Menyesapi Panorama Wat Arun

Jam nyaris berdetak ke angka sembilan saat saya sampai di Wat Arun. Keindahan Wat Arun yang berdiri kokoh menantang matahari, mengundang decak kagum saya. Begitu menarik, unik dan memesona. Sejenak saya menatap langit dan menghela nafas, lalu menyisir setiap sudut bangunan yang memiliki arsitektur sangat megah ini. Gontai langkah saya pun perlahan mengukir lantai. Potongan kaca dan keramik warna-warni pada dindingnya membuat bangunan bersejarah tersebut tampak semakin indah dan elegan. Didorong penasaran yang tinggi untuk menyaksikan pemandangan yang lebih leluasa, saya mencoba mengumpulkan keberanian mendaki anak tangga yang menanjak tajam. Sungguh memanjakan mata. Rasa lelah seolah terbayar lunas, manakala disuguhkan panorama memukau. Di atas, saya melepas penat sekaligus menikmati karunia Tuhan.

Ah, beginilah seharusnya hidup. Wat Arun memang menyuguhkan ‘surga’ bagi pecinta wisata.

Wat Arun, Kuil Sang Senja
Wat Arun, Kuil Sang Senja

Baca selengkapnya »

Dimuat di Esai Foto

Menyusuri Heningnya Gangga Di Varanasi

Hari itu saya sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Dari jendela kamar atas tempat saya menginap saya mengintip ke arah langit, saat itu ia masih berwarna biru tua dengan rona keunguan. Matahari bahkan belum tampak. Lalu, tiba-tiba, saya mendengar suara dari arah bawah, tatapan saya pun teralihkan. Saya akhirnya mengamati gang sempit di depan pintu penginapan, ternyata sudah banyak orang berlalu-lalang. Ya, di Varanasi denyut kehidupan memang dimulai lebih awal dibandingkan kota-kota lain yang pernah saya kunjungi di India. Ditemani oleh dua orang teman seperjalanan, Daniel dan Vasanti, sayapun bergegas pergi keluar penginapan, ke arah tepian Sungai Gangga demi mendapati perahu sewaan yang bisa kami pakai menyusuri sungai. Salah satu hal yang wajib wisatawan lakukan ketika sedang mengunjungi kota Varanasi, katanya. Ditemani warga lokal pemilik perahu yang kami temui di jalan, sampailah kami bertiga di tepian sungai, dekat dengan dek kapal.

Suasana Pagi di Sungai Gangga
Suasana Pagi di Sungai Gangga

Baca selengkapnya »

Dimuat di Esai Foto

68 Derajat Lintang Utara

Dua puluh jam perjalanan dari Stockholm melintasi pedesaan Swedia membawa saya ke impian yang jadi nyata: melintasi Lingkar Arktik, di mana kita semakin dekat dengan kutub Utara. Suhu di sini bisa tak bersahabat ketika musim dingin. Kontras antara dataran Swedia yang landai dan Norwegia yang curam menyambut saya di perbatasan.

Gerbong kereta sudah semakin sepi ditinggal penumpang di pos-pos perhentian sebelumnya. Saya menghabiskan kopi yang saya beli satu jam yang lalu, mempersiapkan tas dan membereskan selimut dan bantal yang saya gunakan di gerbong tidur. Lalu saya melihat keluar…

Baca selengkapnya »

Dimuat di Esai Foto

Senandung Gedser

Deru kapal feri itu membuat saya tersenyum lebar, girang mengantisipasi petualangan selanjutnya. Inilah kali pertama saya melintas batas negara Schengen, dari Jerman ke Denmark. Setelah melalui empat jam di darat dari Berlin ke Rostock, petualangan Skandinavia saya baru dimulai. Kapal yang saya tumpangi perlahan mulai ramai. Tak pikir panjang, saya langsung berkeliling kapal merekam memori.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Esai Foto