Satu Tahun Perjalanan

Pada hari ini satu tahun lalu, sebuah ruang baru di dunia maya terbuka. Ruang itu bernama Ransel Kecil. Seperti sudah kami kenalkan melalui tulisan perdana, ini adalah awal dari semua perjalanan impian kita semua!

Catatan perjalanan dua orang mungkin akan terbatas, namun catatan dari 15 kontributor akan membuat sebuah media berbeda. Dari 15 kontributor itu lahirlah 74 tulisan yang selalu memberi inspirasi setiap kita membaca. Dedikasi kami persembahkan kontributor kami (urut abjad): Arif Widianto, Dessy Tri Anandani Bambang, Dianing Ratri, Dita Ramadhani, Faramita Dewi, Fuji Adriza, Galih Suharjan, Isyana Artharini, Muhammad Arif, Pria Purnama, Rika Safrina, Samanta Limbrada, Sigit Adinugroho, Willy Irawan dan Yani Widianto.

Dari tangan-tangan 15 orang inilah kita bisa berbagi cerita tentang kota yang indah, makanan yang menggugah selera, penginapan yang menarik, hingga tempat dan kegiatan dari berbagai dunia. Dari 15 orang ini kita dibawa berkeliling dunia mulai dari ujung Pulau Sempu hingga pelosok hutan Kalimantan Barat; berkunjung ke negeri-negeri eksotis seperti Vietnam dan Kamboja; hingga dunia Barat yang menarik seperti Berlin dan Las Vegas; menikmati indahnya lanskap Vietnam hingga Norwegia; membayangkan lezatnya makanan dari Thailand dan Korea; dan juga menengok kegiatan Palebon (Ngaben) dan Nyepi di Bali.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Duka Kami untuk Korban Bencana Wasior-Mentawai-Merapi

Bencana beruntun melanda negeri kita. Mulai dari banjir di Wasior. Gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai. Lalu letusan Gunung Merapi.

Kita semua berduka. Mari kita bantu melalui berbagai lembaga kemanusiaan yang ada, semoga sedikit yang bisa kita salurkan bisa meringankan beban saudara-saudara kita.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Menjadi Pengelana yang Beretika

Industri pariwisata adalah industri yang sangat besar. Menurut data barometer World Tourism Organization (WTO), jumlah turis sepanjang tahun 2009 adalah 880 juta jiwa, peningkatan tajam terjadi di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah. Jumlah uang yang dibelanjakan hingga tengah tahun 2010? Sekitar US$852 milyar! Untuk Indonesia sendiri, data dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menunjukkan ada sekitar 6,5 juta kunjungan pada tahun 2009, setidaknya satu juta rupiah dibelanjakan oleh setiap turis asing setiap hari. Kehadiran sarana transportasi yang memudahkan dan murah membuat perjalanan untuk tujuan apapun menjadi mudah, bahkan spontan. Semakin mudahnya regulasi dan infrastruktur membuat mereka yang tadinya berpikir dua kali untuk membelanjakan uangnya demi sebuah liburan langsung tanpa pikir panjang membeli tiket jauh-jauh hari demi harga murah, lalu memesan tempat penginapan di daerah tujuan, yang diselesaikan kurang dari sepuluh menit! Begitu mudahnya, sekarang semua orang bisa liburan, bukan orang kaya saja.

Semua ini ada dampaknya, tentu, secara positif ia meningkatkan sirkulasi uang dan menggairahkan ekonomi. Perjalanan juga mencerahkan dan mendidik masyarakat regional dan internasional. Namun, pasti ada dampak negatifnya. Dampak lingkungan, sosial, budaya dan bahkan ekonomi.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Visa: Membatasi atau Memudahkan?

Di sebuah forum di internet, ada yang menanyakan, apa itu visa. Pernah dengar kata visa? Mungkin lebih sering dikaitkan dengan Visa, jaringan kartu kredit dan debit global. Walaupun kita sering menemukan manfaat dalam jaringan pembayaran Visa ketika dalam perjalanan, visa yang dimaksud di sini adalah dokumen verifikasi yang dikeluarkan oleh suatu negara terkait dengan pemohon dari negara lain yang ingin melakukan perjalanan ke negara yang dimohonkan visanya.

Lho, kenapa? Bukankah berbekal paspor saja cukup? Begini, situasi sosial, geografi dan politik banyak menentukan bagaimana pemerintah sebuah negara bersikap dalam menerima pendatang dari negara lain. Keadaan ini dipengaruhi lagi oleh hubungan bilateral dan multilateral, baik dalam lingkup yang spesifik maupun universal. Aman dikatakan bahwa sebagian besar perjalanan antara penduduk negara yang satu dan yang lain di seluruh dunia ini memerlukan visa sebagai sarana verifikasi apakah si pelaku perjalanan layak melakukan perjalanan tersebut, sekaligus meregulasi kegiatan dan lalu lintas pendatang (“alien”) di negara masing-masing. Ada beberapa pengecualian, di mana menurut asas reciprocal (balasan), perjalanan penduduk antara dua negara satu sama lain dibebaskan dari ketentuan tertentu, misal, membebaskan keperluan untuk memohon visa kunjungan sementara. Namun, tidak semua berasas reciprocal. Ada yang hanya satu pihak, kembali lagi tergantung dari hubungan bilateral, multilateral dan berbagai dimensi kepentingan lainnya. Asas reciprocal juga merambah elemen-elemen lain seperti besarnya biaya yang dikenakan. Misalnya, Amerika Serikatmengenakan biaya sebesar USD131 kepada setiap pemohon visa kunjungan, maka beberapa negara seperti Brazil dan Chile juga menetapkan tarif yang sama, khusus pada warga negara Amerika Serikat!

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Generasi Muda Indonesia Terisolasi?

Harian Kompas hari ini memaparkan Mike Hardy, mantan Direktur Pelaksana British Council di Indonesia, seorang ahli dialog antarbudaya dari British Council, yang menangani program pertukaran pelajar dan dialog antar sekolah. Dalam sebuah seminar yang bertajuk Global XChange di Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa generasi Indonesia masih terisolasi dari pergaulan internasional.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Sebulan Ransel Kecil

Ransel Kecil berusia satu bulan hari ini.

Tak terasa telah 28 hari kami menyapa dan menyajikan hal-hal menarik seputar perjalanan. Ucapan dan dedikasi kami sampai kepada kontributor kami (urut abjad): Arif Widianto, Dessy Tri Anandani Bambang, Muhammad Arif, Sigit Adinugroho, dan Yani Widianto. Tanpa para kontributor tentu tidak akan ada kisah-kisah perjalanan yang menarik.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Duka Kami untuk Chili

Belum usai warga dunia menghapus sedih dari bencana di Haiti yang diguncang gempa besar awal Januari lalu, kita baru saja mendengar kabar duka lainnya.

Gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter baru saja terjadi di Chili, sebuah negara dengan garis pantai panjang di sepanjang barat Amerika Latin. Gempa terjadi pada 27 Februari 2010 (hari ini), di lepas pantai Concepción, Chili. Gempa terasa hingga ibukota Chili, Santiago, dan beberapa kota di Argentina.

Titik episentrum gempa berada pada lepas pantai Maule, sekitar 6,4 km sebelah barat Curanipe, Chili dan 115 utara-timur laut dari kota terbesar kedua di Chili, Concepción. Gempa terjadi pukul 3:34 waktu lokal dan dilaporkan gempa dirasakan antara 10-30 detik.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Pengelanaan Dimulai!

1 Februari, 2010. Dunia, perkenalkan, Ransel Kecil. Mulai hari ini kami akan menemani Anda, sebelum, sesaat dan sesudah perjalanan Anda. Kami merangkul semua orang: mereka yang sudah mahir melakukan perjalanan, mereka yang terbiasa melakukan perjalanan, dan mereka yang masih meraba-raba. …

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami

Duka Kami untuk Haiti

Sebagai warga global yang merasakan nikmatnya persaudaraan, budaya, dan juga keindahan dari seluruh tempat di dunia. Kami seketika ikut berduka mendengar saudara kita di Haiti, sebuah negara di kawasan Atlantik, terkena bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter.

Gempa berpusat sekitar 25 km barat Port-au-Prince, ibukota Haiti, sekitar pukul 16:53:10 waktu setempat pada Selasa, 12 Januari 2010. Gempa terjadi pada kedalaman 13 km. The United States Geological Survey (USGS) mendeteksi rangkaian gempa susulan setelahnya, sekitar 33 gempa, 14 di antaranya dengan kekuatan 5,0 hingga 5,9 skala Richter.

Baca selengkapnya »

Dimuat di Dari Kami