelah menikmati liburan baru-baru ini, Anda sudah buru-buru ingin merencanakan liburan berikutnya, entah bulan depan, tahun depan, atau malah beberapa tahun lagi…
Sayangnya, kebanyakan dari kita bukanlah orang kaya dengan status tabungan Prioritas, selalu naik kelas bisnis di setiap penerbangan, atau menginap di hotel bintang lima. Meskipun demikian, saya meyakini bahwa liburan itu milik semua orang, termasuk yang anggarannya terbatas.
Kata kunci dari bahasan saya kali ini adalah “perencanaan keuangan”. Mungkin sebagian dari Anda bakal sebal, sudah hidup dibatasi anggarannya, ini mau senang-senang kok masih dibatasi juga. Well, reality bites, my friend. Mungkin seluruh tabungan yang Anda punya saat ini bisa dipakai untuk jalan-jalan keliling Eropa sebulan penuh. Tapi setelah kembali ke tanah air, Anda niscaya langsung “jatuh miskin” karena sudah tidak punya apa-apa lagi di genggaman.