Harian Kompas hari ini memaparkan Mike Hardy, mantan Direktur Pelaksana British Council di Indonesia, seorang ahli dialog antarbudaya dari British Council, yang menangani program pertukaran pelajar dan dialog antar sekolah. Dalam sebuah seminar yang bertajuk Global XChange di Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa generasi Indonesia masih terisolasi dari pergaulan internasional.

Mike mengungkapkan:

Belum banyak pemuda Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga orang-orang Indonesia tak banyak dikenal di luar negeri.

Akibatnya, citra dan kondisi Indonesia sebenarnya tidak diketahui banyak oleh masyarakat asing. Beliau membandingkan, negara-negara yang citra dan kondisinya sama atau jauh lebih buruk ternyata punya citra yang lebih baik di mata dunia luar. Beliau mengambil contoh Malaysia.

Faktor utama yang menghalangi mereka adalah keterbatasan biaya dan faktor budaya:

Ikatan keluarga di Indonesia sangat kuat sehingga memang tak punya kultur bepergian jauh dari rumah dalam waktu yang lama.

Jika dibiarkan, wawasan generasi muda kurang berkembang dan menjadi penghambat pembangunan.